Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

NING BENING HATI


Ijinkanlah…

Aku hanya ingin bercerita
Tentang segala yang ingin kukata
Tentang pulau tentang laut tentang angin senja

Tentang tepian tentang curaman tentang ruang mata

Aku hanya ingin bercerita
Yang tak dikarang tak terlarang

Pada siang benderang pada malam gemintang pada pagi kilau memandang

Pada hujan bernyanyi pada petir berlompatan pada angin berputar pada waktu tiada yang terkekang

Aku hanya ingin bercerita
Yang dengannya aku terbina..

Bergerak..

Kita harus segera hijrah
Bila tak mau luka kita terbuka
Dan tak harus kita songsong sumpah
Yang menjadikan kita terpidana di dunia

Segeralah bergerak
Jangan sampai kita salah gerak ataupun salah letak

Kita sudah lihat sekarang
Dunia yang kejar mengejar
masa yang ditarik ulur balikkan
Sampah yang terbuang didaur jelma baru
Pilihan yang memotong pintas jalur dan kompas untuk menang

Kita harus bergerak
Buang aku ambil kami kejar pelaku sapih mereka ikuti nurani

Mari bergerak
Kembalikan aku kamu kami kita mereka kalian… semua!!

kembalikan kepadaNya…

3 thoughts on “NING BENING HATI

  1. Aku Si Fana

    Alangkah borosnya waktu
    Bila hanya menunggu
    tanpa tau apa yang ditunggu

    Menunggu tanpa melakukan apapun
    Dalam sejenak yang berarak pinak mengubur ingat akan kekhalifahan atas diri sendiri

    Alangkah naif bila kehidupan dijalani tanpa satu tujuan
    Hingga tak menemu apapun kecuali gerutuan kelelahan
    Tanpa malu menambah daftar keinginan

    Tanpa tau hakekat kegunaan

    Alangkah dungunya kehidupan bila terlewatkan tempat-tempat dimana hati seharusnya direbahkan

    Hingga telinga tuli mata buta mulut bisu bila ajaran disampaikan

    Misi apa yang padanya aku dijalankan..

    Sedang elang kuat memgenggam surau kekhalifahan dengan kekuatan terbang mengawasi udara yang penuh siutan peluru

    Sedang paus berlomba-lomba menjaga kekhalifahan dari tombak pemusnah bangsanya

    Sedangkan gajah tetap mengenggam kekhalifahan dengan perut membengkak disuapi racun dan jerit tangis anaknya di lubang penjerat

    Kekhalifahan apa yang kugenggam
    Sedang jujur kusumbat
    Setia ku khianat
    Janji kutunda..

    Pada mulia apa kehidupan dijalankan

    Masih mampukah berkata “YA”
    Aku menerima kekhalifahan atas diriku
    Bertanggung jawab atas mauku..

    Akulah si Fana yang gila lupa janjinya..

  2. Ingin-Hingga-Hadir

    Ingin
    Rindu yang berulang Rasa yang dibekam Cita yang menjulang Barakan kasih bagai api dalam sekam..

    Hingga
    Elus sakit yang berlanjut Rangkai kata yang tersisa tampar hasrat yang bergayut
    Sunyikan seru bagai dunia tanpa warna

    Hadir
    Pedang potong nadi-nadi Tebas jantung jantung musuh Kibar cinta cinta suci
    Musnahkan arwah arwah pesona diri…

  3. Tuhan…
    tolong aku merangkai kata menjadi puisi
    menterjemahkan isi hati
    seperti para penyair ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s