…hai teman-teman tercinta, terima kasih sudah berkunjung disini, semoga silaturahmi kita jadi semakin indah, Amiiiinnn
terima kasih juga bagi teman-teman yang sudah follow saya, dan tentu saja hal yang sangat membahagiakan.
Bagi teman-teman yang ingin tulisannya di publikasikan di sini ,silahkan kirim tulisannya di kolom “kirim tulisan” , tentu saja tidak menutup kemungkinan jika tulisan teman-teman masuk dalam buku Antologi Puisi yang akan datang.
Ok. di tunggu yaaaaa, Salam kreatif, salam sastra
====================================































Kita punya sekeping hati
yang menyala terang
ketika……
lafadz ini berkumandang
menembus sepi malam
tapi……
kita masih belum lagi beriman
kala masjid ini masih jauh dari bayang-bayang
kala waktu ini belum lagi tersita
untuk berupaya memakmurkannya
nyalanya hanya sebuah…fatamorgana
tapi aku tak ingin hati menjadi berkeping…..
mendekatlah bayang-bayang…
lafadzkan kumandang panggilanMU dengan indah…
agar telinga tak lagi salah mendengar
IBU Wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpi ku, indah suaramu tak terekam dalam pita batinku, namun Engkau hidup mengaliri pori-pori cinta dan semangat ku, sebab Engkau adalah hadiah agung dari Tuhan untuk sebuah kasih sayang
KEPADA WANITA-WANITAKU
kau campurkan rinduku dgn kecantikanmu yang terurai…
gundahkan hati dgn rasa indah diantara langit-langit
kelabu…
bermimpi diatas kemilau emas&permata…
sejenak kau hentikan perang ini bergelayut dlm nikmat
tiada tara…
hingga terhempas dlm birahi-birahi palsumu…
biarkanlah aku bergelayut memulai perang ini…
jikalau hati kehilangan mimpi-mimpi ijinkanlah pintu
cakrawala ..
terbuka sembuhkan kalbu sepanjang hayat …
KEBENARAN YANG DIBUTAKAN
Saudara cuma kata ……
Buktinya sampai kini aku tertatih sendiri
Walaupun merintih tak akan pernah ada yang peduli
Semua yang kumiliki tak pernah kembali
Tinggal Janji !!…
Itukah orang2 yang kau sayang???
Entahlah….
Apapun yang aku bincangkan kau tak percaya lagi
Seperti yang kau ucapkan
Yang membuat goresan luka dihati
Sampai kini….!!!!
UNTUKMU BUNGA BANGSA
Sudah terlalu lama aku mengenalmu…..
Pergilah ………..
Doa dan keiklasanku mengantarmu
Mungkin sudah cukup pengabdianmu
Untuk menjadi pemersatu.
Ketulusanmu tiada berharap
Tiada pamrih walau engkau terlihat letih
Engkau ada dalam semua agama
Karena dirimu merasa sebagai hamba
Dirimu rela untuk berkorban
Karena engkau sangat mengerti ayat-ayat Tuhan
Kau biarkan orang-orang mencacimu
Karena mereka tidak pernah memahami
Tapi kini mereka baru mengerti
Akan makna ketulusan sejati
Selamat Jalan Bunga Bangsa
Selamat jalan Bapak Bangsa
Kembalilah dipangkuan Nya
Doa Kami mengiringimu
SENANDUNG SUNYI
Bila aku tak pernah mengucapkan kata cinta
Bukannya aku membencimu
Karena bagiku cinta ada direlung hati dan jiwaku
Tapi kenapa engkau berlalu pergi
Tanpa mencoba untuk mengerti ?
Hanya sepenggal janji tanpa arti
Itu yang ku pegang sampai kini.
Dan aku masih mengingat
Susunan kata yang kau tanyakan padaku
Kenapa tak per…nah kau ucapkan kata Cinta untukku
Setelah itu kau berlalu
Sebelum aku ungkapkan isi hatiku
Dan kau tak pernah kembali sampai kini
30/12/2009 by. Sigit
Sebait Puisi untuk “YANI”
Biarlah waktu itu
Tak usah kita simak lagi
Karena yang ada hanyalah rasa cemburu, benci dan dendam.
Itu yang ku tahu
Tentang apa yang ada pada kamu
Tentang Kita
Diantara kita sering bersama
Bercanda dalam tawa
Tapi apakah mungkin semua akan berjalan selamanya
Selalu mengingat akan nama, dan selalu bertegur sapa bila bersua
Entahlah……..
Yang kita tahu kita bertemu cuma kebetulan saja.
Setelah itu kita sudah tiada pernah saling mengingat lagi
Seberkas Sinar Untuk Sahabaku
Lentara…
Berikanlah sinarmu dimalam yang kudus ini
Aku tak mau semua terlelap dalam gelap
Biarkanlah Mimpi-mimpinya bermain riang dalam terang
Agar himpitan hidup sejenak terlupakan
Biarkanlah ……..
Mereka menyambut dengan suka cita misa yang akan datang
Karena esok adalah hari kemenangan
Dan… biarkanlah mereka bernyanyi dalam syair keagungan
Lentera …….
Tanpa Sinarmu
Kami dalam kegelapan
Merpati Yang Kesepian
Aku Terdiam dalam Sepi
Tiada Kata…..
Tiada Suara……
Karena Aku terbelenggu dalam kesendirian
Sahabat berikanlah Senyummanmu
Agar aku bisa bangkit dalam keterpurukkanku
Sahabat ……..
Aku sudah lelah dalam memikul kepedihanku
Tanpa satupun yang tahu …!!!!!
SUNYI YANG ABADI
Saat ku peluk kamu
Hanya bau parfummu yang ku ingat sampai kini
Yang diantarkan oleh desahan nafas kita
Hingga ketengah telaga
Dan itu sudah beribu kali kita lalui
Hingga kita lupa akan jalan
Disaat semua aku teriakkan
Saat itu engkau menghilang
Tinggalkan hati yang membiru…….. beku
Disaat aku lupa akan putaran hari
Masih ku ingat bau parfummu
Tapi yang kupeluk kini tinggalah sepi
Gabriel dan Sigit….
Akan aku buatkan sebuah ruang untukmu….
tulisan-tulisanmu begitu indah…. thanks yaaaaa
Puisi Kiriman Ibnu Tamima
Sejauh mana ke_maya_an ini akan menghempaskan kita pada palung rindu terdalam?? Ataukah akan terbit matahari baru untuk memulai langkah kita yang terseok namun nyata?? Ku bertanya pada Tuhan tentang mimpi-mimpi yang datang disetiap tengah malamku… inikah refleksitas yang ada?? Bila cahaya itu memudar.. pada genangan luka-luka daku bercermin. Diatas teras beranda sadar, mencoba memaknai arti sebuah liku, yang memperosokkan diri kita pada jurang teramat dalam. Bila ke_maya_an ini akan me_nyata maka nyatalah..nyatakanlah, dengan segala kilas balik yang dikubur rapat, bila ini akan berkesudahan maka sudahlah.. sudahilah, dengan segumpal rasa yang mungkin akan memukul kita bagai palu besi.
Kearifan Cinta ~ Jalaluddin Rumi
CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Namun kenikmatan itu,
jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya
kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang yang
mencintainya ini
sebagaimana kenikmatan lelaki
yang memeluk tugu batu
di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap.
Meskipun dia merasa nikmat
kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi
jelas tidak senikmat
orang yang memeluk kekasih sebenarnya
kekasih yang hidup dan sadar.
Bintang malam katakan (sampaikan) padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya
Tahukah engkau wahai langit
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya
Lagu rindu ini kuciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya nada sederhana
Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan
lagu Kerispatih… Lagu Rindu
videonya & liriknya hanya di >>> http://rituel.wordpress.com/judul-lagu/kerispatih-songs/lagu-rindu/
Gimana caranya ?? koq aku gak bisa sih???
Q seneng deh bcaY bgus bnget lho..
salam kenal eah ..
menghimpun kembali
bayanganmu
dari desau angin
dan guguran daun-daun
di musim ini, kekasihku
jarak dan waktu
mengkristalkan rindu
pandanganku menjauh
ke garis cakrawala
gerumbulan perdu
dinaung kabut yang meluruh
pada senja
matahari memberi rona
jingga
dan jiwaku
berkata
: ini cinta masih ada
ITs
PROKLAMASI PARA PEMIMPI
Gelembung agung mengaung terapung-apung
Menyambut kabut lembut mencabut ujung rambut
Sadar keluar akar menjalar menebar getar
Lenggang melenggang melayang tanpa bayang-bayang
Tanduk meliuk menekuk-nekuk menatap ceruk tunduk meringkuk
Lepas lepas lepas
Aksara-aksara bicara lentera, segara segera bergelora
Meletup-letup meraup hidup menghirup sayup
Merrdeka…
Merrdeka…
Tak ada yang bisa memenjarakan kata
Dan jiwamu adalah buktinya…
Ijinkanlah…
Aku hanya ingin bercerita
Tentang segala yang ingin kukata
Tentang pulau tentang laut tentang angin senja
Tentang tepian tentang curaman tentang ruang mata
Aku hanya ingin bercerita
Yang tak dikarang tak terlarang
Pada siang benderang pada malam gemintang pada pagi kilau memandang
Pada hujan bernyanyi pada petir berlompatan pada angin berputar pada waktu tiada yang terkekang
Aku hanya ingin bercerita
Yang dengannya aku terbina..
Bergerak..
Kita harus segera hijrah
Bila tak mau luka kita terbuka
Dan tak harus kita songsong sumpah
Yang menjadikan kita terpidana di dunia
Segeralah bergerak
Jangan sampai kita salah gerak ataupun salah letak
Kita sudah lihat sekarang
Dunia yang kejar mengejar
masa yang ditarik ulur balikkan
Sampah yang terbuang didaur jelma baru
Pilihan yang memotong pintas jalur dan kompas untuk menang
Kita harus bergerak
Buang aku ambil kami kejar pelaku sapih mereka ikuti nurani
Mari bergerak
Kembalikan aku kamu kami kita mereka kalian… semua!!
kembalikan kepadaNya…
Mbak Rini..
walaah..
ketika rasa rindu ini mengusik
aku tak mampu berbuat apa-apa lagi
aku hanya berdiri
disini….
dalam sepi…
menatapmu yang jauh disana
adalah cintaku…
pabila rinduku menikam dadamu
adalah rinduku..
pabila mataku bersinar memandangmu
adalah kasih dan sayangku…
pabila cinta dan rinduku tak jua bergeming
isteriku….takdirku….
aku masih tetap disini
RINI INTAMA, KUCING MANISKU
manis,
bulubulu halusmu
lembut di dada degupku
manis,
pandang matamu begitu bening
berdenting pada gelas waktu
manis,
kau bisikkan miauw, “aku malu”
lalu rebah manja di pangkuanku
hari sastra, 28 april 2011
Indah Sekali ruangan Mbak Rini Intama ini.
Aku suka verlama-lama disini.
HATI YANG TERPIKIR
Olehmu aku mengadu getar sukma
Tanduk mimpi diruang rindu
Asmara tanpa nama terukir pahit
Melepas gairah dalam nadi palsu
Tertepis atas cinta yang tak terundang
Bait pantun terbawa tangis
Hasrat binasa di kalbu perawan
Merintih pedih diujung rasa
~GBR, Ujung Aspal 1 Juni 2011~
bila rindu pada puisi
aku singgah kemari
kubaca kubaca
belajar tentang cinta
sip
* Bapak Penjaja Es Keliling *
Meniti kerasnya kehidupan diatas panggung penuh kepalsuan
merajut mimpi diujung sinar bulan bintang
tuk sesuap nasi dihari ini dan jelang hari esok
menyimpan air mata dipelupuk
memendam dalam-dalam kepedihan
menyembunyikan keputus asaan
tuk dapat bertahan hidup
inilah jeritan suara hati bapak penjaja es keliling
Rambut yang memutih, langkah yang tertatih, usia yang tlah senja
dan dalam kesuksesan anak-anaknya
tak lantas membuatnya berubah, terangkat menjadi lebih baik
duduk, diam, bersenda gurau menikmati hari tua bersama anak cucu
atau mungkin inilah yang terbaik baginya
Seingatku,
di halaman sekolah SD ku
di halaman sekolah SMP ku
di halaman sekolah SMA ku
ku lihat bapak itu menjajakan es-esnya
bahkan di tahun keempat kelulusan sekolahku
ku temui bapak itu dengan gerobak esnya di simpang jalan
Ku tak mengerti
tak habis pikir
kemana anak-anak yang tlah dibesarkannya
dan tlah terwujudkan mimpi-mimpinya
lupakah mereka
Terbesit di benakku
aku berharap
semoga bapak itu bukan korban kedurhakaan anak-anaknya
puisinya bagus, terima kasih sudah mau berbagi
sekian lama kita bersama
diantara banyak peristiwa
sering aku tak mengerti
perasaanku padamu
mungkinkah ini tandanya cinta
ataukah perasaanku saja
kini baru kusadari
yang sesungguhnya terjadi
ternyata aku makin cinta
cinta sama kamu
hanya kamu seorang kasih
ku tak mau yang lain
hanya sama kamu
kamu yang terakhir
yang kucinta
By: Vina Panduwinata
Si Tua
(noviati maulida rahmah)
Si tua itu duduk diatas Suramadu
Sembari manggut manggut
Menatap kosong lalu lalang
aaahh Si tua
mengapa tak pulang
sayang..
si Tua tak punya istri
apalagi gubuk
nasi sebungkus saja sudah cukup
tak pernah bermimpi
Si tua..
kini ia mati di Suramadu
tak ada yang menangisinya
bahkan dikubur pun tak tau rimbanya
hay mem ini aku salma
mudah mudahan tambah sukses lagi ya ..
amieenn
Mba, izin berbagi puisi.
Spesial untuk wanita-wanita berjilbab di muka bumi ini.
GADIS BERJILBAB
Karya: Agus Suarsono
Terlukis pada kanvas dunia
Sketsa iman di jiwa
Hamba-hamba Illahi yang takwa;
Gadis berjilbab berhati mulia
Terukir pada mentari
Tulusnya cinta nan suci
Bait demi bait sajak hati
Yang indah menghiasi nurani
Terhatur seuntai doa di qalbu
Hadirkan rasa rindu yang tak menentu
Kapan kita kan kembali bertemu?
Berbagi kisah, kau dan aku.
Sumber: http://betamanise.wordpress.com
anganku berapi api.,pena menjadi saxi dalam ukiran hati yg terluka.. akan kegagalan bila ku ingat kmarin..aku percya inilah ujian..bagaimana mungkin anganmu kan terwujud bila kau tak mau brusaha dan terus berusaha.kenali diriku sendiri saat aku tak mengenalnya.namun api tetap menyala dalam nafas yg sendu dan mengalir pada air mata..aku percya tiada yg sia sia bila apa yg kulihat dapat ku tangkap..dan berusaha jgn sampai jatuh dilubang yg sama..optimis..semangat berapi api..namun inilah hdup tak semudah yg kau kira
Bismillah,..
Salam kenal..
Hanya ingin berbagi,..(mungkin belum bisa dikatakan sastra karena bahasanya masih lugas tak tertata-sedangbelajar-)
Aku Belum Pernah Merasa Cemburu,Mengapa?
Karena, Aku Belum Pernah JATUH CINTA.
Kadang akau berfikir, apa itu Cinta?
Mengapa banyak orang sakit bahkan gila karenanya.
Aku hanya bisa tersenyum..
Mungkin karena mereka terlalu memujanya.
Dan menjadikan ia segalanya.
Padahal aku tak pernah mengerti apa yang membuat dia begitu istimewa
Bagi sebagian orang..
Bagiku cinta layaknya angin yang sedang menyampaikan sepoinya,
Berbagi kesejukan tapi tak lama.
Karena ia harus pergi ke tempat lain,
Layaknya ombak yang akan berakhir dalam hitungan waktu saja,
Aku tak pernah menganggapnya istimewa.
Karena keyakinanku mengatakan..
Kelak cinta akan datang lagi,
Dan akan datang dengan lebih sempurna..
Bahkan untuk selamanya..
Tidak sebagai angin tau ombak yang hanya numpang lewat..
Tapi ia akan menjadi penyatu ,
Dua insan yang ingin berkarya bersama..
Saling menguatkan,.
Untuk bisa berbagi dan saling mengingatkan ,
Agar mereka menjadi manusia-manusia yang lebih baik dari sebelumya,.
Mengapa aku harus bingung memikirkan perkara cinta itu dini hari,
AKu masih punya mimpi..
Biarkan semuanya mengalir layaknya aliran air,
Dan semua kan berakhir pada muaranya yang seharusnya..
Wahai Dzat yang menggenggam nyawaku,
Ku pasrahkan urusan hati ini padaMU,..
HambaMU yang dhoif ini lemah,.
Tak perlu aku cemburu atau bahkan sakit hati karena cinta,
Tiada guna,..karena ia bukan segalanya.
Aku memilkiMu yang selalu memberikan cinta lebih untukku,
Bahkan lebih dari rasa cintaku padaMU,
Namun sayangnya,
Kau tak pernah cemburu,
Kepadaku yang biasa membagi cintaku…
Duhai Dzat yang Maha Menyaksikan,
Saksikanlah.
Telah kujual diri ini untukMu,
Maka jaga aku agar aku bisa menjaga azzamku,
Dan mengugurkannya dengan khusnulkhotimah..
Dan tak perlu ada rasa cemburu jika cinta bukan untuk aku,
Tak perlu ada kata sakit hati jika ia harus pergi.
Aku hanya tersenyum…
Dan mengucapkan salam..
Terimaksih cinta telah sempat datang bertamu pada rumah hatiku..
Tapi aku tak kan cemburu bahkan sakit hati,
Karena tamu tak bisa lama-lama berandang,
Datanglah lagi jika kau siap menjadi penyempurna akhlak dan kesempurnaan imanku,
Bersamanya yang menjagaku menjadi muslimah yang selalu menjaga izzahnya.Amin.
ANAK ANGIN
Ingat kamu yang mendamba angin
Terlintas badai yang coba kau tuai
Temani bintang, temani cahaya
Bersama gemerlapnya lampu jalanan
Bunga taman di gelapnya malam
Ditelaga rindu kutemani kamu
Yang menanti, menanti, dan menanti
Semut-semut yang berbaris
Juga menanti, menanti dan menanti
Bersama rinai angin, bersama rintik hujan, bersama asamu dan asaku
Tinggalkan aku disini kekasih
Biarkan dini hari menjemputku
Untuk kembali ke peraduanku
Bersama bayangmu kurajut harap ini
Biarkan aku disini
Anak angin menanti kekasih
Anak angin menuai badai
Anak angin berharap pada setia
Anak angin berkata kepada rembulan
Anak angin menunggu pagi menjelang.
Bangkitlah Layla
Sembuhlah layla
urungkan belati merah marah
Aku menciumu dalam desir asmaradana
Duduklah layla
Dudukkan masalah,jernihkan di bening cinta
Pelukku dalam denting dawai rindu
Minumlah layla
Minum tetes bening kesungguhanku
Genggam jemari, dengarkan kidung dada jujurku
layla layla layla
oh..
Berangkat berjingkat menuju rumah mewah cinta tempat memanjakanmu telah kusiapkan untukmu
atau engkau belum enggan melangkah layla
Telah aku kekarkan tangan perkasa menggendongmu
Jika Memilih
jika aku harus memilih
menjadi selain dirimu
aku tidak akan menjadi
apapun dan siapapun
kecuali akan aku kasihkan
seluruh usia menjadi nyeri
dan perih yang kau pilin
menjadi kafan
untuk kau pakai
di pesta persemayaman
Yogyakarta, 2010
Setelah Kursi Terpinang
Jika tak lagi ada rahasia dalam bahasa
Percakapan usah kita kemas dengan basa basi
Bertukar wajah sambil menyilang kedipan
Seperti opera singkat tentang kursi dan dasi
Atau kita diam saja berpura tak tahu apa-apa
Kenanglah waktu dulu
Sesaat sempat terhenti sebab bahasa
Menjelma alasan-alasan unkut bercuriga
Dan sejenak kita sepakat melepas segala
Kemudian bermain mata
Jogjakarta, Februari 2012
Menunggu Pasti :
Hati ibarat mata angin,
berhembus tak tentu arah
dan kamu adalah barat
yang pergi membelakangi terbit matahari
setelah terlupa diri mengawan
[seolah hari tidaklah tujuh,
dan bulan bukanlah duabelas]
kalanya ada lelah terakui
maka,
jadikan aku penjuru
apapun namanya,
asalkan satu pasti arahmu menuju
dan aku sedia menunggu untuk itu
[27 Desember 2010]
Kenangan Memburam :
[ Menghela nafas panjang ] ………………
Hujan belum juga reda
senja bergegas mengemasi kelabu awan berduka
bulan sabit tersudut mengalah
Ketika kau hanya bayang tersisa,
menggenang kenangan tak berteduh
sendiri dingin merana
Inginku tak terjamah takdir
Sirna hanya kau yang pergi
Apa tak tersisa kini
Berpendar garis wajahmu
Kau tak utuh lagi adanya,
Seribu tetes hujan asingkanku
Kenangan sayu mengedip
Memburam kemudian…………
[13 Desember 2010]
Bila saja ada,
Bilamana sedih menjadi pilihan takdirku
Musim semi akan datang tanpa kuminta
Dan,
bilamana suka menjadi bagian lain dari takdirku
musim gugur akan tetap seindah musim semi
Bilamana angin tak lagi ramah
menyesatkan jauh langkahku
biarkanlah hujan menjadi peneduh ketika aku hilang arah,
sisakan satu saja asa untukku,
agar dapat kuberharap semuanya ada.
bilakah ?………
[22 Januari 2008]
9.the best yet to come
the day has gone changing into the night
and i’m still here
stuck in a moment of confession
but you are still yet to come
you make me in bloom and blue
right here! I tell you a story
a piece of dream
written on a white paper
so i need myself a poetry
to give it to you
i tried to, but i failed
and failed again
don’t know why
today so were yesterday
i am like an empty glass of wine
dry without inspiration
all i want is to see you
but a part of me is so naive
so i need you to see a real me
and all i can say that
heaven please come down
hear my prays:
“to see you in a real way
not just a shadow in my sweet dreams”
Belenggu hati
Hari ini kudengar satu berita
Kesal hati ku dibuatnya
Dia…
Lebih beri kasih
Maafkanku…
Tak berarti lagi kini
Seperti tumpahan puisi yang tersurat
Resahkanku…
Bukannya tak tahu dimana pijakan hati
Tapi…
“ Belenggu artinya:
Tutup mata, telinga, dan hati ”
Luar biasa teman-teman puisi yang indah-indah, terima kasih yaa
ada beberapa tanda baca yang tidak perlu dan terlalu banyak di gunakan seperti titik-titik….. atau tanda koma, salam kreatif
setelah hujan…
Siapa kah dia yang duduk di sudut kursi kayu dihadapku?
Matanya bertabur cahaya keindahan yang menukik tajam menenggelamkan..
Menyilaukan ke sudut mataku yang hampir ter butakan olehnya
Kerudung hijab birunya menyerap semua rona hijau di sekelilingku
Aku saja hampir terbata tak sanggup berkata….
Baru kemarin pagi aku meratapi hujan
Takut badai tak bergegas pergi dengan halilintar besarnya…
Aku tak bisa berteriak, hanya diam menggigil dilangit yang kudiami
Redalah reda …
Hanya doa sederhana itu yang aku tasbihkan
Dan cahaya langit pun mulai benderang menghampiri
Aku rasa Tuhan mendengar doaku..
Doa dari hati dan wajah yang selalu ingin bertemu
Betapa tidak…
Dia seperti bunga indah yang selalu kupandangi ketika hujan bulan Januari
Dimana harum nya selalu ku ingat mengikat…
Harum yang terbawa angin dari timur ke barat
Menjadi doa yang panjang kala aku tak diharapmu
Elgibran
Cisangkuy 080312
http://puisiduahati.blogspot.com/2012/03/setelah-hujan.html#comment-form
izin share puisi mbak
Yogyakarta Kita
Hidup kita adalah semilir angin
Merindukan harum ombak senja dan belaian sinar rembulan
Di laut selatan
Bahkan ketika rasa mulai pudar
Terkikis badai pasir yang menjemukan
Kita masih berharap ada nyanyian pilu musisi jalanan
Sebagai penghantar tidur
Gemerlap lampu perkotaan semakin redup
Kita masih setia menanti di etalase Malioboro
Seorang wanita bercadar jingga
Membacakan puisi kita dengan anggun
Dunia semakin berlalu
Dedaunan enggan bertahan di rantingnya
Nantinya kita bukan lagi kita
Namun masih tetap merindukan hal yang sama
-Yogyakarta kita-
(M.R. 21 Maret 2012)
Kenikmatan mencintai Allah
Ada yang tak ngerti akan
seni indah mengenal allah
dianggap allah tak pernh peduli
padahal kesombongan dia dan
ketda ngertian buat ia tak ngerti
pa jasa allah padanya
Tanamkan biasakan berdoa
tetapkan hati dengan sholat
biarkan sholat yang selesaikan
pa masalahmu,
doa yang baik adalah doa yang
ditetapakn dlam bahasa kesadaran
orang berhutang ,ketakutan ,sedih
paling gampang ia dekat allah.
Latihlah jiwamu dengan puasa
karna puasa akan melatih jiwamu
agar matng dalam doa.tapi tetapkan
doamu dalm puasa tersebut akan bahasa
qalbumu dapat muncul dan menyinari kegelapan hatimu
yang galau dan suram
Syair renungan cinta diri pada allah
Broken Home
Aku adalah anak yang terlahir dari keluarga broken home. Akibat dari pertengkaran orang tua, Aku terjerumus kehal-hal yang negatif. Pemakaian obat-obatan (NARKOBA) sudah tak asing lagi dikehidupanku. Tanpa obat-obat (NARKOBA) hidupku terasa tak berdaya tubuh lemah dan kecanduhan terus-menerus hidupku tak karuan,bergaul dengan anak-anak pecandu (NARKOBA). Dimata keluarga, Mereka bilang aku kuat tapi mereka tak tau kalau aku itu butuh yang namanya KASIH SAYANG……
Walaupun aku seoramg pecandu NARKOBA dan jadi bandar NARKOBA tak urung niatku untuk berkarir. Hari-hari pun aku telah lewati hampir sudah lima tahun ini aku hidup hanya dengan obat haram (NARKOBA). Dan suatu ketika aku tertimpa musibah, stok obat (NARKOBA) habis dan akupun dikejar-kejar POLISI. Aku tak tau harus bagaimana lagi untuk melepas baranf haram (NARKOBA) ini.
ini.
Suatu hari aku ditangkap dan dipriksa berlarut-larut, Akhirnya polisi mengidentifikasi bahwa aku sudah kecanduan dengan obat haram (NARKOBA) ini sejak aku berumur 15 Thn. Akupun ditetapkan sebagai TERSANGKA. Hari-hari aku lalui didalam penjara tapi tak satupun keluarga yang menjengukku. Hingga mencari tau tentang informasi kehilanhanku tak perna. Hingga aku menunggu berhari-hari baru mereka menjengukku.
Mulailah perjalan hidupku…..
Akupun diREHABILITAS…..
1 Tahun Kemudian
Ketika aku yang tadinya urak-urakan gara-gara obat haram ini. Keluarga aku utuh kembali seperti kala dulu. Aku kembali lagi kesekolah walaupun teman-teman aku yang belum terima dengan keadaan yang telah aku perbuat, terutama orang-orang yang sudah kenal aku dari SMP. Sahabat aku, teman curhat aku yang namanya FEBRIN biasa dipangil ebe. Aku udah ngecewakin dia banget, Sampe-sampe dia hampir meninggal gara-gara Aku. Tapi itu semua, tidak terjadi dis masi bisa diselamatkan.
Hari-haripun telah aku lalui, Akhirnya semua sahabat-sahabat gue bisa menerima gue satu-persatu walaupun agak lama sih, tapi aku bisa diterima ngak segampang itu karena gue sadar gue itu bekas dari pengguna NARKOBA sekalian Pengedar juga.
PESAN GUE: Buat orang tua jangan sekali-kali kalian meninggalkan anak kalian, walaupun sesibuk apa kalian!!! sempat-sempatnya kalian ketemu sama anak kalian setidaknya hanya sekedar nyapa.
PESAN GUE: Buat orang yang kaya gue jangan takut dijauhi teman-teman dekatmu terutama sahabat-sahabatmu, yang selalu mengsupor kamu, walaupun kamu bekas pengedar narkoba jangan takut untuk bermimpi dan berkarir selama kamu masi bisah…………………………………..
SAY NO TO DRUGS
hai terima kasih ya sudah berbagi, pengalamanmu tentu saja sangat berharga buat kita semua. Dan rasa syukur yang tak henti karena Tuhan telah melindungimu. Salam hangat salam persahabatan.
terima kasih sudah mengirimkan tulisannya di sini dan tulisannya bagus looh. Ada sedikit yang harus di perbaiki mengenai penggunaan awalan huruf besar pada allah jadi Allah. kemudian pada baris kedua kata ngerti seharusnya mengerti.
Dan aku suka tulisanmu yang penuh renungan ini. terima kasih ya
terima kasih sudah berbagi puisi di sini.
Aku suka kalimat penutupnya yang menarik “Namun masih tetap merindukan hal yang sama” kalimatnya sederhana tapi bermakna.
terima kasih, Salam kreatif, salam persahabatan
Hujan memang banyak melahirkan inspirasi bagi para penyair, sepert halnya puisi ini menggambarkan kejadian setelah hujan dan yang menggugah ada kalimat “Baru kemarin pagi aku meratapi hujan”.
sebuah puisi yang indah, terima kasih ya sudah berbagi
sama-sama mbak
Salam
RINDU
gumpalan awan menutup mentari, udara pasi, langit bisu
dan angin tenggara menelusup diam diam kesebalik hati,
ada rupamu tegas terlihat, diantara dedaunan akasia,
suaramu di desau ilalang dan rindumu meretas dikuntum asoka,
lalu aku hanya bisa menatapmu tanpa bisa menyentuhmu,
meski rindu menjerat tak tertahankan…
SANG PENEBAR REJEKI
Gelepar seekor pipit menggoyangkan ranting
bunga Kacapiring yang kini menjadi patung
Setelah angin reda dan hujan pun pergi
Hanya genting sesekali menjatuhkan air
Seekor bebek mematuk tanah
yang seperti karpet air
empat ekor ayam pun berputar mematuk-matuk
Oooi
betapa hujan memang membawa rejeki
bukan saja bebek dan ayam
atau pun si burung pipit
Pepohon dan tanaman yang seperti mati
kini segar kembali
bertumbuh ranum
Demikian bukankah
hujan membawa berkah
menebar rejeki bagi
sesama ciptaan Ilahi
kaki bukit , Ahad 8 April 2012
Ba’da Zuhur
Zikir Hujan
Weees…air hujan jatuh di atas
Menerpa dedaun bunga Bougenville
daun di ranting pohon Delima
dan rerumput hijau di halaman
Gleceecceek…gleceeecceek…
bunyi air pancuran menuruni
tembok depan rumah
jatuh ke bumi
Menari gemulai reranting bunga
Delima, Bougenville, Daun Sembung
Rumput Jepun pun diselimuti karpet air
Tampak coklat warnanya
Di atasnya butiran hujan membuat jadi
Ratusan kupu-kupu menari-nari
Nyanyian gembira mereka
atas tebaran kurnia-Nya
adalah tasbih alam pada Ilahi
serta syukur mereka atas kurnia-Nya
Di atas bukit
pohon kelapa dengan tigabelas pelepahnya
menjadi arca
berbaris pula pohon Suren, Rumpun Bambu dan Nangka
menjadi lukisan alam
laksana siluet hitam putih oleh kabut
Kata siapa mereka diam diri
adalah mati
mereka seperti patung termenung
sedang berzikir mengikuti irama
kehendak Tuhan
Butiran air dari jauh seperti uban berbaris
meluncur menuju bumi
sesekali Guntur menyalip bunyi seaah hujan
Kilat pun berkelebat seperti tak mau kalah
mengikuti kehendak-Nya
berlomba-lomba mereka menyebut asma-Nya
Kata siapa mereka mati
karena berdiam diri
yang mati sesungguhnya
jiwa manusia
yang tak mengerti bahasa alam
jiwa yang keras membatu
tak mampu
menangkap gelombang ayat-ayat Tuhan
yang terbentang
kaki bukit, Ahad 8 April 2012
Ba’da Zuhur (13.35)
* penulis penikmat hujan.Tidak pernah aktip di komunitas sastra manapun. Tinggal kaki bukit barisan gunung Haruman-Guntur.
SURGA KESUCIAN CINTA
Pernikahan
Surga kesucian cinta yang anggun
Anugerah Tuhan
Tak tergantikan
Pernikahan
Surga kesucian yang anggun
Bukan rumah impian
Tercipta dari pasir-pasir keraguan
Pernikahan
Surga kesucian yang anggun
Hapus luka
Sepanjang peta setia
Kamar Waktu, 20 April 2012
AKU INGIN SEKOLAH
Aku ingin sekolah
Biar sejarah
Tak jadi gubuk rapuh
Aku ingin sekolah
Biar bunga merdeka rekah
Sepanjang desah
Aku ingin sekolah
Tolonglah
Jangan kau jarah impian yang telah tumbuh
Kamar Hati, 20 April 2012
assalamu’alaikum, nebeng share puisi ya…ini hanya puisi sbg kecintaan pada tanah asal bukan maksud mau menunjukkan unsur sara..
Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)
Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)
Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)
Gen padeak indok (Aduh ibu….)
Gen padeak bapok (aduh bapak..)
Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)
Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
hilang)
Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
terasa dekat)
Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
bapak)
Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)
Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
Rejang)
Keme Tun Jang Kami suku Rejang
Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.
(by. Indah Sari Kencanawati 2009)
(sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.
assalamu’alaikum, nebeng share puisi ya…ini hanya puisi sbg kecintaan pada tanah asal bukan maksud mau menunjukkan unsur sara..
Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)
Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)
Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)
Gen padeak indok (Aduh ibu….)
Gen padeak bapok (aduh bapak..)
Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)
Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
hilang)
Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
terasa dekat)
Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
bapak)
Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)
Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
Rejang)
Keme Tun Jang Kami suku Rejang
Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.
(by. Indah Sari Kencanawati 2009)
(sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.
Mengurai kata,
tanpa makna
Serupa angin,
bertiup tanpa pesan
Hanya meraba-raba aksara diam
yang mengeja suara-suara sunyi
Bukan aku mau,
hanya saja,
semua membuatku begitu
[26 Februari 2012]
Mengurai kata,
tanpa makna
Serupa angin,
bertiup tanpa pesan
Hanya meraba-raba aksara diam
yang mengeja suara-suara sunyi
Bukan aku mau,
hanya saja,
semua membuatku begitu
[26 Februari 2012]
Bagaimana bisa?
kutulis bayangnya di benakku,
jika masih saja langit berduka
titik –titik air menggoyang genangan lamunanku
lagi dan lagi
Jika kau memang berduka,
menangislah
tapi,
jangan ajak aku serta
Karena,
akupun tak kalah berduka
jauh sebelum duka datang padamu
[ 25 Februari 2012]
Pintaku,
Bila saja nanti hujan mereda
ambilkan aku satu saja
untuk gantikan sayap patahku
dan ajari lagi aku untuk terbang
Tidak tinggi…
tak apalah asalkan sampai diujung sabit
bila tidakpun
jatuhkan aku di jingga pelangimu
cukuplah itu saja
Sebelum aku diajaknya terbang jauh darimu…
Setidaknya kutinggalkan untukmu,
menggenapi tujuh warna diujung sana
yang bisa kau pandangi nanti,
tanpa aku
Yogyakarta :
Masih basah tersisa hujan, ketika senja enggan memohon diri
beranjak menjauh, mengalah pada malam
tak cukup terang,lampu jalanan menyala suram
begitupun lamunanku
Tak seperti musim yang lalu
tak kudapati apa-apa disana, tak juga kau
Gelisahku tak lagi bermakna, terlanjur sudah menjadi renjana
kehilangan meraja
kau hanya bernama kenangan kini tidak lebih,
hanya itu saja…
Meski harus membagi perasaan menjadi dua
antara kehilangan, dan yang lainnya
rindu
Tapi…,
Aku akan selalu pulang {lagi}.
SKIZOPRENIA
Karya Sri Neneng
Secangkir kopi masih kau seruput tadi pagi
sebatang rokok menemani
Juga sebungkus roti
Kini aku sendiri
Merasakan betapa sakit ditinggalkan
Walau kutahu kau tak mendua
Aku takmau kaupergi
Semakin senja, bayang wajahmu kian menggoda
Sapa mesramu, makin nyata
Belai tanganmu, kian terasa
Aku terkena skizoprenia
Tentangmu yang jauh di sana.
Jika aku menDoakanmu
Mungkin terlalu naif jika aku mendoakanmu
Kau kini sedang berlari memecah ombak
Bersama seorang malaikat berparas jingga
Sedangkan aku,
Masih terbenam dalam matahari
ditemani kekaguman dalam sunyi untukmu
DULU SAHABAT
mungkin sakit yg kupikirkan
mungkin sakit yg kurasakan
sakiti aku, dr sisiku
mungkin sakiti kamu, dari sisimu
aku disalahkan, aku mengalah
selalu begitu, kembali mnjadi yg salah
tidak mau lagi, aku menjauh
tanpaku nampak lebih baik
hanya mengenang waktu2 duluuu
penuh arti dan keceriaan
atau
mungkin aku saja yg tidak tau…….
sbenarnya…
dbalik topeng
hidup tanpa kemunafikan dan kebohongan.
sudah cukup buatku…