ألنساء عمادالبلاد
pertumbuhan
perkembangan
kemajuan
telah berdiri di bumi
menjulang keangkasa
laksana menusuk langit tanpa mata
ibarat sebuah keajaiban
pengetahuan merubah wajah alam
menjadi impian semua insan
tanpa terkecuali yang berlabel hamba tuhan
mungkin itulah tafsir keindahan
dimana modal kekayaan seakan dipertuhan
telah menyempit seakan menipis
tentara tuhan berguguran
lantaran hanya kuasa berdiri
dibalik lemahnya keimanan yang pipih
sepipih kertas uang
yang tak kuasa membungkus rasa malu yang memalukan
ingin rasanya aku bisa salut dan bangga
menyaksikan bangunan anggun
dibalik atap jilbab perempuan berwibawa
agar hidupku tak sinis sepanjang masa
dibalik tak bisaku membalik fakta
bahwa engkau hakikat perempuan yang pernah diciptakan mulia
sebagai simbol jendela zaman sepanjang masa
sebelum kiamat dunia tiba saatnya
engkau…
hanya engkaulah pembawa rahasia alam semesta
diantara bumi berlapis
ada aurat alam dalam perhiasan keindahanmu
yang sensitif disentuh mengandung kalori nafsu
bukan sedih
bukan pula benci
harus mikir termurung
mengenang semuanya disini
mengapa mereka harus mati
sia-sia tinggalkan semesta ini
seangkan yang lain
mendirikan bangunan megah
untuk sajian pesta mabuk-mabukan
demi yang anti musyarah
demi yang anti kemufakatan
demi yang anti tuhan
mengapa kau rela membunuh nafasmu sendiri
seangkan dibalik cara yang demikian
banyak manusia yang takut mati dalam kemiskinan
takut mati dalam kelaparan
takut mati karena penyakit yang mencekam
mungkin engakulah sebenarnya penentang tuhan
meski kau tak pernah berwajah garang
tak pernah menjelama dajjal
bahkan tak pernah berwujud setan
maka terimalah
andai dibalik hidup dan kematianmu
ada tangis sedih dan kegembiraan
JENDELA ZAMAN
ألنساء عمادالبلاد
pertumbuhan
perkembangan
kemajuan
telah berdiri di bumi
menjulang keangkasa
laksana menusuk langit tanpa mata
ibarat sebuah keajaiban
pengetahuan merubah wajah alam
menjadi impian semua insan
tanpa terkecuali yang berlabel hamba tuhan
mungkin itulah tafsir keindahan
dimana modal kekayaan seakan dipertuhan
telah menyempit seakan menipis
tentara tuhan berguguran
lantaran hanya kuasa berdiri
dibalik lemahnya keimanan yang pipih
sepipih kertas uang
yang tak kuasa membungkus rasa malu yang memalukan
ingin rasanya aku bisa salut dan bangga
menyaksikan bangunan anggun
dibalik atap jilbab perempuan berwibawa
agar hidupku tak sinis sepanjang masa
dibalik tak bisaku membalik fakta
bahwa engkau hakikat perempuan yang pernah diciptakan mulia
sebagai simbol jendela zaman sepanjang masa
sebelum kiamat dunia tiba saatnya
engkau…
hanya engkaulah pembawa rahasia alam semesta
diantara bumi berlapis
ada aurat alam dalam perhiasan keindahanmu
yang sensitif disentuh mengandung kalori nafsu
TANGIS YANG TERTAHAN
bukan sedih
bukan pula benci
harus mikir termurung
mengenang semuanya disini
mengapa mereka harus mati
sia-sia tinggalkan semesta ini
seangkan yang lain
mendirikan bangunan megah
untuk sajian pesta mabuk-mabukan
demi yang anti musyarah
demi yang anti kemufakatan
demi yang anti tuhan
mengapa kau rela membunuh nafasmu sendiri
seangkan dibalik cara yang demikian
banyak manusia yang takut mati dalam kemiskinan
takut mati dalam kelaparan
takut mati karena penyakit yang mencekam
mungkin engakulah sebenarnya penentang tuhan
meski kau tak pernah berwajah garang
tak pernah menjelama dajjal
bahkan tak pernah berwujud setan
maka terimalah
andai dibalik hidup dan kematianmu
ada tangis sedih dan kegembiraan