Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Rindu

2 Komentar

ada bayanganmu di sana

juga rindu yang menjelma doadoa

dan bersamamu kerinduanku meleleh seperti lilin yang terbakar api

 

seperti gelora ombak dan tarian kehidupan di antara awan dan kepakkepak camar

 

 

 

Puisi layang-layangmu

Maret 2011

 

 

 

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

2 thoughts on “Rindu

  1. ketika tubuh ini bersandar pada tanah dan rumput
    terbait kengan yamg sangat indah untuk di ingat
    membekas merasuk ke dalam sanubari
    menjadi irama yang sangat serasi

  2. Fierdh, iramanya memang menjadi serasi. Ayo lanjutkan puisinya hehehhee biar panjang

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s