
MEMBANGUN MALAM
00:00 detik membangunkan kesadaran
air mengucur dri selang kehidupan
membasah segala yang kubasuh
memercik debudebu hanyut ke selokan waktu
01:00 detak berloncatan di dada luka
kubalut luka sujud usai tahajud
air kehidupn deras mengalir di danau hati
tiktok-Nya berdenyut di dinding, berdenting
dan berdentang mengiring suara gemuruh menuju danau
mengalir dan menyihir lalu mencair di dermaga
tempat sampan dan harapanku tertambat
o, aku bangun malammalam penuh keintiman
mengurai makna dan magma cinta
sebelum pada akhirnya matahari bangun oleh kicau burung
dan nafas lafaz tandas di gelas bening
yang mendentingkan keharuan
bengkel puisi swadaya mandiri, 7 mei 2011
IBU, PEREMPUAN YANG MENEMU
~ milad ke-71 penyair diah hadaning
di teratak ini, pilarpilar menyangga atap
menampung hujan kerinduan saling berdekapan
bunga bakung menyumbulkan kelopak putih
di tepian telaga warna dan emprit gantil hinggap di dahan kantil
prenjak pun memanggilmanggil sepenuh gigil
aku, perempuan yang menemu sejatinya rindu
yang rindang; telah kuronce kembang tujuh rupa
pada musim pancaroba; rabalah dada cintaku
ciumlah punggung tanganku: aroma senja kian menyata
menyatu di pokok pohon gondosuli
panggil namaku mei, bulan ontranontran telah kukandung
bersama melarutnya embun; telah kudulang emas intan berlian
berkilauan dari cahaya batinku
bengkel puisi swadaya mandiri, 4 mei 2011






























