Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Bukankah kita bagian dari tanah gersang ?

4 Komentar

Kita berkelakar dalam kelebat bayang yang tak tampak,

lalu terkecoh pada duka lara dan amarah yang rumit. 

Sedang pikiran menghantui ruhruh dari bumi yang mati.

 

Kita buka lembaranlembaran kertas tahun lalu

Segala paradigma melelehkan helaihelai makna

Melupa mata air kearifan dan hakikat rasa

Kemana perginya angin ?

 

Lalu di tepi rasamu yang sunyi

Kita eja baitbait puisi  yang memanusiakan manusia

merenungi barisbaris doa dengan energi tanpa batas

dan memimpikan oase di tengah panas membakar

 

Ketidakseimbangan itu berakhir bumerang

Karena jiwajiwa di rundung cemas yang usang

Atas cintacinta yang akan pergi menghilang

 

Bukankah kita bagian dari tanah gersang ?

Tetapi sesaat kemudian memusuhi maut yang siap menghadang

 

Februari 2011

Dalam buku “Gemulai Tarian Naz”

Hak Cipta Di lindungi Undang-Undang

All Right Reserved
GEMULAI TARIAN NAZ / Rini Intama
ISBN : 978-602-982-56-1-9

Penerbit Q Publisher

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

4 thoughts on “Bukankah kita bagian dari tanah gersang ?

  1. mengingatkan pada jati diri sebenernya…
    tak akan ku puja bait baitmu
    namun mengerti benar kesejatian dirimu…

  2. lembaran ini kurasakan hangatnya rindu
    lewat hakikat rasa, biarlah angin setia menyapa
    jiwa-jiwa yang cemas adalah bayang – bayang sepanjang badan kita
    kadang luruh
    kadang pula meronta-ronta
    begitulah kita nikmati jati diri kita
    sebab di tanah gersang
    kita hanyalah sebuah doa mini
    antara duka lara dan amarah
    yang semakin rumit

  3. memetik pelajaran dari puisi yang indah ini
    agar tak meradang ketika maut menghadang

    makasih banyak ya mbak…

  4. Ping-balik: Ruang Puisi « Inez

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s