Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Penerbit Q Publisher


abadriQ Publisher adalah sebuah wadah penerbitan buku sastra dan humaniora dengan cara indie, melepas ketergantungan yang selama ini ngejelimet untuk menerbitkan sebuah buku, apalagi semacam buku-buku sastra yang amat seret dalam pemasaran, sementara di kehidupan dunia sastra, hidup pula daya kreatifitas para penulis sastra dengan seabrek karya-karya namun karya-karya itu mungkin hanya mengendap di laci dan folder-folder pribadi sang penulis. Keluhan yang klasik muncul, mana ada penerbit yang berani beramal ria untuk membukukan karya-karyanya. Para penerbit lagi-lagi harus melihat pasar sebelum memutuskan untuk menerbitkan buku. Dan saya, yang juga bercita-cita jadi penulis selalu terbentur oleh hal yang klasik itu. Terpojok diri, mengeluh diri…

Mengeluh? Ah, itu bukan sebuah doa. Maka, pada tahun 2006, saya kubur keluh itu lebih dalam dari galian sumur. Dengan sedikit kebiasaan dalam teknis membuat buku, saya pun meluncurkan buku kumpulan cerpen “buntelan”. Hasilnya, sebuah buku dalam bentuk hard cover, terwujud. Pewujudan dengan rincian, lay out halaman, rancang cover, penjilidan, hingga pemasaran saya tangani sendiri. Syukurlah, ketika Dewan Kesenian Jakarta mengundang saya dalam  event “Buku Baru”, buku cerpen “Buntelan”ku masuk dalam event acara tersebut, bersama dua penulis yang juga baru menerbitkan buku barunya. Hehehe, honor undangan itu rupanya telah menutupi biaya penerbitanku. Impas.

Sejak itulah, saya makin bergiat menerbitkan buku sendiri dengan memakai nama penerbitan sendiri, Q Publisher. Perlahan-lahan order pun saling berteguran. Ada penulis atau penerbit lain mengorder untuk  membuat dummy, lay out, dan sesekali ada penulis sepenuhnya mempercayakan saya untuk menerbitkan bukunya dengan modal si penulis itu sendiri. Dalam kurun waktu perjalanan, sejumlah buku sudah saya kerjakan dengan keterbatan kebisaan yang saya mampui.

Menerbitkan buku ternyata bukan keluh yang mesti dikesahkan, tapi di wujudkan.  Q Publisher coba menjembatani untuk hal itu.

Salam buku,

Penerbit Q Publisher – 0818 0805 3762

=============================

Timeline Photos

THE UNTOLD STORY  a piece of experiences © Suparman, viii+ 288, ISBN: 978-602-98256-2-6, Cetakan Pertama 2011 “Apakah ini surga dunia? Tuhan begitu pemurah memperlihatkan seorang bidadari yang sangat cantik, kulit putih bersih tanpa pulasan, persis di bawah hidungku. Apakah ini berupa anugerah atau suatu bentuk ‘istidraj’ (suatu nikmat yang membawa azab)? “Leman, apakah dengan suasana syahdu ini …akan dibiarkan berlalu begitu saja, apakah ada ide untuk melakukan sesuatu yang  bisa menjadi kenangan?” “Maksudmu?” “Ya, terserah kamu, apapun yang ingin kamu lakukan.” “Termasuk juga terhadap hal-hal yang sangat pribadi?” Aku sengaja memancing. “Ya, termasuk segala hal yang sangat pribadi, aku dengan senang hati bila kamu memintanya!” Waduh gawat nih…..” MEMBACA cerita yang merupakan pengalaman-pengalaman yang nyaris tercecer karena memang sengaja ingin dilupakan atau dilewatkan tapi tetap membekas jelas dalam ingatan, ternyata sangat menarik. Sepenggal pengalaman dari penulis buku ini juga sebagian ingin dilupakan, entah karena merupakan pengalaman yang tidak mengenakan atau melenakan. Tidak mengenakan mungkin dika-renakan memalukan, yang melenakan tentu saja dikarenakan penulis bertemu bidadari dari khayangan.      Buku ini menarik memuat cerita-cerita lucu, konyol, mengharu-biru, romantik  juga ketegangan-ketegangan dari pengalaman penulis sendiri. The Untold story yang merupakan pengalaman nyata penulis ditulis menjadi semacam novel fiksi, sarat dengan sejarah dan pengetahuan. Sebagai penghormatan kepada penulis, Penerbit Q Publisher merasa layak menerbitkan buku ini kepada anda, sayang sekali jika pengalaman-pengalaman yang bersinggungan dengan banyak orang, instansi dan institusi mengendap hanya sebagai kenangan manis penulis sendiri. Tentang Penulis Suparman. lahir di Bandung, 13 Desember 1935. selepas SMA sempat mendaftar ke Akademi Militer AL, dan dinyatakan lulus. Sayangnya, pilihannya ini tidak mendapat restu dari orang-tuanya. Akhirnya, memilih PTPG/IKIP, dan lulus tahun 1962. Semasa kuliah, pernah menjadi asisten pada Team of State University of New York. Berbagai pendidikan kemiliteran dan kursus kejuruan diikutinya, di antaranya: Sekolah Dasar Perwira KKo (SEDASPAKO), Sekolah Perwira KKo (SELA-PAKO), Sesko ABRI, Pendidikan Kejuruan NAVAL Amphibious School Pasific Fleet San Diego, AS, dan Senior Officer Intelligence di US Army School, Arizona. Sementara, jabatan yang pernah dipercayakan kepadanya di antaranya adalah: Perwira dpt. Staf Ops. Mabes KKO AL, Karo Dik/Jar Pusat Pendidikan Amfibi KKO AL, Kabag Umum merangkap Ka. Departemen Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) Dep. Maritim, Asisten Intel Mako Komar, Paban Bin Staf Pam KSAL, KA Sub Dit Binpotmar Dit Pam Mabesal, dan anggota DPR/RI dari Fraksi ABRI. *** UNTUK MEMESAN BUKU INI, terlebih dahulu pesan ke inbox atau mengubungi 0818 0805 3762 untuk Konfirmasi

 

Dalam Pelukan Sang Guru Kumpulan Cerita Pendek ©H. Shobir Poer dkk xii+142 halaman Q Publisher 2011 … Sebuah buku kumpulan cerita pendek yang memuat 21 cerita pendek dari 9 cerpenis. Buku ini sangat menarik, kesemua cerpenis memiliki latar belakang yang sama dalam kesehariannya sebagai pengajar/guru di sekolah, diantaranya; Shobir Poer, Toto Dartoyo, Agam Pamungkas, Zaenal Radar T, Mahan Jamil Hudani, Ivekina, Arfan Kelana, Emi Priyanti, dan Insan Purnama. Buku ini terbit atas kerjabareng; KSI Tangsel, Dewan Kesenian Tangerang Selatan, Sarang Matahari Penggiat Sastra, dan Q Publisher yang menjembatani hingga buku terbit. * CUPLIKAN EPILOG: Humam Chudori, cerpenis Bahwa cerpen-cerpen yang ada di sini ingin memberi pencerahan batin dan ‘pesan moral’ kepada pembacanya kendati tidak secara eksplisit disampaikan. Barangkali para cerpenisnya berpegang kepada hadits Kanjeng Nabi Muhammad “balighu anni walau ayah” – sampaikan walaupun hanya satu ayat. Dan, hadits ini dapat kita pahami bahwa setiap kita (umat Islam) punya kewajiban melaksanakan dakwah – meskipun tidak dalam bentuk verbal. Untuk berdakwah tidaklah berarti harus menjadi seorang kyai, ustad, ajengan, muballigh, atau alim ulama. Dan, seorang cerpenis dapat merealisasikan sabda nabi dengan cerpen-cerpennya. Satu hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah cerpen yang terkumpul dalam buku ini tidak saja bersifat rekreatif, inovatif, variatif, namun juga sangat kontemplatif. Dalam membaca sebuah karya sastra, tentu saja, sangat diperlukan adanya perenungan-perenungan. Sebab setiap hal yang kita lihat, saksikan, dengarkan, rasakan, harus dapat menambah keyakinan kita akan kebesaran  dan kekuasaan Tuhan apabila kita melakukan kontemplasi. Tidak terkecuali ketika kita usai membaca cerpen yang bernilai sastra, misalnya. Bukankah Allah telah berfirman afala tatafakarun! ** UNTUK MEMESAN BUKU INI silahkan konfirmasi ke H. Sobir Poer : 0817 126 993, atau bisa juga ke Penerbit Q Publisher : 0818 0805 3762See more
Dalam Pelukan Sang Guru<br />
Kumpulan Cerita Pendek<br />
©H. Shobir Poer dkk<br />
xii+142 halaman<br />
Q Publisher 2011</p>
<p>Sebuah buku kumpulan cerita pendek yang memuat 21 cerita pendek dari 9 cerpenis. Buku ini sangat menarik, kesemua cerpenis memiliki latar belakang yang sama dalam kesehariannya sebagai pengajar/guru di sekolah, diantaranya; Shobir Poer, Toto Dartoyo, Agam Pamungkas, Zaenal Radar T, Mahan Jamil Hudani, Ivekina, Arfan Kelana, Emi Priyanti, dan Insan Purnama. Buku ini terbit atas kerjabareng; KSI Tangsel, Dewan Kesenian Tangerang Selatan, Sarang Matahari Penggiat Sastra, dan Q Publisher yang menjembatani hingga buku terbit.</p>
<p>*</p>
<p>CUPLIKAN EPILOG: Humam Chudori, cerpenis</p>
<p>Bahwa cerpen-cerpen yang ada di sini ingin memberi pencerahan batin dan ‘pesan moral’ kepada pembacanya kendati tidak secara eksplisit disampaikan. Barangkali para cerpenisnya berpegang kepada hadits Kanjeng Nabi Muhammad “balighu anni walau ayah” – sampaikan walaupun hanya satu ayat. Dan, hadits ini dapat kita pahami bahwa setiap kita (umat Islam) punya kewajiban melaksanakan dakwah – meskipun tidak dalam bentuk verbal. Untuk berdakwah tidaklah berarti harus menjadi seorang kyai, ustad, ajengan, muballigh, atau alim ulama. Dan, seorang cerpenis dapat merealisasikan sabda nabi dengan cerpen-cerpennya.</p>
<p>Satu hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah cerpen yang terkumpul dalam buku ini tidak saja bersifat rekreatif, inovatif, variatif, namun juga sangat kontemplatif. Dalam membaca sebuah karya sastra, tentu saja, sangat diperlukan adanya perenungan-perenungan. Sebab setiap hal yang kita lihat, saksikan, dengarkan, rasakan, harus dapat menambah keyakinan kita akan kebesaran  dan kekuasaan Tuhan apabila kita melakukan kontemplasi. Tidak terkecuali ketika kita usai membaca cerpen yang bernilai sastra, misalnya. Bukankah Allah telah berfirman afala tatafakarun! </p>
<p>**</p>
<p>UNTUK MEMESAN BUKU INI silahkan konfirmasi ke H. Sobir Poer : 0817 126 993, atau bisa juga ke Penerbit Q Publisher : 0818 0805 3762
  • Ing ManilaTresnaku Kelara-lara © Fitri Gunawan vi+168 halaman ISBN:978-602-982-3-3 Q Publisher 2011 … Satu bacaan langka dalam Novel bahasa jawa di tulis oleh Fitri Gunawan.  Sepenggal kisah cinta sepasang  anak manusia yng disampaikan di sebuah Taman, Plasa de Armaz, bagian dari kota Manila. Kisah yang mengesankan, namun juga mengenaskan. Berikut cuplikannya; “Bares, ibuku tansah nguber-uber supaya aku ndang omah-omah!” “Ya pantes ta, Ir, penggawean wis genah, sekolahmu becik, kari ngenteni apa? Wong bagus kaya kowe mokal ora ana prawan sing gelem, malah nguber-nguber, yak-e! Apa meneh mau bengi, Ir, kono nganggo Teluk Belanga, jan gagah, lho! Eni lan Dewi padha ngalembana” “Ning nyatane seprene ya durung payu!” “Durung  ana sing cocok?” “Lha ya kuwi, sing jenenge omah-omah iku udhune rak tresna, ta? Kamangka sing jenenge tresna iku dununge ing rasa pangrasa, perasaan, kang ora kena dipeksa! Pangrasa iku nggone ing dhadha, ora ana ing sirah! Dadi angel yen dijak rasional! Lha saiki aku kasmaran marang sawijining kenya, nanging dakrungu-rungu wis ana sing duwe!” “Ya ditakoni ta, Ir! Yen mung mbokbatin bae rak ya sing nglakoni ora ngerti!” Lebih asyik jika membacanya langsung.  *** UNTUK MEMESAN BUKU INI, terlebih dahulu pesan ke inbox atau mengubungi 0818 0805 3762 untuk Konfirmasi
    Ing ManilaTresnaku Kelara-lara<br />
© Fitri Gunawan<br />
vi+168 halaman<br />
ISBN:978-602-982-3-3<br />
Q Publisher 2011</p>
<p>Satu bacaan langka dalam Novel bahasa jawa di tulis oleh Fitri Gunawan.  Sepenggal kisah cinta sepasang  anak manusia yng disampaikan di sebuah Taman, Plasa de Armaz, bagian dari kota Manila. Kisah yang mengesankan, namun juga mengenaskan. Berikut cuplikannya;<br />
“Bares, ibuku tansah nguber-uber supaya aku ndang omah-omah!”<br />
“Ya pantes ta, Ir, penggawean wis genah, sekolahmu becik, kari ngenteni apa? Wong bagus kaya kowe mokal ora ana prawan sing gelem, malah nguber-nguber, yak-e! Apa meneh mau bengi, Ir, kono nganggo Teluk Belanga, jan gagah, lho! Eni lan Dewi padha ngalembana”<br />
“Ning nyatane seprene ya durung payu!”<br />
“Durung  ana sing cocok?”<br />
“Lha ya kuwi, sing jenenge omah-omah iku udhune rak tresna, ta? Kamangka sing jenenge tresna iku dununge ing rasa pangrasa, perasaan, kang ora kena dipeksa! Pangrasa iku nggone ing dhadha, ora ana ing sirah! Dadi angel yen dijak rasional! Lha saiki aku kasmaran marang sawijining kenya, nanging dakrungu-rungu wis ana sing duwe!”<br />
“Ya ditakoni ta, Ir! Yen mung mbokbatin bae rak ya sing nglakoni ora ngerti!”</p>
<p>Lebih asyik jika membacanya langsung.  </p>
<p>***<br />
UNTUK MEMESAN BUKU INI, terlebih dahulu pesan ke inbox atau mengubungi 0818 0805 3762 untuk Konfirmasi dan kirim alamat, kemudian transfer ke No rekening 0946-01-034453-53-8, BRI Unit Depok Timur, atas Nama A. Badri AQ. T. Harga perbuku Rp. 40.000,- (empat puluh ribu rupiah) termasuk ongkos kirim khusus Pulau Jawa, Luar Jawa ada tambahan ongkos kirim sesuai masing-masing kota.
ANTOLOGI PUISI “RUANG JINGGA” 12 PENYAIR JINGGA

DARI PENERBIT

Sungguh dan barangkali, untuk mengungkapkan emosi dan perasaan hati  dalam puisi (kata-kata) adalah kemampuan yang hampir dimiliki semua orang. Mungkin sebelum banyak media ekspresi jejaring sosial macam facebook seperti sekarang ini, mereka menulis puisi dituangkan ke dalam buku harian, diberikan pada orang yang terkasih, dibacakan orang lain dan ruang ekpresi lainnya.  Semua ungkapan empati dan simpati, pengharapan, keindahan, protes atau apapun dapat saja tertuang dengan puisi. Orang yang senang menulis dan mempublikasikan puisinya untuk dibaca orang lain, kini memiliki banyak kemudahan untuk segera menyebarluaskannya. Macam facebooktadi, tinggal klik!

Tulis dan klik anda dapat langsung membacanya dijejaring sosial. Interaksi para penulis dan penikmat membuat mereka membentuk komunitas tersendiri. Terlepas puisi itu sesuai dengan“kaidah sastra atau tidak”. Hal-hal yang membatasi ekspresi tulisan mereka,  lenyap. Bahkan mereka semakin aktif dan produktif menulis. Tak peduli puisi-puisi mereka hanya akan menjadi keranjang dunia maya.

Puisi-puisi yang terpublikasi di media on line yang tak terbatas space, tentulah harus berpikir “keras” ketika puisi-puisi akan dipublikasikan dalam bentuk buku. Keras dalam memilah puisi-puisi mana yang mungkin layak muat. Keras dalam menentukan jumlah halaman yang tentunya terkait langsung dengan biaya produksi, dan satu lagi keras kembali membenahi teks-teks yang mungkin selama ini terbiasa dengan kesimpelan mengetik gaya sms. Rini Intama yang meng-komandoi dalam tim kurator, mengkurasinya dengan segala kehati-hatian. “Ruang Jingga” kemudian menjadi pilihan tajuk antologi puisi, memuat sejumlah puisi dari 12 Penyair Jingga yang kerap puisinya terpublikasi di facebook.

Q Publisher sebagai wadah independen menjembatani dalam penerbitannya, yang kini segera akan sampai ke tangan anda dalam sebuah buku. Biar bagaimananpun puisi-puisi yang terkumpul dalam bentuk buku masih memiliki banyak peminat, karena buku sesuatu yang istimewa. Keistimewaan penulis dimana mendapat kebahagian tersediri, yang tentunya menambah kekayaan khazabab pustaka Indonesia, khususnya dunia perpuisian.

Semoga sajian buku ini bermanfaat adanya. Amin.

Salam Penerbit

Q Publisher

RUANG JINGGA Antologi Puisi 12 Penyair Jingga Tebal : 98 Halaman + x romawi Penerbit : Q Publisher, Depok – Indonesia Cetakan Pertama, Juni 2010 ISBN : 978-979-99797-7-3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s