Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

WILU NINGRAT


MENANGKAR MALAM

awan legam
hitam
bulan gelam
kelam
langit pasi
suri
bumi basi
mati
riak serak
nyalak
ombak gelak
sedak

pada awan pada bulan pada langit pada bumi pada riak pada ombak
pada hitam pada kelam pada pasi pada suri pada nyalak pada belalak

aku mencincang
peluh
aku menimang
tangguh
perempuanku mengerang
tubuh
perempuanku menjalang
rubuh
kami menjejal
suluh
kami menyengal
lenguh

kepada aku kepada perempuanku kepada kami
pada peluh pada tangguh pada tubuh pada rubuh pada suluh pada lenguh

smoga pada kali nanti tak kan lagi kulalai
Aqiqah!

________________________________
sentanan, delapan juni dua ribu sepuluh

DENGAN MATA HIDUNG LEHERMU
KAU BEKAM ENGAHKU
tentang pengalaman “mistis” oyie dan jihan liha

siapa semayam di kolam matamu yang pada kedip kerlingnya mengeja tanda
yang pada keram pejamnya menutur tentang di tikungan jalan mana kuharus
sejenak terengah untuk tengadah menumpah do’a

siapa sembunyi di tangkai hidungmu yang pada tiap tarik nafasnya mendulang
residu sendu yang pada hembus nafasnya menjejak pijak laju kakiku menerus
langkah ke arah kehakikian hakekat

siapa memukim di batang lehermu yang pada alir gelegaknya gelinding bening
bulir air yang pada urat-uratnya menjanji reranah sepadan hutan kesentausaan
demi menghantar nadi hidup merimba damai

menyisik kolam matamu menyisip tangkai hidungmu menyisir batang lehermu
kau bekam dengan mata hidung lehermu
Engahku!

_________________________
sentanan, juni dua ribu sepuluh

Puisi Wilu Ningrat disebuat Catatan FaceBook</em>

WILU KUATRIN JILID (2)

KUATRIN DO’A

Tuhan,
beri aku huruf-huruf yang padanya engkau Pasti Ijabahi
jika aku menatanya menjadi segala apa pun
amin!

_____________________________
sentanan, tiga juni dua ribu sepuluh
_____________________________

KUATRIN INTAMA
rini intama

“intama namaku, bukan iqlima!”
meski kami sama-sama perempuan adam sehawa, aku bukan pula lubuda
kerna kami tidak lahir dari sihir gagak hitam qobil yang gali kuburan habil
akulah intama yang kelak akan menghajar rupa pendusta dengan mantra!

________________________________
sentanan, sepuluh juni dua ribu sepuluh
________________________________

KUATRIN HURUF

hijaiyyah menampar pipi hati kananku alfabet menampar pipi hati kiriku
keduanya lantas mengoyak batinnurani ini dengan teriakan seru kalimah
toyyibah yang mengunyahmamah rebah lemahpayah segala ragajiwaku
ya Qowiy! ya Qoyyum! ya Waliy!

_________________________________
sentanan, sembilan juni dua ribu sepul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s