Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Puisi Susmi Hartini


MEMBACA WAJAH DI KACA

membaca wajah di kaca
adalah membaca lipatan-lipatan angin
yang bergerak dari musim ke musim
saat hadirkan guguran jati
meranggas di ujung gelisah
mata air menjadi mimpi di musim semi
hingga air mata meronta
menganak sungai
mengalir menikam kesunyian hati

adalah sketsa senja
terlukis samar
hadirkan kenangan purba
pada ornamen bola mata
saat fragmen kehiduan telah menjadi
keutuhan yang fana

ketika musim semi kembali hadir
adalah saat wajah mencari binar tanpa gelisah
dimana cahaya menjadikannya sumber cinta
yang terbitkan aura keniscayaan tentang banyaknya rasa

maka kubiarkan saja
sungai di wajahku mengalir tanpa jeda
sampai pada muaranya
dimana kutemukan keabadian
sebagai batas pengembaraan

purwokerto, 18042012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s