Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Lindap

1 Komentar

Jika bisa memilih, Perempuan itu memilahnya perlahan

lalu menuangkan kedalam bejana cantik

tapi dia berdiri tak menunggu pilihan 

disebongkah batu pinggir jalan, mata nyalang merayu malam

 

Debu dan gerai rambut sebahu sama tertiup angin malam

Semerbak lumut batu menanti tawaran pahit menjamah tubuh

tertindih, tertikam amarah pedih

hidup tetap hidup tapi perut tak mampu menunggu

 

Rini Intama 2010

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

One thought on “Lindap

  1. Ping-balik: Puisiku puisimu | Komunitas Pecinta Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s