Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

13 thoughts on “MAYANG TD

  1. Makasih mba Rini. Mau nampung Tulisan mayanq (^.^)
    Ini Goresan sederhana nan Biasa

    ” Dia Lupa kaLau aku seLaLu ingat…..”

    Dia tak Lihat kaLau aku seLalu meLihat
    meLihat apa yang dia Lakukan
    meLihat apa yang dia tuLis
    meLihat apa yang terjadi dengan harinya
    meLihat dengan cara yang entah bagaimana kulakukan hingga bisa meLihatnya.

    Dia tak tau kaLau aku seLalu tau
    tentang Kegalauan hatinya
    tentang rasa keHiLangannya
    tentang pemberontakannya meLawan Hati
    tentang angkuhnya pada keRapuhannya
    tentang Cintanya pada yang tercinta

    Dia tak sadar kaLau aku selalu sadar
    bahwa dia butuh sandaran
    bahwa dia lemah…teramat lemah
    bahwa dia senantiasa terabaikan
    bahwa dia terlalu takut tuk mengikuti rasa hatinya
    bahwa dia sudah sangat luka untuk Luka lagi

    Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
    Tuk melihatnya selama masih punya waktu tuk meLihatnya
    Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
    tentang setiap jengkal kejadian dalam hidupnya
    Dia Lupa kalau aku seLalu ingat
    Bahwa Butuhnya Dia pada yang mengertinya
    Dia Lupa kaLau aku seLalu ingat
    tentang Rasaku untuknya. tentang inginku tempati hatinya. tentang harapanku tuk Bahagianya.
    Sayangnya Dia Lupa kaLau ada yang seLalu ingat……….

    _YanQ_

    =============================

    ” Tuhan, Bahagiakan Cintaku ”

    Tuhan…
    Kutitip dia padaMu.
    Jagakan dia untukKu.
    Berikan dia pendamping terbaik dgn RidhoMu.

    Tuhan…
    Kau tau aku MencintaiMu.
    Dan kuyakin kau pun mencintaiku.
    Tp kuingin kau berikan juga cintamu tuk dia.
    Dia yg aku cinta.
    Cinta dari Manusia yg kau cinta.

    Tuhan…
    Aku tau takkan pernah bersama dia
    takdir yg kuanggap sangat menyakitkan.
    Untuk bersama Dia, pernah kulukai banyak hati.
    Untuk bersama dia, kuabaikan semua kata.
    Untuk bersama Dia, kutiadakan KemustahiLan.
    Untuk bersama Dia, mulai kuikhlaskan byk mimpi.
    Hingga akhirnya aku gagal memaksa takdir berubar agar aku bisa bersama Dia.

    Tuhan…
    Kuterima dengan luka takdirku.
    Untuk itu kupinta kau jaga Dia.
    Jangan biarkan luka yg kurasa,dirasakannya juga.
    Bahagiakan dia di setiap jengkal hidupnya.
    Tegarkan dia hadapi cobaan dariMu.
    Perbanyak cinta tuk dia saat dia rasakan rapuh.

    Tuhan…
    Kutau kau selalu mengerti yg aku rasa.
    Kutau kau kan penuhi yg kupinta.
    Karena aku mencintaimu.
    Dan kuyakin kau mencintaiku.
    Kau jg pasti kan mencintai Dia.
    Cinta dari manusia yg kau cinta.

    Tuhan…
    Sekali lg kupinta.
    Bahagiakan Dia.

    _yanQ_

    ===================================

    ” Teruntukmu HATI yang tak pernah tetap tinggal ”

    Aku ingin membuatnya tetap tinggal
    tapi dia terlalu sulit.

    Aku ingin membuatnya tetap tinggal
    tapi dia tak pernah ingin

    Aku ingin membuatnya tetap tinggal
    tapi dia semakin Jauh.

    Aku ingin membuatnya tetap tinggal
    tapi dia telah Lupa

    Aku ingin membuatnya tetap tinggal
    tapi Hati lain telah diCintainya

    Aku ingin membuatnya tetap tinggal.
    Menghapus jarak.
    Melamarnya jadi imamKu.
    Hilangkan deritanya.
    Rasakan ego, keras hatinya.
    Miliki jiwa pemberontaknya.
    Rawat sakitnya.
    Agar hidup kutuai dengannya.
    Selamanya dengannya.
    Tapi sayang, dia tak pernah tetap tinggal.

    _YanQ_

    =================================

    ” Lihat Aku yang BUKAN aku ”

    “Lihat Aku
    tertawa riang dengan bebas
    menyambut hangat tangan kalian
    mendengar seksama cerita semua
    tak berpaling tak mengeluh
    tak juga menghindar walau penat meraja
    agar Jadi yang Tak tertoLak

    “Coba Lihat Aku
    melakukan semua hal yang tak dilakukan
    Bisa atas apa yang tak semua Bisa
    tegar diatas semua yang merapuh
    tak pula mengenal KemustahiLan
    agar Jadi yang diterima

    “Tolong lihat aku
    lihat Aku yang bukan Aku
    Jangan Lihat tawaku lihat tangisku
    Jangan lihat tegarku lihat rapuhku
    Jangan lihat bisaKu lihat terbatasKu
    Jangan lihat Bahagiaku lihat sedihku
    Ada senyum diWajahku, ada banyak Air mata di Hatiku.
    Tak ada Semunafik Aku.
    Kubalut Luka dengan Suka.
    adakah yang masih ingin menerimaku ??
    sedang kutau, Duniapun mulai tampak MenoLakku.

    _YanQ_

    Mayang Tungga Dewi

  2. Ini Mayanq yg tempo hari Tulis khusus untuk Mba’Rini ” de Motivator”

    ” Malaikat Penyelamatku ”

    Ini kutulis untukmu
    Malaikat penyelamatku
    Saat tak satupun menganggapku
    Kau tetap merindukanku

    Hatimu penuh kasih
    menyayangi begitu fasih
    Saat yang lain membuang
    Kau ulurkan tangan meminang
    Layaknya Ibu yg penuh sayang

    Ini untukmu penyelamat diri
    Kupanggil kau Malaikat baik hati
    Kau buat semua sebening permata
    Jadikan yang lemah m…erasa berharga
    Karena engkau begitu Manusia

    Terimalah ini Malaikat penyelamatku
    Tanda Rinduku untukmu

    _yanQ_ ^_^b

  3. Mayang, aku jadi terharu membaca puisimu… tidakkah terlalu berlebihan ! Mayang, aku hanyalah pembaca dan kau yang menulisnya dengan indah, teruslah menulis dan biarkan orang lain mengagumi tulisanmu…. Salam Sayang !

  4. ” Saya hanya perlu Pergi ”

    Kadang saya merasa
    Bisa mengerti siapapun
    Bisa menerima keadaan apapun
    Sekalipun saya Manusia biasa

    Tapi Hati saya yang paling tau
    Walau kadang-kadang berlagak tak tau
    Dan air mata yang akhirnya bicara
    Disini tertoreh banyak luka

    Saya mulai menyalahkan Takdir
    Memaki hidup
    Seperti Makhluk tak tau diri
    Yang begitu Mudah lupa diri

    Mengapa saya tak bisa juga bahagia
    Nyatanya sudah saya Ikhlaskan semua
    Namun saya baru saja tau
    Ikhlas itu berarti Tak ikhlas ketika Kau memberitahu

    Maka saya mulai berbenah diri
    Bukan hendak menghindar dari ini
    Tapi sekedar mencari Jati diri
    Temukan ketenangan Hati

    Untuk itu,
    Saya hanya perlu Pergi
    Dari sini
    Dari yang terasa Menyakiti

    _yanQ_

  5. ” Saya hanya perlu Pergi ”

    Kadang saya merasa
    Bisa mengerti siapapun
    Bisa menerima keadaan apapun
    Sekalipun saya Manusia biasa

    Tapi Hati saya yang paling tau
    Walau kadang-kadang berlagak tak tau
    Dan air mata yang akhirnya bicara
    Disini tertoreh banyak luka

    Saya mulai menyalahkan Takdir
    Memaki hidup
    Seperti Makhluk tak tau diri
    Yang begitu Mudah lupa diri

    Mengapa saya tak bisa juga bahagia
    Nyatanya sudah saya Ikhlaskan semua
    Namun saya baru saja tau
    Ikhlas itu berarti Tak ikhlas ketika Kau memberitahu

    Maka saya mulai berbenah diri
    Bukan hendak menghindar dari ini
    Tapi sekedar mencari Jati diri
    Temukan ketenangan Hati

    Untuk itu,
    Saya hanya perlu Pergi
    Dari sini
    Dari yang terasa Menyakiti

    _yanQ_

  6. ^Seharusnya KAU menyukaiKU^

    Aku bisa saja Jadi Pujangga
    ciptakan Kata seindah Bunga
    Berikan bunga sebanyak cinta
    Hadirkan cinta selembut Vanila
    Untukmu yang Perasa

    Aku bisa saja jadi Rock star
    Bagai api yang mampu membakar
    Membakar semangat yang memudar
    Memudar namun tak henti Bersinar
    Bersinar diantara yang Berpijar
    Untukmu yang Tampak Sangar

    Aku bisa saja Jadi Menawan
    Membuat musuh tak mampu melawan
    Mengubah Lawan jadi Kawan
    Menjadi Kawan yang buat Nyaman
    Untukmu yang Rupawan

    Aku bisa saja Jadi Cerdas
    Pecahkan semua rasa yang Bias
    Biaskan segala Rasa yang Lepas
    Lepaskan diri dari Semua yang tak Jelas
    Jelaskan Apa arti Bebas
    Untukmu yang Tak puas

    Aku bisa saja Jadi semua
    Jadi semua seperti maumu
    Tapi Aku suka Jadi diriku
    Dan kaupun harusnya Begitu
    Terima aku yang memang diriku
    Jangan cintai Lebihku, Cintai saja Terbatasku
    Takkan mudah, kutau itu
    Tapi nanti, kau kan Suka aku yang diriku
    Karena memang,
    Seharusnya Kau MenyukaiKU

    Seharusnya MenyukaiKu

    _yanQ_

  7. ^ Sayang, Kita jadi penonton saja diBelakang ^

    Lihatlah sayang
    Mereka menghujat
    Seolah sudah paling hebat
    Tak mau tampak salah
    Apalagi sampai mengalah

    Lihatlah sayang
    Mereka mengkritik
    Agar nurani sedikit Terusik
    Kritik yang katanya membangun negeri
    Alasan untuk tutupi parahnya penyakit Hati

    Lihatlah sayang,
    Mereka memaki
    Yang mendengar pasti bergidik ngeri
    Seolah tak ada lagi yang berhati
    Demi tingginya harga diri

    Lihat sayang
    Mereka menyindir
    Ada tarikan sinis dibibir
    Hanya tau meremehkan
    Tak ingat tentang semua Kebaikan

    Syukurlah, kau tak lagi seperti mereka sayang
    Kita jadi penonton saja dibelakang
    Biarlah dianggap pecundang
    Atau sekedar jadi anak Bawang
    Kita jadi penonton sederhana
    Sedikit bicara, perbanyak Doa
    Kita doakan Mereka
    Doakan hati mereka lebih peka
    Doakan pikiran mereka Terbuka
    Demi Tempat pijak Kita tercinta

    Sayang, Kita jadi Penonton saja diBelakang

    _yanQ_

  8. ^Apalagi yang Pantas diTakutkan^

    Sebenarnya apa yang kau takutkan
    Perbedaan ?
    Bukankah sejak awal kita telah Beda
    Tak satupun manusia yang kan sama
    Kita berdampingan pun karena Beda yang kita bawa
    Dia yang mampu, berbeda dengan kita yang tak mampu
    Kita yang bisa, Berbeda dengan Dia yang tak bisa
    Perbedaan buat kita paham bahwa kita lemah
    Buat kita tau bahwa kita membutuhkan
    Buat kita sadar bahwa kita tak pernah sempurna
    Kau tak perlu takut
    Perbedaan justru pertemukan kita dengan si Pelengkap
    Pelengkap hati…Pelengkap hidup

    Sebenarnya apa yang kau takutkan
    Perpisahan ?
    Perpisahan yang bagaimana …
    Kita masih di satu tempat bernama Bumi
    Satu tempat pijakan
    Saat malam, Bulan yang kita lihat pun sama
    Itu jadi bukti betapa dekatnya kita
    Kau tak perlu takut
    Perpisahan tak pernah ada

    Sebenarnya apa yang kau takutkan
    Kematian ?
    Bukankah yang Hidup pasti menemui Mati..
    Saat itu kita jelas telah Beda
    Beda Dunia..Beda tempat..Juga Beda waktu
    Saat itu kita jelas telah Pisah
    Berpisah dengan semua yang di Dunia…
    Berpisah dengan semua tempat yang pernah dipijak…
    Berpisah dengan Kenangan tiap masa…
    Saat itu kita takkan lagi bertemu dengan mereka yang kita Cinta
    Takkan lagi bisa menatap mereka yang tercinta
    Tapi kau tak perlu takut
    Bukankah kita masih punya Cinta
    Cinta tak berakhir hanya karena kita tak saling bertemu
    Cinta tak usai hanya karena kita tak saling menatap
    Bukankah Manusia tetap Mencintai Tuhan meskipun seumur hidup Mereka tak pernah Bertemu dan Bertatap muka dengan-Nya
    Jadi sebenarnya apalagi yang kau Takutkan…

    Tenanglah selalu
    Ada aku menjagamu
    Ada kau menjagaku
    dan ada Tuhan menjaga kita
    Apalagi yang pantas diTakutkan……….

    _yanQ_

  9. ^ TELAH JATUH CINTA ^

    Makin tak kumengerti cinta dan perangkatnya.
    Inikah yg mereka dewakan??
    Ini jugakah yg mereka agungkan??
    Sesuatu tanpa bentuk, tanpa makna JeLas, tanpa kepastian yg jeLas pasti.

    Makin tak kupahami cinta dan cara Kerjanya.
    Kadang ciptakan bahagia daLam setiap ruang.
    Tapi tak jarang hadirkan duka tanpa akhir.
    Biarkan penikmatnya hiLang poros, buta arah.

    Makin tak kukenaLi cinta dan rasa yg dihadirkannya.
    Sembuhkan Luka tanpa obat.
    HiLangkan Lapar tanpa makan
    Lenyapkan kantuk tanpa tidur.
    Lumpuhkan musuh tanpa tombak.

    Akhirnya, kubiarkan Cinta tumbuh dan menjaLar sesukanya.
    Tak lagi Kucoba tuk mengerti, pahami, dan kenaLi maksud dan arah panahnya.
    Karena mau tak mau. Suka tak suka. Ingin tak ingin. Cinta kan datang hampiriku.
    Tawarkan tawa mungkin juga tangis.
    Kunanti dengan tak sabar. Mungkin tahun ini, bulan ini, minggu ini, hari ini, atau saat ini. Yah, mungkin saat ini.
    Semoga saja aku yg tak mengerti, tak paham, dan tak kenal ini Cepat sadar.
    kaLau saat ini,”Aku teLah Jatuh Cinta”.
    Semoga…

    _YanQ_

  10. ^ Kutulis Puisi Tentangku ^

    Aku menari
    Sedari tadi tak juga berhenti
    Kudatangi tiap-tiap hati
    Hanya sekedar menghadirkan diri

    “Dia menari
    Sedari tadi tak berhenti
    Datangi tiap-tiap hati
    Sekedar menghadirkan diri

    Entah apa yang kucari
    Semua telah kumiliki
    Aku terus saja bertanya pada hati
    Walau tak pernah kutemukan jawaban pasti

    “Entah apa yang dia cari
    Semua telah dia miliki
    Dia terus saja bertanya pada hati
    Walau tak pernah ditemuinya jawaban pasti

    Cukup lama aku pergi
    Meninggalkan yang telah ada
    Mengabaikan apa yang kupunya
    Tak kuhiraukan yang begitu setia

    “Cukup lama dia pergi
    Meninggalkan yang telah ada
    Mengabaikan apa yang dia punya
    Tak dihiraukannya yang begitu setia

    Aku mulai lelah
    Lelah turuti ego manusiaku
    Sadar bahwa sudah lama aku berhenti mencari
    Ego manusia hanya memaksaku mencoba
    Kini aku lelah…teramat lelah
    Sudah waktunya aku pulang
    Pada yang Setia

    “Dia tampak lelah
    Lelah turuti ego manusianya
    Sadar bahwa sudah lama dia berhenti mencari
    Ego manusia hanya memaksanya mencoba
    Kini dia lelah…teramat lelah
    Sudah waktunya dia pulang
    Pada yang Setia…

    * Ini kutulis untukku. Tentangku. Aku

    _yanQ_

  11. SAJAK BERDEBU

    Aku menemukanmu tergeletak tersenyum manis di simpang jalan dkt imajiku
    Aku menemukanmu tergletak tertupi sinar bersimpuh beku
    Aku menemukanmu menyapa fikiranku
    Lalu kuajak kau menyulam kata dg segala kuasa
    Agar dunia lebih berbekas dlm torehan warna dr jiwa

    ____

    Aku menemukanmu mencari arti
    Aku menemukanmu masih terbuai mimpi
    Aku menemukanmu mulai merangkai puisi
    Kuikuti kau menawarkan jemari
    Kuikuti alur fikiran murni
    Kuikuti hingga semua mengerti

    ____

    Aku menemukanmu lenyap disampingku
    Aku menemukan kata-katamu miliki hasrat jiwaku
    Seolah kata-katamu memang berasal dari fikiranku
    Hingga aku tak tahu siapa kamu
    ____
    Aku menemukanmu tlah diliputi
    Selaksa cahaya memancar dr ikatan mimpi
    Hari-hari kita tak pernah seindah ini
    Bersenandung lirih tancapkan sajak puisi
    ____

    Kau menemuiku dan mengusap letihku
    Kau mendekatiku lalu menghangatiku
    Kau merasukiku dan akupun hilang
    Kau menyala hingga tak ada lg ruang hampa yg menyisa

    ___

    Kau dan aku merangkum kita
    Kau dan aku mengagumi makna
    Kau adalah aku menyatu padu dlm nyanyian kalbu
    Dendangkan rindu saat waktu menghisap debu

    O debu…
    Tinggallah sebentar lg di sini
    Jangan kau terlalu terburu2 menempuh rindu
    Ceritakan padaku air matamu
    Lalu ajarkan aku arungi waktu

    O debu…
    Waktu demi waktu terus merayap
    Dalam rintihan harap juga tangisan meratap
    Butiran kecil wujudmu hinggap di setiap atap
    Menuju Takdir yg sangat senyap

    O debu…
    Aku menemukanmu sbg jasadku
    Ringkih rusak dihisap waktu
    Dihempas angin digiring badai
    Lalu membeku disamping rindu
    Rindu pada pertemuanku
    Rindu pada kesejatianku
    Rindu pada Pemilik wujudku
    Rindu Rindu Rindu…

    O debu…

    ____

    In collaboration with : mayanq tungga dewi

  12. maaf bleh nimbrung ga Q pengen koleksi puisi2 anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s