Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Indah S Kencanawati


Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)

Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)

Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)

Gen padeak indok (Aduh ibu….)
Gen padeak bapok (aduh bapak..)
Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)

Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
hilang)
Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
terasa dekat)

Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
bapak)
Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)

Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
Rejang)
Keme Tun Jang Kami suku Rejang
Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.

(by. Indah Sari Kencanawati 2009)

(sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.

 

POSTED BY FRESHINBEAUTIN | APRIL 28, 2012, 4:14 AM 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s