Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

TUHAN tak marah

16 Komentar

Ketika aku marah
seperti sempurnanya Tuhan meredam amarah karena Tuhan tak marah

Tuhan tak lengah
Tuhan tak jengah
lantunkan saja ayatayat dalam surah
hingga rindumu terjamah
karena CahayaNYA yang ramah

Seperti sempurnanya belalang perlahan memamah
pucukpucuk ilalang dan remah daun sirih merah

Tuhan tak ribut
tak susut kerut mulutmulut tersumpal lelah dan takut
hingga kulit mengeriput
hingga Kalam membelah langit dan awan yang tak beringsut

Tuhan tak tidur
sudahi dengkur terpekur
tak perlu menunggu waktu doa yang hanya sumpah serapah tak jujur

seperti sempurna bayang perdu digelincir senja dan tepian rawa
hingga ubun-ubun mengais doa disepanjang jalan berpohon cemara

Tuhan tak kikir
sudahi tarian pucuk daun kenikir
sudahi mimpi getir dan maknai tafsir dzikir
hingga sempurnanya tubuh menggeletar gigil mendesir

14 Juni 2010

Tuhan dalam rumah

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

16 thoughts on “TUHAN tak marah

  1. subhanallah….

    bener banget apa yang di tulis di puisinya….

    salam kenal…

    makasih puisinya…

  2. Allah membalikkan kau dari satu perasaan ke perasaan yang lain

    dan mengajarkan melalui yang berlawanan

    supaya kau memiliki dua sayap untuk terbang bukan satu

    Ingatlah!

  3. rinduku pun semakin terjamah, karena CahayaNYA yang ramah.
    ~Terima kasih support religinya Mbak Rini. Salam Kreatif….

  4. Tuhan taj Marahm, puisi sufistik Rini Intama ini benar-benar membuat saya gemetar dan terpukau. Betapa tidak, ditengah hiruk pikuk persaingan hidup yang kadang bahkan sering diwarnai dengan kepentingan dan kepalsuan saat ini, ternyata engkau masih mampu menjadi penolong atas kenistaan dan kehinaan yang sering dipertontonkan manusia pada lainnya.

    Tuhan Tak Marah, dan saya pikir tidak akan pernah marah. Jikapun Tuhan Murka, maka konotasinya adalah sebuah bentuk sentuhan kasih dan sayang-Nya. Agar manusia senantiasa bertaubat dan kembali kejalan-Nya.

    Tuhan tak Marah,
    ekspresi kudus seorang hamba, yang senantiasa kembali pada jalan-Nya. Menandai kealpaan dengan do’a dan istighfar.

    Tuhan Tak Marah,
    Kita pun berserah dengan cinta
    bukan ingin pergi dari neraka
    ataupun haus dengan beningnya surga.

    Moga puisi Tuhan Tak Marah milik Rini Intama ini senantiasa menjadi obor dan pelipur lara, disaat manusia lalai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sprituality. AMin.

  5. Tuhan hanya pelaksana
    apa yg kita pinta..
    suka.
    duka..
    ahh.,kita selalu lupa..
    Tuhan nggak pernah lengah
    membaca dyari kita…

  6. keren banget…salam kenal….

    di tunggu kunjungan baliknya

    terima kasih …

  7. tak jengah..bagi siapapun yang menelesuri puitika ini.

  8. Tuhan tak marah. Dan jangan kau menjadi pemarah. Sebab aku pun tak marah.
    Mantap pula komentar Ferry Arbania Sumenep Madura.

  9. Tuhan tak marah
    Meski cintaNya tlah kau jarah

    Tuhan tak marah
    Meski tlah kau buatNya gerah

    Karena Ia ada dalam ketiadaanya
    seumpama terik yg mengintai senja

  10. Sahabat sahabatku tercinta,

    Ketika tulisan ini tertuang aku merasa bahwa Tuhan begitu Penyayang dan tak pernah marah

    meski begitu banyak aku membuat salah dan seringkali gelisah

    Tuhan Sang Penuh Cinta mengusap mataku yang basah

    Tuhan Sang Pemurah memberiku Nikmat yang melimpah ruah

  11. Tuhan yang tidak pernah mengeluh

    kita manusia yang penuntut

    Tuhan begitu besar

    aku merasa kecil,….

    puisi mu bagus banget @Rin. aku suka
    salam

  12. Nice Poetry…

    Salam kenal🙂

  13. Rahmat & Rahim-NYA memnuhi alam semesta…

  14. Keren banget🙂
    Salam kenal, Mbak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s