Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Ebibinichsanchsan


Bapak Penjaja Es Keliling *

Meniti kerasnya kehidupan diatas panggung penuh kepalsuan
merajut mimpi diujung sinar bulan bintang
tuk sesuap nasi dihari ini dan jelang hari esok
menyimpan air mata dipelupuk
memendam dalam-dalam kepedihan
menyembunyikan keputus asaan
tuk dapat bertahan hidup
inilah jeritan suara hati bapak penjaja es keliling

Rambut yang memutih, langkah yang tertatih, usia yang tlah senja
dan dalam kesuksesan anak-anaknya
tak lantas membuatnya berubah, terangkat menjadi lebih baik
duduk, diam, bersenda gurau menikmati hari tua bersama anak cucu
atau mungkin inilah yang terbaik baginya

Seingatku,
di halaman sekolah SD ku
di halaman sekolah SMP ku
di halaman sekolah SMA ku
ku lihat bapak itu menjajakan es-esnya
bahkan di tahun keempat kelulusan sekolahku
ku temui bapak itu dengan gerobak esnya di simpang jalan

Ku tak mengerti
tak habis pikir
kemana anak-anak yang tlah dibesarkannya
dan tlah terwujudkan mimpi-mimpinya
lupakah mereka

Terbesit di benakku
aku berharap
semoga bapak itu bukan korban kedurhakaan anak-anaknya

 

POSTED BY EBIBINTIICHSANCHSAN | AGUSTUS 27, 2011, 8:40 AM 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s