(1)
mengerti dengan sederhana
tak menghilang makna
seperti doa dan cerita dini hari
menyaji diri dengan teropong hati
(2)
terbata aku katakan jatuh cinta
rasa yang genapi tawa
biarkan saja bahagia kau ada
(3)
masih ada spasi lain yang kutulis
dalam bait puisi sepanjang musim
hanya tak ingin rindu menjadi beku
Tangerang, 6 September 2010

Filed under: jiwa, penulis, perempuan, Puisi, Puisi Cinta, puisi sastra, puisi-puisi Ditandai: | buku, buku puisi, buku sastra, cinta, curhat, jiwa, kasih sayang, kumpulan puisi, kumpulan sajak, kutubuku, pecinta Puisi, penulis, perempuan, Puisi, Puisi Cinta, puisi-puisi, Rini Intama, sajak, salam kenal, Sastra, sastra Indonesia, syair, Tangerang, Tangerang serumpun































Baguss……..
mengerti dengan sederhana
makna takkan hilang
seperti doa dan cerita dini hari
menyaji diri dengan teropong hati
puisi rindu mengalir sepanjang waktu. puisi waktu kapan habisnya tak seorangpun tahu. manis senantiasa untuk puisi hati dan puisi cinta. mbak Rini, salam.
Dony ma kasih ya atas kunjungannya
@Mas Riyadi, wah wah Jenengan kok ya bisa aja selalu bilang puisi manis hehhe ..matur nuwun sanget lho mas
Seperti engkau
akupun akan bahagia
hanya cukup dengan melihatmu tertawa
Puisi Alit puisi hati……..
kutemukan kata lebih lincah mengalir
mengancik makna menabik lega
……sungguh puisi ini membuatku terasa lebih ringan mengunyah kenyal maknanya…………
“Aku jatuh cinta pada puisimu yang berkata di Puisi Alit puisi hati
alit = kecil = mini
singkat padat
Salam kenal pada kunjungan perdanaku mba.
Puisi yang padat dan berisi dan maknanya luas dan tegas.
Dengan Mengatasi Permaslahan Yang Kecil; Maka Kita Dapat Mengatasi Permasalahan Yanga Besar.
Sukses Selalu.
Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”
masih ada spasi lain yang kutulis
dalam bait puisi sepanjang musim
sungguh, saya sangat suka
ada semangat tuk terus
menulis puisi
lebih bagus lagi bisa nggak,