
Ijinkanlah…
Aku hanya ingin bercerita
Tentang segala yang ingin kukata
Tentang pulau tentang laut tentang angin senja
Tentang tepian tentang curaman tentang ruang mata
Aku hanya ingin bercerita
Yang tak dikarang tak terlarang
Pada siang benderang pada malam gemintang pada pagi kilau memandang
Pada hujan bernyanyi pada petir berlompatan pada angin berputar pada waktu tiada yang terkekang
Aku hanya ingin bercerita
Yang dengannya aku terbina..
Bergerak..
Kita harus segera hijrah
Bila tak mau luka kita terbuka
Dan tak harus kita songsong sumpah
Yang menjadikan kita terpidana di dunia
Segeralah bergerak
Jangan sampai kita salah gerak ataupun salah letak
Kita sudah lihat sekarang
Dunia yang kejar mengejar
masa yang ditarik ulur balikkan
Sampah yang terbuang didaur jelma baru
Pilihan yang memotong pintas jalur dan kompas untuk menang
Kita harus bergerak
Buang aku ambil kami kejar pelaku sapih mereka ikuti nurani
Mari bergerak
Kembalikan aku kamu kami kita mereka kalian… semua!!
kembalikan kepadaNya…































Aku Si Fana
Alangkah borosnya waktu
Bila hanya menunggu
tanpa tau apa yang ditunggu
Menunggu tanpa melakukan apapun
Dalam sejenak yang berarak pinak mengubur ingat akan kekhalifahan atas diri sendiri
Alangkah naif bila kehidupan dijalani tanpa satu tujuan
Hingga tak menemu apapun kecuali gerutuan kelelahan
Tanpa malu menambah daftar keinginan
Tanpa tau hakekat kegunaan
Alangkah dungunya kehidupan bila terlewatkan tempat-tempat dimana hati seharusnya direbahkan
Hingga telinga tuli mata buta mulut bisu bila ajaran disampaikan
Misi apa yang padanya aku dijalankan..
Sedang elang kuat memgenggam surau kekhalifahan dengan kekuatan terbang mengawasi udara yang penuh siutan peluru
Sedang paus berlomba-lomba menjaga kekhalifahan dari tombak pemusnah bangsanya
Sedangkan gajah tetap mengenggam kekhalifahan dengan perut membengkak disuapi racun dan jerit tangis anaknya di lubang penjerat
Kekhalifahan apa yang kugenggam
Sedang jujur kusumbat
Setia ku khianat
Janji kutunda..
Pada mulia apa kehidupan dijalankan
Masih mampukah berkata “YA”
Aku menerima kekhalifahan atas diriku
Bertanggung jawab atas mauku..
Akulah si Fana yang gila lupa janjinya..
Ingin-Hingga-Hadir
Ingin
Rindu yang berulang Rasa yang dibekam Cita yang menjulang Barakan kasih bagai api dalam sekam..
Hingga
Elus sakit yang berlanjut Rangkai kata yang tersisa tampar hasrat yang bergayut
Sunyikan seru bagai dunia tanpa warna
Hadir
Pedang potong nadi-nadi Tebas jantung jantung musuh Kibar cinta cinta suci
Musnahkan arwah arwah pesona diri…