Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Mruhulessin


Yogyakarta Kita
Hidup kita adalah semilir angin
Merindukan harum ombak senja dan belaian sinar rembulan
Di laut selatan
Bahkan ketika rasa mulai pudar
Terkikis badai pasir yang menjemukan
Kita masih berharap ada nyanyian pilu musisi jalanan
Sebagai penghantar tidur

Gemerlap lampu perkotaan semakin redup
Kita masih setia menanti di etalase Malioboro
Seorang wanita bercadar jingga
Membacakan puisi kita dengan anggun

Dunia semakin berlalu
Dedaunan enggan bertahan di rantingnya
Nantinya kita bukan lagi kita
Namun masih tetap merindukan hal yang sama
-Yogyakarta kita-

(M.R. 21 Maret 2012)

 

POSTED BY MRUHULESSIN | MARET 21, 2012, 12:07 AM 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s