Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Arti Pengertian Perulangan Kata

 

Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia, yaitu antara lain :

 

1. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu

Contoh :- Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali.- Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah.

 

2. Kata ulang yang menyatakan sangat

Contoh :- Jambu merah pak raden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi.- Anak kelas 3 ipa 1 orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif.

 

3. Kata ulang yang menyatakan paling

Contoh :- Setinggi-tingginya Joni naik pohon, pasti dia akan turun juga.- Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya.

 

4. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan

Contoh :- Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi.- Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah.

 

5. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan

Contoh :- Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa.- Saat lebaran biasanya keluarga di rt.4 kunjung-kunjungan satu sama lain.

 

6. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin

Contoh :- Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga.- Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.

 

7. Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa

Contoh :- Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam.- Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan.

 

8. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab

Contoh :- Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah.

 

9. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus

Contoh :- Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau.- Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan.

 

10. Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti)

Contoh :- Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua.- Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh.

 

11. Kata ulang yang menyatakan beberapa

Contoh :- Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hong Kong.- Mas parto berminggu-minggu tidak apel ke rumahku. Ada apa ya?

 

12. Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak

Contoh :- Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.- Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya.

 

13. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan

Contoh :- Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik!- Jangan beli beyblade banyak-banyak nak! Nanti uang sakumu habis.

 

14. Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai

Contoh :- Dari tadi padi si Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa.- Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari.

 

sumber : http://organisasi.org

 


Tinggalkan komentar

Seribu cahaya bintang

Anakanak dan khayalan seribu cahaya bintang

Lalu Menembang rembulan, memanggilnya turun saat malam

menunggu kunangkunang sinari wajahnya

bermimpi tentang ayah dan ibu yang menggantung di langit

Melukiskan tawatawa suka dan celoteh yang sempurna

Rini Intama


Tinggalkan komentar

Namira

Namira, mengapa tak kau tulis saja puisi ?

seperti doa yang kau rebahkan di malam yang pucat

di antara kelopak waktu dan kabut cinta

sebagai pertanda yang kau tulis dimimpi-mimpi

 

Rini Intama- ktbm, Juni 2012


Tinggalkan komentar

Secawan rindu

pesan  di desa Palak kutulis manis buat eremde

tentang aroma tanah, rasa lelah dan secawan rindu

dipuncak bebatu dan kebun edelweiss

 

 

 

Rini Intama – 2011

Puisi : Besakih dan aroma bunga

 

 


Tinggalkan komentar

Kamboja merah muda

meronce mimpi dan bulan yang menusuk malam

lalu matahari akan merahasiakannya esok pagi

 

Perempuan berkebaya ungu,  sanggul panjang menjuntai kesamping

 

Meyelipkan kamboja merah muda di telinga

 

 

 

Rini Intama -2100

 

Puisi Besakih dan aroma bunga

 

 

 

 

 

 


1 Komentar

Edelweiss

Amara, aku dan batangbatang edelweis sepanjang jalan yang terpilih

menyimpan doa yang terinjak tangis ranting kering

 menghitung kata di setiap kelopak kecil edelweis yang putih

tanggalkan lukisan kertas tiga warna di kecipak air danau dalam hening

Amara dalam episode setangkai Edelweiss

Rini Intama -Mei 2011


Tinggalkan komentar

Puisi buat sahabat

Puisi buat sahabat

 di sana kau menulis dunia

seperti menoreh sejarah tak sengaja

bagaimana penamu bicara jenaka penuh tawa

ah… menabur pesonapesona

menggurat cintacinta

 

Tangerang, 31 Januari 2011

Rini Intama – membaca puisi Abah Yoyok

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.770 pengikut lainnya.