Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

LENDY SOEKARNO


~SEKARAT~

Diujung sangsi ini..
masih saja naif,saat jiwa tergolek ditelanjangi lara..

tak nyana..

Seperangkat kisahku kembali tereja..
kian membara..!

oohh inikah sisa sepiku
ketika dipucuk~pucuk kembara,
menorehkan dusta kecewa…

ohm..wahai Paduka yang menjerumuskan hamba
dalam sangsi ini.
Bagaimanapun juga Paduka pernah..
menjadi sesembahan hamba dalam dusta bahagia semu..

Tertawalah…tertawalah ngakak..sepuas~puas hatimu,
Kau memang menang telah mampu menghujamkan sangsi
di ulu hati..

Tapi ini tak akan lama paduka…

Paduka tak cukup paham pada,
Rahasia yang tersimpan dalam Rahsa~rasaningsun,
Terselubung jauh di balik barisan rongga~rongga rusuk….

Dan dengarlah ini wahai engkau yang telah menebarkan sangsi..
menanam benih pertikaian..

inilah Ajian Pamungkas hamba,

Syahadat Kencana Sinarawedi,
Syahadatnya Sukma Sejati
yang bertahta dalam Sirr~siri

Menerangi Hakikat dalam SEKARAT PATI ini,
“Lebur Dening Pangastuti…
Sirno Ilang Kerthaning Bumi…nunggal sawiji..

“Enyahlah kau SANGSI..”

(Refleksi perenungan diri,malam sunyi..)

(dedicated: Mukmin Sejati,SYEKH SITI JENAR)

12 gagasan untuk “LENDY SOEKARNO

  1. indah..

  2. indahnyaaaaaa…..

  3. ~PERIH~

    (dedicated to Rini intama)

    Mbak…

    Mungkin kelak aku akan merindui lagi,
    Sebuah kamar berdinding sunyi,
    berpilar duka..
    ditembus cahaya rembulan dari lubang hati..
    menggigil dalam dingin sajak~sajak imaji..

    mbak..

    Mungkin aku bakal merindui lagi,
    Sebidang hati berembun pagi..yang
    rela mencatat setiap kenangan disini,
    Menulis secuil cinta sederhana,yang dipahatkan diujung nurani,
    terbata~bata dalam gumam rindu~rindu berkepanjangan…
    menorehkan degup dada yang tersendat.

    mbak..

    Kali ini berbeda,
    kelakar dan tegur sapa akan lama tak sua..
    Mungkin aku akan senantiasa terjaga,
    dari mimpi~mimpi telanjang tak berobat…

    mbak..

    bacalah sinar mataku..
    diujung jalan ini,dipersimpangan azali..

    ku kan merindui..

    (dalam hembusan kenangan lara..)

  4. ~SEKARAT~

    Diujung sangsi ini..
    masih saja naif,saat jiwa tergolek ditelanjangi lara..

    tak nyana..

    Seperangkat kisahku kembali tereja..
    kian membara..!

    oohh inikah sisa sepiku
    ketika dipucuk~pucuk kembara,
    menorehkan dusta kecewa…

    ohm..wahai Paduka yang menjerumuskan hamba
    dalam sangsi ini.
    Bagaimanapun juga Paduka pernah..
    menjadi sesembahan hamba dalam dusta bahagia semu..

    Tertawalah…tertawalah ngakak..sepuas~puas hatimu,
    Kau memang menang telah mampu menghujamkan sangsi
    di ulu hati..

    Tapi ini tak akan lama paduka…

    Paduka tak cukup paham pada,
    Rahasia yang tersimpan dalam Rahsa~rasaningsun,
    Terselubung jauh di balik barisan rongga~rongga rusuk….

    Dan dengarlah ini wahai engkau yang telah menebarkan sangsi..
    menanam benih pertikaian..

    inilah Ajian Pamungkas hamba,

    Syahadat Kencana Sinarawedi,
    Syahadatnya Sukma Sejati
    yang bertahta dalam Sirr~siri

    Menerangi Hakikat dalam SEKARAT PATI ini,
    “Lebur Dening Pangastuti…
    Sirno Ilang Kerthaning Bumi…nunggal sawiji..

    “Enyahlah kau SANGSI..”

    (Refleksi perenungan diri,malam sunyi..)

    (dedicated: Mukmin Sejati,SYEKH SITI JENAR)

  5. Lendy, terima kasih atas tulisan indahmu…. rangkaian kalimat senimu tak terbendung !waktuku menunggu….

  6. ~Suluk Kidung Asih~

    Tembang asing itu bernama kesendirian,
    menggema jua saat malam pecah..

    menyanding saat gerimis membadai…
    mengalunkan kerinduan yang susut oleh kekhawatiran.

    terusik ingatku…

    tatkala permulaan pandang kulempar,
    cuaca dimatamu begitu kelam…matahari ditelan cakrawala.
    khayalmu memangku mega kelabu..ya…ng bertiup
    dari bathinku yang mulai senja.

    inikah persinggahan sejati itu,
    dalam bisik lirih nelangsaku.

    kurasa aku ‘lah cinta mati…
    wanitanya seorang PELACUR..
    kutemukan dia disudut malam dalam tangis lara.

    Sudahlah adinda..jangan menangis lagi..
    lihatlah kekasih aku disini,
    dekap aku kekasih,matilah dalam pelukkanku..

    haahh…aku harus hela nafas panjang lagi.
    dialah suprabha dalam hatiku sampai nanti..

    pergilah engkau tlah menjadi milikNya.

    (sampai detik ini tanpamu terasa minus one)
    See More
    January 14 at 10:52pm

  7. ~SAJAK SANG ADAM~

    Sampai pulalah kita di sini kekasih..
    di tengah-tengah bau apek keringat kebusukan surgawi.
    menjajaki sela-sela liang perawan kemunafikan yang menggiurkan,
    terbawa pusaran asik masyuk dalam orgasme aktualisasi semu..

    Tahukah apa yang ku ceritakan padamu dalam sunyi dulu..?

    ya…inilah yang ku namakan puncak birahi kekusutan itu,
    di dominasi bilangan perih penuh teka-teki persetubuhan waktu…

    dimana kita senang memainkan setting lupa diri yang kita sepakati bersama.
    merekayasa uraian-uraian omong kosong dalam sastra kuno rancangan azali.
    tebar pesona dengan segala kegoblokan kita,
    tertawa menangisi ketidak mengertian tanya yang membuncah.

    Lihat…lihatlah kekasih..betapa..
    Ma’rifatku menjadi tak istimewa,tergerus kontaminasi sangsi..
    dan Hakikatku tiba-tiba saja berubah angker dan wingit,
    menebarkan bau anyir analogi kenikmatan..
    hingga Syariatku bersenggama dengan daging-daging berduri.

    aku sudah pasrah…

    Tapi tahukah engkau,apa yang telah kusembunyikan darimu selama ini?
    tak inginkah kegoblokanmu menguaknya…?

    DUALITAS…

  8. ~PERJAMUAN~

    Kau buat aku terpana lagi..
    saat kau hidangkan padaku secawan racun dan sebilah belati.

    Engkau tahu lidahku mulai kelu,hatiku mulai ngeri…
    tanganku gemetar,keringatku berbulir~bulir..seolah terbeban berlaksa~laksa.

    aku telah mengaku takut…tapi terlanjur memilih perjamuan ini.
    engkau tak pernah menawarkan menu yang lain..padaku.

    bahkan rayuku tak mampu bertalu dihatimu.
    ketika..
    mataku beradu dengan matamu..aku lumpuh.

    ( belum kelar tiba-tiba inspirasi lenyap)

    ~ogut suping~

  9. Tintaku terlalu kotor untuk menorehkan cinta
    Cintaku sempat tremor dalam beberapa goresan tinta
    Tinta dan cinta tlah bersekongkol dan merubahku jadi proklamator Hingga bahasaku terdengar seperti teror

    Turgor kulit kupajang sebagai pamor
    Rubor dolor kalor, tak kuhirau darahku bocor
    Luka yang menganga tampak merah meng obor
    Lalu suaraku terdengar begitu stridor

    Inflamasi dari virus tak terkenali membuatku tak bisa mati
    Jagat raya seolah sunyi dihadapan debaran hati
    Hari ke hari menjadi kronis tanpa terobati
    Tanpa kekuatan kurubah Takdir seorang diri
    Hingga memar sedikit demi sedikit kusetubuhi

    Inflamasi cinta yang suci merenggutku dari bumi
    Aku melayang pergi ke gubuk malaikat yang baik hati
    Ruhku terbang berkeliling menuju tiap jeritan hati
    Lalu huruf-huruf ini kusebarkan di ufuk pagi

    Inflamasi cinta suciku tak terdeteksi
    Diagnosa para ahli tak mampu temukan bukti
    Hingga suatu hari metamorfosa metafisika terjadi
    Lalu aku tersenyum mengambil segurat mimpi
    Mimpi…
    Bersama para pemimpi yang menghijaukan hamparan bumi

  10. Bersama nada dari setiap untaian kata,
    keindahannya menyerupai pandangan ke gurun penuh yang berselubung pucuk-pucuk baru tumbuh,

    So sweet friends….

  11. serupa ilalang yang tumbuh liar, keindahan pucuk pucuk bunganya smakin mempesona ketika dipermainkan angin, smakin kemilau diwarnai selendang senja.
    Terlihat ringkih, namun akarnya yang kuat, menjalar diantara pasir dan batuan.

    Lend, tulisamu apic. Slalu ada pesona didalamnya. Slamat berkreatif.

  12. Salam sastra dan budaya, sejahtera tuk kalian yang senang berkaya, karya adalah anak jiwa, jiwa – jiwa sahaja nan hangat salam salam salam, moga banyak manfat serta hikamah bagi diri ini, karya – karya kalian sangatlah luhur dan membuat badan ini panas dingin, !!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.742 pengikut lainnya.