Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Si Menul

Tinggalkan komentar

Sejak pagi Menul gelisah menanti jawaban dari handphone yang baru dipinjam dari Ijah kemarin pagi.

Matanya nyaris tak pernah lepas dari layar kecil berkaca buram itu

Gerak tubuhnya sudah seperti robot menunggu perintah dari alat kecil bertehnologi canggih itu.

Telinganya seperti sudah tak mendengar apa-apa, pikirannya tak lagi kusut memikirkan hidup yang memang sudah semrawut
Tubuhnya seolah melayang di awang-awang tinggal menunggu sayap dan siap terbang ke nirwana.

Ooh Menul lupakah kau akan indahnya hidup atau luar biasa menakjubkannya warna pelangi di batas langit ?

Menul mengeja mimpi-mimpi lalu merangkainya dalam jambangan cantik di sudut ruang melupa malu melupa diri melupa waktu

September 2011

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s