Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

ALEXANDER 


to mba’ Rini : about “Lembah Keramat”, one word = marvelous ! Feel like entering the dimension of death.
However, I love all your poems.

ALEXANDER IBLIS BERHATI MALAIKAT – April 3, 2010 at 5:28 pm

*Just sharing :

PUISI *ALEXANDER IBLIS BERHATI MALAIKAT

*Outro Ritme Samar*

Sayup guruh..
luruh dalam selaksa peluh..
memetakan belukar..
akar..mawar..
serupa embun..
yang rimbun..
di merah hati..
seranum pipi..
diri..
mu ?
risau melandai..
seiring runtuhan senja..
pilar gemawan betapa murung..
hingga raung taufan mengiris gerimis..
menyulam gaun temaram..
dan melarung serpihan kelam..
selembut kabut…dalam kencana malam..
ungu lirih sembilu ditelan samar melanskap kedap..
jelma cakrawala jiwa meraba nyala..
limbung..
dalam terjal ajal..
tanpa bunyi..
kadangkala
purnama mati…

====================

*Ketika Senja Mencumbu Bumi Borneo*

Bumi Borneo..
laksana taman firdaus yang hilang..
di mana tiap jengkal tubuhnya adalah keindahan..
dan separuh jiwa ini betapa melanglang dalam kehampaan..
deru angin membasuh helai rambut
dan menyesap ke paru..
menyelimuti tubuh hingga kalbu..
cahya mentari menyandarkan peluhnya di atas jembatan Barito nan megah..
ia mulai terbenam…
seraya senja yang makin memerah..
tongkang-tongkang batubara merayap
empat lima perahu nelayan merambat..
menyusuri lengan sungai
dan banjaran pohon bakau..
bersama biru gelombang yang tenang..
dimana teratai dan buih itu berdansa dengan pasang..
bola mata ini tak mampu sejenak berpaling..
ia tak henti berkedip memandang indah senyumanmu di lembah angkasa
dan letihku layaknya fatamorgana yang dikecup aroma dingin malam..
mungkin rindu bagaikan kuntum bunga yang menghiasi altar langit..
dengan ribuan gemintang yang bertebaran di permadani awan..
layaknya lilin-lilin para bidadari nirwana yang menyala dan tetap bercahaya..
ah..
entah mengapa begitu anggun tatapanmu..
merasuk kencang..
serupa elang..
yang singgah di dadaku..
dan derap detik pun terus bergulir..
acuh pada sandaran tubuh di gigir jembatan megah ini..
jiwaku mengalir bagai anak sungai..
yang larut dalam cumbuan bibir lautan..
hanya asap putih yang menari dan menyenggamai udara..
yang setia pada mulut dan aksara yang membisu..
dalam genangan keheningan…
bersama lukisan kunang
yang menyabit rembulan..
dan mewarnai langit pikiran…
ah..
barito tak peduli…
pualam dan debur pun tak mengerti..
mendung pun layaknya patung..
seperti bebatuan di tepian yang terus bungkam..
ah..
mengapa nafas syahdan demikian kelam..
roda-roda besi terus berkejaran..
di hadapan punggungku seperti siluet yang membayang dan tenggelam..
dan pijakan ini tak lebih memaknai senyap malam..
mungkin hanya dirimu yang mampu menerjemahkan detak jantung ini..
yang begitu pilu bak gagu
namun tak ingin layu
sebab manis wajahmu
snantiasa mengembun di kalbu
dan mewangi abadi…
di hamparan kebun hati..

====================

*Melodi Klasik di Udzur Waktu*

Kelebat binal kilat menyayat
temaram..
di gigir ujung kelam..
mula-mula gerimis mengiris..
begitu
miris hingga mengikis..
puing-puing cahaya…
gelegar gaun taifun..
menggelinjang
layaknya naga yang membelah angkasa dengan galak nafas didihnya..
membakar
bunga-bunga di kepala..
memuntir …deburan dada..
dimana bulan
betapa janda..
jiwa memperkosa jiwa..
hati menjamah hati..
kunang-kunang
melengang di antara alang-alang..
garang benderang memecah karang..
bak
wangi tubuhmu yang beringas merampas lemas kemaluan..
untaian indah
rambutmu layaknya tarian kupu-kupu..
yang bersetubuh di ufuk subuh..
manakala
seorang renta gigil nian..
dengan perut kerontang di tepian..
Lengos
angkuh pijakan tak lebih sekadar ludah yang tolol..
atau kah ia
sampah ?
tak ubahnya onggokan tulang pun kotoran hewan ?
angin
melecut raut keriput..
bagai perompak yang dahaga rampok dan
darah..
ah..betapa jiwanya bagai layang-layang..
terombang-ambing
di dera muntahan awan..
nafas demikian patah..
sdikitpun tak
mengharap sedekah..
syahdan airmatanya bagai limbah..
peduli setan
mati kepayahan…
toh…sanak-sanak digerogoti amnesia…
semua
menenggak racun fana..
namun ingatan masih segar..
seperti debu
yang setia menggampar..
baginya Tuhan tak pernah brengsek..
sontak..
degub
jantung..
terkulai..
limbung..
samar..
kosong…
gelap..
pekat..
malaikat
tersenyum..
mengusap ruh berbinar..
sayap-sayap bersinar..
dan..
jasad
pun membangkai….

====================

*What if…*

What if my hair’s grey..
and I am too old..
too weak..
to make you smile ?
What if at this moment I need your shoulder to cry on ?
as the moonlight grab my breath..
my shadow walked away with yours..
I’ve found your pretty face in the middle of rain..
between the wound & pain..
the water wipe this tears..
and I cold as a snow..
but your arms so hollow..
as I kissed the sorrow..
it doesn’t make any sense..
how come my heart’s bleeding in the silence..
it’s hardly to believed..
why my mind become a pieces…
I saw your soul across the ocean…
but my eyes so broken..
and I never can hug you again..
touch you..
feel you..
or hold you..
as the time goes by..
even you never say a goodbye
an emptiness maps this feet…
and today I learn to hate myself..
to hate the Love..
to hate this life…
to hate GOD..
but it’s useless..as I abuse myself..
forgive me Lord..
You know how I feel..
& I know You behind the wall..
behind the grass..
behind the sky..
behind the angel’s wing..
and You’ll always there..everywhere..
save me Lord…
burn me inside your flame..
a flame of love..
this feeling is so fuckin’ hurt..
but I smile through the dawn..
alone by my own…

====================

*AKU MENCINTAIMU*

Aku mencintaimu..
seperti embun subuh yang memeluk kuntum bunga yang hendak bersemi..
dimana ia ingin tumbuh dan melihat mentari…
Aku mencintaimu..
bagaikan musafir yang dahaga akan zam-zam kehidupan..
bukan fatamorgana semu melainkan hakikat semesta yang rindu akan cintaNYA..
Aku mencintaimu..
Layaknya udara yang menyegarkan rongga paru dan sel darahmu..
dimana rindu bukanlah suatu dosa melainkan ia adalah jantung sebuah makna..
Aku mencintaimu..
seperti dedaunan yang gugur dari dahan pepohonan..
di saat ia telah cukup bijak akan luasnya pintu kearifan dari hikmah jagat raya..
Aku mencintaimu..
laksana ajal yang menghamparkan permadaninya kepada akhir usia..
dimana helai rambut telah memutih
pun nafas telah terhenti..
..dan pasrah akan senyuman Izrail
Aku mencintaimu..
seperti butiran pasir yang mencumbu bibir pantai..
dimana laut adalah ibu dan langit adalah ayah sang bumi..
Aku mencintaimu..
seperti aku mencintai jiwamu..
seperti aku mencintai hatimu..
seperti aku mencintai rindumu..
seperti aku mencintai cintamu..
dan..
sungguh..
aku sayang padamu…
Maha Cinta ALLAH dengan segala CintaNYA…

====================

*MAWAR dan AL FATIHAH*

Langit menangis…

gemintang terkikis..

ketika gunung bergetar..

dimana halilintar menggelegar..

dan

awan –awan terkapar..

dalam hening..

malaikat begitu bening..

mencumbu Sang Jamal..

dengan untaian mahakaryaNYA

Wangi hati..

merasuk…

tiap sanubari..

bila kau hayati kelopaknya..

maka kau pun kan bermekaran bagai bunga..

..dan..

tumbuh sayap kupu-mu..

meninggalkan kepompong dosa..

dan dahaga akan cahayaNYA..

mata air hatimu bagai zam-zam..

dan seketika nanar..indah tenggelam..

dalam nafasNYA..

kau dapati anggur dan manis madu Firdaus…

namun titian tidaklah mudah..

dan tak jarang..langit Mekah memerah..

akan badai dan jiwa yang landai…

rindu laksana nadi…

bergulir memecah..

gelombang pasang..

samudera waktu..

namun hati tak mungkin sangkal…

betapa salju kan runtuh..

mentari kan rubuh…

akan dahsyatNYA…

O..betapa harum itu mengalir…

mengukir…

keindahan yang memusnahkan kata…

dan cinta adalah bahasa jiwa..

dimana mawar itu mewangi sempurna bersama ayatNYA..

====================

*Uap*

Ketika bayang parasmu menikam langit hati..
cahya bulan mencumbu sel-sel jiwa..
serupa rotasi Mars di kepala..
dan dalam rahim malam..
surga bagai terbakar..
kala neraka membeku gila..
puing nafasmu bertebaran..
sperti milyaran Terabytes file..
yang mengendap di sela saraf otak..
cumbuanmu layaknya mercusuar yang menyilau..
menderap di selat…menjilati buih-buih lautan rindu..
indah matamu seanggun renaisance…
aku terpasung di pagoda airmata..
betapa jiwamu menunggang halilintar..
dengan muatan satu Geopbyte..
yang meratakan bongkahan fraseku..
gemercik gerimis menghajar amnesia..
raut gemintang begitu pucat..
pun malaikat enggan berdansa..
karna dawai harpa sontak patah..
mengapa dinding hatimu begitu putih ?
sedang samudera hatiku mengabu ?
ingin kumengembrio di palung ruhmu..
bersampan menuju gelombang badai kalbumu..
tenggelam dalam dirimu..
O..betapa darahku terdistorsi dosa..
dan aku takkan pernah ingkar akan Arsy-NYA..
aku telanjang tanpa jubah………

====================

*API YANG SEKARAT DAN MEREGANG NYAWA*

Tiap lekuk tubuhmu adalah sajak…
Seperti puisiku yang menyetubuhi hati dan jiwa yang mengerti…
dan Cinta memang tak mengenal gravitasi..
semacam distorsi yang meradang bagai kabut tsunami..
wajahmu sebentuk memori..yang manis bagai racun yang berdarah dingin..
dan ketika mendung mulai menari…seraya ia meludahi layang dan rerumputan..
aku terpaku dalam kesunyian…dan betapa hujan setia menemaniku…
ia menjamah tubuh..hati..dan jiwa..yang berserakan..
berantakan bagai..pasir ditelan ombak pasang..
mungkin darah semacam madu…
dan kan kuteguk tiap tetesnya yang keluar dari nadiku yang teriris manis…
rindu ini layaknya belati..yang mencabik pori-pori hati..merobek anal langit..dan menggoreskan luka jiwa..
seperti hantu tanpa kepala…mayat jiwaku berkeranda…tanpa kafan..dan hanya telanjang…
pada ufuk senja…engkau taburkan..bunga di dada…
dimana duri mawar itu..kau mahkotakan di kepala rohku…
dan kau salibkan aku atas nama kepalsuan…
dan cinta adalah kekosongan bagai asap yang berdansa dengan lidah api..
dan bersenggama dengan kawanan angin…
kecuplah bibir ini dengan menawan bibirmu kasih…
bukankah cumbuanmu semacam sengatan listrik dengan jutaan voltase..
maka biarkanlah aku terbakar bersama tangisan pelangi dan rintihan hujan..
mungkin kaku dan membiru dalam aliran listrik betapa indah..
seindah cintamu yang laksana pedang tajam…
yang membelah dan merobek dinding hati ini…
aku memintamu memenggal kepalaku…agar tak lagi kulihat kecantikanmu yang bagai empedu..
sungguh betapa jiwa ini luruh dalam kehampaan..
ia mengelana di bulan dan menyelam di telaga kesunyian…
tenggelam dalam dimensi tak bertuan..
cinta memang sebentuk tragedi..
seperti remah roti yang disuapkan Yesus kepada muridnya..
dan anggur itu adalah bisa…
yang membius layaknya rindu yang menggantung rohku..
ketika gemintang mencumbu langit malam…
aku terpaku bagai pualam..di danau yang dalam..
basah…mata ini…namun…gersang…ladang hati ini…
izinkan kubangun altar kehidupan..
dengan hiasan kamboja dan dupa mawar hitam..
dan malam ini adalah perjamuan..
dimana aku merayakan kematianku bersama para hantu dan malaikat malam
dimana jasadku mereka sirami dengan bisa ganas dan racun ular…
dan jiwaku mereka rajam dengan cambuk dan batuan lahar..
betapa mereka menghisap darah ini hingga habis…
dan aku lemas..dalam senyuman..dan genangan air mata..
lirih adalah bahasa kebisuan…yang sempurna bagai surga yang tak mendidih sperti halnya neraka…
aku terkapar di bawah purnama dan dera gerimis…
jiwamu memang secantik air..
yang mengalir…dari oase gurun pasir…
dan jiwaku adalah api yang meregang nyawa…berdansa dalam kepedihan…
mungkin subuh adalah saksi..
dimana api bunuh diri dan tenggelam dalam air…
dan kematianku melahirkan uap keindahan…
yang mendekap mentari………..

====================

*ENGKAU MELUDAHIKU*

Engkau meludahiku dalam reffrain malam..
sembari menyuguhkan kapak berlumur darah dan noda kelam..
kepak gagak menangisi purnama bersama bayang mayat mengqishas gulita retina..

Engkau meludahiku dalam sedu sedan..
meletuskan lava pijar di rongga dada..
ketika kupu-kupu itu teduh dalam rindang prahara..
betapa petaka merubuhkan menara siang..
sekejap kelebat sayap senja begitu patah layaknya udzur mercusuar nan ringkih tak berpelita..

Engkau meludahiku dalam hamparan kebekuan raflesia..
sontak gemawan gusar dan kabut pun begitu liar..
betapa hati bagai pecahan gletser..leleh dalam nista samudera..

Mungkin aku pembunuh berdarah dingin..
yang pernah menjagal rembulan..
seraya ia menyabit jiwa yang penuh luka..
namun amuk airmata mustahil membendung taifun dosa..
nafas mendidih dalam kuali semesta..
tetesan peluh gugur sperti puing fajar..
yang gelepar layaknya serakan mawar-mawar..

Bibirmu gigil memilu..sepincang runtuhan petang..
igau raung harimau memadamkan kerlip gemintang..
gundah gaduh mengaduh tumbuh patah payah merambah lemah seperti darah..yang tumpah ruah..membalut rahim malam..
mungkin cumbuanmu seharum ganja..
dan telaga hatimu sebening vodka..
seperti butiran kristal sabu..engkau begitu gagu..ditindih buram cahaya..
Kau dan aku adalah atom tak bernama..
saling memagut mega-mega..
sungguh asam sianida membanjiri kanal jiwa..
membuih dalam bulir perih..
menafikan dimensi peri-peri..
tanpa rupa..dalam aroma dupa..
menjala sorot senja..
seperti mata..
tanpa ruang..tanpa alang-alang..
engkau memburdah sperti stupa..
yang beryoga..
gemercik gerimis mengamnesiakan waktu..
aku disenggamai rindu..

meski ALIFBATA-ku tak mungkin mencium pipi-MU..
namun hati yang kudus tunduk sujud di kaki-MU..
bermetamorfosa sperti oase nan sejuk tuk para musafir..
seteduh Gereja kaum Nasrani..sekokoh Kuil Yahudi..
sehening Vihara..seindah Pagoda..
dan sedamai Surau di semesta..pun lainnya..
Oh hati..
sungguh lapang bagaikan sayap-sayap malaikat yang terbentang..
luas..
nan setia menaungi para jiwa pencinta yang bermunajat kepadaNYA..
Maha Cinta ALLAH dengan segala CintaNYA

====================

*All poems by : Alexander Iblis Berhati Malaikat

ALEXANDER IBLIS BERHATI MALAIKAT – April 3, 2010 at 5:43 pm

10 thoughts on “ALEXANDER 

  1. ====================

    *RINDU ITU*

    Kulukis anggun parasmu di angkasa…
    dengan tinta pelangi
    dan pena sang surya..
    dan gemawan putih yang berbaris itu layaknya kertas..
    begitu bersih…
    bagai hatimu yang penuh kasih…
    O..betapa merah bibirmu seindah mawar surga..
    yang bersemi..dan mengharumi di segala musim jiwaku..
    ingatkah engkau pada manis cumbu kita kasih ?
    Dimana sentuhan lembut bibir kita menyatu bagai kuntum bunga yang basah oleh embun pagi..dan menyejukan hati ?
    dan betapa kutakkan pernah lupa…
    akan pelukan dan dekapan mesra kasihmu cinta..
    yang menerbitkan fajar kehangatan di jiwa..
    cakrawala kalbu pun menderu..
    dan nafas rindu..
    menggebu..
    menyatu…
    layaknya banjir Nuh..yang luluhlantakan segala asa…
    dan waduk jiwa ini hanya bisa merintih..
    lirih…
    perih…
    karena rindu itu…
    rindu itu….
    begitu merasuk rohku…
    dan sang mata pun tak mampu…
    sungguh tak mampu…
    membendung airmata…..

    ====================

    *ARPEGGIO of LOVE*

    The dance of soul’s spinning around
    U took my hand from the sea of emptiness
    Whispering the heart with your lovely heart
    Healing the pain with your light
    I wonder how bright your smile upon the sky
    Even an angel could fall in love
    Even the rain may cry
    & I am just a man
    who would die for
    you..

    ====================

    *LULUH*

    Cahaya bulan memagut bibir ini melalui desau angin..
    menjamah helai rambutku melalui celah ranting dan dedaunan..
    aku terpaku di lembah kesunyian..dan kuhamparkan tubuh ini di ranjang rerumputan..
    memandang jutaan rasi bintang..dimana di tiap gugusannya bertuliskan indah namamu..
    betapa malam membekukan jiwaku..bagai salju abadi..dan hatiku mengkristal..
    layaknya gunung es yang kekal..di samuderaNYA yang tak tercumbu sang surya..
    mungkin menawan parasmu seperti aroma embun di kala fajar..
    membuat hati luluh..dan jantung bergetar..
    seketika jiwa ini lebur..dan luruh..akan manis senyumanmu..
    karena hanya anggun senyumanmu lah yg mampu mengusap airmataku..
    mungkin di bawah rinai gerimis..aku mampu memahami bahasa langit yang meringis..
    dan jiwa ini akan bersahabat dengan serdadu halilintar dan kawanan taufan..
    biarlah tubuh ini basah..kupersilakan hujan merajamku dengan tarian mistisnya..
    menemani jiwaku yang terlunta..dan mungkin hanya lembut kasihmu yang bagai sutera..
    yang mampu merekatkan kembali hatiku yang patah..dan terbelah..
    seperti halnya meteor yang pasrah dan bunuh diri ke dekapan sang bumi..
    dimana atmosfer telah membakar dan memusnahkan segenap tubuhnya..
    hingga ia menjadi kepingan cahaya seterang kunang-kunang yang melukis kanvas sang malam..
    sungguh detak jantungku selemah mentari yang dibenamkan sang malam..
    dan hatimu serupa mata pedang nan tajam…maka biarkanlah kuserahkan segenap nyawa cintaku..
    pada ujung maut kerinduan..
    mungkin mati bukanlah akhir..ini hanyalah jembatan menuju api suci…
    dan rohku pun terbakar dalam cinta sejati..dan kan tetap abadi..
    di pelukNYA..nan suci……….

    ====================

    *THE REBEL of THE BLACK ROSES*

    Melting just like a candle in the dark
    under the moonlight
    Somewhere over the abusing house
    not as bright as the eyes of death angel
    searching a drop of tears
    holding the lost breath
    & the soul were flying
    even feet buried
    deep inside cemetery
    stand up for the anger
    bleeding to the bones
    arising the leafs
    in the winter
    a fire ball surrounded
    just red
    & black
    the heart kept frozen
    because he kind of stone…………

    ====================

    *HARMONI “K” MERASUK JIWA*

    Kau kan kusentuh..
    Kau kan kupeluk..
    Kau kan kucumbu..
    Kau kan kudekap..
    Kau kan kurindu
    Kau kan kurasa..
    Kau kan kuraba..
    Kau kan kucinta..
    karena Kau kekasihku..
    karena Kau kelemahanku..
    karena Kau kekuatanku..
    karena Kau keseimbanganku..
    Kau keindahan..
    Kau keagungan..
    Kau kematian..
    Kau kehidupan..
    Kau kedamaian..
    KelembutanMU..
    KeabadianMU..
    KasihMU..
    Kekal…………

    ====================

    *SEKEDAR KATA*

    Sekedar kata..
    di pagi buta…terselip makna…kekosongan..bagimu..
    tidak demikian..
    sebab dera angin..mencengkram kereta..ketika ranting gigil..disetubuhi harum dingin..
    ada jejak hujan..
    dan wangi bulan…meresap hutan..dan genangan kerinduan..
    secarik asap menggumpal..
    mengunyah awan perlahan…dan merajut pelangi..bercinta dengan mentari..
    di tepi pantai…
    debur tak henti menggapai…airmatanya tumpah..
    membasahi tanah…
    serupa cinta..
    di kala..
    patah…

    ====================

    *MARS for HYPOCRITE*

    God
    they’re good
    even not good as the God
    everything they’ve got
    under the skin
    absolutely riot
    they are law
    moreover the clawns
    they are god
    actually a damn fuck
    kick’em all
    to the hell
    not that easy
    throw their mouth
    a fucking C4
    genocide is a simply complete
    perfect…!!!

    ====================

    *ORKESTRA CINTA DI LANGIT FIRDAUS*

    Di cakrawala hati tersimpan awan yang menangis
    ia merintih dan berteriak dengan lantang hingga halilintar menyambar-nyambar..
    ke penjuru jiwa seiring airmata yang jatuh berderai..
    bagai air terjun yang menari dengan pelangi
    auranya berpendar ke segala arah dengan warna yang bercahaya..
    seterang gemintang yang bertaburan di langit malam..serupa mutiara yang berkilau
    menyilaukan pesonanya hingga menembus galaksi bimasakti..
    begitupun CintaMU yang sebenderang sang mentari..
    yang mampu menghidupkan jiwa yang telah mati..
    membangkitkan nyawa yang mati rasa….
    Membasuh hati yang luka…
    Ketika badai itu hilang ditelan cahayaNYA…
    ada rona bahagia di sudut sanubari menumbuhkan kebun mawar di ladang jiwa..
    menerbitkan cinta suci layaknya mentari..menjadikan hidup lebih berarti..
    seiring musim yang bersemi dengan beragam kembang yang bermekaran di lembah jiwa..
    dan purnama pun membuka cadarnya..memberikan cahaya senyumnya..
    ke panorama hati..dimana pantai itu mencumbu ibunya sang samudera nurani
    dan hanya menawan namamu yang bersemayam indah di jantung ini..
    maka biarkanlah nafasku mengirimkan nada rinduku ke palung hatimu..
    dengan harmoni orkestra surga dimana ribuan bidadari memainkan harpa ..
    dan jutaan malaikat Firdaus meneduhkan langit-langit hati dengan alunan biola
    dan dawai yang simfoninya merasuk tulang hingga sukma..menggetarkan semesta
    dan memberikan tangis bahagia akan CintaNYA..
    Mungkin Cinta serupa candu dan jiwaku dihantam badai rindu…
    dimana di tiap jejak ku..ada bayang indah wajahmu…
    dan kemana pun kumelangkah..hatimu menggenggam erat hatiku..
    Engkau telah memahat hati ini dengan sebentuk kasih yang sungguh bersih..
    menjadikan jiwa yang merana tak lagi terlunta..dan kelembutan CintaMU..
    mampu menghancurkan kerasnya karang hati..memadamkan api angkara..
    dan sanggup menumbangkan ego akal manusia ini..
    andai malaikat surga meminjamkan sayap ajaibnya..kan kubawa engkau
    berdansa di rembulan dan mengarungi andromeda..
    namun aku bukan pemimpi..aku hanya pencinta yang terpanah Cinta di hutan kekosongan..
    dimana aku mencari makna akan Cinta Sejati..dan menjelajahi tiap nurani..
    hingga aku terdampar di puncak Cinta Suci..dan aku pun mengerti arti pengorbanan
    kutanggalkan jubah egoku…kuhempaskan segala akalku..
    karena logika kan bungkam seribu bahasa..di hadapan Cinta..
    dan hanya bagi mereka yang memahami filsafat hakiki nan suci yang mampu
    bertahan akan derasnya ombak kepalsuan..dimana kata-kata picisan tak mampu
    menyaingi suara murni Sang Hati..karena bahasa Cinta..
    adalah semacam percakapan jiwa-jiwa..
    manalah mungkin rayuan sampah mampu menyaingi KesucianNYA..
    karena keindahanNYA adalah nyata bagi mereka yang tidak buta..
    bila kematian adalah pintu keabadian..maka jiwa yang mati kan tetap bernyawa
    di CintaNYA…seperti jiwaku yang terbakar api CintaMu…
    dan hatiku yang Kau pagut dengan cumbu KasihMU..
    dan aku tenggelam dalam pelukan CintaMU..
    karena Kesucian CintaMU adalah nafas yang kuhela..
    dan di tiap detik nadi ini..berdenyut akan namaMU..
    …aku mabuk di Cinta SuciMU..
    Senja mungkin kan merah…namun tak semerah pipimu yang bagai mawar Firdaus
    dan mungkin putihnya kapas pun tak seputih hatimu yang tak bernoda..
    dan separuh jiwa ini adalah milikmu…seperti halnya sayap hatiku..
    yang hanya mampu mengangkasa bersama sayap hatimu…
    melodi Cinta merasuk kalbu…menenangkan airmata…dan menyejukan rindu..
    dan di tiap detak jantungku menyenandungkan nada harmoni kedamaian CintaMU
    mungkin rambutmu serupa mahkota dewa..dan engkau adalah ratu..
    di kerajaan hatiku…pemilik rohku…pengantin Cintaku..
    jangan bersedih sayang…karena dukamu adalah laraku..
    seperti hati kita adalah satu..
    tersenyumlah kasih…karena tawamu adalah bahagiaku…
    karena jiwa kita pun menyatu…
    hanya Kau lah yang mampu melemahkanku..dan hanya Kau lah..yang sanggup
    yang menguatkanku…
    aku adalah kau…kau adalah aku…
    rinduMU adalah rinduku.. dan CintaMU adalah cintaku..
    aku luruh dalam Kau..
    aku luluh dalam Kau..
    aku musnah dalam Kau..
    dan aku lahir karena Kau..
    Maha Indah Kau dengan segala keindahanMU..
    Maha Cinta Kau dengan segala CintaMU………

    ====================

    *Thank You Love*

    This soul’s collapsed strike by a loneliness storm..
    the angel’s heaven saw how shattered this heart..
    that beautiful memories just like a broken mirror that was sparse all over the floor..
    and faded like dust..
    as if a body without heart..I was in blue..and almost fallout just like a prehistory statue..
    that was lost swallowed by period..
    but your amazing soul gave me a something…something new..
    a new breath..a new heart..a new soul..as the sky in confuse blue..
    and the sun left his warmness between the gap of leaves and a crystal dew..
    that drip from a sheath of flowers at dawn…
    and all that is because of you..
    Thank’s to you..
    Love..

    ====================

    *a DEATHLY NIGHTMARE TERROR*

    Hold your breath
    Because no longer
    You’ll die by dawn
    In the tunnel of evil
    In the land of demon
    Shut the fucking mouth
    Because soon
    Your words
    Will be burn
    With a fire of hell
    and
    no one can help you
    a hundred zombies
    will rape you
    at the same time
    you’ll be addicted
    with their brutality peniss
    brake your vagina
    your bottom
    and
    they will suck
    your nipples
    until your boobs exploded
    you can’t cry
    you couldn’t scream
    because your eyes
    was lost
    your mouth
    and
    every inch of your body
    are full with evil’s cums
    furthermore
    they will slice
    your body
    into a pieces
    and
    eat you alive
    no voice……
    no pain……….
    Because you’ll be death already
    Before the sun wake you up….
    Just the sweat’s all over your face
    Thank’s
    God………………………………

    ====================

    *dan aku pun tersenyum…..tersenyum ?*

    Cahaya dibunuh lirih ..tetesan gerimis merintih..seiring kelam malam tanpa purnama..
    Hati runtuh..dan puing-puing asa bungkam..
    Ilalang dan dahan meranggas..sekerontang mata air pun muara..
    Hanya kering dan bara yang membakar…
    Memasung…merantai…
    Kemarau menjamah..menjajah..
    Sayap peri surga telah patah..
    Seperti darah..dan itu indah..
    Seindah aku yang dikubur nelangsa…
    Kupeluk duka..dengan senyuman..dan pipi yang basah..

    ====================

    *SYMPHONY of MATRIX MODULATION*

    An iron curtain crushed a chromatic scales
    &
    we’ve been poisoned
    by the fucking system
    blow us away
    to the grave of the living dead bodies
    either as blind as a nerve’s double taping
    as we lay dying
    & open up our eyes
    the tornado of destruction
    swept us away
    any salvation…..???

    ====================

    *Kau Tuliskan Indah Namamu di Hatiku*

    Kau tuliskan indah namamu di hatiku..
    ketika malam menyulam langitnya dengan untaian bintang-bintang..
    dimana bulan berlayar di lautan galaksi yang penuh dengan gugusan cahayaNYA..

    Kau tuliskan indah namamu di hatiku..
    seperti angin yang mencumbu lembut menawan parasmu dan anggun helai rambutmu..
    sejukkan palung jiwa dan mendekap erat sanubari dengan damaimu..

    Kau tuliskan indah namamu di hatiku..
    saat roh ini terlunta dalam dimensi kosong dan teralienasi..
    dimana sang hati pernah terdistorsi akan luka dan hancur berkeping-keping..

    Namun hatimu memang semulia melati..
    Kau ambil hatiku yang berserakan dan menyatukannya kembali..
    Kau balut dan kau obati dengan kasih sayangmu dan kau lukis dengan warna pelangi..

    O..sungguh engkau layaknya mentari..
    Kau cerahkan lagi sang hati..
    Kau genggam jiwaku..
    dan Kau ukir dengan rindu kasihmu.
    Kau peluk hatiku..
    dan Kau tuliskan indah namamu…
    hanya namamu..
    sungguh..
    hanya namamu..
    yang ada di hati…
    ====================

    *an AUTUMN of HEART*

    Like a Vivaldi’s riff on spring
    Your beauty shredding my whole body
    my soul
    my breath
    & everything on me

    a thousand shooting star killed my nights

    how could your lips as pretty as roses?
    Your eyes like an angel eyes
    & your heart as wonderful as a sunshine

    God

    You inside of me
    I am inside of you
    &
    It’s true

    ====================

    *DALAM ARAM*

    Hatiku begitu senja..
    layaknya gerhana bulan..
    yang membelah pikiran..
    hatimu betapa teduh..
    seperti embun yang menyejukkan nafas subuh..
    Aram terkapar…fajar gelepar…
    lidah api membakar hutan dan rerumputan jiwa..
    di dermaga yang lepas mentari tanggal..
    detak jantung begitu binal..
    dingin malam merampas..
    gemawan meranggas..
    dedaunan kering gugur ..
    seperti pelacur..
    yang tetap tersenyum meski hancur..
    perlahan…menjadi kepingan…
    musim semi tlah usai..
    dan jiwa membeku..
    bagai salju yang bisu………..

    ====================

    *TELANJANGI SEPUASMU*

    Telanjangi jiwa ini..
    Telanjangi hati ini..
    Telanjangi pikiran ini..
    Telanjangi…
    Telanjangilah sebisamu..
    sepuasmu…
    agar jiwa ini bugil tanpa noda..
    agar hati ini polos tanpa sisa…
    agar pikiran ini murni tanpa dosa..
    puing cinta lebur dalam jeram rindu..
    petang karam…surya rebah…namun parasmu tetap indah..
    betapa hutan cemara bersemi dalam kebun jiwamu..
    dan hatimu layaknya taman bunga yang tak kunjung layu..
    bibir pikiranmu memagut jantungku..
    sketika berhenti berdetak…tak lama ia begitu kencang..
    secemerlang ribuan bintang yang menghiasi langit malam..
    semenawan tatapanmu yang dahsyat menghujam..
    mungkin sebuah senyuman..
    mampu memburam..
    sanggup meredam..
    mudah menggenggam..
    sgala indera..
    meleburkan segala bahasa..
    memusnahkan serangkaian kata..
    merajah segenap jiwa..
    bertuliskan sebuah nama..
    namamu…

    ====================

    *Ketika Engkau Menangis*

    Ketika engkau menangis..
    kala kaca jendela basah oleh gerimis..
    dan airmatamu gugur perlahan bagai dedaunan kering yang memeluk ilalang..
    tanpa kau sadari…
    diam-diam sang malaikat telah menggenggam tetesan laramu itu dengan telapak kasihNYA..
    tanpa kau mengerti…
    sang malaikat itu mengusap basah pipimu..
    menenangkan sanubarimu..
    meski airmatamu tetap memaksa mendekap sang bumi..
    dan malaikat pun hanya tersenyum..
    enggan menahan hasrat sang airmata yang rindu akan hakikatnya..

    malam mengintip dengan binal..
    layaknya pencuri yang menjamah isi ruangan tak peduli vertikal pun horisontal
    tak ubahnya hati yang begitu kental..
    akan sangsi tidaknyakah pada AL MALIK..
    seiring tergelincirnya gemintang di hilir dini hari..
    rimbun embun menyelimuti nafasmu..
    dan betapa bunga-bunga tetap setia bermunajat kepadaNYA..
    tak mengeluh akan musim-musim yang dengan senang hati menghajarnya dengan penuh kejutan..
    syahdan malaikat pun menghadiahimu setangkai mawar indah..
    sebagai bunga tidurmu…berharap mimpimu tak resah..
    ia berbisik : “terjagalah ketika subuh, sebab DIA merindukanmu untuk bersimpuh di indah permadani senyumanNYA wahai jiwa & hati yang bersemi tak peduli badai nan garang penuh misteri”

    sungguh DIA tak sekali-sekali melupakan namamu..
    lantas mengapa tak kau abadikan DIA di buku harian hidupmu..
    garis edar semesta terus berjalan, maka nikmatilah sebuah perjalanan..
    Hmm…
    mungkin di langit pikiran tersimpan makna kelam..atau malah secercah harapan..
    ah..sudahlah…
    biarlah itu menjadi rahasiaNYA…

    ====================

    *YOU*

    You’re my lovely star that bright my nights
    You’re just like crystal dew in my dawns
    I want to kiss your beautiful soul
    I want to hug your pretty heart
    Hold you..
    Feel you..
    and touch you..
    as wonderful as the eclipse..
    So let me kiss you violently..
    then you’ll know how amazing the Love is

    ====================

    *Hakikat Cinta*

    Cinta tak menghakimi
    Tak pula merantai pun memasung sang Hati
    Ia adalah keindahan..kehidupan..dan juga kematian..
    Ia membebaskanmu dari sangkar nafsu dan jeruji kepalsuan
    Menuntun langkahmu dengan lentera ketulusan
    Ia mampu membunuh sepi dan sanggup merobek kekosongan
    mampu menguatkan pun melemahkan
    menentramkan dan mendamaikan sang Jiwa
    menyejukkan dan mencerahkan tiap insan yang bernyawa
    dan terus berkelana melambung buana
    Jangan sekali-sekali kau buta karenanya
    Sebab dia bisa begitu samar di hadapan mata
    ia senantiasa mengawasi dan mengerti
    Ia tak pernah tuli pun bisu
    Sewaktu-waktu ia kan merangkulmu…bersemayam di hati pun pikiranmu
    berbahagialah..namun bersiap pulalah meneteskan airmata..

    ====================

    *JIKA*

    Jika hidup adalah puisi..
    maka kematian pun adalah puisi..
    ketika halaman terakhir telah habis akan goresan titahNYA
    dan malaikatNYA menutup buku fana di akhir masa..
    namun lembaran hakikat itu akan snantiasa indah..
    bilamana hati bercahaya akan ruh amal dan kata..
    yang mampu meruntuhkan kesedihan langit..
    dan menaungi senyuman semesta raya..
    bagai embun yg meneduhkan pagi hari di tiap-tiap hati..
    dimana bunga-bunga menjadi kian berseri..
    dan bersemi..
    anggun mewangi..

    ====================

    *HARMONY of SILENT*

    A cold night doesn’t seems real
    Through her heart
    Everything’s fall a part

    Could you see
    The shadows arms
    Behind the grass ?

    Can you feel
    The touch of wind
    Upon your hair ?

    When the lightning’s striking
    That’s the way of rain’re dancing

    Between the step & the shadow
    She’s just a phantom of emptiness

    A flame in ice

    A burning waterfall

    U can hear
    But
    Could you listen ?
    The silent leave something…………

    ====================

    *All poems by : Alexander Iblis Berhati Malaikat

    ====================

  2. Especially to my Ibliz :

    Keriuhan suasana disini
    Tidak juga mampu menepiskan rasa
    Sunyi..sepi.. Yang menjadi juri dalam hati

    Senyuman..Canda tawa
    Terukir dibibir dengan erti
    kerinduan yang menggunung

    Tiada siapa yang dapat mengertikan rasa ini
    Tiada siapa yang dapat mengertikan rindu ini
    Kerinduan untuk bersama kekasih hati

    Yang sekian lama mencuri jiwa dan raga ini
    Ku meraih bahagia dan tawa kala ini
    Dengan mencurahkan segala bisikan hati

    Ku akui ku menjadi perindu kini
    Perindu kepada yang ku panggil PENCURI HATI..
    Wahai Pencuri Hati!
    Sesungguhnya AKU RINDU akan dirimu

  3. Especially to My Ibliz :

    BISIKAN HATI

    Keriuhan suasana disini
    Tidak juga mampu menepiskan rasa

    Sunyi..sepi.. yang menjadi duri dalam hati
    Senyuman..Canda tawa … terukir dibibir dengan arti

    Tiada siapa yang dapat mengertikan rasa ini
    Tiada siapa yang dapat mengertikan rindu ini

    Kerinduan untuk bersama kekasih hati
    Yang sekian lama mencuri jiwa dan raga ini

    Ku meraih bahagia dan tawa kala ini
    Dengan mencurahkan segala bisikan hati

    Ku akui ku menjadi perindu kini
    Perindu kepada yang ku panggil PENCURI HATI…

    Wahai Pencuri Hati!
    Sesungguhnya AKU RINDU akan dirimu

  4. Ku kira 1 puisi pertama yg asl2an dan 1 puisi yg udh di benahi gag masuk.

  5. Hai.. Mbak Rindu rupanya penggemar puisinya Alexander yang katanya iblis tapi berhati malaikat ..! wah keren keren ya puisi beliau ? aku juga salah satu penggemar tulisannya… Puisimu juga indah Lho mbak Rindu!

    terima kasih atas kunjungannya !
    maaf kalau tadi tulisannya baru sempat dimoderasi.

  6. *to Rindu : your poem is very good. Deep emotion inside

    &

    *to mba’ Rini : Thank you very much for everything. I really appreciated it. segala puji kembali kembali & hanyalah milikNYA semata.
    to be honest, your poems is also wonderful. I love it all.

  7. another poems by me *ALEXANDER IBLIS BERHATI MALAIKAT :

    *KETIKA MATI SURI*

    Ketika hati ini mati suri..
    ia menjadi keras hati..
    beku bagai salju abadi..
    Ketika jiwa ini mati suri..
    ia menjadi kering kerontang..
    meranggas panas..
    bagai debu yang dimainkan badai padang pasir kehidupan…
    jasadku ada di sini bagai patung bisu…
    namun roh ini terombang ambing dalam kesunyian..
    jiwaku bertanya kepada hati : “wahai sang hati, mengapa engkau mati suri ?”
    hati pun menjawab : ” lantas mengapa engkau pun mengalami hal yang sama denganku ?”
    dan jiwa pun menitikan airmatanya…
    jatuh terurai..membasahi..dinding hati..
    sang hati pun tak mampu menahan linang tangisnya…
    airmatanya mengalir menuju lembah terasing…
    dimana rerumputan tak lagi bersemi..
    dan dedaunan gugur silih berganti..
    awan mendung kalbu menghujani sang jiwa dan hati…
    dan sang malam pun mendekap erat para makhluk dengan keheningannya..
    menebarkan wangi angin malam ke segala penjuru mimpi…
    ketika embun subuh memeluk sanubari…
    sang hati dan sang jiwa pun tersenyum..
    mereka tak lagi mati suri..
    kini sang jiwa dan hati merasakan hangatnya sang mentari kasih..
    ia..
    yang menerbitkan rasa yang tulus di hati dan jiwa…
    ia..
    yang membangkitkan sang jiwa dan hati dari kematian…
    ia yang menyejukkan rongga jasad dari kekosongan nurani..
    ia..
    yang meneduhkan alam sanubari..
    yang seketika bersemi dengan kebun mawar dan harum bunga-bunga surgawi…
    ia yang bernama cinta suci…,

    ====================

    *SERPIHAN SAJAK DI KALA EMBUN MERASUK JIWA*

    Hujan menemani malam..
    membasuh tanah..
    dan jiwa-jiwa yang gelisah
    betapa bulan telah menyabit hatiku dengan cahaya misteriusnya..
    mengusap peluh di jiwa…
    membisikan kerinduan akan wajahmu yang menghiasi malam
    dimana bintang-bintang yang bertaburan di angkasa adalah mahkotamu…
    dan siluet aurora yang menawan itu adalah sayap cintamu…
    mata ini terpejam…
    namun hati ini tak pernah terlelap…
    ia senantiasa menjaga hatimu..
    memeluk relung jiwamu…
    mendekap kalbumu…
    mengusap airmatamu…
    izinkan kukecup lembut bibirmu..
    melalui nafas angin..
    dan udara yang kau hela tiap detik..
    agar cumbuanku tak hanya berhenti di cantik bibir dan parasmu…
    namun juga menembus jantung hatimu..
    dan bersemayam indah di jiwamu ..

    ====================

    *ENGKAU*

    Engkau adalah kesejukan yang memancar..
    bagai mata air yang mengalir..
    dari titian sanubari dan tetap berpendar..
    secerah mentari yang menyinari jiwa yang memawar mekar dicumbu embun fajar..
    mungkin zamrud tercantik pun tak mampu menyaingi anggunnya jiwamu..
    sebab engkau adalah kilau yang terpendam di muka bumi
    yang tak ternoda bagai buku harian yang belum tersentuh oleh tinta..
    engkau adalah dirimu..
    dan dirimu adalah engkau yang menawan..
    yang meruntuhkan..
    kegelapan..

    ====================

    *SYMPHONY CINTA YANG TERBAKAR INDAH*

    Aku mencari Tuhan di samudera nan luas..
    namun tak kutemukan..
    Aku mencari Tuhan di padang savana..
    pegunungan..
    hutan..
    hingga perkotaan..
    namun tak juga kutemukan..
    peluh berguguran..
    jantung pun membeku tak karuan..
    aku lelah dan terpuruk dalam kesunyian..
    namun ketika kuberjumpa dengan engkau wahai kekasihku..
    aku sadar telah kutemukan kuasaNYA di keindahanmu..
    engkau telah membimbingku untuk mengenalNYA jauh lebih dekat..
    terimakasih sayangku

    Ketika engkau tersenyum dengan indah..
    maka aku pun akan ikut tersenyum..
    Ketika engkau tertawa bahagia..
    aku pun turut bahagia..
    Ketika engkau menangis..
    aku pun tak sanggup menahan airmata ini..
    jiwamu dan jiwaku adalah satu..
    hatimu dan hatiku adalah satu..
    cintamu dan cintaku adalah satu..
    karena Kau&Aku adalah satu..
    dan hanya menawan namamulah yg satu-satunya ada di hatiku kekasihku..
    dan hanya engkaulah yg menggenggam hati dan jiwa ini..
    Sayangku..

    Rajamlah jiwaku ini dengan cambuk kasih sayangMU ya ALLAH..
    sambarkanlah halilintar cintaMU ke hati ini ya Rabb..
    hujanilah kalbu ini dengan api rinduMU wahai malaikat-malaikat Firdaus AL-Jannah..
    agar roh ini terbakar dahsyat dalam Cinta SuciMu..
    dan abu jiwaku dapat Kau tebar di samudera Cinta KasihMU..
    hingga aku menjadi Pencinta SejatiMU…

    ====================

    *BILA MATA INI TAK MAMPU LAGI MEMANDANG*

    Bila mata ini tak mampu lagi memandang..
    kaki ini tak mampu lagi menopang..
    ketika jiwa ini gersang..
    seiring nafas yang telah hilang..
    dan kedua tangan yang lumpuh selamanya..
    yang mengharuskanku menghadapNYA..
    kumohon..
    janganlah kau keluarkan airmatamu di pusaraku..
    janganlah kau basahi nisanku dengan tetesan tangismu..
    tersenyumlah sayangku…
    maka aku pun kan tersenyum padamu..
    walau di kejauhan..
    meski aku tak mampu lagi menggenggam lembut tanganmu kasihku..
    aku kan tetap memelukmu…
    walau ku kan terjatuh..
    karena alam yang memisahkan..
    walau aku tak sanggup lagi membelai indah rambutmu..
    dan mengecup manis bibirmu cintaku..
    aku kan tetap berdoa untukmu…
    meski kau tak mampu lagi memandang tubuhku..
    mungkin hanya dedaunan kering yang kelak menghiasi makamku..
    dan ilalang liar yang menemani nisanku…
    dimana sang hujan kan setia membasahi pusaraku…
    meski ku takkan pernah merasakan lagi apa artinya basah..
    dan ku tak mampu lagi membedakan mana panas mentari dan makna embun pagi..
    tersenyumlah sayangku…
    tersenyumlah…
    sungguh..
    senyumanmu..
    adalah kedamaian bagiku…
    dan cinta sucimu..
    kan selalu bersemayam indah..
    di jantung hati ini…
    meski ia tak mampu lagi berdetak…
    seiring mata yang telah terpejam…
    selamanya….
    namun…
    kutakkan..
    pernah…
    melupakanmu……

    ====================

    all poems by : *ALEXANDER IBLIS BERHATI MALAIKAT

    ====================

  8. *KASIDAH PUSARA ANGIN*

    Gemercik gerimis..
    mencumbu teratai nan berbaris..
    di telaga hati..
    ketika langit malam begitu sunyi
    seiring jiwa yang tak letih menanti..
    di bawah cahya bulan..
    dengan taburan lilin gemintang..
    ada bayang pohon di permukaan air..
    seakan bercermin melepas tabir..
    namun hujan lebat sontak mengikis..
    syahdan…menghilang..
    sayup-sayup terdengar..
    gelegar halilintar..
    temaram mulai kelam..
    namun perhatikanlah..
    ada selubung cahaya di balik badai..
    meski lelah…tak ayal gontai..
    tetaplah tegak..
    serupa Alif !

  9. Nikmatilah Hidup bagai Mendengarkan The Rolling Stones

    Dari balik jendela kadang kutatap segala yg hilir mudik lewat hadapanku
    Hidup bukanlah kulit luarnya,tapi yg tersembunyi
    Dan bukanlah yg tampak pada kulitnya….tapi isinya
    Manusia bukanlah wajah tapi hati mereka….
    Kehidupan ini kadang bosan untuk dibicarakan

    Tapi kadang rindu untuk dibahas
    Kehidupan ini kadang sulit dibiarkan tanpa perhatian dan pikiran
    Tapi kadang sangat kuat mempengaruhi alam pikiran manusia
    Kehidupan memang harus diperhatikan,dipelihara,ditata,dibersihkan dari segala kotoran
    Dan dikemas sedemikian rupa sehingga teratur dan tidak menyusahkan

    Apa yg kita lihat oleh mata kita tidaklah lebih dari kabut
    Yang menutupi sesuatu
    Yang seharusnya kita saksikan dgn mata hati kita
    Apa yg kita dengar mungkin saja hanya dengungan
    Yang semestinya kita dengar dengan hati kita

    ESPECIALLY TO MBAK RINI INTAMA

  10. HANYA KARENANYA

    Ku tertidur lelap sore itu
    Ditemani suara hujan begitu merdunya
    Tambah jauh ku berlari dalam bawah sadarku
    Tinggalkan dunia nyata yang kejam

    Meski demikian adanya
    Wajah itu selalu hadir saat ku berhenti
    Berhenti dari lari mimpi-mimpiku
    Ajak ku tuk kembali buka mata

    Karenanya…..hanya karenanya
    Ku kembali hadapi dunia nyata
    Agar ku bisa bersanding dengannya
    Tuk jalani hidup dengan indah

    ESPECIALLY TO MY ALEXANDER

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s