Kirim tulisanmu di sini


 

…hai teman-teman tercinta, terima kasih sudah berkunjung disini, semoga silaturahmi kita jadi semakin indah, Amiiiinnn

terima kasih juga bagi teman-teman yang sudah follow saya, dan tentu saja hal yang sangat membahagiakan.

Bagi teman-teman yang ingin tulisannya di publikasikan di sini ,silahkan kirim tulisannya di kolom “kirim tulisan” , tentu saja tidak menutup kemungkinan jika tulisan teman-teman masuk dalam buku Antologi Puisi yang akan datang.

Ok. di tunggu yaaaaa, Salam kreatif, salam sastra

====================================

71 Tanggapan

  1. Kita punya sekeping hati
    yang menyala terang
    ketika……
    lafadz ini berkumandang
    menembus sepi malam
    tapi……
    kita masih belum lagi beriman
    kala masjid ini masih jauh dari bayang-bayang
    kala waktu ini belum lagi tersita
    untuk berupaya memakmurkannya
    nyalanya hanya sebuah…fatamorgana

  2. tapi aku tak ingin hati menjadi berkeping…..
    mendekatlah bayang-bayang…
    lafadzkan kumandang panggilanMU dengan indah…
    agar telinga tak lagi salah mendengar

  3. IBU Wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpi ku, indah suaramu tak terekam dalam pita batinku, namun Engkau hidup mengaliri pori-pori cinta dan semangat ku, sebab Engkau adalah hadiah agung dari Tuhan untuk sebuah kasih sayang

  4. KEPADA WANITA-WANITAKU

    kau campurkan rinduku dgn kecantikanmu yang terurai…

    gundahkan hati dgn rasa indah diantara langit-langit

    kelabu…

    bermimpi diatas kemilau emas&permata…

    sejenak kau hentikan perang ini bergelayut dlm nikmat

    tiada tara…

    hingga terhempas dlm birahi-birahi palsumu…

    biarkanlah aku bergelayut memulai perang ini…

    jikalau hati kehilangan mimpi-mimpi ijinkanlah pintu

    cakrawala ..

    terbuka sembuhkan kalbu sepanjang hayat …

  5. KEBENARAN YANG DIBUTAKAN

    Saudara cuma kata ……
    Buktinya sampai kini aku tertatih sendiri
    Walaupun merintih tak akan pernah ada yang peduli
    Semua yang kumiliki tak pernah kembali
    Tinggal Janji !!…
    Itukah orang2 yang kau sayang???
    Entahlah….
    Apapun yang aku bincangkan kau tak percaya lagi
    Seperti yang kau ucapkan
    Yang membuat goresan luka dihati
    Sampai kini….!!!!

  6. UNTUKMU BUNGA BANGSA

    Sudah terlalu lama aku mengenalmu…..
    Pergilah ………..
    Doa dan keiklasanku mengantarmu
    Mungkin sudah cukup pengabdianmu
    Untuk menjadi pemersatu.
    Ketulusanmu tiada berharap
    Tiada pamrih walau engkau terlihat letih
    Engkau ada dalam semua agama
    Karena dirimu merasa sebagai hamba
    Dirimu rela untuk berkorban
    Karena engkau sangat mengerti ayat-ayat Tuhan
    Kau biarkan orang-orang mencacimu
    Karena mereka tidak pernah memahami
    Tapi kini mereka baru mengerti
    Akan makna ketulusan sejati
    Selamat Jalan Bunga Bangsa
    Selamat jalan Bapak Bangsa
    Kembalilah dipangkuan Nya
    Doa Kami mengiringimu

  7. SENANDUNG SUNYI

    Bila aku tak pernah mengucapkan kata cinta

    Bukannya aku membencimu

    Karena bagiku cinta ada direlung hati dan jiwaku

    Tapi kenapa engkau berlalu pergi

    Tanpa mencoba untuk mengerti ?

    Hanya sepenggal janji tanpa arti

    Itu yang ku pegang sampai kini.

    Dan aku masih mengingat

    Susunan kata yang kau tanyakan padaku

    Kenapa tak per…nah kau ucapkan kata Cinta untukku

    Setelah itu kau berlalu

    Sebelum aku ungkapkan isi hatiku

    Dan kau tak pernah kembali sampai kini

    30/12/2009 by. Sigit

  8. Sebait Puisi untuk “YANI”

    Biarlah waktu itu

    Tak usah kita simak lagi

    Karena yang ada hanyalah rasa cemburu, benci dan dendam.

    Itu yang ku tahu

    Tentang apa yang ada pada kamu

  9. Tentang Kita

    Diantara kita sering bersama
    Bercanda dalam tawa
    Tapi apakah mungkin semua akan berjalan selamanya
    Selalu mengingat akan nama, dan selalu bertegur sapa bila bersua
    Entahlah……..
    Yang kita tahu kita bertemu cuma kebetulan saja.
    Setelah itu kita sudah tiada pernah saling mengingat lagi

  10. Seberkas Sinar Untuk Sahabaku

    Lentara…
    Berikanlah sinarmu dimalam yang kudus ini
    Aku tak mau semua terlelap dalam gelap
    Biarkanlah Mimpi-mimpinya bermain riang dalam terang
    Agar himpitan hidup sejenak terlupakan

    Biarkanlah ……..
    Mereka menyambut dengan suka cita misa yang akan datang
    Karena esok adalah hari kemenangan
    Dan… biarkanlah mereka bernyanyi dalam syair keagungan

    Lentera …….
    Tanpa Sinarmu
    Kami dalam kegelapan

  11. Merpati Yang Kesepian

    Aku Terdiam dalam Sepi

    Tiada Kata…..

    Tiada Suara……

    Karena Aku terbelenggu dalam kesendirian

    Sahabat berikanlah Senyummanmu

    Agar aku bisa bangkit dalam keterpurukkanku

    Sahabat ……..

    Aku sudah lelah dalam memikul kepedihanku

    Tanpa satupun yang tahu …!!!!!

  12. SUNYI YANG ABADI

    Saat ku peluk kamu
    Hanya bau parfummu yang ku ingat sampai kini
    Yang diantarkan oleh desahan nafas kita
    Hingga ketengah telaga
    Dan itu sudah beribu kali kita lalui
    Hingga kita lupa akan jalan
    Disaat semua aku teriakkan
    Saat itu engkau menghilang
    Tinggalkan hati yang membiru…….. beku
    Disaat aku lupa akan putaran hari
    Masih ku ingat bau parfummu
    Tapi yang kupeluk kini tinggalah sepi

  13. Gabriel dan Sigit….
    Akan aku buatkan sebuah ruang untukmu….
    tulisan-tulisanmu begitu indah…. thanks yaaaaa

  14. Puisi Kiriman Ibnu Tamima

    Sejauh mana ke_maya_an ini akan menghempaskan kita pada palung rindu terdalam?? Ataukah akan terbit matahari baru untuk memulai langkah kita yang terseok namun nyata?? Ku bertanya pada Tuhan tentang mimpi-mimpi yang datang disetiap tengah malamku… inikah refleksitas yang ada?? Bila cahaya itu memudar.. pada genangan luka-luka daku bercermin. Diatas teras beranda sadar, mencoba memaknai arti sebuah liku, yang memperosokkan diri kita pada jurang teramat dalam. Bila ke_maya_an ini akan me_nyata maka nyatalah..nyatakanlah, dengan segala kilas balik yang dikubur rapat, bila ini akan berkesudahan maka sudahlah.. sudahilah, dengan segumpal rasa yang mungkin akan memukul kita bagai palu besi.

  15. Kearifan Cinta ~ Jalaluddin Rumi

    CINTA yang dibangkitkan

    oleh khayalan yang salah

    dan tidak pada tempatnya

    bisa saja menghantarkannya

    pada keadaan ekstasi.

    Namun kenikmatan itu,

    jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya

    kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang yang

    mencintainya ini

    sebagaimana kenikmatan lelaki

    yang memeluk tugu batu

    di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap.

    Meskipun dia merasa nikmat

    kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi
    jelas tidak senikmat

    orang yang memeluk kekasih sebenarnya

    kekasih yang hidup dan sadar.

  16. Bintang malam katakan (sampaikan) padanya
    Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
    Embun pagi katakan padanya
    Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

    Tahukah engkau wahai langit
    Aku ingin bertemu membelai wajahnya
    Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
    Hanya untuk dirinya
    Lagu rindu ini kuciptakan
    Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
    Walau hanya nada sederhana
    Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

    lagu Kerispatih… Lagu Rindu

    videonya & liriknya hanya di >>> http://rituel.wordpress.com/judul-lagu/kerispatih-songs/lagu-rindu/

  17. Gimana caranya ?? koq aku gak bisa sih???

  18. Q seneng deh bcaY bgus bnget lho..
    salam kenal eah ..

  19. menghimpun kembali
    bayanganmu
    dari desau angin
    dan guguran daun-daun
    di musim ini, kekasihku
    jarak dan waktu
    mengkristalkan rindu

    pandanganku menjauh
    ke garis cakrawala
    gerumbulan perdu
    dinaung kabut yang meluruh
    pada senja
    matahari memberi rona
    jingga
    dan jiwaku
    berkata
    : ini cinta masih ada

    ITs

  20. PROKLAMASI PARA PEMIMPI

    Gelembung agung mengaung terapung-apung
    Menyambut kabut lembut mencabut ujung rambut
    Sadar keluar akar menjalar menebar getar
    Lenggang melenggang melayang tanpa bayang-bayang
    Tanduk meliuk menekuk-nekuk menatap ceruk tunduk meringkuk
    Lepas lepas lepas
    Aksara-aksara bicara lentera, segara segera bergelora
    Meletup-letup meraup hidup menghirup sayup
    Merrdeka…
    Merrdeka…
    Tak ada yang bisa memenjarakan kata
    Dan jiwamu adalah buktinya…

  21. Ijinkanlah…

    Aku hanya ingin bercerita
    Tentang segala yang ingin kukata
    Tentang pulau tentang laut tentang angin senja

    Tentang tepian tentang curaman tentang ruang mata

    Aku hanya ingin bercerita
    Yang tak dikarang tak terlarang

    Pada siang benderang pada malam gemintang pada pagi kilau memandang

    Pada hujan bernyanyi pada petir berlompatan pada angin berputar pada waktu tiada yang terkekang

    Aku hanya ingin bercerita
    Yang dengannya aku terbina..

  22. Bergerak..

    Kita harus segera hijrah
    Bila tak mau luka kita terbuka
    Dan tak harus kita songsong sumpah
    Yang menjadikan kita terpidana di dunia

    Segeralah bergerak
    Jangan sampai kita salah gerak ataupun salah letak

    Kita sudah lihat sekarang
    Dunia yang kejar mengejar
    masa yang ditarik ulur balikkan
    Sampah yang terbuang didaur jelma baru
    Pilihan yang memotong pintas jalur dan kompas untuk menang

    Kita harus bergerak
    Buang aku ambil kami kejar pelaku sapih mereka ikuti nurani

    Mari bergerak
    Kembalikan aku kamu kami kita mereka kalian… semua!!

    kembalikan kepadaNya…

  23. Mbak Rini..

  24. walaah..
    ketika rasa rindu ini mengusik
    aku tak mampu berbuat apa-apa lagi
    aku hanya berdiri
    disini….
    dalam sepi…
    menatapmu yang jauh disana

    adalah cintaku…
    pabila rinduku menikam dadamu
    adalah rinduku..
    pabila mataku bersinar memandangmu
    adalah kasih dan sayangku…
    pabila cinta dan rinduku tak jua bergeming

    isteriku….takdirku….
    aku masih tetap disini

  25. RINI INTAMA, KUCING MANISKU

    manis,
    bulubulu halusmu
    lembut di dada degupku

    manis,
    pandang matamu begitu bening
    berdenting pada gelas waktu

    manis,
    kau bisikkan miauw, “aku malu”
    lalu rebah manja di pangkuanku

    hari sastra, 28 april 2011

  26. Indah Sekali ruangan Mbak Rini Intama ini.
    Aku suka verlama-lama disini.

  27. HATI YANG TERPIKIR

    Olehmu aku mengadu getar sukma
    Tanduk mimpi diruang rindu
    Asmara tanpa nama terukir pahit
    Melepas gairah dalam nadi palsu

    Tertepis atas cinta yang tak terundang
    Bait pantun terbawa tangis
    Hasrat binasa di kalbu perawan
    Merintih pedih diujung rasa

    ~GBR, Ujung Aspal 1 Juni 2011~

  28. bila rindu pada puisi
    aku singgah kemari
    kubaca kubaca
    belajar tentang cinta

  29. * Bapak Penjaja Es Keliling *

    Meniti kerasnya kehidupan diatas panggung penuh kepalsuan
    merajut mimpi diujung sinar bulan bintang
    tuk sesuap nasi dihari ini dan jelang hari esok
    menyimpan air mata dipelupuk
    memendam dalam-dalam kepedihan
    menyembunyikan keputus asaan
    tuk dapat bertahan hidup
    inilah jeritan suara hati bapak penjaja es keliling

    Rambut yang memutih, langkah yang tertatih, usia yang tlah senja
    dan dalam kesuksesan anak-anaknya
    tak lantas membuatnya berubah, terangkat menjadi lebih baik
    duduk, diam, bersenda gurau menikmati hari tua bersama anak cucu
    atau mungkin inilah yang terbaik baginya

    Seingatku,
    di halaman sekolah SD ku
    di halaman sekolah SMP ku
    di halaman sekolah SMA ku
    ku lihat bapak itu menjajakan es-esnya
    bahkan di tahun keempat kelulusan sekolahku
    ku temui bapak itu dengan gerobak esnya di simpang jalan

    Ku tak mengerti
    tak habis pikir
    kemana anak-anak yang tlah dibesarkannya
    dan tlah terwujudkan mimpi-mimpinya
    lupakah mereka

    Terbesit di benakku
    aku berharap
    semoga bapak itu bukan korban kedurhakaan anak-anaknya

  30. puisinya bagus, terima kasih sudah mau berbagi

  31. sekian lama kita bersama
    diantara banyak peristiwa
    sering aku tak mengerti
    perasaanku padamu

    mungkinkah ini tandanya cinta
    ataukah perasaanku saja
    kini baru kusadari
    yang sesungguhnya terjadi

    ternyata aku makin cinta
    cinta sama kamu
    hanya kamu seorang kasih
    ku tak mau yang lain
    hanya sama kamu
    kamu yang terakhir
    yang kucinta

    By: Vina Panduwinata

  32. Si Tua
    (noviati maulida rahmah)

    Si tua itu duduk diatas Suramadu
    Sembari manggut manggut
    Menatap kosong lalu lalang
    aaahh Si tua
    mengapa tak pulang
    sayang..
    si Tua tak punya istri
    apalagi gubuk
    nasi sebungkus saja sudah cukup
    tak pernah bermimpi
    Si tua..
    kini ia mati di Suramadu
    tak ada yang menangisinya
    bahkan dikubur pun tak tau rimbanya

  33. hay mem ini aku salma
    mudah mudahan tambah sukses lagi ya ..

    amieenn

  34. Mba, izin berbagi puisi.
    Spesial untuk wanita-wanita berjilbab di muka bumi ini.

    GADIS BERJILBAB
    Karya: Agus Suarsono

    Terlukis pada kanvas dunia
    Sketsa iman di jiwa
    Hamba-hamba Illahi yang takwa;
    Gadis berjilbab berhati mulia

    Terukir pada mentari
    Tulusnya cinta nan suci
    Bait demi bait sajak hati
    Yang indah menghiasi nurani

    Terhatur seuntai doa di qalbu
    Hadirkan rasa rindu yang tak menentu
    Kapan kita kan kembali bertemu?
    Berbagi kisah, kau dan aku.

    Sumber: http://betamanise.wordpress.com

  35. anganku berapi api.,pena menjadi saxi dalam ukiran hati yg terluka.. akan kegagalan bila ku ingat kmarin..aku percya inilah ujian..bagaimana mungkin anganmu kan terwujud bila kau tak mau brusaha dan terus berusaha.kenali diriku sendiri saat aku tak mengenalnya.namun api tetap menyala dalam nafas yg sendu dan mengalir pada air mata..aku percya tiada yg sia sia bila apa yg kulihat dapat ku tangkap..dan berusaha jgn sampai jatuh dilubang yg sama..optimis..semangat berapi api..namun inilah hdup tak semudah yg kau kira

  36. Bismillah,..
    Salam kenal..
    Hanya ingin berbagi,..(mungkin belum bisa dikatakan sastra karena bahasanya masih lugas tak tertata-sedangbelajar-)

    Aku Belum Pernah Merasa Cemburu,Mengapa?
    Karena, Aku Belum Pernah JATUH CINTA.
    Kadang akau berfikir, apa itu Cinta?
    Mengapa banyak orang sakit bahkan gila karenanya.
    Aku hanya bisa tersenyum..
    Mungkin karena mereka terlalu memujanya.
    Dan menjadikan ia segalanya.
    Padahal aku tak pernah mengerti apa yang membuat dia begitu istimewa
    Bagi sebagian orang..
    Bagiku cinta layaknya angin yang sedang menyampaikan sepoinya,
    Berbagi kesejukan tapi tak lama.
    Karena ia harus pergi ke tempat lain,
    Layaknya ombak yang akan berakhir dalam hitungan waktu saja,
    Aku tak pernah menganggapnya istimewa.
    Karena keyakinanku mengatakan..
    Kelak cinta akan datang lagi,
    Dan akan datang dengan lebih sempurna..
    Bahkan untuk selamanya..
    Tidak sebagai angin tau ombak yang hanya numpang lewat..
    Tapi ia akan menjadi penyatu ,
    Dua insan yang ingin berkarya bersama..
    Saling menguatkan,.
    Untuk bisa berbagi dan saling mengingatkan ,
    Agar mereka menjadi manusia-manusia yang lebih baik dari sebelumya,.
    Mengapa aku harus bingung memikirkan perkara cinta itu dini hari,
    AKu masih punya mimpi..
    Biarkan semuanya mengalir layaknya aliran air,
    Dan semua kan berakhir pada muaranya yang seharusnya..
    Wahai Dzat yang menggenggam nyawaku,
    Ku pasrahkan urusan hati ini padaMU,..
    HambaMU yang dhoif ini lemah,.
    Tak perlu aku cemburu atau bahkan sakit hati karena cinta,
    Tiada guna,..karena ia bukan segalanya.
    Aku memilkiMu yang selalu memberikan cinta lebih untukku,
    Bahkan lebih dari rasa cintaku padaMU,
    Namun sayangnya,
    Kau tak pernah cemburu,
    Kepadaku yang biasa membagi cintaku…
    Duhai Dzat yang Maha Menyaksikan,
    Saksikanlah.
    Telah kujual diri ini untukMu,
    Maka jaga aku agar aku bisa menjaga azzamku,
    Dan mengugurkannya dengan khusnulkhotimah..
    Dan tak perlu ada rasa cemburu jika cinta bukan untuk aku,
    Tak perlu ada kata sakit hati jika ia harus pergi.
    Aku hanya tersenyum…
    Dan mengucapkan salam..
    Terimaksih cinta telah sempat datang bertamu pada rumah hatiku..
    Tapi aku tak kan cemburu bahkan sakit hati,
    Karena tamu tak bisa lama-lama berandang,
    Datanglah lagi jika kau siap menjadi penyempurna akhlak dan kesempurnaan imanku,
    Bersamanya yang menjagaku menjadi muslimah yang selalu menjaga izzahnya.Amin.

  37. ANAK ANGIN

    Ingat kamu yang mendamba angin

    Terlintas badai yang coba kau tuai

    Temani bintang, temani cahaya

    Bersama gemerlapnya lampu jalanan

    Bunga taman di gelapnya malam

    Ditelaga rindu kutemani kamu

    Yang menanti, menanti, dan menanti

    Semut-semut yang berbaris

    Juga menanti, menanti dan menanti

    Bersama rinai angin, bersama rintik hujan, bersama asamu dan asaku

    Tinggalkan aku disini kekasih

    Biarkan dini hari menjemputku

    Untuk kembali ke peraduanku

    Bersama bayangmu kurajut harap ini

    Biarkan aku disini

    Anak angin menanti kekasih

    Anak angin menuai badai

    Anak angin berharap pada setia

    Anak angin berkata kepada rembulan

    Anak angin menunggu pagi menjelang.

  38. Bangkitlah Layla

    Sembuhlah layla
    urungkan belati merah marah
    Aku menciumu dalam desir asmaradana

    Duduklah layla
    Dudukkan masalah,jernihkan di bening cinta
    Pelukku dalam denting dawai rindu

    Minumlah layla
    Minum tetes bening kesungguhanku
    Genggam jemari, dengarkan kidung dada jujurku
    layla layla layla
    oh..
    Berangkat berjingkat menuju rumah mewah cinta tempat memanjakanmu telah kusiapkan untukmu

    atau engkau belum enggan melangkah layla
    Telah aku kekarkan tangan perkasa menggendongmu

  39. Jika Memilih

    jika aku harus memilih
    menjadi selain dirimu
    aku tidak akan menjadi
    apapun dan siapapun
    kecuali akan aku kasihkan
    seluruh usia menjadi nyeri
    dan perih yang kau pilin
    menjadi kafan
    untuk kau pakai
    di pesta persemayaman

    Yogyakarta, 2010

  40. Setelah Kursi Terpinang

    Jika tak lagi ada rahasia dalam bahasa
    Percakapan usah kita kemas dengan basa basi
    Bertukar wajah sambil menyilang kedipan
    Seperti opera singkat tentang kursi dan dasi
    Atau kita diam saja berpura tak tahu apa-apa

    Kenanglah waktu dulu
    Sesaat sempat terhenti sebab bahasa
    Menjelma alasan-alasan unkut bercuriga
    Dan sejenak kita sepakat melepas segala
    Kemudian bermain mata

    Jogjakarta, Februari 2012

  41. Menunggu Pasti :

    Hati ibarat mata angin,
    berhembus tak tentu arah
    dan kamu adalah barat
    yang pergi membelakangi terbit matahari

    setelah terlupa diri mengawan
    [seolah hari tidaklah tujuh,
    dan bulan bukanlah duabelas]
    kalanya ada lelah terakui

    maka,
    jadikan aku penjuru
    apapun namanya,
    asalkan satu pasti arahmu menuju

    dan aku sedia menunggu untuk itu

    [27 Desember 2010]

  42. Kenangan Memburam :

    [ Menghela nafas panjang ] ………………

    Hujan belum juga reda
    senja bergegas mengemasi kelabu awan berduka
    bulan sabit tersudut mengalah

    Ketika kau hanya bayang tersisa,
    menggenang kenangan tak berteduh
    sendiri dingin merana

    Inginku tak terjamah takdir
    Sirna hanya kau yang pergi
    Apa tak tersisa kini

    Berpendar garis wajahmu
    Kau tak utuh lagi adanya,
    Seribu tetes hujan asingkanku

    Kenangan sayu mengedip
    Memburam kemudian…………

    [13 Desember 2010]

  43. Bila saja ada,
    Bilamana sedih menjadi pilihan takdirku
    Musim semi akan datang tanpa kuminta

    Dan,
    bilamana suka menjadi bagian lain dari takdirku
    musim gugur akan tetap seindah musim semi

    Bilamana angin tak lagi ramah
    menyesatkan jauh langkahku
    biarkanlah hujan menjadi peneduh ketika aku hilang arah,
    sisakan satu saja asa untukku,
    agar dapat kuberharap semuanya ada.
    bilakah ?………

    [22 Januari 2008]

  44. 9.the best yet to come
    the day has gone changing into the night
    and i’m still here
    stuck in a moment of confession
    but you are still yet to come
    you make me in bloom and blue
    right here! I tell you a story
    a piece of dream
    written on a white paper
    so i need myself a poetry
    to give it to you
    i tried to, but i failed
    and failed again
    don’t know why
    today so were yesterday
    i am like an empty glass of wine
    dry without inspiration
    all i want is to see you
    but a part of me is so naive
    so i need you to see a real me
    and all i can say that
    heaven please come down
    hear my prays:
    “to see you in a real way
    not just a shadow in my sweet dreams”

  45. Belenggu hati

    Hari ini kudengar satu berita
    Kesal hati ku dibuatnya
    Dia…
    Lebih beri kasih
    Maafkanku…
    Tak berarti lagi kini
    Seperti tumpahan puisi yang tersurat
    Resahkanku…
    Bukannya tak tahu dimana pijakan hati
    Tapi…
    “ Belenggu artinya:
    Tutup mata, telinga, dan hati ”

  46. Luar biasa teman-teman puisi yang indah-indah, terima kasih yaa

  47. ada beberapa tanda baca yang tidak perlu dan terlalu banyak di gunakan seperti titik-titik….. atau tanda koma, salam kreatif

  48. setelah hujan…

    Siapa kah dia yang duduk di sudut kursi kayu dihadapku?
    Matanya bertabur cahaya keindahan yang menukik tajam menenggelamkan..
    Menyilaukan ke sudut mataku yang hampir ter butakan olehnya
    Kerudung hijab birunya menyerap semua rona hijau di sekelilingku
    Aku saja hampir terbata tak sanggup berkata….

    Baru kemarin pagi aku meratapi hujan
    Takut badai tak bergegas pergi dengan halilintar besarnya…
    Aku tak bisa berteriak, hanya diam menggigil dilangit yang kudiami
    Redalah reda …
    Hanya doa sederhana itu yang aku tasbihkan
    Dan cahaya langit pun mulai benderang menghampiri

    Aku rasa Tuhan mendengar doaku..
    Doa dari hati dan wajah yang selalu ingin bertemu
    Betapa tidak…
    Dia seperti bunga indah yang selalu kupandangi ketika hujan bulan Januari
    Dimana harum nya selalu ku ingat mengikat…
    Harum yang terbawa angin dari timur ke barat
    Menjadi doa yang panjang kala aku tak diharapmu

    Elgibran
    Cisangkuy 080312

    http://puisiduahati.blogspot.com/2012/03/setelah-hujan.html#comment-form

  49. izin share puisi mbak :)

    Yogyakarta Kita
    Hidup kita adalah semilir angin
    Merindukan harum ombak senja dan belaian sinar rembulan
    Di laut selatan
    Bahkan ketika rasa mulai pudar
    Terkikis badai pasir yang menjemukan
    Kita masih berharap ada nyanyian pilu musisi jalanan
    Sebagai penghantar tidur

    Gemerlap lampu perkotaan semakin redup
    Kita masih setia menanti di etalase Malioboro
    Seorang wanita bercadar jingga
    Membacakan puisi kita dengan anggun

    Dunia semakin berlalu
    Dedaunan enggan bertahan di rantingnya
    Nantinya kita bukan lagi kita
    Namun masih tetap merindukan hal yang sama
    -Yogyakarta kita-

    (M.R. 21 Maret 2012)

  50. Kenikmatan mencintai Allah

    Ada yang tak ngerti akan
    seni indah mengenal allah
    dianggap allah tak pernh peduli
    padahal kesombongan dia dan
    ketda ngertian buat ia tak ngerti
    pa jasa allah padanya
    Tanamkan biasakan berdoa
    tetapkan hati dengan sholat
    biarkan sholat yang selesaikan
    pa masalahmu,
    doa yang baik adalah doa yang
    ditetapakn dlam bahasa kesadaran
    orang berhutang ,ketakutan ,sedih
    paling gampang ia dekat allah.
    Latihlah jiwamu dengan puasa
    karna puasa akan melatih jiwamu
    agar matng dalam doa.tapi tetapkan
    doamu dalm puasa tersebut akan bahasa
    qalbumu dapat muncul dan menyinari kegelapan hatimu
    yang galau dan suram
    Syair renungan cinta diri pada allah

  51. Broken Home

    Aku adalah anak yang terlahir dari keluarga broken home. Akibat dari pertengkaran orang tua, Aku terjerumus kehal-hal yang negatif. Pemakaian obat-obatan (NARKOBA) sudah tak asing lagi dikehidupanku. Tanpa obat-obat (NARKOBA) hidupku terasa tak berdaya tubuh lemah dan kecanduhan terus-menerus hidupku tak karuan,bergaul dengan anak-anak pecandu (NARKOBA). Dimata keluarga, Mereka bilang aku kuat tapi mereka tak tau kalau aku itu butuh yang namanya KASIH SAYANG……
    Walaupun aku seoramg pecandu NARKOBA dan jadi bandar NARKOBA tak urung niatku untuk berkarir. Hari-hari pun aku telah lewati hampir sudah lima tahun ini aku hidup hanya dengan obat haram (NARKOBA). Dan suatu ketika aku tertimpa musibah, stok obat (NARKOBA) habis dan akupun dikejar-kejar POLISI. Aku tak tau harus bagaimana lagi untuk melepas baranf haram (NARKOBA) ini.
    ini.
    Suatu hari aku ditangkap dan dipriksa berlarut-larut, Akhirnya polisi mengidentifikasi bahwa aku sudah kecanduan dengan obat haram (NARKOBA) ini sejak aku berumur 15 Thn. Akupun ditetapkan sebagai TERSANGKA. Hari-hari aku lalui didalam penjara tapi tak satupun keluarga yang menjengukku. Hingga mencari tau tentang informasi kehilanhanku tak perna. Hingga aku menunggu berhari-hari baru mereka menjengukku.
    Mulailah perjalan hidupku…..
    Akupun diREHABILITAS…..

    1 Tahun Kemudian
    Ketika aku yang tadinya urak-urakan gara-gara obat haram ini. Keluarga aku utuh kembali seperti kala dulu. Aku kembali lagi kesekolah walaupun teman-teman aku yang belum terima dengan keadaan yang telah aku perbuat, terutama orang-orang yang sudah kenal aku dari SMP. Sahabat aku, teman curhat aku yang namanya FEBRIN biasa dipangil ebe. Aku udah ngecewakin dia banget, Sampe-sampe dia hampir meninggal gara-gara Aku. Tapi itu semua, tidak terjadi dis masi bisa diselamatkan.
    Hari-haripun telah aku lalui, Akhirnya semua sahabat-sahabat gue bisa menerima gue satu-persatu walaupun agak lama sih, tapi aku bisa diterima ngak segampang itu karena gue sadar gue itu bekas dari pengguna NARKOBA sekalian Pengedar juga.

    PESAN GUE: Buat orang tua jangan sekali-kali kalian meninggalkan anak kalian, walaupun sesibuk apa kalian!!! sempat-sempatnya kalian ketemu sama anak kalian setidaknya hanya sekedar nyapa.
    PESAN GUE: Buat orang yang kaya gue jangan takut dijauhi teman-teman dekatmu terutama sahabat-sahabatmu, yang selalu mengsupor kamu, walaupun kamu bekas pengedar narkoba jangan takut untuk bermimpi dan berkarir selama kamu masi bisah…………………………………..

    SAY NO TO DRUGS

  52. hai terima kasih ya sudah berbagi, pengalamanmu tentu saja sangat berharga buat kita semua. Dan rasa syukur yang tak henti karena Tuhan telah melindungimu. Salam hangat salam persahabatan.

  53. terima kasih sudah mengirimkan tulisannya di sini dan tulisannya bagus looh. Ada sedikit yang harus di perbaiki mengenai penggunaan awalan huruf besar pada allah jadi Allah. kemudian pada baris kedua kata ngerti seharusnya mengerti.

    Dan aku suka tulisanmu yang penuh renungan ini. terima kasih ya

  54. terima kasih sudah berbagi puisi di sini.

    Aku suka kalimat penutupnya yang menarik “Namun masih tetap merindukan hal yang sama” kalimatnya sederhana tapi bermakna.

    terima kasih, Salam kreatif, salam persahabatan

  55. Hujan memang banyak melahirkan inspirasi bagi para penyair, sepert halnya puisi ini menggambarkan kejadian setelah hujan dan yang menggugah ada kalimat “Baru kemarin pagi aku meratapi hujan”.

    sebuah puisi yang indah, terima kasih ya sudah berbagi

  56. sama-sama mbak
    Salam :)

  57. RINDU

    gumpalan awan menutup mentari, udara pasi, langit bisu

    dan angin tenggara menelusup diam diam kesebalik hati,

    ada rupamu tegas terlihat, diantara dedaunan akasia,

    suaramu di desau ilalang dan rindumu meretas dikuntum asoka,

    lalu aku hanya bisa menatapmu tanpa bisa menyentuhmu,

    meski rindu menjerat tak tertahankan…

  58. SANG PENEBAR REJEKI

    Gelepar seekor pipit menggoyangkan ranting
    bunga Kacapiring yang kini menjadi patung

    Setelah angin reda dan hujan pun pergi
    Hanya genting sesekali menjatuhkan air

    Seekor bebek mematuk tanah
    yang seperti karpet air
    empat ekor ayam pun berputar mematuk-matuk

    Oooi
    betapa hujan memang membawa rejeki
    bukan saja bebek dan ayam
    atau pun si burung pipit

    Pepohon dan tanaman yang seperti mati
    kini segar kembali
    bertumbuh ranum

    Demikian bukankah
    hujan membawa berkah
    menebar rejeki bagi
    sesama ciptaan Ilahi

    kaki bukit , Ahad 8 April 2012
    Ba’da Zuhur

  59. Zikir Hujan

    Weees…air hujan jatuh di atas
    Menerpa dedaun bunga Bougenville
    daun di ranting pohon Delima
    dan rerumput hijau di halaman

    Gleceecceek…gleceeecceek…
    bunyi air pancuran menuruni
    tembok depan rumah
    jatuh ke bumi

    Menari gemulai reranting bunga
    Delima, Bougenville, Daun Sembung
    Rumput Jepun pun diselimuti karpet air
    Tampak coklat warnanya
    Di atasnya butiran hujan membuat jadi
    Ratusan kupu-kupu menari-nari

    Nyanyian gembira mereka
    atas tebaran kurnia-Nya
    adalah tasbih alam pada Ilahi
    serta syukur mereka atas kurnia-Nya

    Di atas bukit
    pohon kelapa dengan tigabelas pelepahnya
    menjadi arca
    berbaris pula pohon Suren, Rumpun Bambu dan Nangka
    menjadi lukisan alam
    laksana siluet hitam putih oleh kabut

    Kata siapa mereka diam diri
    adalah mati

    mereka seperti patung termenung
    sedang berzikir mengikuti irama
    kehendak Tuhan

    Butiran air dari jauh seperti uban berbaris
    meluncur menuju bumi
    sesekali Guntur menyalip bunyi seaah hujan

    Kilat pun berkelebat seperti tak mau kalah
    mengikuti kehendak-Nya
    berlomba-lomba mereka menyebut asma-Nya

    Kata siapa mereka mati
    karena berdiam diri

    yang mati sesungguhnya
    jiwa manusia
    yang tak mengerti bahasa alam
    jiwa yang keras membatu
    tak mampu
    menangkap gelombang ayat-ayat Tuhan
    yang terbentang

    kaki bukit, Ahad 8 April 2012
    Ba’da Zuhur (13.35)

    * penulis penikmat hujan.Tidak pernah aktip di komunitas sastra manapun. Tinggal kaki bukit barisan gunung Haruman-Guntur.

  60. SURGA KESUCIAN CINTA

    Pernikahan
    Surga kesucian cinta yang anggun
    Anugerah Tuhan
    Tak tergantikan

    Pernikahan
    Surga kesucian yang anggun
    Bukan rumah impian
    Tercipta dari pasir-pasir keraguan

    Pernikahan
    Surga kesucian yang anggun
    Hapus luka
    Sepanjang peta setia

    Kamar Waktu, 20 April 2012

    AKU INGIN SEKOLAH

    Aku ingin sekolah
    Biar sejarah
    Tak jadi gubuk rapuh

    Aku ingin sekolah
    Biar bunga merdeka rekah
    Sepanjang desah

    Aku ingin sekolah
    Tolonglah
    Jangan kau jarah impian yang telah tumbuh

    Kamar Hati, 20 April 2012

  61. assalamu’alaikum, nebeng share puisi ya…ini hanya puisi sbg kecintaan pada tanah asal bukan maksud mau menunjukkan unsur sara..

    Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)

    Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
    Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
    Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)

    Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
    Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
    Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
    Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)

    Gen padeak indok (Aduh ibu….)
    Gen padeak bapok (aduh bapak..)
    Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
    Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
    Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
    amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
    Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
    Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)

    Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
    Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
    hilang)
    Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
    Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
    Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
    Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
    Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
    terasa dekat)

    Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
    Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
    bapak)
    Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
    Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
    Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)

    Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
    Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
    Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
    Rejang)
    Keme Tun Jang Kami suku Rejang
    Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.

    (by. Indah Sari Kencanawati 2009)

    (sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.

  62. assalamu’alaikum, nebeng share puisi ya…ini hanya puisi sbg kecintaan pada tanah asal bukan maksud mau menunjukkan unsur sara..

    Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)

    Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
    Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
    Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)

    Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
    Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
    Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
    Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)

    Gen padeak indok (Aduh ibu….)
    Gen padeak bapok (aduh bapak..)
    Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
    Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
    Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
    amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
    Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
    Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)

    Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
    Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
    hilang)
    Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
    Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
    Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
    Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
    Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
    terasa dekat)

    Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
    Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
    bapak)
    Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
    Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
    Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)

    Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
    Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
    Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
    Rejang)
    Keme Tun Jang Kami suku Rejang
    Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.

    (by. Indah Sari Kencanawati 2009)

    (sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.

  63. Mengurai kata,
    tanpa makna

    Serupa angin,
    bertiup tanpa pesan

    Hanya meraba-raba aksara diam
    yang mengeja suara-suara sunyi

    Bukan aku mau,
    hanya saja,
    semua membuatku begitu

    [26 Februari 2012]

  64. Mengurai kata,
    tanpa makna

    Serupa angin,
    bertiup tanpa pesan

    Hanya meraba-raba aksara diam
    yang mengeja suara-suara sunyi

    Bukan aku mau,
    hanya saja,
    semua membuatku begitu

    [26 Februari 2012]

  65. Bagaimana bisa?
    kutulis bayangnya di benakku,
    jika masih saja langit berduka
    titik –titik air menggoyang genangan lamunanku
    lagi dan lagi

    Jika kau memang berduka,
    menangislah
    tapi,
    jangan ajak aku serta

    Karena,
    akupun tak kalah berduka
    jauh sebelum duka datang padamu

    [ 25 Februari 2012]

  66. Pintaku,

    Bila saja nanti hujan mereda
    ambilkan aku satu saja
    untuk gantikan sayap patahku
    dan ajari lagi aku untuk terbang

    Tidak tinggi…
    tak apalah asalkan sampai diujung sabit
    bila tidakpun
    jatuhkan aku di jingga pelangimu
    cukuplah itu saja

    Sebelum aku diajaknya terbang jauh darimu…

    Setidaknya kutinggalkan untukmu,
    menggenapi tujuh warna diujung sana
    yang bisa kau pandangi nanti,
    tanpa aku

  67. Yogyakarta :

    Masih basah tersisa hujan, ketika senja enggan memohon diri
    beranjak menjauh, mengalah pada malam
    tak cukup terang,lampu jalanan menyala suram
    begitupun lamunanku

    Tak seperti musim yang lalu
    tak kudapati apa-apa disana, tak juga kau

    Gelisahku tak lagi bermakna, terlanjur sudah menjadi renjana
    kehilangan meraja
    kau hanya bernama kenangan kini tidak lebih,
    hanya itu saja…

    Meski harus membagi perasaan menjadi dua
    antara kehilangan, dan yang lainnya
    rindu

    Tapi…,
    Aku akan selalu pulang {lagi}.

  68. SKIZOPRENIA
    Karya Sri Neneng

    Secangkir kopi masih kau seruput tadi pagi
    sebatang rokok menemani
    Juga sebungkus roti

    Kini aku sendiri
    Merasakan betapa sakit ditinggalkan
    Walau kutahu kau tak mendua
    Aku takmau kaupergi

    Semakin senja, bayang wajahmu kian menggoda
    Sapa mesramu, makin nyata
    Belai tanganmu, kian terasa
    Aku terkena skizoprenia
    Tentangmu yang jauh di sana.

  69. Jika aku menDoakanmu

    Mungkin terlalu naif jika aku mendoakanmu
    Kau kini sedang berlari memecah ombak
    Bersama seorang malaikat berparas jingga
    Sedangkan aku,
    Masih terbenam dalam matahari
    ditemani kekaguman dalam sunyi untukmu

  70. DULU SAHABAT
    mungkin sakit yg kupikirkan
    mungkin sakit yg kurasakan

    sakiti aku, dr sisiku
    mungkin sakiti kamu, dari sisimu

    aku disalahkan, aku mengalah
    selalu begitu, kembali mnjadi yg salah

    tidak mau lagi, aku menjauh
    tanpaku nampak lebih baik

    hanya mengenang waktu2 duluuu
    penuh arti dan keceriaan

    atau

    mungkin aku saja yg tidak tau…….
    sbenarnya…
    dbalik topeng

    hidup tanpa kemunafikan dan kebohongan.
    sudah cukup buatku…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 62 pengikut lainnya.