Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

BANYU SEGARA PANTURA


MENUJU TELAGA

Dimana telaga itu?
Tolong antarkan aku

Tlah lama kumengayuh bersimbah peluh
Mencari arti mendaki mimpi
Meretas kehidupan menggauli hari
Namun kemana?
Tak kutemukan jua telaga segar berair wangi
Padahal malam tlah utuh dan kualiri

Ah…
Aku harap akan ada hari untuk menggenapi hati yang sunyi
Redup malam sayup harapan
Ke mana harus kutitipkan?
Peganglah tanganku agar hadir tak lagi sepi
Agar tegap kulangkahkan kaki
Untuk telaga segar yang aku cari…

4 thoughts on “BANYU SEGARA PANTURA

  1. Ini adalah ruang jingga
    Pendulum warna kala senja menyapa
    Terik beranjak sayup mengintip damai tercipta
    Kelepak malam kelelawar muda sambut gulita
    Rembulan merah mengunggun di samping jendela
    Ah…
    Alam raya mendadak penuh pesona

    Ini adalah ruang jingga
    Tempat para pertapa memungut kebijakan yang biasa dilupa
    Kadang berbisik, tersenyum, lalu tertawa
    Kadang menyimpannya di lumbung malam
    Hingga lelap selimut hangat mampu terjaga
    Dan dalam ruang jinga tersimpan sajian nan penuh pesona

    Dan ketika ku bertahta di atas singgasana kata
    Bermahkota cinta berpayung cakrawala
    Bernaung dalam redup senja berpijak assa
    Pesona gulita menyeret sejumlah nyawa
    Hingga kesadaran terbenam di ufuk cahaya

    Inilah ruang jingga
    Berdesir semilir air menyapu hawa
    Mengemban harum sejuk menggoda
    Mengembang sayapku jua diterpa bunga
    Dikelilingi kupu-kupu yang sayapnya terukir rindu

    Ini adalah ruang jingga
    Tempat dimana aku bercengkrama dengan para pujangga
    Mengukir bait-bait hingga fatwa
    Menoreh huruf-huruf terselip nyawa
    Dan kami melingkari untaian bunga dalam torehan kata
    Berkerumun…
    Mengabarkan segala rasa yang terbersit di dada

  2. PROSES PENCIPTAAN BELUM DISEMPURNAKAN

    Diceritakan, ketika Adam hampir selesai dr proses penciptaan. Tuhan bersabda kpd seluruh mahluknya. Wahai segenap mahluk, inilah Adam, dia adalah kebanggaanKu, lihatlah… Aku ingin Dia menjadi pemimpin kalian, bersujudlah kepadaKu…!

    Maka semua mahluk bersujud tanpa kecuali..

    Lalu Tuhan bersabda lg, Adam adalah KhalifahKu, dia akan menjadi wakilKu utk mememimpin kalian di syurga, apa yg pantas utk kuberikan padanya?

    Seluruh mahluk terdiam, tak ada yg berani memberikan usulan, karena semua pasti tahu kalau Tuhan memang Maha Tahu.
    Mereka hanya mengucapkan kekaguman kepada akal yg tlah disematkan dlm tengkorak Adam. Mereka jg memuji Tuhan karena tlah membekali Adam dg hati. “SubhanaKa ya Robbana…
    SubhanaKa ya Maulana…
    Adam sudah begitu sempurna, bukan hanya bentuk rupanya, tapi kau tlah menghadiahinya dg kesempurnaanMu sendiri. Kami layak tunduk kepada Adam.”
    Semua yg hadir akhirnya ikut merundukkan badan, kecuali sang Iblis…

    Tuhan tersenyum melihat tingkah Iblis, wahai para mahlukKu, lihatlah Iblis, kenapa dia tdk ikut tunduk pd Adam?

    Seluruh mahluk menatap kpd Iblis, para malaikat pun bertanya2 kpd tingkah Makhluk yg satu ini..
    “Wahai Iblis yg kami hormati, kenapa kau tidak mau tunduk kpd Adam spt merunduknya kami?”

    Wahai Tuhanku, aku tahu semua kata2mu benar. Adam adalah mahluk yg sempurna, tp izinkan aku mengetahui kesempurnaanya, izinkan aku memahami RahasiaMu…

    Tuhan kembali tersenyum dan bertanya, “Lalu kamu mau apa?”

    “Ya Rob.. Aku tahu Engkau bisa menyempurnakan Adam dalam seketika, tp aku ingin bisa menyaksikan proses penyempurnaanya. Aku ingin menyaksikan Adam disempurnakan, agar aku tahu bahwa dia memang penghuni surga terbaik di antara kami. Semoga kami layak mendapatkan kesempatan yg Agung itu..

    Para malaikat manggut2 mendengarkan ocehan Iblis. Tapi Iblis tiba2 menangis dan meminta ampun pd Tuhan..

    Ya Rob… Aku tahu aku tdk pantas memberi Engkau usulan, tp bukankah apa yg ada dlm fikiranku Engkau bisa mendengar? Bukankah tak ada rahasia apapun di hadapanMu?

    Ya Rob… Aku tahu aku tak patut menyarankan apa2, tp bukankah seluruh keinginan yg ada dlm diriku adalah anugrahMu? Bukankah hamba memang tak mampu mengungkap apa2 tentang maksud penciptaan Adam, karena pengetahuanku memang sangat lemah di di sampingMu? Maka izinkan hamba menyaksikan, izinkah hamba mengetahui proses demi proses, hingga kami tahu bahwa adam memang layak diunggulkan..

    Maka Tuhan mengabulkan keinginan Iblis. Bahkan Iblis diberi tugas utk menjadi batas yg tegas antara cahaya dan kegelapan. Iblis didaulat sbg musuh Adam selama proses penyempurnaan. Musuh yg selalu menemani adam, menunjukkan segala tipu daya yg dia punya, hingga tiba saatnya nanti, ketika Iblis menyaksikan kebesaran rahasia Tuhan, ketika Adam benar-benar disempurnakan….

  3. DEMI RODA WAKTU

    Sebagian dari huruf-hurufku adalah wajah
    Sebagian yang lain kupanin dari ladang dan sawah
    Sebabagian huruf-hurufku terlalu meriah
    Sebagian lain hanya bisa mendesah

    Sbagian huruf-hurufku kuambil dari perut bumi
    Sebagian lagi hanyalah puing-puing yang tak terkenali
    Sebagian dari huruf-hurufku adalah mimpi
    Sebagian lain adalah bukti-bukti yang digemari

    Sebagian huruf-hurufku bercucuran air mata
    Sebagian lagi hanyalah sandiwara
    Sebagian dari huruf-hurufku adalah cinta
    Sebagian lain sama sekali tak punya bahasa

    Sebagian dari huruf-hurufku bercanda pada pemirsanya
    Sebagian yang lain bertutur penuh sahaja
    Sebagian dari huruf-hurufku pandai bercengkrama
    Sebagian lagi hanyalah telinga

    Dalam tiap bagian kusimpan seuntai harapan
    Dalam tiap bagian ada beberapa kejutan
    Dalam tiap bagian terlukis beberapa kenangan
    Dalam tiap bagian ada pancaran masa depan..

    huruf-hurufku adalah teman
    huruf-hurufku hanyalah kesenangan
    huruf-hurufku tak mungkin tergantikan
    huruf-hurufku adalah kumparan dari tiap kegelisahan

    Bagian dari sebagian bertalian melawan aturan
    Bagian dari sebagian berdekatan kabarkan kemesraan
    Bagian dari sebagian bermunculan seperti buih lautan
    Bagian dari sebagian kutarik dari pemikiran

    Inilah huruf-hurufku
    Kuhadirkan untuk kepuasan batinku
    Demi roda waktu yang terus menguntit di belakangku
    Leburkan ambisiku..

  4. DO YOU KNOW WHO I AM…?

    Malapetaka
    Ketika tiap kepala berkata bahwa akulah pemilik surga
    Ketika tiap bibir meludahi muka-muka di sampingnya
    Ketika tangan menyentuh hati seperti mencengkram logam
    Ketika kaki melangkah di atas doa yang berupa sumpah serapah

    Langitku mendung…
    Semua kebenaran pastinya sempat berlindung
    Tap tak mungkinkah kalau mereka brhenti mendengung?
    Apakah mendung ini memang atap untuk bernaung??
    Ah..
    Tentunya kalian pikir ini hanyalah sebuah kidung

    Aku tumbuh besar dalam celah yang sangat longgar
    Aku menjalar seperti rumput liar
    Aku membuat semua orang gusar
    Padahal aku nyata-nyata punya akar

    Kalian tahu siapa aku??
    Aku sangat cinta dengan semua perbedaan
    Tapi aku sangat muak dengan yang gemar membeda-bedakan..!
    Sungguh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s