Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Lukisanku belum usai..

6 Komentar

perempuan itu tersenyum..
membawa sekeranjang apel ranum…

seperti kisah dongeng putri salju..dan tujuh kurcaci

senyum berubah kecut …
aku lukis saja apel merah dan
warna langit yang tetap biru..

apel merah menggantung
dan langit biru cerah ..
seorang perempuan berlari..
dan gaun putihnya yang melambai tertiup angin…
hari ini…..
lukisanku diatas kanvas putih..

lukisanku memang belum usai.. masih terlalu kaku dg merah biru dan putih yang tertiup angin… aku tambah warna lain..agar tak membeku..

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

6 thoughts on “Lukisanku belum usai..

  1. jangan lupa warna hitam dan putih karena itu warna kesukaanku,..hehehe,.

  2. Biarkan saja warna-warna itu menyala di atas kanvasmu
    Tak perlu kau sapu dengan gurat warna baru jika memang tak harus
    Pun bila kau ingin

    Jika memang harus ada warna lain
    tempatkan saja ia bersisian dengan sapuan yang ada
    jangan tumpukan karena ia akan melahirkan keburaman

    lukisan itu, tentu kau inginkan bisa memantulkan kecerahan makna
    bukan hanya tentang nestapa
    tapi juga tentang rasa, asa, dan bahagia
    jadi biarkan saja makna-makna itu melekat di kanvasnya
    sampai ketika kau ingin menyelesaikannya…

  3. jika lukisan itu harus selesai diujung penantian ini..
    maka biarkan lukisan warnaku mengering…
    tentu saja keajaibannya adalah pada makna yang tersirat..
    bening air mataku menetes karena bahagia….

  4. tuntas sang pemikir bercerita
    seperti menapaki jalan terjal tak bertuan..
    selesai sang pemikir menyerah terpenggal ditepi jalan ..
    kiranya terus bertahan?
    mengikuti segala irama tanpa tunggu jawab?..

    tuntas sudah segala hasrat
    membiarkan getir menumpuk
    dan lupa menyempurnakan warna warna rindunya sendiri ?…

  5. Jangan jadikan lukisan warnanya memudar, sempurnakan lukisanmu dengan harapan, biarlah aku yang menjaga lukisanya untuk tetap bermkna karena kau anugrah terindah yang diberikan, aku tetap akan menikmati dan memuja semua karya imajinasimu, karena karyanya telah mengalir di darahku,

  6. Lukisan nya akan menjadi seindah warna pelangi…. Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s