Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Pengertian Bunyi, Rima dan Irama pada Puisi


Bunyi dibentuk oleh rima dan irama.

Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait atau persamaam bunyi dalam puisi.

Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima, perulangan kata, perulangan bait), tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal), atau panjang pendek kata.

Pengertian Bunyi, Rima dan Irama pada Puisi

 Dalam puisi bunyi bersifat estetik, merupakan unsur puisi untuk mendapatkan keindahan dan tenaga ekspresif.

Bunyi ini erat hubungannya dengan anasir-anasir musik, misalnya : lagu, melodi, irama, dan sebagainya.

Bunyi di samping hiasan dalam puisi, juga mempunyai tugas yang lebih penting lagi, yaitu untuk memperdalam ucapan, menimbulkan rasa, dan menimbulkan bayangan angan yang jelas ; menimbulkan suasana yang khusus dan sebagainya.

Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama, namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.

Jenis- jenis Rima

Rima sempurna, yaitu persama bunyi pada suku-suku kata terakhir.

Rima tak sempurna, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada sebagian suku kata terakhir.

Rima mutlak, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada dua kata atau lebih secara mutlak (suku kata sebunyi)

Rima terbuka, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku akhir terbuka atau dengan vokal sama.

Rima tertutup, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku kata tertutup (konsonan).

Rima aliterasi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada bunyi awal kata pada baris yang sama atau baris yang berlainan.

Rima asonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada asonansi vokal tengah kata.

Rima disonansi, yaitu persamaan bunyi yang terdapaat pada huruf-huruf mati/konsonan.

 

 

Macam Ragam Bunyi

Ragam bunyi cacophony

Bunyi cachophony dapat dipakai untuk menciptakan suasana-suasana ketertekanan, keterasingan, kesedihan, syahdu, suram, haru, pilu, dan sbagainya. Secara visual ragam bunyi ini banyak memakai konsonan /b/, /p/, /m/, /k/, /h/, /p/, /t/, /s/, /r/, /ng/, /ny/

Ragam bunyi euphony.

Bunyi euphony dipakai untuk menghadirkan suasana keriangan, semangat, gerak, vitalitas hidup, kegembiraan, keberanian dan sebagainya. Secara visual ragam euphony didominasi dengan penggunaan bunyi-bunyi vocal. Efoni biasanya untuk menggambarkan perasaan cinta atau hal-hal yang menggambar kankesenangan lainnya.
Contoh efoni antara lain : berupa kombinasi bunyi-bunyi vokal (asonansi) a, e, i, u, o dengan bunyi-bunyi konsonan bersuara (voiced) seperti b, d, g, j, bunyi liquida seperti r dan l, serta bunyi sengau seperti m, n, ny, dan ng.

Bunyi anamatope

Bunyi anamatope disebut sebagai lambang rasa, merupakan bunyi yang menghadirkan bunyi-bunyi makhluk hidup, alam, inatang dan sebagainya. Misalnya saja ringkik kuda, lenguh kerbau, cit-cit ayam, gericik air, tik-tik hujan.

Bunyi dibedakan dua aspek : 

a. Aspek Inheren
Ialah kekhususan bunyi a, o , atau p. Aspek ini disebut sifat bunyi atau bunyi indah( musicality,euphony)

b. Aspek Rasional 
Ialah dasar irama dan guru lagu : nada (tinggi rendah), tempo (lama atau sebentar), dinamik (kuat atau lemah), ulangan (jarang atau tetap).

Dalam puisi bunyi dipergunakan sebagai orkestrasi, ialah untuk menimbulkan bunyi musik. Bunyi konsonan dan vokal disusun begitu rupa sehingga menimbulkan
bunyi yang merdu dan berirama seperti bunyi musik. Dari bunyi musik ini dapatlah mengalir perasaan, imaji-imaji dalam pikiran atau pengalaman-pengalaman jiwa

Di dalam puisi bunyi kata itu di samping tugasnya yang utama sebagai simol arti dan juga untuk orkestarsi,digunakan sebagai:

1) Peniru bunyi atau anomatope
2) Lambang suara (kleanksymboliek)
3) Kiasan suara (klankmtapthoor)

Lambang rasa dihubungkan dengan suasana hati, suasana hati ringan, riang, dilukiskan dengan bunyi vocal e dan I yang terasa ringan, tinggi, kecil. Bila pemakaian bunyi tidak disesuaikan atau dihubungkan dengan peniru bunyi, kiasan bunyi, dan lambing rasa, hanya sebagai hiasan dan permainan bunyi saja, tidak untuk mengintensifkan arti, maka tidak mempunyai atau kurang mempunyai daya ekspresi. Bahkan yang seperti itu akan mengurangi atau menghilangkan kepuitisannya

Dalam karya sastra aspek irama ( ukuran waktu atau tempo ) juga penting dalam persoalan yang lebih penting adalah menerangkan sifat-sifat irama baik dalam puisi atau prosa. Dalam puisi irama merupakan factor penting. Sedangkan dalam prosa, irama dipahami seperti irama dalam percakapan sehari-hari.

c. Intonasi
Intonasi atau lagu kalimat berkaitan dengan ketepatan dalam menentukan keras-lemahnya pengucapan suatu kata. Intonasi dan artikulasi sangat berkaitan dengan irama. Irama merupakan unsur sangat penting dan jiwa dari sebuah puisi. Irama adalah totalitas dari tinggi rendah, keras lembut, dan panjang pendek suara. Irama puisi tercipta dengan melakukan intonasi.

Ada 3 jenis intonasi dalam pembacaan puisi:

 Intonasi dinamik, yaitu tekanan pada kata-kata yang dianggap penting.

 Intonasi nada, yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. Suara tinggi menggambarkan keriangan, marah, takjub, dan lain sebagainya. Sementara, suara rendah mengungkapkan kesedihan, pasrah, ragu, putus asa, dan lain sebagainya.

 Intonasi tempo, yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata. 

Pengertian Bunyi, Rima dan Irama pada Puisi

36 thoughts on “Pengertian Bunyi, Rima dan Irama pada Puisi

  1. terima kasih diberi kesempatan belajar teori disini

  2. artikel ini menambah ilmu buat saya, yg hanya sebagai penyair jalanan tanpa pendidikan sastra

  3. wow.. Mom.. Very amazing.. I’m very shock with it.. Standing applos :'( :D

  4. Dunia sastra memang unik dan estetis

  5. persamaan bunyi pada akhir puisi disebut apa…..????

  6. rima sempurna, yaitu persama bunyi pada suku-suku kata terakhir

    terima kasih kunjungannya, Salam

  7. kumpul bareng pecinta sastra asyik yah< apalagi kalo di dunia nyata….

  8. Makasi Atas Penjelasannya Mudah”han Bermanpaat…!

    Amin…,,,,,,,,,,,,,

  9. wow …. wo …. kerrrreeennnn bngets n bermanfaat juga , lumayan buwat nambah tugas bhs.indonesia gw

  10. kok ga ada sih cnth pljran yg aku cari

  11. terimakasih atas bantuan informasinya
    semoga ermanfaat bagi kita

  12. Izin dipelajari dulu buat tugas kuliah..

  13. Berkat ini semua jadi mudah
    Alhamdulillah :D

  14. kerenn kk ? Thanks ya :D

  15. Makasih banget buat infonya. Berguna banget untuk referensi tugas aku =D

  16. makasih, sy terbantu . sekarng sy lagi selesaikan skripsi ‘analysis musical devices’ puisi broken lovenya william blake…

  17. trims bwt artikel.a…..

  18. gambar detak jantung hati

  19. mana irama

  20. makasih yaaaaaa bwt ngerjain tugas bhs indonesia niiihhhh

  21. Ping-balik: Pengertian Puisi | Caramanfaat.net

  22. MBE
    THANKYOU VERRY GOOD SOME MAIT

  23. penjelasan tadi memberi ilmu buat saya

  24. tolong mengerti maksut tujuan saya tolong yaaaa

  25. mAturnuwun sanget yaa atas infonya sangat membantu nich

  26. terimakasih atas infonya

  27. Àpa yg d maksud dgn kaki matra (meter).dan bagaiman cara menentukan kaki matra.
    Contoh:jika terdiri 5kaki matra pada baris puisi maka itu dsebut pentameter.jika satu kaki matra maka d sbt monometer.
    Pertanyaanya?apa kita bebas memilih kaki matra pada baris puisi.atau,apa setiap baris puisi memang sudah ada kaki matra yg tertentu.

  28. Kren banget bisa nambah wawasan

  29. good ….. (y)

  30. Makasih banyak ya,,jdi nambah banyak pngetahuan

  31. Membantu sangahat ..mantabb :-D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.740 pengikut lainnya.