Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Lagu sang hujan

8 Komentar

Lagu sang hujan menarik larik
disetiap catatan peristiwa dalam jambangan cantik
ketika menemukan segaris senyum di dongeng lirik

Sang hujan berlari mengejar mimpi tak kunjung temu
keinginan menjadi sebuah kemustahilan di negeri angin

Langit kelabu menyanyikan lagu hujan

butir air adalah pesona kekalahannya yang patut
menepis keinginan, bertaruh nyawa
dan sebuah kata bermakna nama
yang mungkin carut marut
mengusung sorak penghuni bumi

Tapi sang hujan mematut diri
sebagai kelayakan dalam cermin usang
dan coreng warna jelaga

Langit tetap memerah
lagu sang hujan mengalun

Delapan April 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

8 thoughts on “Lagu sang hujan

  1. Puisi yang bagus, salam dari pecinta puisi jendelakatatiti.wordpress.com

  2. hi.. lam kenal ..
    blognya oke

    saling mengunjungi yaa ..

    http://chepyamiraga.wordpress.com/2010/04/10/patungan-yuuuk/

  3. Diatas atap
    dentingnya riuh memukau
    memainkan sejuta irama kerinduan

    lagi, dijarinya yang tak berbilang
    gemulai menari didaunan
    melepas debu sisa cerobong asap

    lalu, dialur alur sungai gambut
    lagu sang hujan mengalun
    mengisi relung bumi

  4. terima kasih sudah berkunjung…🙂
    blog ini juga keren sekali…
    puisinya mantap…hehehehe
    salam kenal dari saya…🙂

  5. Hujan pun kini
    sudah enggan turun ke bumi
    karna langit dan matahari
    saling berseteru
    mencari sensasi
    siapa paling berani
    oooohh…malangnya bumi Indonesiaku.

  6. he… aku kirain tadi adalah sebuah lagu.. sampai pengen tau nadanya.. hahah.. polosnya aku,,,

  7. haluu mbak rini…
    puisi2nya sekali2 dikirimkan ke buletin sastra pawon aja mbak.. siapa tau bisa dimuat…🙂

  8. nama boleh carut marut
    merah tembaga biarlah mengukir sang langit
    sang hujan kan tetap berdendang
    hehehee…. mana bisa hujan berdendang……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s