Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Perempuan itu menulis Puisinya

4 Komentar

KEPADA PEREMPUAN

Perempuan itu menulis puisinya

pada sebuah lagu kutitip makna syair, nada dan irama yang sempurna

tentang perempuan yang meninggalkan tangisan
pada petapeta sajak di tubuhnya yang sunyi
serupa petualang yang memahat cinta hingga berlabuh di dermaga
Lalu memutuskan pulang dari perjalanan yang panjang

Perempuan itu menulis puisi,

Hidup ini ada di bawah kaki yang berdiri tegak di atas batu dingin
mengikuti jalan angin

Serupa lukisan abstrak yang bermakna besar
Serupa syairsyair cinta yang tak tertebak
Dari seorang penyair yang melagukan puisi rayuan semerbak mawar

cericit burung melempar ribuan tanya pada belukar

Berapa banyak anakanak lagikah akan lahir dari persetubuhan alam ?
Berapa banyak perempuan lagikah yang akan lahir dari rahim puisipuisi cinta ?
atau wajah penuh amarah yang akan lahir dari percikan api di langit malam ?

tapi bukankah kita terlahir untuk dan karena sebuah alasan
bahwa hidup serupa jalan di loronglorong waktu yang gulita
dan membaca kata di panggung kosong tanpa suara

Perempuan itu menghentikan puisinya,

Ah aku melangkah menghitung detik yang menimbun luka tanpa kata
tak perlu lagi ada tanya tentang berapa, apa dan bagaimana
hingga waktu bertanya dalam bahasanya, sampai di manakah perahu akan berlayar ?
memecah rindurindu menuju jalan kembali pada tanah asal

Maret 2011

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

4 thoughts on “Perempuan itu menulis Puisinya

  1. kereeeeeeen banget!

  2. Saya suka sajak ini.Membaca sajak ini serasa sedang berjalan di padang kering berbatu melawan angin yang berembus menghadang tubuh.

  3. Ping-balik: Ruang Puisi « Inez

  4. luar biasa.. mkna.y dlm..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s