Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Sajak Sang Lelaki

9 Komentar

Sudah di terbitkan dalam buku “RUANG JINGGA”
Antologi Puisi 12 Penyair Jingga
Penerbit : Q Publisher, Jakarta

Sang Lelaki, sebatang cerutu mengasap
mengepul mabuk cinta kepayang
duduk merentang tangan melipat kaki
membaca ulasan syair pada lontar

duhai Pujangga ditaman sang dewi
menembang kidung kasmaran tak lapuk
oleh waktu yang menggilas panjang

duhai Juwita wiwitan cinta
degung, kecapi karawitan
memetik denting mengalun syahdu

Pantura
Dua April 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

9 thoughts on “Sajak Sang Lelaki

  1. Posting yang menarik.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Bagaimana cara memilih mesin cuci?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.

  2. Sajak pendek yg walo pendek tapi mengena,,memakna cinta,,tak habis kata untk mengurainya,,sanjung sanjung kidung dipanggung wuyung,,

  3. @ Harisisanto, terima ksh atas kunjungannya ! ok nanti aku kesana yaa
    salam kenal dan salam hangat …

    @Ydy, wah wah matur nuwun lho sudah mengomentari tulisanku yang masih belajar ini, kalimatmu indah ! thx yaaaa

  4. Sang lelaki mestilah bukan wajah Indonesia
    karena jika Indonesia
    ia pasti lebih suka sebatang kretek
    dan secangkir kopi
    seperti juga kisah sang juwita
    yang lekat dengan degung dan tembang karawitan

  5. puisi yang indah.. terimakasih sudah sharing🙂
    ditunggu karya berikutnya🙂

  6. akulah lelaki kasmaran itu,
    yang dengan sengaja menunggu Venus di ujung senja.
    Akulah lelaki mati yang hidup kembali,
    karena hatiku kembali menyala dibakar cinta

  7. hallloo princesfarah, tentu saja boleh silahkan ! sajak ini sudah terbit dalam buku puisi judulnya Ruang Jingga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s