Tiga jam di Padang Bai
kisah ini kutulis di pantai ketika menunggumu
meminang janji tentang kapal yang akan melabuh di dermaga
satu jam berlalu aku masih bernyanyi
mengayuh biduk di danau tiga warna
dua jam menghitung segenggam pasir
membayang lintasan buihbuih ombak di selat lombok
tiga jam, bahkan aku lupa namamu
Januari 2011
Like this:
3 bloggers like this post.
Tentang Rini Intama
Rini Intama, lahir 21 Februari, aktif di Komunitas seni dan Budaya Tangerang Serumpun, anggota Komunitas Penulis muda Indonesia, komunitas Pencinta Puisi. menulis Puisi, Prosa, cerpen dan Novel
Buku-bukunya yang sudah terbit :
"Ruang Jingga”, Antologi Puisi (Q Publisher)/
"Phantasy Poetica dan Imzonation" (PM Publisher)/
"Merapi Gugat," Puisi sastra Etnik (Kosakatakita)/
"Kado sang terdakwa", Antologi Puisi TS (Pustaka TS)/
"Gemulai tarian Naz", jejak sajak Rini Intama ( Q Publisher“)/
"Antologi Fiksimini", (Kosakatakita)/
"105 Penyair dalam kebangkitan Sastra Pekalongan"/
Beranda rumah cinta, antologi puisi 52 penulis.
Komunitas Pecinta puisi http://riniintama.wordpress.com
Tinggalkan
Semoga nanti dapat ingat kembali Mba.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah’s Blog
Namaku lupa juga mba? hehehe
pakabar mba Rini? salamaammmmm
Ras kobar, hehehhehe sudah terbawa angin di dermaga , ma kasih ya sudah berkunjung
Ejawantah, haiiiii apa kabar ? salam hangat
Nanang, hahahhahhaaa gak laaahhh < Alhamdulilah baiiikkk
mba Riniii………..aku sekarang jadi blogger saja…bukan facebooker hehehe…….
Nanang, hahahhaaa nyerah jadi facebooker ya ? yuuuk ah blogger aja
hehe cape n bosen juga lamalama hehehehe….beda ma ngeblog…
@Nanang, iyaaaa betul ini lebih asyik kan ?…
padang bai..ingatkan ku tentang kebersamaan kita
satu kamar kost bersama
malam malam haru bersamamu
dalam tangis dan canda…bersama…
ku eja namamu RINJANI,,,…
kangen euy..
Istiq
Istiiiiiiq…. ah rindurindu itu masih ada
sejak kita tinggalkan Padang bai saat itu…
kangen juga euy ….