Makasih mba Rini. Mau nampung Tulisan mayanq (^.^)
Ini Goresan sederhana nan Biasa
” Dia Lupa kaLau aku seLaLu ingat…..”
Dia tak Lihat kaLau aku seLalu meLihat
meLihat apa yang dia Lakukan
meLihat apa yang dia tuLis
meLihat apa yang terjadi dengan harinya
meLihat dengan cara yang entah bagaimana kulakukan hingga bisa meLihatnya.
Dia tak tau kaLau aku seLalu tau
tentang Kegalauan hatinya
tentang rasa keHiLangannya
tentang pemberontakannya meLawan Hati
tentang angkuhnya pada keRapuhannya
tentang Cintanya pada yang tercinta
Dia tak sadar kaLau aku selalu sadar
bahwa dia butuh sandaran
bahwa dia lemah…teramat lemah
bahwa dia senantiasa terabaikan
bahwa dia terlalu takut tuk mengikuti rasa hatinya
bahwa dia sudah sangat luka untuk Luka lagi
Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
Tuk melihatnya selama masih punya waktu tuk meLihatnya
Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
tentang setiap jengkal kejadian dalam hidupnya
Dia Lupa kalau aku seLalu ingat
Bahwa Butuhnya Dia pada yang mengertinya
Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
tentang Rasaku untuknya. tentang inginku tempati hatinya. tentang harapanku tuk Bahagianya.
Sayangnya Dia Lupa kaLau ada yang seLalu ingat……….
_YanQ_
=============================
” Tuhan, Bahagiakan Cintaku ”
Tuhan…
Kutitip dia padaMu.
Jagakan dia untukKu.
Berikan dia pendamping terbaik dgn RidhoMu.
Tuhan…
Kau tau aku MencintaiMu.
Dan kuyakin kau pun mencintaiku.
Tp kuingin kau berikan juga cintamu tuk dia.
Dia yg aku cinta.
Cinta dari Manusia yg kau cinta.
Tuhan…
Aku tau takkan pernah bersama dia
takdir yg kuanggap sangat menyakitkan.
Untuk bersama Dia, pernah kulukai banyak hati.
Untuk bersama dia, kuabaikan semua kata.
Untuk bersama Dia, kutiadakan KemustahiLan.
Untuk bersama Dia, mulai kuikhlaskan byk mimpi.
Hingga akhirnya aku gagal memaksa takdir berubar agar aku bisa bersama Dia.
Tuhan…
Kuterima dengan luka takdirku.
Untuk itu kupinta kau jaga Dia.
Jangan biarkan luka yg kurasa,dirasakannya juga.
Bahagiakan dia di setiap jengkal hidupnya.
Tegarkan dia hadapi cobaan dariMu.
Perbanyak cinta tuk dia saat dia rasakan rapuh.
Tuhan…
Kutau kau selalu mengerti yg aku rasa.
Kutau kau kan penuhi yg kupinta.
Karena aku mencintaimu.
Dan kuyakin kau mencintaiku.
Kau jg pasti kan mencintai Dia.
Cinta dari manusia yg kau cinta.
Tuhan…
Sekali lg kupinta.
Bahagiakan Dia.
_yanQ_
===================================
” Teruntukmu HATI yang tak pernah tetap tinggal ”
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia terlalu sulit.
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia tak pernah ingin
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia semakin Jauh.
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia telah Lupa
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi Hati lain telah diCintainya
Aku ingin membuatnya tetap tinggal.
Menghapus jarak.
Melamarnya jadi imamKu.
Hilangkan deritanya.
Rasakan ego, keras hatinya.
Miliki jiwa pemberontaknya.
Rawat sakitnya.
Agar hidup kutuai dengannya.
Selamanya dengannya.
Tapi sayang, dia tak pernah tetap tinggal.
_YanQ_
=================================
” Lihat Aku yang BUKAN aku ”
“Lihat Aku
tertawa riang dengan bebas
menyambut hangat tangan kalian
mendengar seksama cerita semua
tak berpaling tak mengeluh
tak juga menghindar walau penat meraja
agar Jadi yang Tak tertoLak
“Coba Lihat Aku
melakukan semua hal yang tak dilakukan
Bisa atas apa yang tak semua Bisa
tegar diatas semua yang merapuh
tak pula mengenal KemustahiLan
agar Jadi yang diterima
“Tolong lihat aku
lihat Aku yang bukan Aku
Jangan Lihat tawaku lihat tangisku
Jangan lihat tegarku lihat rapuhku
Jangan lihat bisaKu lihat terbatasKu
Jangan lihat Bahagiaku lihat sedihku
Ada senyum diWajahku, ada banyak Air mata di Hatiku.
Tak ada Semunafik Aku.
Kubalut Luka dengan Suka.
adakah yang masih ingin menerimaku ??
sedang kutau, Duniapun mulai tampak MenoLakku.
Ini Mayanq yg tempo hari Tulis khusus untuk Mba’Rini ” de Motivator”
” Malaikat Penyelamatku ”
Ini kutulis untukmu
Malaikat penyelamatku
Saat tak satupun menganggapku
Kau tetap merindukanku
Hatimu penuh kasih
menyayangi begitu fasih
Saat yang lain membuang
Kau ulurkan tangan meminang
Layaknya Ibu yg penuh sayang
Ini untukmu penyelamat diri
Kupanggil kau Malaikat baik hati
Kau buat semua sebening permata
Jadikan yang lemah m…erasa berharga
Karena engkau begitu Manusia
Terimalah ini Malaikat penyelamatku
Tanda Rinduku untukmu
Mayang, aku jadi terharu membaca puisimu… tidakkah terlalu berlebihan ! Mayang, aku hanyalah pembaca dan kau yang menulisnya dengan indah, teruslah menulis dan biarkan orang lain mengagumi tulisanmu…. Salam Sayang !
Aku bisa saja Jadi Pujangga
ciptakan Kata seindah Bunga
Berikan bunga sebanyak cinta
Hadirkan cinta selembut Vanila
Untukmu yang Perasa
Aku bisa saja jadi Rock star
Bagai api yang mampu membakar
Membakar semangat yang memudar
Memudar namun tak henti Bersinar
Bersinar diantara yang Berpijar
Untukmu yang Tampak Sangar
Aku bisa saja Jadi Menawan
Membuat musuh tak mampu melawan
Mengubah Lawan jadi Kawan
Menjadi Kawan yang buat Nyaman
Untukmu yang Rupawan
Aku bisa saja Jadi Cerdas
Pecahkan semua rasa yang Bias
Biaskan segala Rasa yang Lepas
Lepaskan diri dari Semua yang tak Jelas
Jelaskan Apa arti Bebas
Untukmu yang Tak puas
Aku bisa saja Jadi semua
Jadi semua seperti maumu
Tapi Aku suka Jadi diriku
Dan kaupun harusnya Begitu
Terima aku yang memang diriku
Jangan cintai Lebihku, Cintai saja Terbatasku
Takkan mudah, kutau itu
Tapi nanti, kau kan Suka aku yang diriku
Karena memang,
Seharusnya Kau MenyukaiKU
Lihatlah sayang
Mereka menghujat
Seolah sudah paling hebat
Tak mau tampak salah
Apalagi sampai mengalah
Lihatlah sayang
Mereka mengkritik
Agar nurani sedikit Terusik
Kritik yang katanya membangun negeri
Alasan untuk tutupi parahnya penyakit Hati
Lihatlah sayang,
Mereka memaki
Yang mendengar pasti bergidik ngeri
Seolah tak ada lagi yang berhati
Demi tingginya harga diri
Lihat sayang
Mereka menyindir
Ada tarikan sinis dibibir
Hanya tau meremehkan
Tak ingat tentang semua Kebaikan
Syukurlah, kau tak lagi seperti mereka sayang
Kita jadi penonton saja dibelakang
Biarlah dianggap pecundang
Atau sekedar jadi anak Bawang
Kita jadi penonton sederhana
Sedikit bicara, perbanyak Doa
Kita doakan Mereka
Doakan hati mereka lebih peka
Doakan pikiran mereka Terbuka
Demi Tempat pijak Kita tercinta
Sebenarnya apa yang kau takutkan
Perbedaan ?
Bukankah sejak awal kita telah Beda
Tak satupun manusia yang kan sama
Kita berdampingan pun karena Beda yang kita bawa
Dia yang mampu, berbeda dengan kita yang tak mampu
Kita yang bisa, Berbeda dengan Dia yang tak bisa
Perbedaan buat kita paham bahwa kita lemah
Buat kita tau bahwa kita membutuhkan
Buat kita sadar bahwa kita tak pernah sempurna
Kau tak perlu takut
Perbedaan justru pertemukan kita dengan si Pelengkap
Pelengkap hati…Pelengkap hidup
Sebenarnya apa yang kau takutkan
Perpisahan ?
Perpisahan yang bagaimana …
Kita masih di satu tempat bernama Bumi
Satu tempat pijakan
Saat malam, Bulan yang kita lihat pun sama
Itu jadi bukti betapa dekatnya kita
Kau tak perlu takut
Perpisahan tak pernah ada
Sebenarnya apa yang kau takutkan
Kematian ?
Bukankah yang Hidup pasti menemui Mati..
Saat itu kita jelas telah Beda
Beda Dunia..Beda tempat..Juga Beda waktu
Saat itu kita jelas telah Pisah
Berpisah dengan semua yang di Dunia…
Berpisah dengan semua tempat yang pernah dipijak…
Berpisah dengan Kenangan tiap masa…
Saat itu kita takkan lagi bertemu dengan mereka yang kita Cinta
Takkan lagi bisa menatap mereka yang tercinta
Tapi kau tak perlu takut
Bukankah kita masih punya Cinta
Cinta tak berakhir hanya karena kita tak saling bertemu
Cinta tak usai hanya karena kita tak saling menatap
Bukankah Manusia tetap Mencintai Tuhan meskipun seumur hidup Mereka tak pernah Bertemu dan Bertatap muka dengan-Nya
Jadi sebenarnya apalagi yang kau Takutkan…
Tenanglah selalu
Ada aku menjagamu
Ada kau menjagaku
dan ada Tuhan menjaga kita
Apalagi yang pantas diTakutkan……….
Makin tak kumengerti cinta dan perangkatnya.
Inikah yg mereka dewakan??
Ini jugakah yg mereka agungkan??
Sesuatu tanpa bentuk, tanpa makna JeLas, tanpa kepastian yg jeLas pasti.
Makin tak kupahami cinta dan cara Kerjanya.
Kadang ciptakan bahagia daLam setiap ruang.
Tapi tak jarang hadirkan duka tanpa akhir.
Biarkan penikmatnya hiLang poros, buta arah.
Makin tak kukenaLi cinta dan rasa yg dihadirkannya.
Sembuhkan Luka tanpa obat.
HiLangkan Lapar tanpa makan
Lenyapkan kantuk tanpa tidur.
Lumpuhkan musuh tanpa tombak.
Akhirnya, kubiarkan Cinta tumbuh dan menjaLar sesukanya.
Tak lagi Kucoba tuk mengerti, pahami, dan kenaLi maksud dan arah panahnya.
Karena mau tak mau. Suka tak suka. Ingin tak ingin. Cinta kan datang hampiriku.
Tawarkan tawa mungkin juga tangis.
Kunanti dengan tak sabar. Mungkin tahun ini, bulan ini, minggu ini, hari ini, atau saat ini. Yah, mungkin saat ini.
Semoga saja aku yg tak mengerti, tak paham, dan tak kenal ini Cepat sadar.
kaLau saat ini,”Aku teLah Jatuh Cinta”.
Semoga…
Aku menari
Sedari tadi tak juga berhenti
Kudatangi tiap-tiap hati
Hanya sekedar menghadirkan diri
“Dia menari
Sedari tadi tak berhenti
Datangi tiap-tiap hati
Sekedar menghadirkan diri
Entah apa yang kucari
Semua telah kumiliki
Aku terus saja bertanya pada hati
Walau tak pernah kutemukan jawaban pasti
“Entah apa yang dia cari
Semua telah dia miliki
Dia terus saja bertanya pada hati
Walau tak pernah ditemuinya jawaban pasti
Cukup lama aku pergi
Meninggalkan yang telah ada
Mengabaikan apa yang kupunya
Tak kuhiraukan yang begitu setia
“Cukup lama dia pergi
Meninggalkan yang telah ada
Mengabaikan apa yang dia punya
Tak dihiraukannya yang begitu setia
Aku mulai lelah
Lelah turuti ego manusiaku
Sadar bahwa sudah lama aku berhenti mencari
Ego manusia hanya memaksaku mencoba
Kini aku lelah…teramat lelah
Sudah waktunya aku pulang
Pada yang Setia
“Dia tampak lelah
Lelah turuti ego manusianya
Sadar bahwa sudah lama dia berhenti mencari
Ego manusia hanya memaksanya mencoba
Kini dia lelah…teramat lelah
Sudah waktunya dia pulang
Pada yang Setia…
Aku menemukanmu tergeletak tersenyum manis di simpang jalan dkt imajiku
Aku menemukanmu tergletak tertupi sinar bersimpuh beku
Aku menemukanmu menyapa fikiranku
Lalu kuajak kau menyulam kata dg segala kuasa
Agar dunia lebih berbekas dlm torehan warna dr jiwa
____
Aku menemukanmu mencari arti
Aku menemukanmu masih terbuai mimpi
Aku menemukanmu mulai merangkai puisi
Kuikuti kau menawarkan jemari
Kuikuti alur fikiran murni
Kuikuti hingga semua mengerti
____
Aku menemukanmu lenyap disampingku
Aku menemukan kata-katamu miliki hasrat jiwaku
Seolah kata-katamu memang berasal dari fikiranku
Hingga aku tak tahu siapa kamu
____
Aku menemukanmu tlah diliputi
Selaksa cahaya memancar dr ikatan mimpi
Hari-hari kita tak pernah seindah ini
Bersenandung lirih tancapkan sajak puisi
____
Kau menemuiku dan mengusap letihku
Kau mendekatiku lalu menghangatiku
Kau merasukiku dan akupun hilang
Kau menyala hingga tak ada lg ruang hampa yg menyisa
___
Kau dan aku merangkum kita
Kau dan aku mengagumi makna
Kau adalah aku menyatu padu dlm nyanyian kalbu
Dendangkan rindu saat waktu menghisap debu
O debu…
Tinggallah sebentar lg di sini
Jangan kau terlalu terburu2 menempuh rindu
Ceritakan padaku air matamu
Lalu ajarkan aku arungi waktu
O debu…
Waktu demi waktu terus merayap
Dalam rintihan harap juga tangisan meratap
Butiran kecil wujudmu hinggap di setiap atap
Menuju Takdir yg sangat senyap
O debu…
Aku menemukanmu sbg jasadku
Ringkih rusak dihisap waktu
Dihempas angin digiring badai
Lalu membeku disamping rindu
Rindu pada pertemuanku
Rindu pada kesejatianku
Rindu pada Pemilik wujudku
Rindu Rindu Rindu…
.
Makasih mba Rini. Mau nampung Tulisan mayanq (^.^)
Ini Goresan sederhana nan Biasa
” Dia Lupa kaLau aku seLaLu ingat…..”
Dia tak Lihat kaLau aku seLalu meLihat
meLihat apa yang dia Lakukan
meLihat apa yang dia tuLis
meLihat apa yang terjadi dengan harinya
meLihat dengan cara yang entah bagaimana kulakukan hingga bisa meLihatnya.
Dia tak tau kaLau aku seLalu tau
tentang Kegalauan hatinya
tentang rasa keHiLangannya
tentang pemberontakannya meLawan Hati
tentang angkuhnya pada keRapuhannya
tentang Cintanya pada yang tercinta
Dia tak sadar kaLau aku selalu sadar
bahwa dia butuh sandaran
bahwa dia lemah…teramat lemah
bahwa dia senantiasa terabaikan
bahwa dia terlalu takut tuk mengikuti rasa hatinya
bahwa dia sudah sangat luka untuk Luka lagi
Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
Tuk melihatnya selama masih punya waktu tuk meLihatnya
Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
tentang setiap jengkal kejadian dalam hidupnya
Dia Lupa kalau aku seLalu ingat
Bahwa Butuhnya Dia pada yang mengertinya
Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
tentang Rasaku untuknya. tentang inginku tempati hatinya. tentang harapanku tuk Bahagianya.
Sayangnya Dia Lupa kaLau ada yang seLalu ingat……….
_YanQ_
=============================
” Tuhan, Bahagiakan Cintaku ”
Tuhan…
Kutitip dia padaMu.
Jagakan dia untukKu.
Berikan dia pendamping terbaik dgn RidhoMu.
Tuhan…
Kau tau aku MencintaiMu.
Dan kuyakin kau pun mencintaiku.
Tp kuingin kau berikan juga cintamu tuk dia.
Dia yg aku cinta.
Cinta dari Manusia yg kau cinta.
Tuhan…
Aku tau takkan pernah bersama dia
takdir yg kuanggap sangat menyakitkan.
Untuk bersama Dia, pernah kulukai banyak hati.
Untuk bersama dia, kuabaikan semua kata.
Untuk bersama Dia, kutiadakan KemustahiLan.
Untuk bersama Dia, mulai kuikhlaskan byk mimpi.
Hingga akhirnya aku gagal memaksa takdir berubar agar aku bisa bersama Dia.
Tuhan…
Kuterima dengan luka takdirku.
Untuk itu kupinta kau jaga Dia.
Jangan biarkan luka yg kurasa,dirasakannya juga.
Bahagiakan dia di setiap jengkal hidupnya.
Tegarkan dia hadapi cobaan dariMu.
Perbanyak cinta tuk dia saat dia rasakan rapuh.
Tuhan…
Kutau kau selalu mengerti yg aku rasa.
Kutau kau kan penuhi yg kupinta.
Karena aku mencintaimu.
Dan kuyakin kau mencintaiku.
Kau jg pasti kan mencintai Dia.
Cinta dari manusia yg kau cinta.
Tuhan…
Sekali lg kupinta.
Bahagiakan Dia.
_yanQ_
===================================
” Teruntukmu HATI yang tak pernah tetap tinggal ”
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia terlalu sulit.
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia tak pernah ingin
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia semakin Jauh.
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi dia telah Lupa
Aku ingin membuatnya tetap tinggal
tapi Hati lain telah diCintainya
Aku ingin membuatnya tetap tinggal.
Menghapus jarak.
Melamarnya jadi imamKu.
Hilangkan deritanya.
Rasakan ego, keras hatinya.
Miliki jiwa pemberontaknya.
Rawat sakitnya.
Agar hidup kutuai dengannya.
Selamanya dengannya.
Tapi sayang, dia tak pernah tetap tinggal.
_YanQ_
=================================
” Lihat Aku yang BUKAN aku ”
“Lihat Aku
tertawa riang dengan bebas
menyambut hangat tangan kalian
mendengar seksama cerita semua
tak berpaling tak mengeluh
tak juga menghindar walau penat meraja
agar Jadi yang Tak tertoLak
“Coba Lihat Aku
melakukan semua hal yang tak dilakukan
Bisa atas apa yang tak semua Bisa
tegar diatas semua yang merapuh
tak pula mengenal KemustahiLan
agar Jadi yang diterima
“Tolong lihat aku
lihat Aku yang bukan Aku
Jangan Lihat tawaku lihat tangisku
Jangan lihat tegarku lihat rapuhku
Jangan lihat bisaKu lihat terbatasKu
Jangan lihat Bahagiaku lihat sedihku
Ada senyum diWajahku, ada banyak Air mata di Hatiku.
Tak ada Semunafik Aku.
Kubalut Luka dengan Suka.
adakah yang masih ingin menerimaku ??
sedang kutau, Duniapun mulai tampak MenoLakku.
_YanQ_
Mayang Tungga Dewi
Ini Mayanq yg tempo hari Tulis khusus untuk Mba’Rini ” de Motivator”
” Malaikat Penyelamatku ”
Ini kutulis untukmu
Malaikat penyelamatku
Saat tak satupun menganggapku
Kau tetap merindukanku
Hatimu penuh kasih
menyayangi begitu fasih
Saat yang lain membuang
Kau ulurkan tangan meminang
Layaknya Ibu yg penuh sayang
Ini untukmu penyelamat diri
Kupanggil kau Malaikat baik hati
Kau buat semua sebening permata
Jadikan yang lemah m…erasa berharga
Karena engkau begitu Manusia
Terimalah ini Malaikat penyelamatku
Tanda Rinduku untukmu
_yanQ_ ^_^b
Mayang, aku jadi terharu membaca puisimu… tidakkah terlalu berlebihan ! Mayang, aku hanyalah pembaca dan kau yang menulisnya dengan indah, teruslah menulis dan biarkan orang lain mengagumi tulisanmu…. Salam Sayang !
” Saya hanya perlu Pergi ”
Kadang saya merasa
Bisa mengerti siapapun
Bisa menerima keadaan apapun
Sekalipun saya Manusia biasa
Tapi Hati saya yang paling tau
Walau kadang-kadang berlagak tak tau
Dan air mata yang akhirnya bicara
Disini tertoreh banyak luka
Saya mulai menyalahkan Takdir
Memaki hidup
Seperti Makhluk tak tau diri
Yang begitu Mudah lupa diri
Mengapa saya tak bisa juga bahagia
Nyatanya sudah saya Ikhlaskan semua
Namun saya baru saja tau
Ikhlas itu berarti Tak ikhlas ketika Kau memberitahu
Maka saya mulai berbenah diri
Bukan hendak menghindar dari ini
Tapi sekedar mencari Jati diri
Temukan ketenangan Hati
Untuk itu,
Saya hanya perlu Pergi
Dari sini
Dari yang terasa Menyakiti
_yanQ_
” Saya hanya perlu Pergi ”
Kadang saya merasa
Bisa mengerti siapapun
Bisa menerima keadaan apapun
Sekalipun saya Manusia biasa
Tapi Hati saya yang paling tau
Walau kadang-kadang berlagak tak tau
Dan air mata yang akhirnya bicara
Disini tertoreh banyak luka
Saya mulai menyalahkan Takdir
Memaki hidup
Seperti Makhluk tak tau diri
Yang begitu Mudah lupa diri
Mengapa saya tak bisa juga bahagia
Nyatanya sudah saya Ikhlaskan semua
Namun saya baru saja tau
Ikhlas itu berarti Tak ikhlas ketika Kau memberitahu
Maka saya mulai berbenah diri
Bukan hendak menghindar dari ini
Tapi sekedar mencari Jati diri
Temukan ketenangan Hati
Untuk itu,
Saya hanya perlu Pergi
Dari sini
Dari yang terasa Menyakiti
_yanQ_
^Seharusnya KAU menyukaiKU^
Aku bisa saja Jadi Pujangga
ciptakan Kata seindah Bunga
Berikan bunga sebanyak cinta
Hadirkan cinta selembut Vanila
Untukmu yang Perasa
Aku bisa saja jadi Rock star
Bagai api yang mampu membakar
Membakar semangat yang memudar
Memudar namun tak henti Bersinar
Bersinar diantara yang Berpijar
Untukmu yang Tampak Sangar
Aku bisa saja Jadi Menawan
Membuat musuh tak mampu melawan
Mengubah Lawan jadi Kawan
Menjadi Kawan yang buat Nyaman
Untukmu yang Rupawan
Aku bisa saja Jadi Cerdas
Pecahkan semua rasa yang Bias
Biaskan segala Rasa yang Lepas
Lepaskan diri dari Semua yang tak Jelas
Jelaskan Apa arti Bebas
Untukmu yang Tak puas
Aku bisa saja Jadi semua
Jadi semua seperti maumu
Tapi Aku suka Jadi diriku
Dan kaupun harusnya Begitu
Terima aku yang memang diriku
Jangan cintai Lebihku, Cintai saja Terbatasku
Takkan mudah, kutau itu
Tapi nanti, kau kan Suka aku yang diriku
Karena memang,
Seharusnya Kau MenyukaiKU
Seharusnya MenyukaiKu
_yanQ_
^ Sayang, Kita jadi penonton saja diBelakang ^
Lihatlah sayang
Mereka menghujat
Seolah sudah paling hebat
Tak mau tampak salah
Apalagi sampai mengalah
Lihatlah sayang
Mereka mengkritik
Agar nurani sedikit Terusik
Kritik yang katanya membangun negeri
Alasan untuk tutupi parahnya penyakit Hati
Lihatlah sayang,
Mereka memaki
Yang mendengar pasti bergidik ngeri
Seolah tak ada lagi yang berhati
Demi tingginya harga diri
Lihat sayang
Mereka menyindir
Ada tarikan sinis dibibir
Hanya tau meremehkan
Tak ingat tentang semua Kebaikan
Syukurlah, kau tak lagi seperti mereka sayang
Kita jadi penonton saja dibelakang
Biarlah dianggap pecundang
Atau sekedar jadi anak Bawang
Kita jadi penonton sederhana
Sedikit bicara, perbanyak Doa
Kita doakan Mereka
Doakan hati mereka lebih peka
Doakan pikiran mereka Terbuka
Demi Tempat pijak Kita tercinta
Sayang, Kita jadi Penonton saja diBelakang
_yanQ_
^Apalagi yang Pantas diTakutkan^
Sebenarnya apa yang kau takutkan
Perbedaan ?
Bukankah sejak awal kita telah Beda
Tak satupun manusia yang kan sama
Kita berdampingan pun karena Beda yang kita bawa
Dia yang mampu, berbeda dengan kita yang tak mampu
Kita yang bisa, Berbeda dengan Dia yang tak bisa
Perbedaan buat kita paham bahwa kita lemah
Buat kita tau bahwa kita membutuhkan
Buat kita sadar bahwa kita tak pernah sempurna
Kau tak perlu takut
Perbedaan justru pertemukan kita dengan si Pelengkap
Pelengkap hati…Pelengkap hidup
Sebenarnya apa yang kau takutkan
Perpisahan ?
Perpisahan yang bagaimana …
Kita masih di satu tempat bernama Bumi
Satu tempat pijakan
Saat malam, Bulan yang kita lihat pun sama
Itu jadi bukti betapa dekatnya kita
Kau tak perlu takut
Perpisahan tak pernah ada
Sebenarnya apa yang kau takutkan
Kematian ?
Bukankah yang Hidup pasti menemui Mati..
Saat itu kita jelas telah Beda
Beda Dunia..Beda tempat..Juga Beda waktu
Saat itu kita jelas telah Pisah
Berpisah dengan semua yang di Dunia…
Berpisah dengan semua tempat yang pernah dipijak…
Berpisah dengan Kenangan tiap masa…
Saat itu kita takkan lagi bertemu dengan mereka yang kita Cinta
Takkan lagi bisa menatap mereka yang tercinta
Tapi kau tak perlu takut
Bukankah kita masih punya Cinta
Cinta tak berakhir hanya karena kita tak saling bertemu
Cinta tak usai hanya karena kita tak saling menatap
Bukankah Manusia tetap Mencintai Tuhan meskipun seumur hidup Mereka tak pernah Bertemu dan Bertatap muka dengan-Nya
Jadi sebenarnya apalagi yang kau Takutkan…
Tenanglah selalu
Ada aku menjagamu
Ada kau menjagaku
dan ada Tuhan menjaga kita
Apalagi yang pantas diTakutkan……….
_yanQ_
^ TELAH JATUH CINTA ^
Makin tak kumengerti cinta dan perangkatnya.
Inikah yg mereka dewakan??
Ini jugakah yg mereka agungkan??
Sesuatu tanpa bentuk, tanpa makna JeLas, tanpa kepastian yg jeLas pasti.
Makin tak kupahami cinta dan cara Kerjanya.
Kadang ciptakan bahagia daLam setiap ruang.
Tapi tak jarang hadirkan duka tanpa akhir.
Biarkan penikmatnya hiLang poros, buta arah.
Makin tak kukenaLi cinta dan rasa yg dihadirkannya.
Sembuhkan Luka tanpa obat.
HiLangkan Lapar tanpa makan
Lenyapkan kantuk tanpa tidur.
Lumpuhkan musuh tanpa tombak.
Akhirnya, kubiarkan Cinta tumbuh dan menjaLar sesukanya.
Tak lagi Kucoba tuk mengerti, pahami, dan kenaLi maksud dan arah panahnya.
Karena mau tak mau. Suka tak suka. Ingin tak ingin. Cinta kan datang hampiriku.
Tawarkan tawa mungkin juga tangis.
Kunanti dengan tak sabar. Mungkin tahun ini, bulan ini, minggu ini, hari ini, atau saat ini. Yah, mungkin saat ini.
Semoga saja aku yg tak mengerti, tak paham, dan tak kenal ini Cepat sadar.
kaLau saat ini,”Aku teLah Jatuh Cinta”.
Semoga…
_YanQ_
^ Kutulis Puisi Tentangku ^
Aku menari
Sedari tadi tak juga berhenti
Kudatangi tiap-tiap hati
Hanya sekedar menghadirkan diri
“Dia menari
Sedari tadi tak berhenti
Datangi tiap-tiap hati
Sekedar menghadirkan diri
Entah apa yang kucari
Semua telah kumiliki
Aku terus saja bertanya pada hati
Walau tak pernah kutemukan jawaban pasti
“Entah apa yang dia cari
Semua telah dia miliki
Dia terus saja bertanya pada hati
Walau tak pernah ditemuinya jawaban pasti
Cukup lama aku pergi
Meninggalkan yang telah ada
Mengabaikan apa yang kupunya
Tak kuhiraukan yang begitu setia
“Cukup lama dia pergi
Meninggalkan yang telah ada
Mengabaikan apa yang dia punya
Tak dihiraukannya yang begitu setia
Aku mulai lelah
Lelah turuti ego manusiaku
Sadar bahwa sudah lama aku berhenti mencari
Ego manusia hanya memaksaku mencoba
Kini aku lelah…teramat lelah
Sudah waktunya aku pulang
Pada yang Setia
“Dia tampak lelah
Lelah turuti ego manusianya
Sadar bahwa sudah lama dia berhenti mencari
Ego manusia hanya memaksanya mencoba
Kini dia lelah…teramat lelah
Sudah waktunya dia pulang
Pada yang Setia…
* Ini kutulis untukku. Tentangku. Aku
_yanQ_
SAJAK BERDEBU
Aku menemukanmu tergeletak tersenyum manis di simpang jalan dkt imajiku
Aku menemukanmu tergletak tertupi sinar bersimpuh beku
Aku menemukanmu menyapa fikiranku
Lalu kuajak kau menyulam kata dg segala kuasa
Agar dunia lebih berbekas dlm torehan warna dr jiwa
____
Aku menemukanmu mencari arti
Aku menemukanmu masih terbuai mimpi
Aku menemukanmu mulai merangkai puisi
Kuikuti kau menawarkan jemari
Kuikuti alur fikiran murni
Kuikuti hingga semua mengerti
____
Aku menemukanmu lenyap disampingku
Aku menemukan kata-katamu miliki hasrat jiwaku
Seolah kata-katamu memang berasal dari fikiranku
Hingga aku tak tahu siapa kamu
____
Aku menemukanmu tlah diliputi
Selaksa cahaya memancar dr ikatan mimpi
Hari-hari kita tak pernah seindah ini
Bersenandung lirih tancapkan sajak puisi
____
Kau menemuiku dan mengusap letihku
Kau mendekatiku lalu menghangatiku
Kau merasukiku dan akupun hilang
Kau menyala hingga tak ada lg ruang hampa yg menyisa
___
Kau dan aku merangkum kita
Kau dan aku mengagumi makna
Kau adalah aku menyatu padu dlm nyanyian kalbu
Dendangkan rindu saat waktu menghisap debu
O debu…
Tinggallah sebentar lg di sini
Jangan kau terlalu terburu2 menempuh rindu
Ceritakan padaku air matamu
Lalu ajarkan aku arungi waktu
O debu…
Waktu demi waktu terus merayap
Dalam rintihan harap juga tangisan meratap
Butiran kecil wujudmu hinggap di setiap atap
Menuju Takdir yg sangat senyap
O debu…
Aku menemukanmu sbg jasadku
Ringkih rusak dihisap waktu
Dihempas angin digiring badai
Lalu membeku disamping rindu
Rindu pada pertemuanku
Rindu pada kesejatianku
Rindu pada Pemilik wujudku
Rindu Rindu Rindu…
O debu…
____
In collaboration with : mayanq tungga dewi
maaf bleh nimbrung ga Q pengen koleksi puisi2 anda