Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Hutanku

24 Komentar

Pongah menebang asa yang membelah senyap
gemerisik daun kering terinjak kaki perkasa
burung-burung terbang menghilang
cahaya langit pergi mengusap marah
yang mengintip direrimbun daun
dan kuncup kuncup bunga

tak pelak kayu diam tertebas ayunan sebilah kampak
dan gergaji yang sudah selesai diasah

garang menajam tak dengar keluh mengerang
dengarsuara bumi yang mengaduh hingga memekak
tangisan sang akar tertinggal terkelit sakit
habis darah mengalir dan kayu yang tercacah cacah

hutan tak ingin meranggas sedang angin membawa panas
memanggang kayu dan daun daun

ooh benih benih dari rahim pertiwi
menghitung puluhan tahun menunggu tunas tumbuh
sedang longsor memanggil tanah menimbun segala cinta

terhentilah nafas dan hutanku lampus

Juli 2010
Rini Intama  – Dalam buku Gemulai Tarian Naz

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

24 thoughts on “Hutanku

  1. Ahaa… Turut prihatin atas hutannya. Sangkaku Mbak Rini cuma pecinta puisi ternyata juga pecinta hutan dot com. Luar biasa. lain dari biasanya. Kali ini Mbak Rini hadir dengan lukisan alam dengan diksi yang mempesona. Sangat alami. Sip. Salam Kreatif. Sukses senantiasa.

  2. Mas Riyadi, ini adalah bagian keprihatinanku pada Alam…
    matur nuwun mas

  3. Ya begitulah tangan lanun itu mbak..

  4. Hutan adalah tempat berkumpulnya pohon-pohon cinta

    Hutan adalah kumpulan puisi yang merimbun disela tangis bianglala

    hutan bagiku..adlah kumpulan belukar yang menidurkan emosi hujan dan banjir

  5. Betapa indah bila hutan lebat dengan pepohonan ya Mbak… Jiwa ini berteriak bila melihat keserakahan manusia terhadap hutan. Tapi, apa daya bila itu menyangkut kebijakan yang diam-diam diputuskan untuk keuntungan segelintir orang. Akhirnya, menanam pohon-pohon di tanah yang tersisa di sekitar rumah, menjadi pilihan; atau mengajak siapa saja untuk mencintai menanam dan merawat pepohonan adalah hal yang harus kita lakukan. Kepada pengambil kebijakan yang terkait dengan hutan, tak jemu kita seru-serukan. Oke, salam kenal ya Mbak, dan selamat berkarya…

  6. tanah adalah orangtua
    yg darinya kita dicipta
    tanah adalah tempat kembali
    yg padanya kita akan pulang nanti

    btw, gaya penulisannya mengingatkanku pada seseorang

  7. hutan kata dan hutan cinta
    seiapakah yang menggunduli malam-malamku……..
    hujankah…???
    atau ada cinta lain yang memilih sakit hati..???

  8. Tanah itu adalah bumi pertiwi
    yang tidak ingin habis karena longsor

    Hutan adalah cinta itu
    cinta pada bumi dan kelangsungan hidup
    cinta pada CiptaanNYA
    maka kita mencintai
    maka kita menjaga

    Hutan dan pohon pohon cinta
    hutan dan akar akar kuat

  9. wah benar-benar rangkaian kata yang indah….
    sangat memotivasi….

    salam kenal…

  10. Salam kenal bu,
    saya suka style puisinya
    sudah lama nggak bertemu puisi
    jadi mengingatkan lagi masa-masa gemar berbait ria

  11. ketika hutan menghilang,
    panas dan hujan tiada terhalang,
    adakah lagi tempat satwa berkalang?

    “ada”, kata si cacing tanah.
    “di dadamu mereka sembunyi, dan
    dari mulutmu mereka keluar liar:
    anjing, babi, celeng, monyet!”

    ya,
    hutan kerontang meranggas itu
    telah berpindah ke dalam dadamu,
    beserta seluruh satwa isinya.

  12. Di jepang kita bisa menemukan hutan ditengah kota, spt taman yoyogi,ueno,,,dan banyak lg yg lainnya,,mmg disediakan taman yg rindang yg byk pepohonannya dan ada vasilitas bermain gratis utk anak2,..kpn yah di Indonesia??

  13. puisinya bgus mbak
    lam kenal yaa😀

  14. akankah akan kita biarkan hutan milik anak cucu kita terampas oleh kerakusan

  15. Jangan menganggap kecil suatu nikmat bersama alam yang rusak, jangan menyepelekan dosa tanpa dibarengi rehabilitasi hutan gundul, dan memupuk tanpa mengikuti aturan.

    Bila alam sudah murka; maka ia akan mengeluarkan sabdanya untuk kita semua.

    Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka, kita dapat mengatasi permasalahan yang besar.

    Sukses selalu

    Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

  16. Stuju atas puisinya mba rini,,,

    Kpan manusia menyadari semua ni,,,

    Mudah”an bgi mereka para pembalak liar membaca puisi ini dah bsa sadar…

  17. mbaaak, puisi nya baguuuss…
    izin publish di mading skola ya, mbak??
    dibuat kok nama pengarangnya… 😉
    makasiii….

  18. Isi nya bagus.. tapi kurang sedikit lagi untuk menjiwai nya.😛

  19. Mari kawan semua selamatkan bumi dg cara tanam pohon Jabon

  20. WOW MEMOTIVASI BANGET

  21. jika hutan terakhir telah di tebang ,,
    jika ikan terakhir telah di tangkap
    jika sungai terakhir telah di cemari ..
    ” MAKA MANUSIA-MANUSIA SERAKAH AKAN SADAR BAHWA UANG TIDAK BISA DI MAKAN”

    jagalah hutanku lestarikan hutanku jangan kau rusak sebelum semuanya terlambat …..

    salam rimba …

  22. hutan adalah tempat perlindungan hewan dan tumbuhan dengan kata lain hutan sanat dibituhkan makhluk hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s