AMIN MULYANTO



Sepasang Hati
Tutur sapamu menghantarkanku ke puncak kegembiraan
Aliran darahkupun mengalir tatkala suaramu memanggil
Nama yang telah lama tak kudengar lagi
Walau hanya sekali terlontar, akupun terhentak mendengarnya

Kau terasa hangat menyapa
Saat ku terhanyut menyaksikan ribuan bintang
Menerangi bumi pijakanku
Tuk mengenang masa lalu yang begitu indah

Suara itu semakin dekat
Saat rebahku menggunting rentetan sebab
Yang mengalir deras di sepanjang perjalanan hati
Bisikmu menggugah sukmaku

Kau kah itu sebuah nama yang hilang
Bersama gemercik embun jiwamu membangunkan
Sukma yang kini terlena
Tuk mengharapkan hadirnya pasangan hati

Palembang, 30 September 2009
====================================================
Sketsa

: pada sebuah negeri

Warnamu memudar
Ada basah menggenang
Mengurai ikatan-ikatan
Berbaur corak ragam katulistiwa

Hirup udaramu lepas
Mengumbar dahaga, sejukkan pikir, jelma bentuk
Gurat garis-garis penghubung
Lantun merdu suara kebebasan..

Palembang, 20062010

Satu Tanggapan

  1. Pada waktu ku bertutur

    biarkan mentari berkelakar
    meneduhkan hiasan putih yang dipancarkan
    ke arah bumi pijakan manusia
    hingga terang membawa berkah sang pejalan

    biarkan mentari tetap bersinar
    menyemburkan senyum ke setiap langkah pejalan
    ke arah tujuan yang dilaluinya
    hingga asa kembali tergenggam

    dan aku hanya bisa bertutur pada waktu yang terus berputar……..

    Palembang, 28 Sept 2009

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.