Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Kemarau

4 Komentar

bunga rumput menangisi tanah kerontang

dan kelopak mawar yang mulai berjatuhan

yang tak lagi menyimpan embun.

 

Padahal telah aku lewati

buihbuih ombak sepanjang pesisir

hingga sela kaki berpasir  dan dadaku  berdesir

 

Rini Intama

dalam Puisi di buku Layla,2012

Penulis: Rini Intama

Rini Intama Wrote several books of literature, novels, poetry. Writing a book child learning modules. How to explore and develop the potential of children. Profil penulis & pengarang perempuan Indonesia Komunitas Pecinta puisi https://riniintama.wordpress.com

4 thoughts on “Kemarau

  1. aduhhh… jangaaannnn lah sampai aku jatuh cinta kepada penulisnya ini…… (sabar…. sabar….)

  2. hahhahaaa… tak mungkinlah itu #sambil nyruput secangkir teh manis

    Salam persahabatan

  3. Rumput di atas tanah kerontang
    Perempuan berjalan disepanjang pesisir
    Dalam malam menanti siang
    Satu mati jiwa baru terlahir

  4. Ping-balik: Puisiku puisimu | Komunitas Pecinta Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s