Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Menulis Esai dan kritik sastra


           Sikap apresiasi biasanya berkembang menjadi lebih baik manakala dibarengi dengan semakin bertambahnya referensi khazanah sastra sesorang. Hal ini seirama dengan kebutuhan batiniah yang senantiasa memperkaya wacana humanistik dan moral-filosofi- serta hakikat keilahian. Bersama dengan itu tentulah asumsi, persepsi, dan konsepsi orang yang melakukan hal ini akan semakin mapan dan terbentuk paradigma tertentu, tak luput dari kebiasaan berpemikiran terbuka.

                   Dalam ilmu sastra kritik merupakan bagian yang dipelajari secara fokus demi membuat analisis dan mengemukakan hasil analisis tersebut. Analisis yang dilakukan terhadap karya sastra yang dimaksud tentu saja dimensinya bertumpu pada hakikat karya sastra, bisa aspek intrinsik, ekstrinsik, ataupun dimensi lain yang amat ditentukan oleh sudut pandang penyusun kritik.

          Kritik sastra merupakan hasil pengamatan sang kritikus terhadap keunggulan dan kelemahan suatu karya sastra, terutama dari hakikat nilai sastranya. Tentu saja di dalamnya terdapat analisis keunggulan, kelemahan-kekurangan, kebenaran, serta kesalahan yang terdapat dalam karya sastra itu. Yakob Sumardjo (1986: 21) mengatakan bahwa kritik sastra mempunyai tujuan mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan ke tataran lebih baik-tertinggi, di sisi lain bermakna memberikan apresiasi terhadap karya sastra itu secara lebih baik.

          Karakteristik kitik sastra yaitu:

1. bertujuan menilai karya sastra

2. penilaian berdasarkan kriteria tertentu

3. mengungkapkan kelebihan dan kekurangan karya sastra tersebut

4. ada kesimpulan penilaian kritikus terhadap karya sastra yang dikritik.

Di sisi lain kritik sastra juga mempunyai ciri:

1..penulis terbuka mengemukakan sudut pandang penilaiannya

2.penulis bersikap objektif dalam memberikan penilaian

3. penulis menyertakan bukti-bukti tekstual dari yang dikritik.

         Tulisan esai tentu mempunyai sisi berbeda dengan kritik. Esai merupakan salah satu bentuk karangan seseorang yang dimuat dalam media, hampir sama dengan artikel, namun justru lebih singkat. Selain itu, esai mengungkapkan berbagai persoalan, bisa berbentuk formal atau nonformal. Bentuk formal mengikuti kaidah kebahasaan yang berlaku, sedangkan format nonformal dikemas dalam bahasa gaul percakapan.        Dimensi yang menjadi titik pokok esai adalah pandangan atau pendapat pribadi penulis mengenai masalah kesastraan.

          Secara sederhana penulisan esai mengenal beberapa prinsip, yaitu:

1. penulis dapat memilih topik yang akan dibahas sesuai dengan tujuan dan sudut pandang yang dipilihnya

2. pengungkapan gagasan-pendapat penulis tersebut tidak like or dislike, namun dikemas dalam formulasi ilmiah yang diperkuat dengan data-data

3. logika penulis ditunjang oleh argumentasi dan dasar penalaran yang masuk akal

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s