Diksi dalam puisi


Hal yang paling menitikberatkan pada diksi adalah pembuatan puisi. Begitu sakralnya puisi, terkadang sastrawan atau penulis akan terus menyempurnakan sebuah puisi dalam beberapa waktu lamanya

Terkadang menjadi ironi ketika pembaca atau penikmat sastra khususnya puisi beranggapan sederhana dalam proses kelahiran puisi

Penyair sering menggunakan diksi untuk membangkitkan imajinasi
dalam melukiskan sesuatu dalam karya puisinya, tentu saja seorang penyair akan mempunyai gaya yang berbeda dengan penyair lainnya.

Begitulah para penyair menggunakan diksi untuk memperjelas
maksud serta menjelmakannya dalam karya puisi tersebut sehingga lebih
menarik, bahkan dapat menyentuh perasaan si
pembaca

Diksi atau pilihan kata menjadi satu hal yang pokok bagi seorang penulis atau sastrawan dalam membuat karyanya. Dengan pilihan kata yang se-irama dengan nada perasaan si Penulis

Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis

 Sebab itu, persoalan ketepatan pilihan kata akan menyangkut pula masalah makna kata dan kosakata seseorang. Kosakata yang kaya memungkinkan penulis lebih bebas memilih-milih kata yang dianggapnya paling tepat

 Ketepatan makna kata menuntut pula kesadaran penulis atau pembicara untuk megetahui bagaimana hubungan antara bentuk kata dengan referensiinya.

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.