Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Mengenangmu, Mey

5 Komentar

Mey,

Saat menulis ini aku tengah mengenangmu

dalam hujan

aku menulis tentang kota dingin dan bulan menggigil,

saat  malam tertidur tanpa doa

tak ada patahan kata atau kidung yang sempat dinyanyikan

juga ingatan yang  melintaslintas di kelopak mata

aku  menari tarian Rumi dan menulis berlembarlembar sajak cinta

dalam surat yang akan aku sampaikan pada burung Ababil. 

dan ini rinduku Mey

Okt 2012

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

5 thoughts on “Mengenangmu, Mey

  1. rindu
    tertuang dalam puisi
    untuk Mey
    betapa
    telah menular
    kemari
    kurindu
    pada Aziza

  2. akhmad muhaimin azzet
    puisiazzet.wordpress.com. terima kasih atas kunjungannya, barangkali Aziza juga tengah mengeja rindumu itu…

    Salamku buat Aziza

  3. Like this.

    Oh..rinduku pdamu diujung sana sndiri..

  4. hallo mbak rini.. blog saya yang pernah tukar link dengan blog mbak sudah ganti mhon link blog saya yang berjudul rajacolek di ganti dengan http://rajacolek.com terimakasih sebelomnya mbak

  5. Ping-balik: Puisiku puisimu | Komunitas Pecinta Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s