Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Kamus Bahasa Indonesia


A
 adi (ādi): utama, pertama
 adicita (ādicitta)
 adikara (adhikara)
 adipati (ādipati): raja agung
 adiraja (ādirāja): raja utama
 Aditya (Āditya): (Dewa) Matahari
 agama (āgama): din; tradisi suci
 aji: mantra
 aja: hanya
 aksara (akṣara): huruf
 aksi (akṣi): mata, sesuatu yang dilihat
 alpa : teledor, kekurangan
 amerta (amṛta): ambrosia, nektar, air kehidupan
 ancala (acala): gunung
 aneka : macam-macam
 angka : bilangan
 angkara : murka
 angkasa (ākāśa): langit
 angsa (haṃśa): sowang
 angsoka (aśoka): sejenis pohon
 aniaya (anyāya): siksa
 anitya: ketidakkekalan
 antara (antara): lain
 antariksa (antarikṣa): luar angkasa
 anugerah (anugraha): pemberian
 arca (arcā): patung
 ardi (ardi): gunung
 Arya : bangsawan, orang India Utara
 asa : jiwa (dalam frasa “putus asa”)
 asmara (smara): cinta
 asrama (āśrama): tempat padepokan
 asta (aṣṭa): delapan
 astana (āsthāna): tempat pemakaman raja dan kerabatnya. Lihat pula istana.
 Atharwaweda (atharvaveda): salah satu dari empat kitab Weda
 atma (ātmā atau ātma): jiwa
 atmaja (ātmaja atau ātmajā): anak
 Awatara (avatāra): penjelmaan, penampakan Dewa di dunia.
[sunting]B
 baca (vaca): mengartikan tulisan
 bada (vāda): bicara
 bagai (bhāga): mirip
 bagi (bhāgī):
 bagian (bhāgya):
 bahagian (bhāgya):
 bahagia (bhāgya) : sukacita
 bahasa (bhāṣa): logat
 bahaya (bhaya): sesuatu yang mengancam
 bahna (bhāna): karena
 bahtera (vahitra): kapal
 bahu (bāhu): lengan
 bahureksa (bāhurakṣa): hiasan tangan
 baiduri (vaidūrya): opal
 bakti (bhakti): hormat, loyal
 bala (bala): tentara
 banaspati (vanaspati): pohon besar
 bangsa (vaṃśa): rakyat
 bangsawan
 bangsi (vaṃśi): peluit
 bareksa (vṛkṣa): pohon
 basmi (dari frasa bhasmī bhūta): musnah
 Batara (bhaṭāra): Dewa
 Batari (bhaṭārī): Dewi
 bausastra (bahuśāstra): kamus
 baya (vayas): usia
 bayangkara (bhayaṃkara): penjaga
 bayu (vāyu): angin
 bea (vyaya): ongkos
 biaya (vyaya)
 beda (bheda): diferensi
 beza
 bedama
 begawan (bhagavān): orang suci
 bejana (bhājana): tempat menampung
 belantara (vanāntara): hutan
 bencana (vāñcana): malapetaka
 benda (bhāṇḍa): obyek
 bendahara (bhāṇḍāgāra): penjaga uang
 berhala (bhaṭāra): bentuk Tuhan
 berhana
 berita (vṛtta):
 biara (vihāra): tempat kaum rohaniawan
 biarawan
 biarawati
 bicara (vicāra): omong
 bidadari (vidyādharī): makhluk sorgawi
 biji (bijā): isi buah
 biksu (bhikṣu): seorang rohaniawan Buddha
 biksuni
 binasa (vināśa): hancur
 birahi (virahin): ingin bercinta
 bisa (1) (viṣa): racun
 bisa (2) (viṣa): boleh
 brahma (brāhma)
 brahmana
 brahmani
 brahmi
 brata (brata): tapa
 buana (bhuvana): dunia
 budaya (buddhaya): berhubungan dengan akal, adab
 Buddha (buddha): seseorang yang telah sadar
 budi (buddhi): akal
 bujangga (bhujaṅga): ilmuwan. Lihat pula pujangga
 bukti (bhukti):
 bulu roma
 bumantara (byomāntara): langit
 bumi (bhūmi): planet ketiga dalam tatasurya, tanah
 bumiputera (bhūmiputra): pribumi
 bupala (bhūpāla): raja
 bupati (bhūpati): raja
 busana (bhūṣaṇa): pakaian bagus
 buta (bhūta): raksasa
 butala (bhūtala): bumi
 butayadnya (bhūtayajña): persembahan atau kurban kepada buta
[sunting]C
 cabai (cavi): lombok
 cahaya (chāya): sinar
 cakrabuana (cakrabhūvana):
 cakra (cakra): roda
 cakram (cakram): diskus
 cakrawala (cakravāla): ufuk, horison
 candala (caṇḍāla): orang buangan; dari kasta terendah; paria
 cendala
 candi (caṇḍi): gedung peninggalan Hindu-Buddha kuna
 candra (candra): bulan (satelit bumi)
 candramawa
 candrasa
 candrasengkala
 cara (ācāra): kelakuan
 caraka (caraka): duta
 catur (1) : sebuah permainan papan
 caturangga
 syatranji
 catur (2): empat
 cedera (chidra): luka
 cela (chala): cacat
 celaka (chalaka): musibah
 cempaka (campaka): nama sebuah bunga (Michelia Champaka)
 cendana (candana): nama sebuah tumbuhan
 cendekia
 cendekiawan
 cendera
 cendrawasih (candra + vāsi): nama burung di Papua
 cengkerama (caṅkrama): bersantai
 cerita (carita): kisah
 ceritera (caritra): kisah
 cerna
 cinta (cintā): kasih
 cintamani
 cita (citta): pikiran
 cipta : inovasi
 citra (citra): gambar
 cuci (śuci): membersihkan
 cuka (cukra): bahan pengasam
 cula (cūlā atau cūḍā): tanduk
 curiga (churikā): mendakwa
[sunting]D
 dadih : air susu sapi, kerbau, dsb. yang pekat yang kental
 dahaga : haus, perlawanan terhadap pemerintah
 daksina : selatan
 dana : uang
 dasa (daśa): sepuluh
 dasawarsa (daśawarṣa): dekade, sepuluh tahun
 delima : tumbuhan Punica Granatum
 denda (daṇḍa): hukuman
 dendam (daṇḍa mungkin dari bahasa Tamil): rasa ingin membalas sesuatu yang dialami
 derita (dhṛta): kesengsaraan
 desa (deśa): daerah non-urban; daerah administratif terkecil
 Dewa : Tuhan
 Dewata : sifat kedewaan
 Dewi : dewa perempuan
 Dewayadnya (dewayajña): persembahan atau kurban kepada para Dewata dalam agama Hindu
 dewadaru : kenikir
 dewangga : kain yang bergambar indah
 dewasa : akil balig
 dharma (dharma): kewajiban dan sebagainya
 darma : kewajiban
 derma : sumbangan
 dirgantara (digantara): langit
 dirgahayu (dīrghāyuṣa): panjang umur
 dosa (doṣa): kesalahan
 duli : kehormatan terhadap raja
 dupa : kemenyan yang apabila dibakar berbau harum
 dusta : tidak benar
 duta (dūta): wakil, caraka
 dwi : dua
[sunting]E
 eka : satu
 ekabahasa (eka + bhāṣā): monolingual
 ekamatra
 ekasila
 embara (digambara): berkelana
 erti (artha): arti, makna
[sunting]G
 gada
 gaharu
 gajah (gaja): suatu hewan besar
 gala
 galuh
 ganda
 gandapura
 gandaria
 gandarusa
 gandasturi
 gandasuli
 gandarwa
 gandewa (gaṇḍīva): busur, terutama busur sang Arjuna
 gandola
 gandi
 Gangga (gaṅgā): sungai di India dan personifikasinya sebagai Dewi Gangga
 gangsa
 gapura
 garba
 Garuda (garuḍa): burung mitologis, wahana Dewa Wisnu
 gatra baris
 gaya
 gembala
 genta
 gergaji
 gergasi
 gerhana
 giri (giri): gunung
 gita tembang
 goni
 graha (gṛha): rumah, gedung
 griya: di Bali rumah keluarga brahmana
 grahita
 gua
 gula : pemanis
 gulana (glāna): rasa gundah
 gulma
 guna (guṇa): manfaat
 gunawan (guṇa + sufiks vant)
 gurindam pantun yang terdiri dari dua baris,baris pertama sampiran dan baris kedua isi
 guru (guru): pengajar
 gustituhan
[sunting]H
 harsa (harṣa): sukacita
 harta (artha): uang, kekayaan material
 hasta : tangan
 hatta (ātha): syahdan, maka (kata penghubung)
 hima : kabut (harafiah salju)
 Himalaya (himâlaya): nama pegunungan di India, secara harafiah artinya “tempat salju”
 hina : rendah
[sunting]I
 idam
 indera
 indria
 inggu
 intisari
 irama (virama): ritma
 istana (āsthāna): tempat tinggal raja. Lihat astana
 istimewa (āstām eva): khusus
 istri (strī): mitra pernikahan wanita
[sunting]J
 jaga (jagarti tapi dalam bahasa Prakerta jaga): bangun
 jagat (jagat): dunia
 jagat raya (dari jagattraya: “tiga dunia”): alam semesta
 jaksa (adhyakṣa): sang penuntut dalam mahkamah pengadilan
 jala (jala): jaring untuk menangkap ikan
 jambu (jambu): semacam pohon dan buahnya
 japa (japa): mantra
 jampi (japa)
 jana: manusia
 janda (raṇḍa): seorang wanita yang tidak memiliki suami
 jantera (yantra): alat yang berputar, roda
 jasa (yaśa): perbuatan terpuji
 jati (jāti): sejenis pohon
 jatmika (adhyātmika): hormat
 jaya : menang
 jebad
 jeladri
 jelata (janatā): rakyat
 jelita (lalita): cantik
 jelma (janma): orang
 jempana (jampana): pelangkin
 jenggala (jaṅgala): gurun
 jenitri (gaṇitrikā): sejenis pohon dan buahnya (elaecorpus ganitrus)
 jiwa (jīva): roh
 juita (jīvita): manis
 jumantara (vyomāntara): langit
 juta (ayuta): 1.000.000
 jutawan : sangat kaya
[sunting]K
 kabupaten (dari kata bhūpati): wilayah pemerintahan seorang bupati
 kakawin (dari kata kāvya): sebuah sajak dalam metrum India
 kala (kāla): waktu
 kalpataru (kalpataru): pohon kehidupan, pohon kelimpahan
 kama (kāma): cinta
 Kamajaya (Kāmajaya): nama lain Dewa Smara atau Dewa Cinta
 kanji
 kapas (karpāsa): sejenis bahan
 karena (kāraṇa): sebab
 karma (karma): hasil
 karna (karṇa): telinga
 karunia (kāruṇya): anugerah
 karya (karya): buatan
 kata (katha): satuan kalimat
 kawi (kāvya): penyair
 kecapi (kacchapī): alat musik petik
 keling (Kaliṅga): India bagian selatan
 keluarga (kulavarga): famili
 kemala
 kendala
 kendi (kuṇḍi atau kuṇḍikā): bejana air
 kenya (kanyā): gadis
 kepala (kapāla): bagian tubuh yang teratas
 keranda
 kerja (karya): sesuatu yang diperbuat
 kesatria (kṣatriya): lihat ksatria
 kesturi (kastūrikā): jebat, musang
 kesumba
 ketika
 kirana (kiraṇa): sinar
 kokila : sejenis burung
 kota (kuṭa): benteng, wilayah urban
 koti (koṭi): 100.000
 krama : cara, aturan
 kresnapaksa (kṛṣṇapakṣa): paruh gelap bulan
 krida (krīḍā): tindakan terpuji
 ksatria (kṣatriya): kasta kedua, bangsawan, seorang laskar
 kuasa (dari kata waśa):
 kulasentana (kulasantāna): suku
 kulawangsa (kulavaṃśa): klan
 kunarpa : mayat, bangkai
 kunci (kuñcikā): menutup
 kunta
 kusa
 kusta
 kusuma (kuṣuma): bunga
[sunting]L
 laba (labha): untung
 lagu (laghu): nyanyian
 laksa (lakṣa): 10.000
 laksana (lakṣaṇa)
 lengkara
 lingga (liŋga)
 logam
 loka
 lokakarya
 lokananta
 lokapala
 lintas
[sunting]M
 madia (madya): tengah
 madya
 madu (madhu): cairan manis produk lebah
 madukara
 maha (mahā): besar
 Maharaja (mahārāja): Kaisar
 mahkota
 makara
 mala
 malapetaka
 manah
 mandala
 mangsa
 mangsi
 manik
 manikam
 mantra
 mantri
 manusayadnya
 manusia
 mara
 marabahaya
 marga
 margasatwa
 masa
 materai
 matra
 maya :Semu
 mayapada :bumi
 mega (megha): awan
 melati
 menteri
 mercapada
 merdeka :kebebasan
 mahardika
 merdu
 merica
 merpati
 mesra
 mesti
 mestika
 mina : ikan
 mintuna
 mitra :Teman,rekan
 moksa (mokṣa): kelepasan dari sengsara
 muda (mūḍha): tidak tua
 muka
 mula
 mustika
 mutiara
[sunting]N
 nada
 naga
 nama (nāma): sebutan atau panggilan
 nara
 narapati
 narapidana
 nata
 nawa (sembilan)
 negara
 negeri
 neraca
 neraka (naraka):
 netra (netra): mata
 nila
 nirmala
 nirwana (nirvana): stadium kelepasan jiwa
 niscaya
 niskala
 nista
[sunting]O
 ojah
[sunting]P
 pada
 padma
 padmi
 padam
 patma
 fatma
 pahala
 paksa
 paksi (pakṣi): burung
 peksi
 paksina
 pala
 panca (pañca): lima
 pancaka
 pancasila (1) (pañcaśīla): lima kaidah falsafah Buddhis
 Pancasila (2) (pañcaśīla): ideologi negara Indonesia
 Pancatantra (pañcatantra): sebuah karya sastra dari India Kuna
 pandai
 pandita
 panitia
 papa
 para
 parameswara
 parameswari
 parisada
 parwa
 pasca (paścat): setelah
 pataka
 patera
 patih
 pawaka: api
 pawana
 payudara (payodhara): buah dada wanita
 pedanda
 pedati
 pekerti
 pendapa
 pendeta
 penjara
 perada
 perbawa
 percaya
 perdana
 peribahasa
 peristiwa
 perkara
 permaisuri
 permata
 persada
 pertama
 pertiwi
 perwara
 petaka
 pidana
 pitayadnya
 prabu
 prahara
 prakarsa
 prakarya
 prakata
 prameswari
 pramugara
 pramugari
 pramuria:wanita nakal
 pramuwisata:pemandu wisata
 pranala (praṇāla): pautan atau tautan di internet
 pranata
 prasangka
 prasarana
 prasasti
 prasetya
 prawacana
 pria
 pribumi:penduduk asli
 puasa
 puja
 pujangga :penyair
 puji
 punggawaprajurit
 pura
 purba
 purbakala
 puri
 purnama
 purwa
 purwarupa: prototipe
 pusaka
 puspa
 puspadanta
 puspita
 pustaka
 putra
 putri
[sunting]R
 raga
 rahasia
 raja
 rajaberana
 rajah
 rajalela
 rajawali
 raksa
 raksasa
 raksasi
 ramai
 rasa
 rasa
 rasi
 rata
 ratna
 reca
 rela
 remaja
 rencana
 renjana
 resi
 restu
 Rgweda: kitab suci umat Hindu
 rona
 rupa
 Rupiah (rūpya): mata uang Indonesia
[sunting]S
 sabda (sabda): kata, firman
 sad (ṣaḍ): enam
 sadaya
 sahaja (sahaja): sederhana
 sahaya (sahāya): hamba
 saka
 sakala
 saksi (sakṣi)
 sakti (śakti): kekuatan supranatural
 sama
 samapta
 samsara (saṃsāra): lahir kembali di dunia, lihat pula sengsara
 samudra (samudra): laut besar
 sandi
 sandiwara
 sanggama (saṃgama): hubungan seksual
 sanggamara
 sangka
 sangka
 sangkala
 sangsi
 Sansekerta (saṃskṛta): bahasa yang sempurna
 Sanskerta
 Sangskerta
 Sanskrit
 santri (śāstri): seorang pelajar agama Islam, biasa tinggal di sebuah asrama
 pesantren
 santi
 santika
 sapta (tujuh)
 saptadarma
 saptamarga
 sarana
 sari
 sari
 saripati
 sarira
 sarjana (sajjana): seorang akademikus
 sasakala
 sasian
 sastra
 satria
 satru
 satwa
 satyalancana
 satyawacana
 saudara
 sayembara (svayambara): kontes
 seba
 sederhana (sārdhāna): simpel
 sedia
 sediakala
 sedianya
 segala
 segara
 sejahtera
 selesma
 selira
 seloka (śloka): larik puisi
 semadi
 semboyan
 sementara
 sempurna
 semua
 senantiasa
 senapati
 sendawa
 sendi (sandhi): penghubung
 sengketa
 sengsara (saṃsāra): keadaan derita. Lihat pula samsara
 senjata (sajjita): alat perang
 sentosa
 serati
 seraya
 serba
 seribumi
 serigala
 sesira
 setanggi
 seteru (śatru): musuh
 setia (satya): loyal
 siksa
 sila (śīla): asas
 singa (siṃha): semacam kucing raksasa
 singgasana (siṃhâsana): takhta
 sisa
 siswa (siṣya): murid
 sorga (svarga)
 sri
 sridanta
 srikaya
 stupa
 su- (su): baik
 suami
 suara (svara): bunyi
 suasana
 suci (śuci): keramat
 sudah (suddha): telah
 sudamala
 sudara
 sudi
 sudra
 suka
 sukarela
 suklapaksa
 sukma
 sula
 sunyata
 sunyi
 suralaya
 surya
 suryakanta
 susila
 sutra
 sutradara
 swa-
 swakarsa
 swakarya
 swapraja
 swasembada
 swatantra
 swasta
[sunting]T
 tabik
 tabe
 tabil
 tala
 tani
 tantra
 taru
 taruna
 tata
 tata acara
 tata surya
 tata bahasa
 tata busana
 tata cara
 tata guna
 tata krama
 tata laksana
 tata nama
 tata negara
 tega (tyaga): tidak perduli
 teja
 telaga
 tembaga
 tentara
 tepaslira
 terka
 tetapi
 tirta (tirta): air
 tri (tri): tiga
 trimatra
 trimurti
 trisna
 trisula (trisula): Tiga ujung. Senjata (semacam tombak) dengan tiga mata yang tajam.
 triwikrama
 tuna : Kehilangan (tadinya memiliki menjadi tidak) / tidak memiliki.
 tuna netra – buta
 tuna rungu – tuli
 tuna wicara – bisu
 tuna daksa – tidak memiliki tangan dan/atau kaki
 tuna laras – kelainan perilaku
 tuna grahita – kelainan mental
 tuna wisma – tidak memiliki rumah
 tuna karya – pengangguran Tidak memiliki pekerjaan.
 tuna aksara – buta huruf
 tuna susila – tindakan amoral
[sunting]U
 udara (udara): zat di atmosfer bumi
 umpama: lihat upama
 unta (uṣṭra): sejenis hewan yang hidup di gurun pasir
 upacara
 upaduta
 upah
 upama: contoh
 upaya (upāya): daya, siasat
 upeti (utpatti): sesuatu yang harus diberikan kepada pembesar, semacam pajak
 urna
 usaha (utsaha)
 usia (yuṣa): umur
 utama (uttama): paling unggul
 utara (uttara): mata angin yang arahnya sebelah kiri terbitnya matahari
[sunting]V
 vihara (vihāra): rumah ibadah kaum Buddhis
[sunting]W
 wacana (vacana)
 wahana (vāhana): medium, kendaraan
 waisak
 waisya
 walimana (vimāna): burung mitis
 waluh
 -wan (-vant): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku pria
 -wati (-vatī): sebuah imbuhan sufiks yang menyatakan pelaku wanita
 wana: hutan
 wanara (vaṇara): kera
 wangsa (vaṃśa): dinasti
 wanita : perempuan (terhormat)
 waranggana
 warga : kaum
 warna (varṇa): kelir
 warsa (varṣa): tahun
 warta (vṛtta): berita
 warta berita
 wartawan : jurnalis
 waruna
 waspada
 wati
 weda : kitab suci
 wedana
 werda
 wesak
 wibawa
 wibawa
 wicara
 widara
 widya : pengetahuan, ilmu atau pembelajaran
 widyakarya
 widyawisata
 wihara
 wijaya
 wiku
 wimana
 windu
 wira
 wiracarita : epos
 wirama
 wiraswasta
 wirawan
 wisata
 wisatawan
 wisaya
 wisma : rumah
 wisuda
 wiwaha (vivāha): pernikahan besar
 wiyaga : burung
 wiyatabhakti
 wredatama
[sunting]Y
 Yajurweda (yajurveda): salah satu dari kitab Catur Weda
 yantra (yantra): alat. Lihat pula jentera
 yayasan (berdasarkan yaśa): lembaga. Lihat pula jasa.
 yoga (yoga): bentuk tapa-samadi
 yogi (yogin): seseorang yang beryoga
 yoni (yoni): rahim, vagina, alas lingga
 yogya (yogya): sesuai tatakrama
 yojana (yojana): ukuran, jarak kurang lebih 15 kilometer
 yuda (yuddha): perang

Angka
1. eka
2. dwi, dwaya
3. tri, traya
4. catur
5. panca
6. sd
7. spta
8. ashta
9. nawa
10. dsa
11. ekadasa
12. dwadasa/dwidasa
13. trayodasa
14. caturdasa
15. pancadasa
16. sodasa
17. saptadasa
18. asthadasa (contoh: Astadasaparwa)
19. nawadasa
20. wingsati
21. ekawingsati
22. dwawingsati
23. trayowingsati
 30. trinisat
 32. dwitrinisat
 33. tritrinisat
 34. cattrinisat
 40. catwaringsat
 50. pancasat
 60. sasti
 70. saptati
 80. asiti
 90. nawati
 100. sata
 102. dwisata
 200. dwisatani
 202. dwidwisatani
 913. trayodasa nawasatani
 1.000. sahasra, sasra, saharsa
 5.000. pancasahasrani
 7.423. trayowingsati catursatani saptasahasrani
 10.000. laksa
 100.000. kethi
 1.000.000. yuta
 100.000.000. arwuda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.737 pengikut lainnya.