Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Tembok Juliet


a00Curhat Wanita Patah Hati di Tembok Juliet

KISAH cinta Romeo dan Juliet terus melegenda di hati para pasangan yang tengah dimabuk cinta. Meskipun, belum ada sejarah yang membuktikan bahwa kisah ini nyata tetap saja banyak orang yang memercayainya.

Salah satu buktinya adalah Tembok Juliet atau Juliet’s Wall yang terdapat di Kota Verona, Italia. Kota ini merupakan kota keempat yang paling banyak dikunjungi turis mancanegara. Tujuan utamanya adalah mendatangi museum rumah Juliet.

Legenda ini berawal dari kehidupan pada awal abad 13. Dua kekasih muda yang tidak diizinkan keluarganya untuk mencapai impian cinta mereka. Kemudian, keduanya nekat melarikan diri ke Kota Mantua. Puncaknya terjadi saat Julie meneguk ramuan obat bius, berpura-pura tewas. Dia berharap Romeo datang ke makam dan pergi membawanya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, Romeo menduga kekasihnya telah mati dan dia pun bunuh diri. Ketika Juliet, bangun dia sadar bahwa Romeo mati. Juliet pun menusukkan jantungnya, menyusul kematian Romeo.

Pasangan kekasih ini dikisahkan berasal dari dua keluarga yang berpengaruh di Verona abad itu, Montechhi dan Capuleti. Keluarga tersebut dikabarkan benar-benar ada di Verona awal abad 13 dan konflik bebuyutan antara dua keluarga ini memang terjadi sangat hebat.

Penyair Tuscan Dante, yang telah tinggal di Verona pada masa keluarga Capuleti dan Montecchi, menyebutkan dua keluarga tersebut dalam bukunya Divine Comedy. Hanya saja kisah Romeo dan Juliet tetap menjadi legenda, karena tidak ada dokumen sejarah yang mendukungnya.

Kemudian legenda ini  diangkat William Shakespeare ke atas panggung drama. Novelnya sendiri ditulis Vicenza Luigi Da Porto (1485-1529), dan diterbitkan di Venezia pada pertengahan tahun 1500-an.

Rumah Juliet adalah bangunan pada abad ke-12. Bagian balkon di rumah ini adalah satu-satunya bagian yang cukup baru di bangunan ini. Balkon dibangun tahun 1937 untuk kepentingan pariwisata, dalam rangka memperingati renovasi rumah.

Setiap turis yang datang ke Verona tak mau menyiakan kesempatan dengan mengnjungi Rumah Juliet, memfoto balkon Romeo-Juliet serta meninggalkan tulisan di tembok rumah tersebut. Selain itu, turis juga memegang payudara kanan patung perunggu Juliet. Hal ini merupakan tradisi yang kabarnya akan membawa keberuntungan, terutama dalam hal cinta.

Praktek menempelkan surat di dinding Juliet ini sudah berlangsung dari tahun 1940-an. Kebanyakan wanita muda itu meminta saran dalam hal cinta. Awalnya surat tersebut diselipkan di dinding, kemudian pada malam hari surat tersebut dibawa dan dijawab sekelompok relawan wanita di Verona.

Hingga kini sebanyak 5.000 surat datang setiap tahunnya di tempat ini. Relawan yang tergabung dalam sebuah Club di Giuletta ini terdapat 15 orang lebih dan memiliki keahlian bahasa-bahasa romantis.

//

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.768 pengikut lainnya.