Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Senyum langit menggodaku

4 Komentar

ikat aku dengan ekor matamu
ditengah malam hiruk pikuk hingga menjelang pagi
ditengah gulita genggam ujung jemarimu
ketika senyum langit terus menggoda
lantas bulan bertanya, inikah yang kau nanti ?
teriakan histeris !
abaikan benderang bintang
meluruh gemuruh
mengendap geliat
menjunjung haru

senyum langit tak bergeming

7 Mei 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

4 thoughts on “Senyum langit menggodaku

  1. ternyata bukan sepi. bahkan riuh hati gemuruh selalu menyelimuti. diksi yang kontemplatif… biar kucanda dulu dengan senyum langit itu … salam…

  2. senyum langit kadang menghadiahi kita mendung….mog hari ini langit Indonesia, tak lagi menangis…………………………

  3. Malam telanjang tanpa bayang-bayang
    kau berlari kearah pandang yang tak mengerjap
    dalam gelap kau sembunyikan semburat
    malu, rikuh, lalu tersipu

    degupmu menggemuruh dalam ragu
    itukah senyum langit yang kau tunggu?

  4. @Riyadi,
    yuups betul bukan sepi tapi gemuruh kian riuh ketika langit seperti menggodaku, matur nuwun mas… dengan prediksimu itu

    @Ferry,
    Amiin semoga, makasih yaaa

    @Me,
    aku memang tersipu dalam riuh gemuruh lalu jadi rikuh, bukan lagi ragu
    tapi aku terseret dalam pesona ! dduuuuhhh langit !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s