Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Renjana

5 Komentar

Renjana ketika mimpi Senyap merayap
menghitung waktu hingga terlelap
rona wajah merah dadu
mata teduh meredup
meremang tubuh
menyisa biru rindu
sendu rindu yang takjub

Renjana melewati ribuan hari dipucuk siang
mata melebihi jarak pandang
tapi makna yang patut
tapi makna yang dipahami

Renjana ketika realita dan angin menerpa wajah

Sembilan April 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

5 thoughts on “Renjana

  1. wah…mantap nih blognya bagus….
    begitu juga puisi2 dan tulisan2nnya

    bertemu juga di blog…saya blog walking dulu nih, sambil baca2…
    salam salam

  2. @mas Irwan, trm kash ya sudah berkunjung… salam juga!

  3. puisi kk’ bagus🙂
    kk’ ajarin aku bikin puisi dunk,,,,,,,,:)

    salam kenal kk’🙂

  4. Hai Minniemine… thx yaaa, boleh nanti aku ajarin hehehe
    salam kenal juga !

  5. Puisinya Elegan. Luar Biasa Mbak. Saya suka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s