Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Kekasih

15 Komentar

lihat saja rinduku menari-nari dilangit

Bersulam benang memintal warna
mendulang suara pagi bingkai kain melarang lara
Sumringah warna pena melukis wajah cinta

Digerimis tak sepotong katapun tertulis

Kekasih
Tak sedepapun membentang jarak
Nanti kupinta mendekat dekap sejenak

Tak sedetikpun sunyi meradang
Nanti kupinta mendendang
Nanti kupinta dimimpi mendatang

:: 30 Juni 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

15 thoughts on “Kekasih

  1. gerimis membumi, tanpa kata pun tetaplah puisi.
    sunyi meradang, tanpa kaupinta akupun berdendang.
    : demi merenggut cakrawala rindu.

  2. makin lincah puisimu menari
    menyeret lidah ombak imajenasiku
    bergumam dan berkata
    “Kau makin lincah menari dalam kepak mimpi sejati”

  3. biarkan rindumu menari
    sebelum gelap memupus hari
    biarkan rindumu menari
    meski langit tak lagi memberi

  4. puisinya bagus…serasa merambatkan rasa pada si dia

    btw. salam kenal dari saya mbak..

  5. aku juga suka bikin yg kya gini mba,,,
    Example:
    jika hanya kata2 dpt q lukiz namun
    knyataan tak dpt terwujud
    apa kata hati jika tak mampu miliki
    jika sembilu tertanam
    apa yg ada jika asa itu yg terakhir…
    tak sadarkah jika rasa terperih tuk jdikan nafas trakhir
    walaupun hanya angan terbesit dlm satu hati
    mengertikah ktika mrindukn,,,
    ksetiaan telah trabaikan
    menyerahkn tuk menebus suatu ksalahan
    sampai kapan mncari lembaran knangan
    spatutnya awal tiada akhir
    saat rasa tak mnjauh
    hati tak sampai mnuju nirwana
    tak dptkah u tau prasaan ktika q membutuhkanmu,,,,meski u sring menuntut q tuk mempercayaimu,sampai kapan u truz bgni.atau inikah caramu mencintaiku???
    hehehehe,,,,,,,

  6. puisi ini menarik, aku ingin juga menjadi rindumu

  7. Kekasih….

    dengdang itu senantiasa berucap
    dan tangan-tangan cinta ini senantiasa memintal kesetiaan
    bahkan….pada tarianmu yang mengangkasa dilangit takjubku
    tak kutemukan engkau melainkan kekasih

    menarilah my lovely
    meski tak keusarungkan dekap dilehermu yang menggugah diamku

    (Dari Sumenep Untuk Puisi Kekasih hingga Jakarta-mu)

  8. Puisinya menarik. slm kenal ya

  9. aku copas ” Sumringah warna pena melukis wajah cinta ”

    maknanya dalam banget, aku suka

  10. Sumringah warna pena melukis wajah cinta ( aku copas dari puisi mu diatas )

    adalah bagian yg begitu dalam maknanya utkku, i like it @Rin

  11. Kerinduanmu sungguh mengganggu
    mengusik setiap detak yang berjingkat
    mengguncang setiap degup yang melompat

    duh…
    jika saja jarak itu memang tak tertera
    jika saja mimpi itu tak pernah sirna
    maka pintamu seharusnya tak perlu ada

  12. membacanya membuat aku jadi rindu kekasih, hee..
    salam kenal, mba..

  13. Kekasihku…
    T’lah lama hilang
    hanyut dalam kegelapan
    memeluk sepi ku sendiri
    memendam rindu yg terkubur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s