Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Tanpa mawar

3 Komentar

kau datang tanpa mawar

Hanya benang dari layanglayang yang sudah kau terbangkan di pantai

Kau berbisik, kubawakan layanglayang ini untukmu

Kukirim kisah tentang hidup yang siap di terpa badai dan angin

lalu bergerak kemana arah mata angin membawa

Puisi layanglayangmu

Maret 2011

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

3 thoughts on “Tanpa mawar

  1. Penuh makna yang tersirat dalam aluan puisi diatas. Dengan menerima kodar kita sebagai makhluk yang telah ditetapkan Tuhan dalam kehidupan ini merupakan salah satu langkah tepat.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  2. Diamku tertuju pada titik tak bersauh,membawa kesunyian ini kedalam lembah kedamain,Tatkala cinta tak dibalas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s