Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Sajak Rindu Petikan dawaimu..

12 Komentar

Sudah di terbitkan dalam buku “RUANG JINGGA”
Antologi Puisi 12 Penyair Jingga
Penerbit : Q Publisher, Jakarta

Petikan dawaimu menelanjangiku
aku telanjang diatas langit malam
imajinasi liarku menari meliuk liuk lepas
memanggang hasrat menggelinjang
menunggu embun bebas mengecupku lembut…

petikan dawaimu memukau, tarianku melemah….
keberanianku tak tangguh kukuh
aku bagikan kisah bagai langit luruh
diantara suara rindu bergemuruh…

Petikan dawaimu memukau
oh… rinduku pada Ilalang ….

Petikan dawaimu mengalun
menggairahkan pesona diujung penantian

Petikan dawaimu ….
dan aku disini dikaki langit hingga senja membias jingga

13/02/2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

12 thoughts on “Sajak Rindu Petikan dawaimu..

  1. Rindumu sungguh menggebu
    membuat langit malam terkesima
    dan embun tersipu

    andai sang pemetik dawai memahaminya
    mestilah ia berbungah
    rentak jemarinya tentu akan menggila
    hingga tak ada lagi batas yang tersisa

  2. Ada rasa sesak menghempaskan sesal berkepanjangan, dihamparan itu saat harpa pelan kupetik
    satu nada tinggi terlampiaskan dengan gundah, diisi dengan nyanyian “lara.

    Petikan itu bukan bait kerinduan, bukan juga melodi yg hendak kulantunkan.

    Terbiasa dalam remang lentera
    menyebabkanku buta pada permainan sinar mentari,
    tanpa menyadari bahwa silaunya pada satu titik yg dibiaskan dr kaca pembesar mampu membuat senar harpa terputus, dan tidak beraturan.

  3. wihh indah sekali puisinya ajarin donk hehehe

  4. petikan dawaimu, mengerti akan perasaan rinduku,..

  5. @Me, … mestinya sang pemetik memahami …
    agar rentak gerak menggila dan tuntas… trm ksh komentarnya !

  6. @Restu,… jangan biarkan sesak menyesak berkepanjangan..
    biar saja suara dawai mendenting denting.. agar tarianku menuntas !
    matur nuwun sanget Mas !

  7. @Rukzo,… trm kasih atas pujiannya… ayo menulislah dulu.. biarkan orang lain mengagumi tulisamu… ditunggu yaaaa…

  8. mantab banget sajak @Rini yg ini, kerinduan. duh dalam banget artinya.

    teruskan berkarya @Rini,

    ini oleh2 dari saya utk tulisan yg baru

    http://andysyoekryamal.wordpress.com/2010/03/05/biarkan-payudaraku-tetap-basah/#more-539

  9. Ma kasih Dellaanna…. aku sudah berkunjung dan membaca tulisan itu… wah keren banget lho ! sampai aku mengulangnya.. thx yaaaa

  10. Puisinya bagus… Salam kenal🙂

  11. I do not leave a ton of remarks, however i did some searching and wound
    up here Sajak Rindu Petikan dawaimu.. | Komunitas Pecinta Puisi.
    And I actually do have 2 questions for you if you
    do not mind. Could it be simply me or does it appear like a few of the comments look like they are left by brain dead
    individuals?😛 And, if you are writing on additional social sites, I would like
    to keep up with everything fresh you have to post. Would you make a list of the complete urls of all your communal pages like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s