Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


3 Komentar

Buku : Tanah Ilalang di Kaki Langit karya Rini Intama

NEGERI ini punya tanah yang bisa bercerita soal sejarah
NEGERI ini ada banyak budaya yang bisa bercerita bagaimana kita punya asa 

Tanah Ilalang di kaki langit,  Penulis : Rini Intama
Tata letak /sampul : Diandracreative design, Penerbit : Pustaka Senja
Cetakan pertama : Juli 2014,  Jogyakarta Diandra Creative 2014
ISBN  : 978-602-1638-35-4 Hak Cipta di lindungi oleh Undang-undang

tidkl2

bukuTanahku

Puisi-puisi Rini Intama dalam buku “Tanah Ilalang di Kaki Langit” ini terdiri dari tujuh subjudul, yang menyiratkan kepedulian sang penyair terhadap berbagai permasalahan yang ia jumpai dalam kehidupan. Nampaknya penyair adalah seorang pengamat, ‘pembaca’, dan penulis yang tak pernah melewatkan moment untuk berkontemplasi. Dalam banyak puisinya, ia mengangkat tempat-tempat bersejarah dan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi, bahkan beberapa di antaranya disertakan penjelasan tentang tempat/peristiwa yang dipuisikan. Menjadi sedemikian elok, karena dalam beberapa puisinya, ia tidak sekedar mendeskripsikan yang diamati, tetapi lebih jauh mengekspresikan juga perasaan-perasaannya, sehingga puisi yang tercipta menjadi sedemikian menyentuh, (Dhenok Kristianti, Guru & Penyair, tinggal di Denpasar )

 

Iklan


1 Komentar

Menunggu pelangi

tak ingin memulas warna apapun

pada kertas yang akan kukirim padamu selain putih

karena di atas putih kita menyimpan warnawarna yang pernah ada di tepian mimpi

seperti saat kita berlari di batas lengkung langit menunggu Pelangi sehabis hujan

 

Puisi di sepanjang Broadway

Rini Intama 7 maret 2011 ( dalam buku Gemulai Tarian Naz)


Tinggalkan komentar

Kamboja merah muda

meronce mimpi dan bulan yang menusuk malam

lalu matahari akan merahasiakannya esok pagi

 

Perempuan berkebaya ungu,  sanggul panjang menjuntai kesamping

 

Meyelipkan kamboja merah muda di telinga

 

 

 

Rini Intama -2100

 

Puisi Besakih dan aroma bunga

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan komentar

Ilalang

bukankah kau ingat juga tentang surat kecil yang ku layangkan ? 

dimana aku tinggalkan catatan itu lalu jatuh di bukit ilalang

terbawa angin dalam kidung rindu yang hilang

Rini Intama – Amara dalam episode setangkai Edelweis

2011


1 Komentar

Edelweiss

Amara, aku dan batangbatang edelweis sepanjang jalan yang terpilih

menyimpan doa yang terinjak tangis ranting kering

 menghitung kata di setiap kelopak kecil edelweis yang putih

tanggalkan lukisan kertas tiga warna di kecipak air danau dalam hening

Amara dalam episode setangkai Edelweiss

Rini Intama -Mei 2011