Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Jejak yang menghilang

1 Komentar

Aku mencarimu sepanjang jalan tadi

Tak kusebut dahi yang berpeluh

Dan tangis kaki yang tak henti

Dada bidangnya yang kurebahi dalam diam

saat kuingat mata hitamnya yang menghujam

mata yang  telah kusimpan di laci tua sebulan yang lalu

saat bulan hanya setengah dan kueja dengan getar

seperti halnya sebuah sketsa 

yang kucoret di dinding paling senyap dalam jeda waktu yang panjang

Jejak yang  menghilang di bias warna

Rini Intama

Februari 2011

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

One thought on “Jejak yang menghilang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s