Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Debar

4 Komentar

Bawa jiwa malam ini melambung
disetiap debar yang terjunjung

bawa seikat bunga bakung ungu
dalam tangan yang melingkar rindu

debar langit ditengah karam dan segelas air jeruk
debar harap di ruang waktu yang tak sempurna
debar batas yang memburu temu tak tuntas
debar kenang mengingat indah liukan tari ilalang

7 Mei 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

4 thoughts on “Debar

  1. debar itu liukan tari ilalang, hampr seperti siul melengkig curam …. yuuhhh aku ikut berdebar kiehb …

  2. Thanks yah dengan Puisinya

  3. Katakan pada malammu
    debar itu tak perlu

    teruskan saja tarian ilalang itu
    agar malammu tetap riang
    agar langitmu tetap benderang
    dan getarmu tetap menjalar…

  4. @Riyadi, debar debar terdengar ….

    @Hani, sama sama ma kasih juga

    @Me,
    Katakan pada malam ku? tentang debar yang tak perlu ada
    sementara tarian ilalang terus meliuk indah
    sementara debar kian menggetar…
    thanks !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s