Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Sajak K e m a t i a n

31 Komentar

Kelam menggenggam cekam
tapi gumpalan awan menyemai damai
ketika jingga senja menebar
atau suara fajar menuai segar

Sayup Sangkakala terdengar syahdu merayu dayu
menghembus aroma maut kelu dan suara sendu

Ilalang kering ikut riuh
gemuruh menghempas luruh
akar kering ikut tercerabut
dalam takut dan kalut

Tak surut doa turut
tidak sekedar patut
demi polah yang masih carut marut

Nyawa meregang, memisah jasad dingin menegang
Nyawa melayang terbang ruh menghilang
tinggalkan wajah pias membias dalam kenang
Kaku tubuh terbujur tanpa dengkur panjang

waktu telah habis terkikis
dalam telapak jejak bergaris garis
tak lagi sempat merasa miris dan menadah rinai gerimis
apalagi bisa menangis, hanya mata menutup tipis
dan senyum mengiris sakit yang manis

Mati dan kafan putih membentang
sama saja dengan tanah merah basah yang memberi ruang
menanti tutupi jasad mati dan taburan melati ….

….riuh riuh doa memanjat, riuh riuh celoteh burung burung kematian
….riuh riuh isak tangis, riuh riuh jejak jejak meninggalkan tapak…

Tangerang 27 Feb 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

31 thoughts on “Sajak K e m a t i a n

  1. Jadi ingat dosa sendiri :-[

  2. engga ada tuh sob yang namanya dosa😀

  3. nice poem @Rini, kematian adalah akhir dari apa yg ada didunai ini yaah. bagus sekali. thnx yaa @Rini sdh mampir di lapak ZONA MERAH. salam

  4. @Dadot & Red…. Thx yaa komentarnya! disini saya cuma sedikit mencoba menulis sesuatu yg sangat kecil, bagaimana kejadian ketika kematian itu tiba ….tapi soal dosa ? saya masih perlu belajar banyak nih..

  5. @Dellanna, sama sama terima kasih juga atas komentarnya… juga kunjungannya… Blogmu juga keren lho ! tulisanmu itu, bagaimana kita bisa membaca seseorang dari cara tidurnya…… (pasti aku balik lagi deh.. hehehe)

  6. silahkan @Rini,…dengan senang hati, btw saya sangat poem loh. makanya waktu masuk blog @Rini, waduh… ini dia !. saya akan sering2 mampir ke sini. salam persahabatan.

  7. hah… aku sangat jauh dari sempurna, tp bukan itu yg membuatku galau. aku jauh dari sahabat terbaikku, iman…

    my page

  8. mati itu adalah pintu, dan Kita pasti akan melewati pintu itu

  9. @ Han! : i agree with you

  10. Kematian adalah awal dari kehidupan yang lain ….
    Kehidupan yang sekarang adalah bagian dari kematian itu sendiri …

    Kehidupan dunia yang fana kadang membuat kita lupa waktu ….
    Ketika nafas berada diujung tenggorokan …..
    Ketika mata terbelalak ketakukan……
    Saat itu kita sudah tak mampu berbuat janji lagi ……
    Sakratul maut sudah menjemput …..

    Jadi…..terimakasih puisi kematian !
    kau sudah menyadarkan diri yang selalu alfa ini ….

  11. buatin puisi cinta dunk mbk..hehehe

  12. @Han, ya pintu itu harus kita lewati… mudah2n kita semua selamat ..Amin

    @Mas dadot, kita semua memang masih jauh dari sempurna… apalagi aku nih …. hehehe thx yaaaa

  13. @resensi66, puisimu indah ! trm kasih banyak yaaa…. sudah mengingatkan aku juga… i

  14. @bowo,… thx yaaa atas kunjunganmu ! Puisi Cinta ?…. wah wah sedang jatuh cintakah wo ?…. boleh nanti aku buatin deh..

  15. @ Mbak Rini : saia masih kecil, masih putih abuabuerz .doain uan lulus terbaik ya…

  16. Jika ada yang pasti di dunia ini
    maka kematianlah sesungguhnya kepastian itu
    mengingatnya mampu menjadikan kita lebih arif
    mengingatnya mampu menyadarkan
    bahwa kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa
    mengingatnya mampu mendekatkan kita pada Sang Khalik

    Sajak yang sangat bagus!

  17. @me, sebuah kearifan …
    jika saja aku bisa menerima dengan ikhlas tentang kepastian itu..
    jika saja aku bisa…
    jika saja aku menerima bahwa mati adalah hanya tinggal menunggu waktu
    jika saja semua pesan sudah tiba dengan indah pada tempat yang seharusnya…

  18. jd keingat dosa yg slslu sj mengalir..😉

  19. hmmmp, akku sedih baca sajak ya..
    Ayah ku meninggal aku tak di ajak ibu liat ke rumah sakit…hhe T_T

  20. @M.Zakariah,…. biarlah cerita mengalir ..! bahwa Sang Pencipta yg menentukan tentang dosa….

    @P.Kasir, aku turut berduka atas kematian ayahmu…. ini hanya soal cara Sang Pencipta menentukan kematian itu…. yg sabar yaaaa..

  21. Ya Aku pasti mengerti bahwa aku pasti mati….
    dengan cara apapun itu…
    tapi jika aku bisa meminta aku ingin mati dengan cara yang baik..
    dan sedang ada di JalanMU…Amin

  22. Mati..kapan, aku?

  23. tidak akan pernah ada yang bisa mengatakannya dengan pasti…. ?
    kapan ? dimana?

  24. saat2 terakhir manusia di dunia ini ya mbak untuk berpindah ke dimensi selanjutnya. salam kenal🙂

  25. @salam kenal kembali klething….. ma kasih ya sudah mau membaca tulisanku…

  26. SUatu Masa
    —————
    ….


    Wahai diri nan lengah
    Ingatlah suatu masa, dimana kau akan berada ditempat yang pengab
    Gelap, sempit, dan cacing-cacing kelaparan
    Tubuhmu dihimpit bumi yang benci padamu
    Kau akan melihat penjaga-penjaga yang ganas, siap menghantammu
    Gada di kanannya dan cemeti tergenggam di kirinya.
    Hari itu kau takan mampu menyumbat mulut mereka

    Wahai diri nan lengah
    Hari ini kau mampu berjalan dan berfikir
    Namun matamu buta, Telingamu tuli
    Hatimu tertutup debu-debu yang menghitam
    Kau goreskan pena hitam dilembaran hidupmu
    Kau berjalan dengan langkah terburu dan takberaturan
    Kau hiasi hari-harimu dengan tertawa terbahak
    Kau merasa sanggup membeli kitab putih untukmu kelak
    Kau bertepuk dada dan memicingkan matamu dari manusia

    IB19 10-12/Mei93 10.20

  27. akan sebesar yang kita kira-kah duka orang-orang yang kita tinggalkan? adakah tangisan lirih yang tertahan, ataukah raung panjang menoreh malam? ah, andai saja kita tahu, kapan sa’at itu tiba…

  28. semangat te2h trz brkarya..aq mendukungmu..!!

  29. sajak kematian keren :)) tapi nanya deh.. jejak sama tapak beda ya mbak?

  30. Ping-balik: [puisi] Anakmu bukan anakmu | Dongeng Budaya

  31. saya sangat bangga atas puisinya. Saya tdk bnyak kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s