Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Terima kasih

6 Komentar

Terima kasih
menghitung jatuh air mata diatas meja kacaku
Seperti serpihan beledu anganku
Saat gerimis belum usai menunggu waktu
Saat kita bertemu lalu aku tersipu
Terserah kau suka atau tidak mau

tak ingin ragu meski terima kasih ini hanya sebutir debu
dan terus menghambur dalam sajak-sajakku

Awal Agustus 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

6 thoughts on “Terima kasih

  1. sederhana, itu kesan pertama blog ini . sesederhana bait kata dariku.
    semoga ada sepatah kata yang akan mempertemukan kita dalam lengkung pelangi.

  2. Terima kasih…
    untuk sajaknya yang hangat…
    salam hangat juga…

  3. kembali kasih mbak Rini. biarlah sebutir debu turut mengukir luapan hati. salam.

  4. like this,,,,sajaknya membuatku kangen masa2 aku gandrung akan sajak dan puisi,,,,,trus berkarya🙂 kunjung2 ke gubug kecilku ya http://razmatech.com semoga sudi dan berkenan,,salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s