Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


Tinggalkan komentar

Inilah Para Pendekar “PASAR BUKU SASTRA”

Pasar Buku Sastra PBS) digagas sebagai media komunikasi dan informasi dua arah antara penyair/penulis dengan pasar sastra nasional dan mancanegara, yang telah paten brand dan logonya dalam proses pengurusan di HAKI.
PBS adalah pasar dalam arti yang sesungguhnya di mana para penyair/penulis sebagai “penjual”, melalui karyanya, dapat bertemu dengan pembelinya.

Pada kiprah perdananya, PBS telah menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI dalam acara Perpusnas Expo 2017, pada 15-19 Mei 2017, di mana PBS diamanahkan menghimpun dan memasarkan 100-an judul buku karya dari 50-an penulis dengan jumlah eksemplar mencapai 600-an buku.

Dengan latar belakang itu, sementara ini Grup facebook Pasar Buku Sastra diberi title Pasar Buku Sastra-Perpusnas, sebagai media komunikasi dan informasi antara panitia PBS dengan 50 peserta Perpusnas Expo 2017.

Grup facebook Pasar Buku Sastra-Perpusnas yang terbuka bagi penyair/penulis yang berminat menjadi anggota,

dikelola oleh Ade Riyan Purnama

Herman SyaharaDyah Kencono

Rahmi Isrina

Salam sastra.

 

Iklan


Tinggalkan komentar

PARADE PUISI GRAHA BHAKTI BUDAYA – 3 Okt 2017

Penyelenggaraan Hari Puisi Indonesia 2017 merupakan Hari Puisi yang kelima sejak pertama kali digelar. Dari tahun ke tahun, acara kesusastraan paling prestisius di Indonesia ini terus mengalami peningkatan, mulai dari acara-acara yang disajikan hingga apresiasi dan sumbangsih masyarakat sastra di Indonesia.

Di tahun kelima Hari Puisi Indonesia ini, selain acara tahunan yakni Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia, ada juga acara cukup monumental yaitu Parade Puisi (Pejabat, Tokoh, Pengusaha dan Penyair) yang digelar di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Selasa 3 Oktober 2017 malam.

Acara ini di meriahkan dengan pembacaan Puisi Oleh  :  Walikota kota Banjarmasin,  walikota Depok, Menteri Tenaga Kerja, kepala PPATK, Bima Arya  Politikus dan para penyair Nasional.

Salah satu pejabat negara yang menggetarkan panggung parade puisi Hari Puisi Indonesia 2017 ialah Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri.

“Berpedomanlah Pada Cita-cita”, itulah judul puisi karya Ir. Soekarno yang dibacakan Menaker dengan penuh emosi yang meledak-ledak di atas panggung.

Penyair Rini Intama    membawakan puisi Nyanyian Pagi

Bima Arya


Tinggalkan komentar

Rini Intama dan Puisi (2)

Rini Intama, pendidik, penulis lahir tanggal 21 Februari di Garut, Jawa Barat, aktifitas mengajar dan menulis.  Menulis puisi, cerpen dan novel.  Anggota Komite Sastra “Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang”,  Aktif di Komunitas Saung Sastra Tangerang dan beberapa komunitas Sastra di Tangerang. Buku karya tunggal KIDUNG CISADANE, Sejarah dan Budaya Tangerang dalam Puisi (Kosakatakita), 2016. Meraih Anugerah 5 buku puisi terbaik Hari Puisi Indonesia 2016.   PANGGIL AKU LAYUNG.  Sebuah Novel (Kosakatakita), 2015, A YIN,   kumpulan cerpen (Kinomedia), 2014. Kisah ini dpentaskan di Drama Teater Universitas Muhamadyah Tangerang,  TANAH ILALANG DI KAKI LANGIT,  Kumpulan puisi (Penerbit Senja), 2014, GEMULAI TARIAN NAZ,  Jejak sajak Rini Intama (Q Publisher), 2011. Dan puluhan buku antologi bersama.

 

 

 


3 Komentar

Buku : Tanah Ilalang di Kaki Langit karya Rini Intama

NEGERI ini punya tanah yang bisa bercerita soal sejarah
NEGERI ini ada banyak budaya yang bisa bercerita bagaimana kita punya asa 

Tanah Ilalang di kaki langit,  Penulis : Rini Intama
Tata letak /sampul : Diandracreative design, Penerbit : Pustaka Senja
Cetakan pertama : Juli 2014,  Jogyakarta Diandra Creative 2014
ISBN  : 978-602-1638-35-4 Hak Cipta di lindungi oleh Undang-undang

tidkl2

bukuTanahku

Puisi-puisi Rini Intama dalam buku “Tanah Ilalang di Kaki Langit” ini terdiri dari tujuh subjudul, yang menyiratkan kepedulian sang penyair terhadap berbagai permasalahan yang ia jumpai dalam kehidupan. Nampaknya penyair adalah seorang pengamat, ‘pembaca’, dan penulis yang tak pernah melewatkan moment untuk berkontemplasi. Dalam banyak puisinya, ia mengangkat tempat-tempat bersejarah dan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi, bahkan beberapa di antaranya disertakan penjelasan tentang tempat/peristiwa yang dipuisikan. Menjadi sedemikian elok, karena dalam beberapa puisinya, ia tidak sekedar mendeskripsikan yang diamati, tetapi lebih jauh mengekspresikan juga perasaan-perasaannya, sehingga puisi yang tercipta menjadi sedemikian menyentuh, (Dhenok Kristianti, Guru & Penyair, tinggal di Denpasar )

 


3 Komentar

Namaku Irena Zilinska

ahujan

Namaku Irena Zilinska,

Bertopi ranting kering bersepatu bulu

Kaki melepuh mengayuh langkah  berpeluh di padang pasir

dan bukit-bukit panas Siberia

Namaku Irena Zilinska

di langit terik tak kutemui burung Attar

yang kan membawaku ke tanah Tibet

yang kan mengajakku ke mata air bening

bumi ini seperti kering dan mati

Namaku Irena Zilinska

letakkan saja aku di tanah berhambur pasir tanpa air

biarkan jiwa berjalan di angan menuju cahayacahaya

dan pulang pada tanah merdeka tanpa perang

 

Juni 2011

dalam buku “Antologi Puisi” Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang –Festival Tangerang 2012 – Sekuntum Jejak Antologi Puisi


Tinggalkan komentar

Layla menangis

Mata perempuan itu berkabut

Menunduk menghitung rasa takut lalu lari

lari dan terus berlari meninggalkan gemetar

yang tak beranjak dari sekepal jantung yang sekarat

 

Berlarilah terus

Bawa semua luka dan bait-bait puisimu yang menangis

Biarkan panah  gerimis bergetar di bumi yang limbung

 

Rini Intama

dalam Puisi Layla , 2012