Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata

Kirim tulisanmu di sini


Ohai teman-teman tercinta, terima kasih sudah berkunjung disini, semoga silaturahmi kita jadi semakin indah, Amiiiinnn

terima kasih juga bagi teman-teman yang sudah follow saya, dan tentu saja hal ini sangat membahagiakan saya.

Bagi teman-teman yang ingin tulisannya di publikasikan di sini ,silahkan kirim tulisannya di kolom “kirim tulisan” , tentu saja tidak menutup kemungkinan jika tulisan teman-teman masuk dalam buku Antologi Puisi.

Ok. di tunggu yaaaaa, Salam kreatif, salam sastraabadri

====================================

239 thoughts on “Kirim tulisanmu di sini

  1. Kita punya sekeping hati
    yang menyala terang
    ketika……
    lafadz ini berkumandang
    menembus sepi malam
    tapi……
    kita masih belum lagi beriman
    kala masjid ini masih jauh dari bayang-bayang
    kala waktu ini belum lagi tersita
    untuk berupaya memakmurkannya
    nyalanya hanya sebuah…fatamorgana

  2. tapi aku tak ingin hati menjadi berkeping…..
    mendekatlah bayang-bayang…
    lafadzkan kumandang panggilanMU dengan indah…
    agar telinga tak lagi salah mendengar

  3. IBU Wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpi ku, indah suaramu tak terekam dalam pita batinku, namun Engkau hidup mengaliri pori-pori cinta dan semangat ku, sebab Engkau adalah hadiah agung dari Tuhan untuk sebuah kasih sayang

  4. KEPADA WANITA-WANITAKU

    kau campurkan rinduku dgn kecantikanmu yang terurai…

    gundahkan hati dgn rasa indah diantara langit-langit

    kelabu…

    bermimpi diatas kemilau emas&permata…

    sejenak kau hentikan perang ini bergelayut dlm nikmat

    tiada tara…

    hingga terhempas dlm birahi-birahi palsumu…

    biarkanlah aku bergelayut memulai perang ini…

    jikalau hati kehilangan mimpi-mimpi ijinkanlah pintu

    cakrawala ..

    terbuka sembuhkan kalbu sepanjang hayat …

  5. KEBENARAN YANG DIBUTAKAN

    Saudara cuma kata ……
    Buktinya sampai kini aku tertatih sendiri
    Walaupun merintih tak akan pernah ada yang peduli
    Semua yang kumiliki tak pernah kembali
    Tinggal Janji !!…
    Itukah orang2 yang kau sayang???
    Entahlah….
    Apapun yang aku bincangkan kau tak percaya lagi
    Seperti yang kau ucapkan
    Yang membuat goresan luka dihati
    Sampai kini….!!!!

  6. UNTUKMU BUNGA BANGSA

    Sudah terlalu lama aku mengenalmu…..
    Pergilah ………..
    Doa dan keiklasanku mengantarmu
    Mungkin sudah cukup pengabdianmu
    Untuk menjadi pemersatu.
    Ketulusanmu tiada berharap
    Tiada pamrih walau engkau terlihat letih
    Engkau ada dalam semua agama
    Karena dirimu merasa sebagai hamba
    Dirimu rela untuk berkorban
    Karena engkau sangat mengerti ayat-ayat Tuhan
    Kau biarkan orang-orang mencacimu
    Karena mereka tidak pernah memahami
    Tapi kini mereka baru mengerti
    Akan makna ketulusan sejati
    Selamat Jalan Bunga Bangsa
    Selamat jalan Bapak Bangsa
    Kembalilah dipangkuan Nya
    Doa Kami mengiringimu

  7. SENANDUNG SUNYI

    Bila aku tak pernah mengucapkan kata cinta

    Bukannya aku membencimu

    Karena bagiku cinta ada direlung hati dan jiwaku

    Tapi kenapa engkau berlalu pergi

    Tanpa mencoba untuk mengerti ?

    Hanya sepenggal janji tanpa arti

    Itu yang ku pegang sampai kini.

    Dan aku masih mengingat

    Susunan kata yang kau tanyakan padaku

    Kenapa tak per…nah kau ucapkan kata Cinta untukku

    Setelah itu kau berlalu

    Sebelum aku ungkapkan isi hatiku

    Dan kau tak pernah kembali sampai kini

    30/12/2009 by. Sigit

  8. Sebait Puisi untuk “YANI”

    Biarlah waktu itu

    Tak usah kita simak lagi

    Karena yang ada hanyalah rasa cemburu, benci dan dendam.

    Itu yang ku tahu

    Tentang apa yang ada pada kamu

  9. Tentang Kita

    Diantara kita sering bersama
    Bercanda dalam tawa
    Tapi apakah mungkin semua akan berjalan selamanya
    Selalu mengingat akan nama, dan selalu bertegur sapa bila bersua
    Entahlah……..
    Yang kita tahu kita bertemu cuma kebetulan saja.
    Setelah itu kita sudah tiada pernah saling mengingat lagi

  10. Seberkas Sinar Untuk Sahabaku

    Lentara…
    Berikanlah sinarmu dimalam yang kudus ini
    Aku tak mau semua terlelap dalam gelap
    Biarkanlah Mimpi-mimpinya bermain riang dalam terang
    Agar himpitan hidup sejenak terlupakan

    Biarkanlah ……..
    Mereka menyambut dengan suka cita misa yang akan datang
    Karena esok adalah hari kemenangan
    Dan… biarkanlah mereka bernyanyi dalam syair keagungan

    Lentera …….
    Tanpa Sinarmu
    Kami dalam kegelapan

  11. Merpati Yang Kesepian

    Aku Terdiam dalam Sepi

    Tiada Kata…..

    Tiada Suara……

    Karena Aku terbelenggu dalam kesendirian

    Sahabat berikanlah Senyummanmu

    Agar aku bisa bangkit dalam keterpurukkanku

    Sahabat ……..

    Aku sudah lelah dalam memikul kepedihanku

    Tanpa satupun yang tahu …!!!!!

  12. SUNYI YANG ABADI

    Saat ku peluk kamu
    Hanya bau parfummu yang ku ingat sampai kini
    Yang diantarkan oleh desahan nafas kita
    Hingga ketengah telaga
    Dan itu sudah beribu kali kita lalui
    Hingga kita lupa akan jalan
    Disaat semua aku teriakkan
    Saat itu engkau menghilang
    Tinggalkan hati yang membiru…….. beku
    Disaat aku lupa akan putaran hari
    Masih ku ingat bau parfummu
    Tapi yang kupeluk kini tinggalah sepi

  13. Gabriel dan Sigit….
    Akan aku buatkan sebuah ruang untukmu….
    tulisan-tulisanmu begitu indah…. thanks yaaaaa

  14. Puisi Kiriman Ibnu Tamima

    Sejauh mana ke_maya_an ini akan menghempaskan kita pada palung rindu terdalam?? Ataukah akan terbit matahari baru untuk memulai langkah kita yang terseok namun nyata?? Ku bertanya pada Tuhan tentang mimpi-mimpi yang datang disetiap tengah malamku… inikah refleksitas yang ada?? Bila cahaya itu memudar.. pada genangan luka-luka daku bercermin. Diatas teras beranda sadar, mencoba memaknai arti sebuah liku, yang memperosokkan diri kita pada jurang teramat dalam. Bila ke_maya_an ini akan me_nyata maka nyatalah..nyatakanlah, dengan segala kilas balik yang dikubur rapat, bila ini akan berkesudahan maka sudahlah.. sudahilah, dengan segumpal rasa yang mungkin akan memukul kita bagai palu besi.

  15. Kearifan Cinta ~ Jalaluddin Rumi

    CINTA yang dibangkitkan

    oleh khayalan yang salah

    dan tidak pada tempatnya

    bisa saja menghantarkannya

    pada keadaan ekstasi.

    Namun kenikmatan itu,

    jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya

    kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang yang

    mencintainya ini

    sebagaimana kenikmatan lelaki

    yang memeluk tugu batu

    di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap.

    Meskipun dia merasa nikmat

    kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi
    jelas tidak senikmat

    orang yang memeluk kekasih sebenarnya

    kekasih yang hidup dan sadar.

  16. Bintang malam katakan (sampaikan) padanya
    Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
    Embun pagi katakan padanya
    Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya

    Tahukah engkau wahai langit
    Aku ingin bertemu membelai wajahnya
    Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah
    Hanya untuk dirinya
    Lagu rindu ini kuciptakan
    Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
    Walau hanya nada sederhana
    Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan

    lagu Kerispatih… Lagu Rindu

    videonya & liriknya hanya di >>> http://rituel.wordpress.com/judul-lagu/kerispatih-songs/lagu-rindu/

  17. Gimana caranya ?? koq aku gak bisa sih???

  18. Q seneng deh bcaY bgus bnget lho..
    salam kenal eah ..

  19. menghimpun kembali
    bayanganmu
    dari desau angin
    dan guguran daun-daun
    di musim ini, kekasihku
    jarak dan waktu
    mengkristalkan rindu

    pandanganku menjauh
    ke garis cakrawala
    gerumbulan perdu
    dinaung kabut yang meluruh
    pada senja
    matahari memberi rona
    jingga
    dan jiwaku
    berkata
    : ini cinta masih ada

    ITs

  20. PROKLAMASI PARA PEMIMPI

    Gelembung agung mengaung terapung-apung
    Menyambut kabut lembut mencabut ujung rambut
    Sadar keluar akar menjalar menebar getar
    Lenggang melenggang melayang tanpa bayang-bayang
    Tanduk meliuk menekuk-nekuk menatap ceruk tunduk meringkuk
    Lepas lepas lepas
    Aksara-aksara bicara lentera, segara segera bergelora
    Meletup-letup meraup hidup menghirup sayup
    Merrdeka…
    Merrdeka…
    Tak ada yang bisa memenjarakan kata
    Dan jiwamu adalah buktinya…

  21. Ijinkanlah…

    Aku hanya ingin bercerita
    Tentang segala yang ingin kukata
    Tentang pulau tentang laut tentang angin senja

    Tentang tepian tentang curaman tentang ruang mata

    Aku hanya ingin bercerita
    Yang tak dikarang tak terlarang

    Pada siang benderang pada malam gemintang pada pagi kilau memandang

    Pada hujan bernyanyi pada petir berlompatan pada angin berputar pada waktu tiada yang terkekang

    Aku hanya ingin bercerita
    Yang dengannya aku terbina..

  22. Bergerak..

    Kita harus segera hijrah
    Bila tak mau luka kita terbuka
    Dan tak harus kita songsong sumpah
    Yang menjadikan kita terpidana di dunia

    Segeralah bergerak
    Jangan sampai kita salah gerak ataupun salah letak

    Kita sudah lihat sekarang
    Dunia yang kejar mengejar
    masa yang ditarik ulur balikkan
    Sampah yang terbuang didaur jelma baru
    Pilihan yang memotong pintas jalur dan kompas untuk menang

    Kita harus bergerak
    Buang aku ambil kami kejar pelaku sapih mereka ikuti nurani

    Mari bergerak
    Kembalikan aku kamu kami kita mereka kalian… semua!!

    kembalikan kepadaNya…

  23. Mbak Rini..

  24. walaah..
    ketika rasa rindu ini mengusik
    aku tak mampu berbuat apa-apa lagi
    aku hanya berdiri
    disini….
    dalam sepi…
    menatapmu yang jauh disana

    adalah cintaku…
    pabila rinduku menikam dadamu
    adalah rinduku..
    pabila mataku bersinar memandangmu
    adalah kasih dan sayangku…
    pabila cinta dan rinduku tak jua bergeming

    isteriku….takdirku….
    aku masih tetap disini

  25. RINI INTAMA, KUCING MANISKU

    manis,
    bulubulu halusmu
    lembut di dada degupku

    manis,
    pandang matamu begitu bening
    berdenting pada gelas waktu

    manis,
    kau bisikkan miauw, “aku malu”
    lalu rebah manja di pangkuanku

    hari sastra, 28 april 2011

  26. Indah Sekali ruangan Mbak Rini Intama ini.
    Aku suka verlama-lama disini.

  27. HATI YANG TERPIKIR

    Olehmu aku mengadu getar sukma
    Tanduk mimpi diruang rindu
    Asmara tanpa nama terukir pahit
    Melepas gairah dalam nadi palsu

    Tertepis atas cinta yang tak terundang
    Bait pantun terbawa tangis
    Hasrat binasa di kalbu perawan
    Merintih pedih diujung rasa

    ~GBR, Ujung Aspal 1 Juni 2011~

  28. bila rindu pada puisi
    aku singgah kemari
    kubaca kubaca
    belajar tentang cinta

  29. * Bapak Penjaja Es Keliling *

    Meniti kerasnya kehidupan diatas panggung penuh kepalsuan
    merajut mimpi diujung sinar bulan bintang
    tuk sesuap nasi dihari ini dan jelang hari esok
    menyimpan air mata dipelupuk
    memendam dalam-dalam kepedihan
    menyembunyikan keputus asaan
    tuk dapat bertahan hidup
    inilah jeritan suara hati bapak penjaja es keliling

    Rambut yang memutih, langkah yang tertatih, usia yang tlah senja
    dan dalam kesuksesan anak-anaknya
    tak lantas membuatnya berubah, terangkat menjadi lebih baik
    duduk, diam, bersenda gurau menikmati hari tua bersama anak cucu
    atau mungkin inilah yang terbaik baginya

    Seingatku,
    di halaman sekolah SD ku
    di halaman sekolah SMP ku
    di halaman sekolah SMA ku
    ku lihat bapak itu menjajakan es-esnya
    bahkan di tahun keempat kelulusan sekolahku
    ku temui bapak itu dengan gerobak esnya di simpang jalan

    Ku tak mengerti
    tak habis pikir
    kemana anak-anak yang tlah dibesarkannya
    dan tlah terwujudkan mimpi-mimpinya
    lupakah mereka

    Terbesit di benakku
    aku berharap
    semoga bapak itu bukan korban kedurhakaan anak-anaknya

  30. puisinya bagus, terima kasih sudah mau berbagi

  31. sekian lama kita bersama
    diantara banyak peristiwa
    sering aku tak mengerti
    perasaanku padamu

    mungkinkah ini tandanya cinta
    ataukah perasaanku saja
    kini baru kusadari
    yang sesungguhnya terjadi

    ternyata aku makin cinta
    cinta sama kamu
    hanya kamu seorang kasih
    ku tak mau yang lain
    hanya sama kamu
    kamu yang terakhir
    yang kucinta

    By: Vina Panduwinata

  32. Si Tua
    (noviati maulida rahmah)

    Si tua itu duduk diatas Suramadu
    Sembari manggut manggut
    Menatap kosong lalu lalang
    aaahh Si tua
    mengapa tak pulang
    sayang..
    si Tua tak punya istri
    apalagi gubuk
    nasi sebungkus saja sudah cukup
    tak pernah bermimpi
    Si tua..
    kini ia mati di Suramadu
    tak ada yang menangisinya
    bahkan dikubur pun tak tau rimbanya

  33. hay mem ini aku salma
    mudah mudahan tambah sukses lagi ya ..

    amieenn

  34. Mba, izin berbagi puisi.
    Spesial untuk wanita-wanita berjilbab di muka bumi ini.

    GADIS BERJILBAB
    Karya: Agus Suarsono

    Terlukis pada kanvas dunia
    Sketsa iman di jiwa
    Hamba-hamba Illahi yang takwa;
    Gadis berjilbab berhati mulia

    Terukir pada mentari
    Tulusnya cinta nan suci
    Bait demi bait sajak hati
    Yang indah menghiasi nurani

    Terhatur seuntai doa di qalbu
    Hadirkan rasa rindu yang tak menentu
    Kapan kita kan kembali bertemu?
    Berbagi kisah, kau dan aku.

    Sumber: http://betamanise.wordpress.com

  35. anganku berapi api.,pena menjadi saxi dalam ukiran hati yg terluka.. akan kegagalan bila ku ingat kmarin..aku percya inilah ujian..bagaimana mungkin anganmu kan terwujud bila kau tak mau brusaha dan terus berusaha.kenali diriku sendiri saat aku tak mengenalnya.namun api tetap menyala dalam nafas yg sendu dan mengalir pada air mata..aku percya tiada yg sia sia bila apa yg kulihat dapat ku tangkap..dan berusaha jgn sampai jatuh dilubang yg sama..optimis..semangat berapi api..namun inilah hdup tak semudah yg kau kira

  36. Bismillah,..
    Salam kenal..
    Hanya ingin berbagi,..(mungkin belum bisa dikatakan sastra karena bahasanya masih lugas tak tertata-sedangbelajar-)

    Aku Belum Pernah Merasa Cemburu,Mengapa?
    Karena, Aku Belum Pernah JATUH CINTA.
    Kadang akau berfikir, apa itu Cinta?
    Mengapa banyak orang sakit bahkan gila karenanya.
    Aku hanya bisa tersenyum..
    Mungkin karena mereka terlalu memujanya.
    Dan menjadikan ia segalanya.
    Padahal aku tak pernah mengerti apa yang membuat dia begitu istimewa
    Bagi sebagian orang..
    Bagiku cinta layaknya angin yang sedang menyampaikan sepoinya,
    Berbagi kesejukan tapi tak lama.
    Karena ia harus pergi ke tempat lain,
    Layaknya ombak yang akan berakhir dalam hitungan waktu saja,
    Aku tak pernah menganggapnya istimewa.
    Karena keyakinanku mengatakan..
    Kelak cinta akan datang lagi,
    Dan akan datang dengan lebih sempurna..
    Bahkan untuk selamanya..
    Tidak sebagai angin tau ombak yang hanya numpang lewat..
    Tapi ia akan menjadi penyatu ,
    Dua insan yang ingin berkarya bersama..
    Saling menguatkan,.
    Untuk bisa berbagi dan saling mengingatkan ,
    Agar mereka menjadi manusia-manusia yang lebih baik dari sebelumya,.
    Mengapa aku harus bingung memikirkan perkara cinta itu dini hari,
    AKu masih punya mimpi..
    Biarkan semuanya mengalir layaknya aliran air,
    Dan semua kan berakhir pada muaranya yang seharusnya..
    Wahai Dzat yang menggenggam nyawaku,
    Ku pasrahkan urusan hati ini padaMU,..
    HambaMU yang dhoif ini lemah,.
    Tak perlu aku cemburu atau bahkan sakit hati karena cinta,
    Tiada guna,..karena ia bukan segalanya.
    Aku memilkiMu yang selalu memberikan cinta lebih untukku,
    Bahkan lebih dari rasa cintaku padaMU,
    Namun sayangnya,
    Kau tak pernah cemburu,
    Kepadaku yang biasa membagi cintaku…
    Duhai Dzat yang Maha Menyaksikan,
    Saksikanlah.
    Telah kujual diri ini untukMu,
    Maka jaga aku agar aku bisa menjaga azzamku,
    Dan mengugurkannya dengan khusnulkhotimah..
    Dan tak perlu ada rasa cemburu jika cinta bukan untuk aku,
    Tak perlu ada kata sakit hati jika ia harus pergi.
    Aku hanya tersenyum…
    Dan mengucapkan salam..
    Terimaksih cinta telah sempat datang bertamu pada rumah hatiku..
    Tapi aku tak kan cemburu bahkan sakit hati,
    Karena tamu tak bisa lama-lama berandang,
    Datanglah lagi jika kau siap menjadi penyempurna akhlak dan kesempurnaan imanku,
    Bersamanya yang menjagaku menjadi muslimah yang selalu menjaga izzahnya.Amin.

  37. ANAK ANGIN

    Ingat kamu yang mendamba angin

    Terlintas badai yang coba kau tuai

    Temani bintang, temani cahaya

    Bersama gemerlapnya lampu jalanan

    Bunga taman di gelapnya malam

    Ditelaga rindu kutemani kamu

    Yang menanti, menanti, dan menanti

    Semut-semut yang berbaris

    Juga menanti, menanti dan menanti

    Bersama rinai angin, bersama rintik hujan, bersama asamu dan asaku

    Tinggalkan aku disini kekasih

    Biarkan dini hari menjemputku

    Untuk kembali ke peraduanku

    Bersama bayangmu kurajut harap ini

    Biarkan aku disini

    Anak angin menanti kekasih

    Anak angin menuai badai

    Anak angin berharap pada setia

    Anak angin berkata kepada rembulan

    Anak angin menunggu pagi menjelang.

  38. Bangkitlah Layla

    Sembuhlah layla
    urungkan belati merah marah
    Aku menciumu dalam desir asmaradana

    Duduklah layla
    Dudukkan masalah,jernihkan di bening cinta
    Pelukku dalam denting dawai rindu

    Minumlah layla
    Minum tetes bening kesungguhanku
    Genggam jemari, dengarkan kidung dada jujurku
    layla layla layla
    oh..
    Berangkat berjingkat menuju rumah mewah cinta tempat memanjakanmu telah kusiapkan untukmu

    atau engkau belum enggan melangkah layla
    Telah aku kekarkan tangan perkasa menggendongmu

  39. Jika Memilih

    jika aku harus memilih
    menjadi selain dirimu
    aku tidak akan menjadi
    apapun dan siapapun
    kecuali akan aku kasihkan
    seluruh usia menjadi nyeri
    dan perih yang kau pilin
    menjadi kafan
    untuk kau pakai
    di pesta persemayaman

    Yogyakarta, 2010

  40. Setelah Kursi Terpinang

    Jika tak lagi ada rahasia dalam bahasa
    Percakapan usah kita kemas dengan basa basi
    Bertukar wajah sambil menyilang kedipan
    Seperti opera singkat tentang kursi dan dasi
    Atau kita diam saja berpura tak tahu apa-apa

    Kenanglah waktu dulu
    Sesaat sempat terhenti sebab bahasa
    Menjelma alasan-alasan unkut bercuriga
    Dan sejenak kita sepakat melepas segala
    Kemudian bermain mata

    Jogjakarta, Februari 2012

  41. Menunggu Pasti :

    Hati ibarat mata angin,
    berhembus tak tentu arah
    dan kamu adalah barat
    yang pergi membelakangi terbit matahari

    setelah terlupa diri mengawan
    [seolah hari tidaklah tujuh,
    dan bulan bukanlah duabelas]
    kalanya ada lelah terakui

    maka,
    jadikan aku penjuru
    apapun namanya,
    asalkan satu pasti arahmu menuju

    dan aku sedia menunggu untuk itu

    [27 Desember 2010]

  42. Kenangan Memburam :

    [ Menghela nafas panjang ] ………………

    Hujan belum juga reda
    senja bergegas mengemasi kelabu awan berduka
    bulan sabit tersudut mengalah

    Ketika kau hanya bayang tersisa,
    menggenang kenangan tak berteduh
    sendiri dingin merana

    Inginku tak terjamah takdir
    Sirna hanya kau yang pergi
    Apa tak tersisa kini

    Berpendar garis wajahmu
    Kau tak utuh lagi adanya,
    Seribu tetes hujan asingkanku

    Kenangan sayu mengedip
    Memburam kemudian…………

    [13 Desember 2010]

  43. Bila saja ada,
    Bilamana sedih menjadi pilihan takdirku
    Musim semi akan datang tanpa kuminta

    Dan,
    bilamana suka menjadi bagian lain dari takdirku
    musim gugur akan tetap seindah musim semi

    Bilamana angin tak lagi ramah
    menyesatkan jauh langkahku
    biarkanlah hujan menjadi peneduh ketika aku hilang arah,
    sisakan satu saja asa untukku,
    agar dapat kuberharap semuanya ada.
    bilakah ?………

    [22 Januari 2008]

  44. 9.the best yet to come
    the day has gone changing into the night
    and i’m still here
    stuck in a moment of confession
    but you are still yet to come
    you make me in bloom and blue
    right here! I tell you a story
    a piece of dream
    written on a white paper
    so i need myself a poetry
    to give it to you
    i tried to, but i failed
    and failed again
    don’t know why
    today so were yesterday
    i am like an empty glass of wine
    dry without inspiration
    all i want is to see you
    but a part of me is so naive
    so i need you to see a real me
    and all i can say that
    heaven please come down
    hear my prays:
    “to see you in a real way
    not just a shadow in my sweet dreams”

  45. Belenggu hati

    Hari ini kudengar satu berita
    Kesal hati ku dibuatnya
    Dia…
    Lebih beri kasih
    Maafkanku…
    Tak berarti lagi kini
    Seperti tumpahan puisi yang tersurat
    Resahkanku…
    Bukannya tak tahu dimana pijakan hati
    Tapi…
    “ Belenggu artinya:
    Tutup mata, telinga, dan hati ”

  46. Luar biasa teman-teman puisi yang indah-indah, terima kasih yaa

  47. ada beberapa tanda baca yang tidak perlu dan terlalu banyak di gunakan seperti titik-titik….. atau tanda koma, salam kreatif

  48. setelah hujan…

    Siapa kah dia yang duduk di sudut kursi kayu dihadapku?
    Matanya bertabur cahaya keindahan yang menukik tajam menenggelamkan..
    Menyilaukan ke sudut mataku yang hampir ter butakan olehnya
    Kerudung hijab birunya menyerap semua rona hijau di sekelilingku
    Aku saja hampir terbata tak sanggup berkata….

    Baru kemarin pagi aku meratapi hujan
    Takut badai tak bergegas pergi dengan halilintar besarnya…
    Aku tak bisa berteriak, hanya diam menggigil dilangit yang kudiami
    Redalah reda …
    Hanya doa sederhana itu yang aku tasbihkan
    Dan cahaya langit pun mulai benderang menghampiri

    Aku rasa Tuhan mendengar doaku..
    Doa dari hati dan wajah yang selalu ingin bertemu
    Betapa tidak…
    Dia seperti bunga indah yang selalu kupandangi ketika hujan bulan Januari
    Dimana harum nya selalu ku ingat mengikat…
    Harum yang terbawa angin dari timur ke barat
    Menjadi doa yang panjang kala aku tak diharapmu

    Elgibran
    Cisangkuy 080312

    http://puisiduahati.blogspot.com/2012/03/setelah-hujan.html#comment-form

  49. izin share puisi mbak🙂

    Yogyakarta Kita
    Hidup kita adalah semilir angin
    Merindukan harum ombak senja dan belaian sinar rembulan
    Di laut selatan
    Bahkan ketika rasa mulai pudar
    Terkikis badai pasir yang menjemukan
    Kita masih berharap ada nyanyian pilu musisi jalanan
    Sebagai penghantar tidur

    Gemerlap lampu perkotaan semakin redup
    Kita masih setia menanti di etalase Malioboro
    Seorang wanita bercadar jingga
    Membacakan puisi kita dengan anggun

    Dunia semakin berlalu
    Dedaunan enggan bertahan di rantingnya
    Nantinya kita bukan lagi kita
    Namun masih tetap merindukan hal yang sama
    -Yogyakarta kita-

    (M.R. 21 Maret 2012)

  50. Kenikmatan mencintai Allah

    Ada yang tak ngerti akan
    seni indah mengenal allah
    dianggap allah tak pernh peduli
    padahal kesombongan dia dan
    ketda ngertian buat ia tak ngerti
    pa jasa allah padanya
    Tanamkan biasakan berdoa
    tetapkan hati dengan sholat
    biarkan sholat yang selesaikan
    pa masalahmu,
    doa yang baik adalah doa yang
    ditetapakn dlam bahasa kesadaran
    orang berhutang ,ketakutan ,sedih
    paling gampang ia dekat allah.
    Latihlah jiwamu dengan puasa
    karna puasa akan melatih jiwamu
    agar matng dalam doa.tapi tetapkan
    doamu dalm puasa tersebut akan bahasa
    qalbumu dapat muncul dan menyinari kegelapan hatimu
    yang galau dan suram
    Syair renungan cinta diri pada allah

  51. Broken Home

    Aku adalah anak yang terlahir dari keluarga broken home. Akibat dari pertengkaran orang tua, Aku terjerumus kehal-hal yang negatif. Pemakaian obat-obatan (NARKOBA) sudah tak asing lagi dikehidupanku. Tanpa obat-obat (NARKOBA) hidupku terasa tak berdaya tubuh lemah dan kecanduhan terus-menerus hidupku tak karuan,bergaul dengan anak-anak pecandu (NARKOBA). Dimata keluarga, Mereka bilang aku kuat tapi mereka tak tau kalau aku itu butuh yang namanya KASIH SAYANG……
    Walaupun aku seoramg pecandu NARKOBA dan jadi bandar NARKOBA tak urung niatku untuk berkarir. Hari-hari pun aku telah lewati hampir sudah lima tahun ini aku hidup hanya dengan obat haram (NARKOBA). Dan suatu ketika aku tertimpa musibah, stok obat (NARKOBA) habis dan akupun dikejar-kejar POLISI. Aku tak tau harus bagaimana lagi untuk melepas baranf haram (NARKOBA) ini.
    ini.
    Suatu hari aku ditangkap dan dipriksa berlarut-larut, Akhirnya polisi mengidentifikasi bahwa aku sudah kecanduan dengan obat haram (NARKOBA) ini sejak aku berumur 15 Thn. Akupun ditetapkan sebagai TERSANGKA. Hari-hari aku lalui didalam penjara tapi tak satupun keluarga yang menjengukku. Hingga mencari tau tentang informasi kehilanhanku tak perna. Hingga aku menunggu berhari-hari baru mereka menjengukku.
    Mulailah perjalan hidupku…..
    Akupun diREHABILITAS…..

    1 Tahun Kemudian
    Ketika aku yang tadinya urak-urakan gara-gara obat haram ini. Keluarga aku utuh kembali seperti kala dulu. Aku kembali lagi kesekolah walaupun teman-teman aku yang belum terima dengan keadaan yang telah aku perbuat, terutama orang-orang yang sudah kenal aku dari SMP. Sahabat aku, teman curhat aku yang namanya FEBRIN biasa dipangil ebe. Aku udah ngecewakin dia banget, Sampe-sampe dia hampir meninggal gara-gara Aku. Tapi itu semua, tidak terjadi dis masi bisa diselamatkan.
    Hari-haripun telah aku lalui, Akhirnya semua sahabat-sahabat gue bisa menerima gue satu-persatu walaupun agak lama sih, tapi aku bisa diterima ngak segampang itu karena gue sadar gue itu bekas dari pengguna NARKOBA sekalian Pengedar juga.

    PESAN GUE: Buat orang tua jangan sekali-kali kalian meninggalkan anak kalian, walaupun sesibuk apa kalian!!! sempat-sempatnya kalian ketemu sama anak kalian setidaknya hanya sekedar nyapa.
    PESAN GUE: Buat orang yang kaya gue jangan takut dijauhi teman-teman dekatmu terutama sahabat-sahabatmu, yang selalu mengsupor kamu, walaupun kamu bekas pengedar narkoba jangan takut untuk bermimpi dan berkarir selama kamu masi bisah…………………………………..

    SAY NO TO DRUGS

  52. hai terima kasih ya sudah berbagi, pengalamanmu tentu saja sangat berharga buat kita semua. Dan rasa syukur yang tak henti karena Tuhan telah melindungimu. Salam hangat salam persahabatan.

  53. terima kasih sudah mengirimkan tulisannya di sini dan tulisannya bagus looh. Ada sedikit yang harus di perbaiki mengenai penggunaan awalan huruf besar pada allah jadi Allah. kemudian pada baris kedua kata ngerti seharusnya mengerti.

    Dan aku suka tulisanmu yang penuh renungan ini. terima kasih ya

  54. terima kasih sudah berbagi puisi di sini.

    Aku suka kalimat penutupnya yang menarik “Namun masih tetap merindukan hal yang sama” kalimatnya sederhana tapi bermakna.

    terima kasih, Salam kreatif, salam persahabatan

  55. Hujan memang banyak melahirkan inspirasi bagi para penyair, sepert halnya puisi ini menggambarkan kejadian setelah hujan dan yang menggugah ada kalimat “Baru kemarin pagi aku meratapi hujan”.

    sebuah puisi yang indah, terima kasih ya sudah berbagi

  56. sama-sama mbak
    Salam🙂

  57. RINDU

    gumpalan awan menutup mentari, udara pasi, langit bisu

    dan angin tenggara menelusup diam diam kesebalik hati,

    ada rupamu tegas terlihat, diantara dedaunan akasia,

    suaramu di desau ilalang dan rindumu meretas dikuntum asoka,

    lalu aku hanya bisa menatapmu tanpa bisa menyentuhmu,

    meski rindu menjerat tak tertahankan…

  58. SANG PENEBAR REJEKI

    Gelepar seekor pipit menggoyangkan ranting
    bunga Kacapiring yang kini menjadi patung

    Setelah angin reda dan hujan pun pergi
    Hanya genting sesekali menjatuhkan air

    Seekor bebek mematuk tanah
    yang seperti karpet air
    empat ekor ayam pun berputar mematuk-matuk

    Oooi
    betapa hujan memang membawa rejeki
    bukan saja bebek dan ayam
    atau pun si burung pipit

    Pepohon dan tanaman yang seperti mati
    kini segar kembali
    bertumbuh ranum

    Demikian bukankah
    hujan membawa berkah
    menebar rejeki bagi
    sesama ciptaan Ilahi

    kaki bukit , Ahad 8 April 2012
    Ba’da Zuhur

  59. Zikir Hujan

    Weees…air hujan jatuh di atas
    Menerpa dedaun bunga Bougenville
    daun di ranting pohon Delima
    dan rerumput hijau di halaman

    Gleceecceek…gleceeecceek…
    bunyi air pancuran menuruni
    tembok depan rumah
    jatuh ke bumi

    Menari gemulai reranting bunga
    Delima, Bougenville, Daun Sembung
    Rumput Jepun pun diselimuti karpet air
    Tampak coklat warnanya
    Di atasnya butiran hujan membuat jadi
    Ratusan kupu-kupu menari-nari

    Nyanyian gembira mereka
    atas tebaran kurnia-Nya
    adalah tasbih alam pada Ilahi
    serta syukur mereka atas kurnia-Nya

    Di atas bukit
    pohon kelapa dengan tigabelas pelepahnya
    menjadi arca
    berbaris pula pohon Suren, Rumpun Bambu dan Nangka
    menjadi lukisan alam
    laksana siluet hitam putih oleh kabut

    Kata siapa mereka diam diri
    adalah mati

    mereka seperti patung termenung
    sedang berzikir mengikuti irama
    kehendak Tuhan

    Butiran air dari jauh seperti uban berbaris
    meluncur menuju bumi
    sesekali Guntur menyalip bunyi seaah hujan

    Kilat pun berkelebat seperti tak mau kalah
    mengikuti kehendak-Nya
    berlomba-lomba mereka menyebut asma-Nya

    Kata siapa mereka mati
    karena berdiam diri

    yang mati sesungguhnya
    jiwa manusia
    yang tak mengerti bahasa alam
    jiwa yang keras membatu
    tak mampu
    menangkap gelombang ayat-ayat Tuhan
    yang terbentang

    kaki bukit, Ahad 8 April 2012
    Ba’da Zuhur (13.35)

    * penulis penikmat hujan.Tidak pernah aktip di komunitas sastra manapun. Tinggal kaki bukit barisan gunung Haruman-Guntur.

  60. SURGA KESUCIAN CINTA

    Pernikahan
    Surga kesucian cinta yang anggun
    Anugerah Tuhan
    Tak tergantikan

    Pernikahan
    Surga kesucian yang anggun
    Bukan rumah impian
    Tercipta dari pasir-pasir keraguan

    Pernikahan
    Surga kesucian yang anggun
    Hapus luka
    Sepanjang peta setia

    Kamar Waktu, 20 April 2012

    AKU INGIN SEKOLAH

    Aku ingin sekolah
    Biar sejarah
    Tak jadi gubuk rapuh

    Aku ingin sekolah
    Biar bunga merdeka rekah
    Sepanjang desah

    Aku ingin sekolah
    Tolonglah
    Jangan kau jarah impian yang telah tumbuh

    Kamar Hati, 20 April 2012

  61. assalamu’alaikum, nebeng share puisi ya…ini hanya puisi sbg kecintaan pada tanah asal bukan maksud mau menunjukkan unsur sara..

    Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)

    Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
    Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
    Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)

    Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
    Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
    Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
    Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)

    Gen padeak indok (Aduh ibu….)
    Gen padeak bapok (aduh bapak..)
    Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
    Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
    Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
    amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
    Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
    Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)

    Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
    Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
    hilang)
    Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
    Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
    Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
    Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
    Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
    terasa dekat)

    Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
    Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
    bapak)
    Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
    Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
    Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)

    Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
    Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
    Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
    Rejang)
    Keme Tun Jang Kami suku Rejang
    Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.

    (by. Indah Sari Kencanawati 2009)

    (sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.

  62. assalamu’alaikum, nebeng share puisi ya…ini hanya puisi sbg kecintaan pada tanah asal bukan maksud mau menunjukkan unsur sara..

    Keme Tun Jang (Kami Suku Rejang)

    Tok tekadeak Jang jiirr jiwo yo… (begitu terdengar Rejang berdesir jiwa ini)
    Tok tekadeak sadie keme yo (begitu terdengar dusun kami ini)
    Jejirr asai awok dute (badanpun tergetar dahulu)

    Bujang semulen menaai Kejai (bujang gadis menari Kejai)
    Ireak ca’o bi nakei kute (adat sopan santun sudah terpakai)
    Amen kunamen dalen Jang neak ipe (kalaulah ku tahu jalang ke Rejang dimana)
    Coa ku alau cigai (takkan ku pergi lagi)

    Gen padeak indok (Aduh ibu….)
    Gen padeak bapok (aduh bapak..)
    Padeak ke’uak kumu mbin keme alau (alangkah jauhnya engkau membawa kami pergi)
    Tekadeak, tun ratau coa (terbilang, perantau bukan…)
    Tekadeak Tun Jang meipe sadei (terbilang suku rejang, dimana dusunnya)
    amen tinget pelbei, belekba mecua biyoa (bila terkenang moyang pulang berziarah)
    Ninik puyang tep mbin reroyot (nenek moyang tetap membawa silsilah)
    Alau u’ai belek be bi piyot (merantau muda pulang pun berkeriput)

    Wei Keme Tun Jang (Hai..kamilah Suku Rejang)
    Meipe lalau dalek Jang coa nam cigai (kemanapun pergi darah Rejang tetap takkan
    hilang)
    Awei bagai hok tembo Tun Jang (seperti susunan silsilah Suku Rejang)
    Sepasoak sebasen (bersaudara dan berasan dlm adat)
    Sekundang ngen Sekundau (bersaudara dalam serumpun keluarga)
    Seindok sebapok (seibu dan sebapak)
    Kunyau si uak tiuk tembone kete’nne paok (meski pun jauh, terdengar tembo/silsilah
    terasa dekat)

    Wei ninik puyang (oh nenek moyang…)
    Amen coa miuk kecek bibia indok bapok (kalau tak mendengar ucapan ibu dan
    bapak)
    Cigai kunamen sebaso Jang Te ( Tak kan kutahu bahasa Rejang Kita)
    Amen migai belek moi sadei (kalaulah tak pulang ke dusun)
    Ireak cao nam nyep dute (adat istiadat bisa hilang lebih dulu)

    Kami Tun Jang.. (kami Suku Rejang)
    Meipe lalau tekadeak ba taneak Jang (kemanapun pergi terucap juga tanah Rejang)
    Meipe basen pegong tep pakei Jang (kemanapun bermusyawarah tetap pakai adat
    Rejang)
    Keme Tun Jang Kami suku Rejang
    Meipe lalau, Keme tep tun Jang Kemana pergi kami tetap suku rejang.

    (by. Indah Sari Kencanawati 2009)

    (sudah pernah diterbitkan dalam buku” BASO JANG TE JILID 5, BAHASA DAN AKSARA REJANG) PENERBIT PT.TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI -SOLO.

  63. Mengurai kata,
    tanpa makna

    Serupa angin,
    bertiup tanpa pesan

    Hanya meraba-raba aksara diam
    yang mengeja suara-suara sunyi

    Bukan aku mau,
    hanya saja,
    semua membuatku begitu

    [26 Februari 2012]

  64. Mengurai kata,
    tanpa makna

    Serupa angin,
    bertiup tanpa pesan

    Hanya meraba-raba aksara diam
    yang mengeja suara-suara sunyi

    Bukan aku mau,
    hanya saja,
    semua membuatku begitu

    [26 Februari 2012]

  65. Bagaimana bisa?
    kutulis bayangnya di benakku,
    jika masih saja langit berduka
    titik –titik air menggoyang genangan lamunanku
    lagi dan lagi

    Jika kau memang berduka,
    menangislah
    tapi,
    jangan ajak aku serta

    Karena,
    akupun tak kalah berduka
    jauh sebelum duka datang padamu

    [ 25 Februari 2012]

  66. Pintaku,

    Bila saja nanti hujan mereda
    ambilkan aku satu saja
    untuk gantikan sayap patahku
    dan ajari lagi aku untuk terbang

    Tidak tinggi…
    tak apalah asalkan sampai diujung sabit
    bila tidakpun
    jatuhkan aku di jingga pelangimu
    cukuplah itu saja

    Sebelum aku diajaknya terbang jauh darimu…

    Setidaknya kutinggalkan untukmu,
    menggenapi tujuh warna diujung sana
    yang bisa kau pandangi nanti,
    tanpa aku

  67. Yogyakarta :

    Masih basah tersisa hujan, ketika senja enggan memohon diri
    beranjak menjauh, mengalah pada malam
    tak cukup terang,lampu jalanan menyala suram
    begitupun lamunanku

    Tak seperti musim yang lalu
    tak kudapati apa-apa disana, tak juga kau

    Gelisahku tak lagi bermakna, terlanjur sudah menjadi renjana
    kehilangan meraja
    kau hanya bernama kenangan kini tidak lebih,
    hanya itu saja…

    Meski harus membagi perasaan menjadi dua
    antara kehilangan, dan yang lainnya
    rindu

    Tapi…,
    Aku akan selalu pulang {lagi}.

  68. SKIZOPRENIA
    Karya Sri Neneng

    Secangkir kopi masih kau seruput tadi pagi
    sebatang rokok menemani
    Juga sebungkus roti

    Kini aku sendiri
    Merasakan betapa sakit ditinggalkan
    Walau kutahu kau tak mendua
    Aku takmau kaupergi

    Semakin senja, bayang wajahmu kian menggoda
    Sapa mesramu, makin nyata
    Belai tanganmu, kian terasa
    Aku terkena skizoprenia
    Tentangmu yang jauh di sana.

  69. Jika aku menDoakanmu

    Mungkin terlalu naif jika aku mendoakanmu
    Kau kini sedang berlari memecah ombak
    Bersama seorang malaikat berparas jingga
    Sedangkan aku,
    Masih terbenam dalam matahari
    ditemani kekaguman dalam sunyi untukmu

  70. DULU SAHABAT
    mungkin sakit yg kupikirkan
    mungkin sakit yg kurasakan

    sakiti aku, dr sisiku
    mungkin sakiti kamu, dari sisimu

    aku disalahkan, aku mengalah
    selalu begitu, kembali mnjadi yg salah

    tidak mau lagi, aku menjauh
    tanpaku nampak lebih baik

    hanya mengenang waktu2 duluuu
    penuh arti dan keceriaan

    atau

    mungkin aku saja yg tidak tau…….
    sbenarnya…
    dbalik topeng

    hidup tanpa kemunafikan dan kebohongan.
    sudah cukup buatku…

  71. Air mata kasih sayang
    Ibu…..
    Kilauan matamu mencerminkan betapa penat hidup ini
    Uban putih tanda hidup akan beralih
    Ibu……
    Di tanganmulah aku bisa tegar
    Air mata kasih sayangmu semangat langkahku
    Tegur marahmu adalah buah kasih sayangmu
    Betapa besar harapan dan impian diemban
    Ibu…..
    Hidup ini serba teka-teki
    Harapan kadang cuman mimpi di siang hari
    Tapi……….
    Berkat air mata kasih sayangmu hidup ini berarti
    Demi langkah maju kedepan
    Kau tetap tegar dan sabar
    Walau hujan hujatan datang bertubi-tubi
    Kau tetap tenang
    Ibu………
    Kaulah guru kehidupanku
    Dari kecil sampai besar
    Hari demi hari
    Kau isi dengan air mata kasih sayang berharga
    Dikala sakit…
    Kau tetap bangkit
    Ibu…..
    Ibu….
    Ibu….
    Kaulah guru terbaikku
    12122011 Mas Erwin

  72. Puisi Senja Sore

    Di dalam kamar yang senyap aku duduk
    Dalam ruang dan waktu yang terus bergerak
    Senja sore mulai membuka cadarnya, semesta diselimuti kemuningnya
    Kamar tempat ku duduk dan berbaring, Menjadi kejaran kemuning senja sore
    Cahayanya menempel pada tiap-tiap dinding rumah, hotel mewah, pada pepohonan dan jalanan
    juga pada tubuhku yang fana ini terasa begitu hangat tak menyengat.

    Di dalam kamar yang senyap ini aku masih duduk
    Dalam ruang dan waktu yang terus bergerak
    Aku melemparkan pandanganku ke arah jendela
    Menatap keatas cakrawala yang tak bertepi
    Mengharap melihat sebab yang tak terlihat
    Dialah kesunyian, kesepian dan keheningan
    Namun tak ada… semuanya tak ada, ada yang tak ada
    Tapi semuanya ada, ia ada dan seterusnya ada
    Kesunyian, kesepian, dan keheningan, ada dalam diriku yang tak bertepi ini

    Senja semakin merapat dengan malam
    Angin begitu lembut menyisir tiap helai isi bumi
    Suara adzan di masjid telah terdengar dekat di telingaku
    Saatnya ummat Muhammad berbuka puasa

  73. MEMBACA WAJAH DI KACA

    membaca wajah di kaca
    adalah membaca lipatan-lipatan angin
    yang bergerak dari musim ke musim
    saat hadirkan guguran jati
    meranggas di ujung gelisah
    mata air menjadi mimpi di musim semi
    hingga air mata meronta
    menganak sungai
    mengalir menikam kesunyian hati

    adalah sketsa senja
    terlukis samar
    hadirkan kenangan purba
    pada ornamen bola mata
    saat fragmen kehiduan telah menjadi
    keutuhan yang fana

    ketika musim semi kembali hadir
    adalah saat wajah mencari binar tanpa gelisah
    dimana cahaya menjadikannya sumber cinta
    yang terbitkan aura keniscayaan tentang banyaknya rasa

    maka kubiarkan saja
    sungai di wajahku mengalir tanpa jeda
    sampai pada muaranya
    dimana kutemukan keabadian
    sebagai batas pengembaraan

    purwokerto, 18042012

  74. MEMBACA WAJAH DI KACA

    membaca wajah di kaca
    adalah membaca lipatan-lipatan angin
    yang bergerak dari musim ke musim
    saat hadirkan guguran jati
    meranggas di ujung gelisah
    mata air menjadi mimpi di musim semi
    hingga air mata meronta
    menganak sungai
    mengalir menikam kesunyian hati

    adalah sketsa senja
    terlukis samar
    hadirkan kenangan purba
    pada ornamen bola mata
    saat fragmen kehiduan telah menjadi
    keutuhan yang fana

    ketika musim semi kembali hadir
    adalah saat wajah mencari binar tanpa gelisah
    dimana cahaya menjadikannya sumber cinta
    yang terbitkan aura keniscayaan tentang banyaknya rasa

    maka kubiarkan saja
    sungai di wajahku mengalir tanpa jeda
    sampai pada muaranya
    dimana kutemukan keabadian
    sebagai batas pengembaraan

    purwokerto, 18042012

  75. SILUET, I

    malam tlah mengendur dalam kata
    diam
    senyap
    kepak malu mengumbar senyum
    hambar
    dalam barisan mata jalang
    hingga menjelang subuh
    geram tak terjamah
    angan.

    Bumi Ale-Ale, April 2012

  76. Sang Pengantin

    Aku ingin sekali melihatmu
    mengenakan gaun itu
    layaknya seorang ratu
    berdiri di samping ku

    Bila saatnya tiba
    kuantar kau menuju
    ranjang kerajaan cinta
    tempat bermadu raja dan ratu
    melepas suci mahkota

    Mahkota….yang s’lalu kita jaga

  77. JANJI FITRI (suci)

    Tetesan hujan kala itu
    dingin dan membatu
    Jatuh keras dan membasah
    di lantai sekolah
    Dua insan setengah beku berpeluk jadi satu
    Terikat janji Fitri,
    Sekali menyatu tak terpisah-belah

    Irwan Effendi

  78. Di Kota Hujan
    Tirai langit dihias bintang dan bulan
    letupan mercon iringi nyanyi dan tari
    wajahnya….begitu berseri

    Di Kota Hujan
    rambutnya tergerai di atas pangkuan
    tari berhenti dan malam semakin sunyi
    dan di bibirnya kecupan ku curi
    Ia terkejut dan aku terhanyut
    sejenak terhenti berlanjut memagut

    Aura malam begitu hebat
    getar nya merasuk ke dalam hati
    bersamanya waktu berlalu begitu cepat
    dan kini tersimpan dalam bingkai pelangi

    Di Kota Hujan
    Tempatku mengukir zaman
    sempat mengadu ke negeri jiran
    namun belum jua ku temu jawaban

    Di Kota Hujan
    Tempatku mengukir nisan
    kepada-Nya aku curahkan
    setiap hari tak pernah bosan

    Note:
    Titip catatan saya, dibuat hari ini langsung di blog mbak rini..
    nanti saya pindah ke blog saya, terimakasih.

    salam kenal
    Irwan Effendi

  79. Di Kota Hujan
    Tirai langit dihias bintang dan bulan
    letupan mercon iringi nyanyi dan tari
    wajahnya….begitu berseri

    Di Kota Hujan
    rambutnya tergerai di atas pangkuan
    tari berhenti dan malam semakin sunyi
    dan di bibirnya kecupan ku curi
    Ia terkejut dan aku terhanyut
    sejenak terhenti berlanjut memagut

    Aura malam begitu hebat
    getar nya merasuk ke dalam hati
    bersamanya waktu berlalu begitu cepat
    dan kini tersimpan dalam bingkai pelangi

    Di Kota Hujan
    Tempatku mengukir zaman
    sempat mengadu ke negeri jiran
    namun belum jua ku temu jawaban

    Di Kota Hujan
    Tempatku mengukir nisan
    kepada-Nya aku curahkan
    setiap hari tak pernah bosan

    Note:
    Titip catatan saya, dibuat hari ini langsung di blog mbak rini..
    nanti saya pindah ke blog saya, terimakasih.

    salam kenal
    Irwan Effendi

  80. Numpang share yah🙂

    Berhenti Berpura-pura

    Sebaiknya kita berhenti berpura-pura
    Jika semuanya baik-baik saja
    Pepohonan memudarkan senja
    Tapi tidak nanar di mata kita

    Sebaiknya kita berhenti berpura-pura
    Saling memaafkan
    Jejak kaki kita bersama bak sayap-sayap patah
    Terluka melebihi perihnya kesepian
    Kita sepakat maaf takkan membuat mentari terbit dimalam hari

    Sebaiknya kita berhenti berpura-pura
    Saling mencintai
    Selama rembulan masih bercengkrama dengan bintang
    Kau dan aku sama tahu
    Rasa kita memekik di sudut jalan
    Tak mungkin bisa kembali bersatu

    -Salatiga, 27 Juli 2012-

  81. Salam Irwan Effendi, ya silahkan, terima kasih ya kiriman puisinya.

    Salam

  82. Aku ini Boekanlah Seorang Pujangga
    Yang pandai menata setiap bait kata
    Menyeluruh dalam Setiap Rasa
    Menggempita dalam setiap lara

    Dan Aku hanyalah sekeping batu
    Mencoba untuk terus melaju
    Meniti setiap Nada yang terpaku

    Bukan hanya sebuah harapan yang berirama
    Selalu menyelaras dan bergempita
    Yah….
    Aku hanya ingin ungkapkan setiap bait rasa
    Terpendam, terkubur dalam setiap sisi jiwa.

    AryoCahyaLesmana
    BoekanLahPoeJAnggA

    SALAM DEGLE BUAT SEMUA SOBAT…. !!!!!

  83. Tapak di jalan setapak
    pekat muka di darat
    kian berkerut kian nampak
    ombak meriak bak laut asat

  84. Jika menurut mu aq baik

    Mkn hanya padamu aq begitu

    Jika menurut mu aq pangertian

    Mkn hanya padamu aq begitu

    Jika menurut mu aq perhatian

    Mkn hanya padamu aq begitu

    Tp jika menurut mu aq seperti pria

    yg memiliki rupa yg sesuai dgn apa yg ada di pikiran mu

    jujur ku katakan padamu

    Diri ini tak sesempurna itu

    Aq tak ingin pertemuan mmbwt mu kecewa

    Mengenal mu disini

    sdh cukup bahagia bagiku..!

    sibolga city….08 wib 12-Okt-2012

  85. puisinya sudah bagus, hanya sayang sekali penggunaan kata “aku” sebaiknya tidak menggunakan kata “Aq”. dan ada beberapa kata yang sebaiknya tidak di singkat seperti Mkn, Sdh, yg dsbnya.

    terus ya menulis, salam Kreatif

  86. Aryo, hehhehe aku jadi inget syair lagu itu

    Salam

  87. Mendengar pembicaraan orang

    Masalah-masalah itu
    terus
    Tak pernah ada habisnya saat kita hidup
    Suara angin malam saat itu
    terdengar dan
    Angin masuk kedalam organ tubuhku
    Kududuk disamping orang yang sedang membicarakan masalah kehidupan,
    Ku mendengarkan orang sedang berbicara itu
    Salah satu orang itu berkata :
    “Masalah harus kita hadapi, bukan kita hindari”
    Aku lakukan semua yang ku dengar saat itu
    Yaitu
    Masalah aku hadapi dengan sabar
    terkadang
    kemarahan tak lepas dari hatiku
    Dan aku berfikir
    hidup tak ada artinya jika tak ada masalah,
    Hidupku penuh arti karena masalah bertubi-tubi datang padaku.

  88. saya melihat kemampuan teman-teman mengolah rasa, merangkai kata penuh makna ke angkasa imaji tanpa batas.

  89. Angin berhembus tak ada habisnya
    Sampai tiba saatnya
    Ketika mentari tak lagi bisa melihat semesta
    Ketika samudra tak lagi mampuh mencium bibir pantai
    Lalu dunia pun tak sanggup lagi tuk menyanyi
    Hingga segalanya menjadi yang Nyata
    Rahasia terungkap tak lagi sembunyi

    Nafas berhembus keluar lalu masuk
    Melewati puluhan tahun
    Melewati setiap angan yang menusuk
    Menemani setiap tidur hingga bangun
    Nafas menjadi nikmat dalam keheningan

    Kasih, selalu kita bersama setiap desah nafas
    Mengelilingi semesta dalam sehari
    Walau sesekali kita sering menyendiri
    Nikmatilah hidup dengan cinta
    Biarlah nafas cinta mengelilingi Arsy-Nya
    Hingga segalanya hilang bersatu dengan-Nya
    Rahasia hadir, cintalah yang Nyata
    Yang nyata menafsirkan dirinya sendiri
    Hidup penuh makna, keselamatan disisi-Nya

  90. Bolehkah pembaca mengirim artikel ke media ini, dan apa saja ketentuannya? Apakah ada rambu-rambu tertentu yang wajib ditaati oleh pengirim artikel?

    Atas kesempatannya kami sampaikan terimakasih.

  91. Bolehkah pengunjung blog berkirim artikel ke situs ini, dan apa saja ketentuannya? Apakah ada persyaratan tertentu yang wajib dipenuhi oleh pengirim artikel?

    Atas waktunya kami ucapkan terimakasih.

  92. Jika bukan ini,
    Lalu mengapa harus ada
    Jika tidakpun
    Tak mengapa
    Jika ingin tinggal
    Maklumi, aku bukan siang juga bukan malam
    Jika ingin pergi
    Aku memilih jadi hujan
    Di musim tanpa nama
    [Agar aku bisa tersesat jauh dari rasa gelisah]

    [ 30 Oktober2012]

  93. Jikalau nanti kau jatuh
    Jauh sudah jarak antara rasa sakit denganku
    Kuhitung satu-satu saja
    Hingga tak usah kumerasa
    Ada atau tidak
    Akan sama saja nantinya
    Biar saja begini . . .
    Biar waktu yang melerainya

    [29 Oktober 2012]

  94. Hujan

    Hujan
    Tak ada yang salah dengan kata itu
    Ia mengartikan dirinya sebagai suatu suasana
    Entah sejuk atau sedih
    Entah bahagia atau penghapus lara

    Kau boleh menangis sejadi-jadinya saat ia datang
    Karena takkan ada yang melihat kau menangis
    Ia dengan senang hati akan bersedia menyamarkan air matamu
    Yang turun bercucuran dengan indahnya

    Sebaliknya
    Kau juga boleh menari bersamanya
    Bahkan sepanjang malam berdansa dengannya kalau kau mau
    Ia tentu akan tersenyum melihat gelak tawamu berderaian
    Saat kau sibakkan rambut indahmu yang mempesona itu

    Hujan
    Tak pernah salah
    Turun pertama kali menghapus panas semusim
    Ia akan membawa rindu dendamku
    Padamu

    (Penulis menitipkan sebagian dirinya dalam akun Facebook banzhar_boy@yahoo.co.id)

  95. Ada sebuah kisah tentang seorang sufi yang sangat terkenal. Nasrudin namanya. suatu hari, nasrudin sudah tahu bahwa akan kedatangan seorang tetangga yang sangat menyebalkan dan terkenal kikirnya. Dia seorang perempuan yang paling tdk suka kalau barang barang miliknya di pinjam orang lain. suatu hari, ttetangga perempuan itu bermaksud untuk meminjam keledai milik Nasrudin barang sehari atau dua hari untuk mengangkut suatu barang yang akan di bawanya ke kota. sesampai di rumah nasrudin, perempuan itu segera menyampaikan maksud kedatangannya untuk meminjam keledai pada Nasrudin yang waktu itu sedang berada di beranda rumahnya. ” Tuan, kalau di perkenankan saya bermaksud untuk meminjam keledai tuan barang sehari atau dua hari untuk mengangkut barang barang dagangankuuntu di bawa .ke kota.” begitu kata perempuan itu. ” Maaf kan saya, keledai saya baru saja di pinjam teman saya pergi ke kota.” jawab nasrudin memberi alasan. Dan,dengan perasaan kecewa peremuan itupun segera berlalu dari hadapan Nasrudin.Nasrudinpun kemudian tersenyum, dalam hati merasa puas karena telah berhasil membohongi perempuan itu. Baru beberapa langkah perempuan itu meninggalkan rumah Nasrudin,tiba – tiba terdengar suara ringkik keledai dari belakang rumah nasrudin. perempuan itu segera berbalik kearah nasrudin dan Berkata; ” Tuan , tega – teganya kau telah menipuku dan mengatakan keledainya sedang di pinjam oleh teman tuan! itu buktinya tadi aku dengar sendiri ringkik keledai tuan, dari belakang rumah tuan. ” protes perempuan itu dengan nada kesal. ” Nyonya yang tidak tahu diri! kenapa nyonya lebih percaya pada suara ringkik keledai daripada kepada saya! ” tangkis Nasrudin tak mau kalah membela diri.

  96. Angan

    Angan melambung beriringan dengan secercik kapas
    Melewati embun yang bersahaja
    Menelusuri hawa harum disetiap langkah
    Yang terpapar diangkasa
    Untuk menggapai sinar bintang yang abadi

    Sejenak debu kegelapan mampir dihadapan
    Menyemburkan butir-butir kegagalan
    Mengotori setiap langkah
    Tapi tak akan ku terpaku
    Dan sejenak meneruskan langkah mungilku

  97. PENYAIR

    Aku tak butuh sebotol wiski,

    sebagai laju inspirasi

    Hanya secangkir kopi

    Dan,

    sebatang rokok di sela jemari

    Lalu, aku mengembara di rimba kata

    menerabas padang makna

    Lalu luruh,

    menyatu dalam bait – bait sajakku

    TANGAN

    Yang menengadah

    Diantara indahnya mawadah

    Sudah pasti datang itu rahmah

    Berpagut hikmah

    Dalam geletar maghfirah

  98. PALESTINA

    Sebenarnya apa salah kami?

    Kami tak pernah memusuhi kalian

    Tapi, kenapa kalian selalu memusuhi kami

    Kami tak pernah mengusik kalian

    Tapi, kenapa kalian selalu mengusik kami

    Kami tak pernah mengganggu kalian

    Tapi, kenapa kalian selalu mengganggu

    Kami harus menghargai hak – hak kalian

    Tapi, kenapa kalian tak pernah menghargai hak – hak kami

    Kami harus peduli kepada kalian

    Tapi, kenapa kalian tak pernah mau peduli terhadap nasib kami

    Sebenarnya, apa salah kami kepada kalian?!

  99. Tanpa Judul

    Rindu
    Sepi
    Riang
    Hampa
    Tenggelam
    Terangkat
    Terjatuh
    Bertahan
    Marah
    Air Mata
    Senyum
    Sakit
    Tawa
    Terbangun
    Tertidur
    Sesal
    Acuh
    Angkuh
    Hidup
    Cinta
    Mati

  100. Semilir angin pagi ini
    Menyejukkan sukma
    Desah nafas tersengal
    Kala kucoba bangkit
    Bangkit dari kegersangan sebuah rasa
    Bangkit dari lamunan tentang seorang pria
    Kenapa masih ada bayang indah itu?
    yang dai dulu tak jemu
    menghiasi benakku

    Sepoi-sepoi sang bayu
    Kuharap dapat mengaburkan lukaku
    Luka yang mungkin tak dalam
    Namun cukup perih kurasa
    Luka apa ini Tuhan?
    Bisikkanlah padaku
    aku sangat ingin tahu…?

  101. aku pernah merindu nmun tak sperti rinduQ kali ini
    aku pernah mencinta nmun tak sperti ini
    aku gelisah tatkala jauh…aku menggigil ktika brada didekatmu…merasa tak pantas brada disisimu..apa yang terjadi denganQ…dulu sbelum aku mrasakan indahnya dekat denganmu aku hanya bsa menghayal..dan merasa aneh mlihat orang2 yg menjerit pilu mlantunkan syair2 krinduan pdamu…nmun kini Qmnyadari btapa n
    ikmat ktika jmari mulai mnari diatas keyboard tuk mlukiskan sgenap rindu padamu….smakin lama jari ini smakin gemulai mnari mrangkai huruf demi huruf mnjadi kta..smakin lama hti ni smakin tak mngerti apa yg kini dirasakannya…
    rindu yg tak biasa
    cinta yg istimewa…
    aku tak thu apa kata yg trucap ni sdh trangkai dg benar..krna hri ini yg Qthu hanya rindu rindu dan rindu…kta ni takkan bsa dimngerti oleh kau yg tak pernah mrasakan rindu yg saat ni membara dlam jiwaQ..dan aku memang tak ingin kau mngerti tentang apa yg Qrasa….

  102. Semangat Baru
    oleh : ilma agnia

    Menunggang ombak
    Menerjang asa
    Meng hapus ragu
    Mengukir jejek
    Hidupkan kembali semangat
    Yang dulu terlelap

    Ku pandang mentari
    diberanda cinta
    Hamparan bunga warnai hati
    Pelangi di ufuk
    Mewakili hati
    Pelangi warna
    Ceritakan suasana hati

    Takkan menyerah pada kelam
    Begitu banyak
    rasa, asa dan warna
    tetap nsemangat dalam hidup
    semangat dan tetap semangat

    20 November 2021

  103. maaf tahunnya salah harusnya 2012
    mohon komentarnya ya mengenai karya saya. trimakasih🙂

  104. Ku namai capung hijau..
    Beranjak dari sebuah keterbatasan orang yg bermula dari kata, kata yg bermula dari ketetapan hati dan nafas kehidupan… Kekuatan-kekuatan dari hakikat.
    Manusia yg paling tinggi… Paling rendah… Termanis…
    Menakutkan. Mengalir dari satu mata air kepastian,
    EGO KAMU !!!

  105. ini ngirim puisinya dimanakah ?
    di sini ?

    okelah kutulis saja..
    ___________________________________________

    ISYARAT Hati

    Ingin kugambar
    sebuah pesan tunggal
    dengan tinta waterproof
    yang tak bakal pudar

    …….tentang arti doa
    dan lilin menyala
    di pagi pagi buta…..

    Ingin kugambar
    di atas dadamu
    agar kau bawa serta
    di setiap kembara

    * di tulis atas karpet merah,
    19 juni . 22.02 ,
    saat remang malam membangunkan ingatan,
    saat mimpi tak lagi bersembunyi,
    pijarmu hadir di atas bantal bantal,
    lalu ku ambil kesempatan tuk sampaikan isyarat,
    meski tahu,
    tak kan mungkin mampu .
    Namun getarmu tetap setia menyertai doa

  106. Ketuk pintu hati dengan 1000 doa.
    Biarkan hening,
    karna kami memang sedang berdoa.
    Bertekuk lutut atasMU
    Beralaskan tanah,
    kepalaku bersandar kepadaMU.
    Kumpulan debu menjadi satu
    Kumpulan tanah mjd aku.
    Tahan, airmata.
    Perihpun mulai menerpa..
    1..
    2..
    3..
    Bahkan 1000luka,
    walau tertatih dapat terhapuskan
    lewat ulasan 1000doa
    yang sedang kau lantunkan..

  107. Judul : Isyarat cinta,..

    Gemetar ketika,
    bibirku mulai ketukkan sebuah nada.
    dan mulai berbicara..
    Berdebar dentum jantungku, ketika mulai menatap matanya.
    Tak kuat hati, ketika
    Bibirnya balas senyum penuh rona bahagia.
    Kini ia berdiri, bawa sejuta cinta.
    Datangkan warna,
    yg sungguh tak terduga.
    Terlalu rumit untuk dirasa.
    Namun, begitu indah tuk di puja.
    Ya,
    Inilah yang kusebut cinta.

  108. Kuperhatikan dengan seksama keceriaan yang terpancar dari wajah lugu tanpa dosa
    Seakan tak ada beban menggelayuti fikiran mereka
    Berlari ke sana kemari dengan riangnya
    Lebatnya hujan dan angin kencang saling sahut-menyahut
    Seolah tidak menjadi soal bagi mereka

    Sekejap terlintas di fikiran ini
    Apa ya yang ada di benak anak-anak itu
    Mengapa begitu bebasnya mereka
    Mengekspresikan segala bahagianya
    Mengapa mereka bisa seriang dan seceria ini
    Seakan tidak memikirkan nanti sore mau gimana
    Besok pagi mau makan apa

    Ah, segera kutersadar dari mimpi ini
    Kutepis beribu pertanyaan yang menggelayut di benak ini
    Biarlah mereka seperti ini untuk saat ini
    Toh memang sekaranglah saatnya untuk mereka berlaku seperti ini
    Menikmati indahnya hari tanpa beban meliliti diri
    Hingga suatu saat nanti
    Mereka mengerti akan hakikat dari kehidupan ini
    Bertumbuhlah dengan baik anak-anakku
    Sibak segala penghalang
    Tatap masa depan yang lebih cerah
    Engkaulah nantinya yang akan mengubah wajah dunia yang carut marut saat ini
    Mengembalikan ke masa kejayaan yang dulu pernah ada

    *Penulis merupakan salah satu anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Sumatera Barat

  109. numpang share tulisan🙂

    – IBU-

    Pagi memulai percakapan dengan embun
    Disana kau memanen matahari dan sayap merpati
    Dalam kesendirian kau menghalau bayang-bayang kelabu yang semakin senja
    Bersama doa-doamu aku terus berlari
    Dan ragamu selalu menjadi tempat membasuh lara sepanjang usia
    Kusesapi cinta kasihmu yang tak pernah usai dalam secangkir kopi susu
    Oh, ada semangat yang meluap-luap dari matamu
    Membahagiakanku dalam senyap

    Aku dan diriku
    Mencintaimu
    Aku mencintaimu
    Mencintaimu tak berjeda

    IBU

  110. Judul : Puisi
    Fb : Enisa Adi Fertikawati

    Mungkin tak sedikit orang yang mencintai
    Keindahan sebuah puisi
    Menikmati puisi,
    Bagai meniti danau, dengan perahu mini
    Perasaan melambung tinggi
    Bukit bintang pun, lantas terlampoi
    Menikmati puisi
    Bagai menghirup aroma kopi
    Yang sedang kau nikmati
    kala pagi hari
    Puisi,
    hanyalah sebagai
    Penumpah ulasan yg tersimpan dalam hati
    Yang pada akhirnya, dapat dinikmati
    Para manusia itu sendiri

  111. *Arjuna*

    Ini pagiku Arjuna!
    Rapal doa yang tak henti-hentinya lewat pancaran sinar matahari kepadamu
    Ada ampas kopi diujung dedaunan pinus menyiratkan bahwa jarak itu memang berarti

    Arjuna,
    Lingkar-lingkar kebahagian yang pernah kita titipkan di bawah sarang lebah
    Semoga kau tak pernah lupa
    Rindu yang kutabung dalam gelas kaca ini sudah hampir penuh
    Gelisahku semakin membuncah melihat kesunyian di jalan setapak

    Arjuna, Arjuna, Arjuna!
    Semoga kau masih paham betul
    Yang setiap orang ucapkan: Jalan Pulang

  112. #Menulis Ayat Di Atas Batu#

    Aku selalu bertanya pada dirimu,
    pada langit,
    pada laut,
    pada gununggunung,
    dan pada tanah.

    Tentang ketakutanku,
    tentang kehidupanku,
    tentang cintaku,
    dan tentang kematianku.

    : Sepertinya aku masih saja terus berjalan,
    di atas pusara kuburku sendiri.

    Batu menggumam batu,
    ayat menulis ayat,
    kembang menghitung kembang,
    aku terus terhanyut mencari muara dan dermaga.

    05:20wib
    27/03/2013
    Bengkel Coretan Dinding.

  113. Berdiri diatas pahitnya fakta

    Biarkan angin menghapus kenyataan
    Biarkan matahari menerangi kejayaan
    Pada rantai perpisahan
    Kita tetap berjalan

    Air mata menjadi saksi cinta padamu
    Kepada pahlawan yang telah memberi ilmu
    Melepaskan ujung jarimu
    Dengan hati yang jemu

    Sulit untuk melupakan wajah yang perkasa
    Sulit untuk melupakan semua tenaga
    yang engkau letakkan pada dermaga
    Untuk mencerdaskan para siswa

    Ingat ,
    Ingatlah kami di sini
    Yang selalu mendoakan setiap langkahmu
    Meski jarak tak bersahabat kembali

  114. EGOKU

    ku ingin satu rasa, satu cinta
    ku sadar ikhlasnya jiwa bukan sekedar kata
    tiada dua hati dalam satu rongga dada
    ku butuh kedewasaan akan logika
    menggapai hati untuk selamanya

    ❤forever

  115. Perempuan Itu Berjalan

    Seorang perempuan berjalan
    Dibawanya beban berat kehidupan
    Pergi jauh meninggalkan anak tersayang
    Bunda terbaring dalam ketiadaan
    Yang lainnya melawan dunia dan kehidupan
    Anak kecil berdoa dalam keheningan
    Bunda tersadar, air mata membalut kegelisahan
    Roda berputar untuk kehidupan
    Keadaan kemarin adalah sebuah bagian

    Hati berlinang air mata ketika bercerita
    Ada kerinduan ketika menyapa
    Dan senyuman itu tetap ada dan nyata
    Seperti menyelimuti gelap ketika bercahaya
    Terlukis jelas di wajahnya yang berbicara
    Senja ada untuk merasa
    Malam tiba lalu meminta
    Pagi terbuka mencari harapan yang tersisa

    Kali ini aku melihat lagi perempuan seperti ini
    Mencoba berdiri menentang hari
    Yang tegak tapi mengulurkan kedua tangan dan jemari
    Yang berharap terang dikemudian hari

    Menarilah bila harus menari
    Jangan menunduk tetapi bernyanyi
    Tanamkan apa saja yang perlu ditanamkan dihari ini
    Perjuangkan apa yang harus diperjuangkan dihari nanti
    Harapan itu belum menutup pintunya disini
    Berjalanlah dalam perjalanan yang kita tidak ketahui

    Herman Subarkah

  116. “Dua Adam di Kalbuku” ~13/10/’11

    Adanya dirimu seolah
    Tak bisa memikirkan apapun
    Engkau hadir dalam geliat kegelisahanku
    Engkau hadir mengenyahkan kesendirianku
    Tawa …Canda.. hanya itu yg kutau
    Dirimu…diriku berpautan dalam sabda Cinta

    Membusurnya panah cintamu
    Teralirnya duniaku dalam takdirmu
    Dan kemudian ku tersadar
    Begitu indah tempat rusukku

    Hadirmu adalah diriku
    Sukma ini terhadir bagimu
    Raga itu terpisah dan berlalu
    Tabirmu pun takdirku
    Terhapus oleh waktu

    Kutau kau takkan kembali
    tapi bagiku kau tetap ada
    ada dalam takdir kita
    takdir yang terukir dalam Buah Cinta
    darimu Dua adam di kalbuku

    by: aBee

  117. “Ketika Tiba Saatnya (Pisah)”

    Di perhentian ini kita saling menatap.
    Matamu mengisyaratkan duka mendalam,
    dan aku hanya terdiam,
    larut dalam variasi emosi tak menentu.

    Tangan kita berjabat-jabatan,
    sekali lagi senada tak ingin lepas,
    seakan-akan ini detik terakhir kita bersua,
    hingga lubuk kian memendam duka.

    Kita tak lagi mampu berkata.
    Cukup dalam diam kita masih berkata,
    untuk kata-kata yang tak mampu terkatakan;
    tentang pesan semangat juang hingga ke batas,
    tentang rindu di kala ‘ingin’ menanti hadir,
    tentang penantian akan kabar dari seberang,
    tentang asa ‘tuk dapat kembali pulang,
    meski hanya suatu ketika.

    Dan rinai pun mengakhiri segalanya . . . .

    Hingga tiba saatnya kembali.

    Nice Place, Nita Pleat – Sabtu, 4 Agustus 2012
    “Pujangga Sandal Jepit”

  118. “Mati”

    Kita kehabisan kata, kita bungkam,
    selepas rasa sungkan menepis ada,
    dan mati bersama keengganan memulai.
    Mari kita kubur jenasah bisu.
    Sebab kata dan ada tak lagi bermakna.

    Nita Pleat – Selasa, 30 April 2013
    Pujangga “Sandal Jepit”

  119. “Kenangan”

    Kau buat kuterjatuh,
    terhimpit rasa yang sebenarnya telah memudar,
    memaksaku membuka sedikit waktu buat masa kenangan.
    Maka kubuka halaman demi halaman garis waktu,
    meraup reruntuhan masa,
    menyuguhkan pada kita yang tengah menjaga zaman.

    Ini jiwaku,
    bawalah bersama mimpi
    dan sekaplah….

    Nita Pleat – Selasa, 23 April 2013
    Pujangga “Sandal Jepit”

  120. “Pelarian”

    Secara sopan ia menepi
    ke cakrawala yang paling sepi
    mungkin untuk membatin
    atau enggan tergelincir oleh licin.

    Mestinya ia tahu bulan di matanya
    saat dahaganya berlabuh pada oase rindu
    tapi bukan api di jidatnya
    yang kerap bikin dunia jadi remuk.

    Mengapa kausekam jiwamu
    dalam mendung asa tak pasti
    yang terkadang ragu dan menyisakan ruang bagi harap
    meski kepastian pun bisa jadi lebih menakutkan.

    Jika waktu adalah ada yang tergengam rasa
    sampai detak penghabisan
    lelah akan selalu memikul tanya.

    Nice Place – Rabu, 24 April 2013
    Pujangga “Sandal Jepit”

  121. SEGALA GERIMIS MENETAS DI TIAP LAMUNAN

    :
    Telah tertulis pada potongan malam jalan tak bernama, satu nyayian yang terjebak dalam tubuhku seperti memperdengarkan bunyi hujan di kemarau. Kamu begitu sunyi. Jendela jendela yang terjebak angin diantara suara jam dinding, di dengkur malam. Ada hujan yang terjebak lalu membawanya ke tepi jendela dimana matamu mengalir deras kesunyian.

    Pada halaman depan terentang kesunyian tertidur. Warna lampu seperti terpenjara kabut yang turun di sela dingin. Engkau kesunyian yang terlahir dari pungung bulan seperti mengenang tentang kepulangan yang tak pernah terestui…

  122. Satu datang…
    Satu pergi…
    Satu berjanji
    Satu memungkiri…
    Tontonan dunia begitu menarik..
    Ketika menulis bagian ini
    baru sadar……
    Aku juga pemeran film ini

  123. Karya para generasi pujangga sangat menusuk hati..
    walau kamu sendiri patah hati.Bangau terbang tinggi sekali
    ada kakek membaca puisi matanya penuh air mata
    hatinya gelisah tak karunan

  124. Bulan
    hatiku gelisah tak menentu
    ditengah malam tanpa alunan nyanyian sendu
    yang ada hanya sebait puisi cinta
    seorang gadis yang gelisah ditinggal kekasih yang tercinta
    namun langit hanya saksi bisu
    dengan temaram cahya bulan
    kuning menyala tanpa ada sekatnya
    coba kalian merenung lagi
    membenahi diri menjadi terbaiklihatlah dilangit biru
    Bulan tetap tersenyum, meski dengan separuh hati
    memberi hati yang luluh -lantak dengan senyuman

  125. Menanti
    sepanjang hari kau duduk didepan pintu
    setiap orang menyapa kau balas dengan senyum lembutmu
    setiap kali kusapa kau melambaikan tanganmu
    sehari,duahari sampai sebulan kau tetap duduk disitu
    kau tak peduli kata orang
    kau terus menatap tajam sampai ke sudut jalan
    sesekali kau bangkit, lalu duduk lagi
    oh, ternyata kau menanti si Dia kekasih hatimu
    dan ternyata yang datang selembar kertas
    dan kau pun berdiri masuk ke dalam rumah
    lalu tangismu terdengar menyayat hati
    oh, surat undangan yang kau terima
    kekasih hatimu yang kau nanti tidak setia
    kau menanti dengan sia-sia
    kini kau tak lagi duduk di depan pintu

  126. Sendiri
    Senja telah tiba, adzan Maghrib sebentar lagi
    suamiku duduk menonton televisi
    sementara suara bocah-bocah kecil terdengar
    ada yang berteriak, berdebat dan bernyanyi

    adzan Maghrib mulai terdengar
    tiba-tiba aku tak mendengar satu suara pun
    semua seperti menghilang
    suamiku pergi kemasjid

    anak-anak pulang ke rumah masing-masing
    dan kini aku sendiri
    bermain dan bercanda denga keyboard tanpa henti
    otakku penuh ide tak mau berhenti

    tapi kini aku tetap sendiri
    sendiri dan sendiri
    sedang kamu yang disana , apa juga sendiri?
    Ya sudahlah, kamu yang tahu sendiri

  127. Semut
    hidup mereka teratut
    hidup merka rapi tidak seperti diriku
    aku suka sembrono dan tidak rapi
    bahkan kalian tahu aku tidak suka diatur

    aku iri melihat komunitas mereka
    semut-semut kecil tetap rukun tak pilih-pilih
    mereka sama dalam satu visi dan misi
    ah, semut memiliki visi dan misi hidup

    sedang aku?
    Oh, sekali lagi nilai 10 untuk semut
    tapi semut kadang nakal
    aku tidak menganggu malah digigit

    semut pekerja yang rajin
    mereka tak pernah berkeluh kesah
    oh tidak seperti aku!
    kadang aku mengeluh sakit pinggang

    semut terima kasih
    banyak ilmu kuperoleh darimu
    prinsip hidupmu sederhana tanpa banyak teori
    semut,maafkan aku, ya.

    Semut terima kasih
    kesederhanaan hidupmu membuatmu nyaman hidup
    meski kadang manusia mengusirmu
    tapi satu hal kau tak kenal apa itu korupsi

  128. Pulang

    Sore tlah tiba
    tubuh terasa pegal
    aduh bagaimana ini ?
    hati terus begetar, bila melihat dia.

    tapi aku tak bisa bicara
    aku harus pulang
    biarlah aku tetap pulang
    kuharap esok bertemu lagi

  129. Ibu

    Kulihat wajahmu yang mulai keriput
    ada guratan perjuangan hiup
    namun yang selalu kau berikan
    senyum tulusmu , ibu

    biar orang berkata tentang dirimu
    aku tak peduli
    yang penting bagiku kau , Ibu
    pahlawan hidupku

    Jangan pernah menyerah
    meski hidup mulai susah
    jangan biarkan tubuh tuamu
    menampung beban berat hidup anakmu

    Duhai ibu sayang
    tetaplah memandang kedepan
    kuatkan iman di hati
    agar Allah selalu melindungi

  130. Menari di Malam Minggu

    Sudah pukul 23.36 malam
    mataku tak mau terlelap
    yang kudengar dengkur nyenyak orang tidur
    dan nyanyian binatang

    dan aku tak tahu mengapa/
    semakin malam terasa indah
    tanganku terus menari-nari
    dan rasa hatiku tak mau berhenti

    di malam Minggu aku menari sendiri
    dengan segala rasa
    jemari tanganku menari lagi
    diatas keyboard dan tak mau berhenti

  131. Lelah

    Mata ini terasa berat
    ingin rasa segra kuterlelap
    tapi apa daya jemariku terus berjalan
    sebentar saja itu katanya

    Namun aku tak mau
    dan kutinggalkan setumpuk ide dikepalaku
    namun tak pernah kusimpan
    dan kubiarkan hilang

    lelah, aku lelah
    ingin rasa kutidur tanpa musik
    mendekap erat guling
    sepenuh hati sampai mataku terpejam

    Lelah, aku lelah
    biarlah kau ambil malamku
    biarlah kau nikmati bintangku
    kukan pergi di alam mimpi

  132. Penyair Rimba

    Aku ini seorang penyair
    kusebut diriku penyair rimba
    yang hilang dan tersesat di kota Surabaya
    dan tak ada yang mengenalnya

    hidupku kubiarkan begitu saja
    mengalir bak aliran air
    apa kata orang aku tak peduli
    yang penting aku terus meluapkan isi hati lewat puisi

    ku tak akan diam
    walau kutersesat di rimba raya
    biarlah mereka tak tahu
    yang penting sudah kuberikan semua isi hatiku

    balada penyair rimba
    mengirimkan sejuta rasa cinta
    lewat karya yang sederhana
    dan belumlah pantas disebut sastrawati

  133. Tidur

    teman lihat mataku
    aku berkata jujur
    dan tak mungkin aku dusta padamu
    karena kau tahu siapa aku

    teman selamt malam
    aku akan segera pulang
    ku tak membiarkan jari-jariku menari lagi
    karena aku mau tidur

    teman kumohon padamu
    doakan aku mimpi indah
    tentang syair-syair penuh tawa dan cinta
    biarlah kusiapkan diriku menyambut pagi

  134. Satu Lagi

    Hey, aku belum mau pergi
    perasaanku maih terikat denganmu
    hatiku tak mau berhenti bicara
    otakku tak mau istirahat

    tapi aku harus melalukan KDRT pada otakku
    diam dan harus diam
    berhenti jangan diteruskan
    aku menjawab’ satu lagi’

  135. Kenangan

    Bayangan wajahmu hadir disini
    kala aku duduk sendiri
    ada apakah dengan dirimu
    mungknkah kau mengingatku

    ataukah kau tengah berdoa untukku
    beribu cara aku mencoba melupakan bayang-bayangmu,
    namun apa daya ku
    bayangan wajahmu membuatku gila

    pergilah kasih
    jangan pernah datang menggoda
    biarkanku disini bersamanya
    biarlah menjadi kenangan

    dan biarlah semua cerita kita tinggal bayangan saja
    kuyakin semuakan berlalu
    kita tutup cendela cinta diantara kita
    semoga kau bahagia bersamanya, begitu juga aku

  136. Rasulku

    Duhai Rasul Muhammad, Engkau cahaya dunia
    memberi pencerahan tak kenal putus asa
    Rasulku Muhammad saw aku merindukanmu
    setiap detik dan setiap nafasku, aku merindukanmu

  137. Guru

    aku tak mengenal alfabet
    kau bimbing aku penuh kesabaran
    dari aku di TK sampai aku SMA
    Guruku engkau cahaya terang dalam gulita

    Kini aku sudah mengetahui semua
    terima kasih Guruku
    jasamu tak akan kulupa sampai akhir hidupku
    semoga Allah SWT membalas semua jasamu

  138. Pagiku

    semilir angin menyejukkan hatiku
    diiringi suara ayam jago berkokok
    tanda mengawali sebuah hari
    dan kuharap pagiku menyenangkan

  139. Dompetku

    warnanya hitam dengan dua tali
    bentuknya persegi, sederhana
    tidak istimewa dan sangat murah
    harganya cuma Rp. 3.000,-

    Namun dompetku banyak berjasa
    didalamnya banyak kusimpan sesuatu
    ada KTP, kunci, kartu pengenal lainnya
    dan yang pasti didalamnya tidak kusimpan surat gadai

    Dompetku memang lucu
    tapi aku tidak malu
    kemana pun aku pergi selalu kuajak
    tak ada yang iri hati padamu

  140. Wasiatku

    Umur bukab milikku
    setiap jiwa pasti akan mati
    dan setiap jiwa kembali pada Allah SWT
    dengan rela atau terpaksa

    Begitu juga denganku
    usiaku berkurang setiap menit bahkan setiap detik
    jikalau Allah SWT menyuruhku pulang
    aku tak dapat menolak

    Jika aku telah berpulang keRahmatullah
    jangan ada pipi yang basah oleh air mata
    ikhlaskan dan lepas dengan senyuman
    jangan kuatir, karena kelak kita ketemu di surganya Allah SWT

    Hanya ada pesanku untuk kalian
    tegakkan salat 5 waktu
    jangan suka mengadu domba
    ajarkan nilai kejujuran

    jika tiba waktuku
    maafkan semua salahku
    kirimi aku dengan do’a-do’amu
    kutitip pesan eratkan silaturahmi, dan lindungi anak yatim piatu

    Jika aku sudah didalam kuburku
    aku tak dapat berbuat banyak
    jaga diri kalian baik-baik
    kutunggu kalian didepan pintu surgaNya

  141. Ayah

    tubuhmu sudah renta
    kau tak kuat jalan terlalu jauh
    wajahmu nampak lelah
    guratan perjuangan hidup demi keluarga

    Ayah, engkau pahlawan keluarga
    terima kasih , ayah
    dan maafkan kami
    kami belum bisa membalasnya

    Ayah,
    Do’a kami senantiasa untuk ayah
    kuharap ayah selalu sehat dan kuat
    kuharap ayah tetap semangat

    Ayah,
    kami sayang ayah
    maafkan kami ayah
    hanya itu yang bisa kami berikan

  142. Pelangi

    cahaya penuh warna tersirat dimatamu
    kau tersenyum dan aku malu
    hatiku bergetar saat kau memandangku
    jiwaku serasa terbang dilangit biru

    cintamu membuatku dibuai rindu
    ada pelangi di hatiku
    mewarnai setiap desah nafasku
    ketulusan cintamu meluruhkan hatiku

    pelangi cinta
    pelangi kerinduan
    kujaga tetap ada selamanya
    hingga jiwa ini berpulang kepangkuannya

  143. Kurindu

    seperti hari-hari yang lalu
    kusendiri menantikanmu
    jangan pernah kau tinggalkan aku
    hancurlah hatiku

    kusangat merindukanmu
    kekasih belahan jiwa
    setiap saat menginginkanmu
    disisiku,dihatiku dan di hidupku

    kurindu kamu , kekasihku
    dan selalu merindukanmu
    datanglah, kutak ingin hanya bayanganmu
    datanglah dan ku selalu menunggumu

  144. Matahari

    sinarmu hangatkan tubuhku
    tapi hatiku juga hangat
    dengan rela, kau berikan cahyamu
    selamanya dan selamanya

    sinarmu menghidupkan dunia
    meneragi bumi hingga tak jadi gelap
    matahariku terima kasih
    dan jangan lupa sinari kami

  145. Malam Terakhir

    Kini malam semakin larut
    Kau semakin melankolis dalam hujan penuh cacian
    Apa lagi yang harus diharapkan?
    Ilusi-ilusi mengenai cinta sejati kah
    Atau rembulan yang rela muncul disiang hari?

    Sesaplah rokokmu dalam-dalam
    Nikmati pelukkan ku yang terakhir
    Kemudian pahamilah, bukan menanggis atau meronta
    Tak ada perempuan yang ingin berkorban
    Untuk lelaki yang akan menikam dirinya persis di depan altar

    Cinta sesungguhnya lebih berharga untuk sekedar dibuang-buang

  146. SMAN 2 Ruang 9

    Hatiku berdebat-debar, aku hanya mampu berdo’a
    setiap saat hatiku tak henti-hentinya memuji nama Allah
    ada sedikit aliran segar menelusuri relung hatiku
    dan hatiku tenang siang tuk berperang

    Masuk ruangan hatiku tiada bicara
    namun tatkala do’a dimulai , ada desiran hebat menyelinap
    tiba-tiba saja airmataku berlinang
    tanpa kusengaja aku menangis

    mulutku komat-kamit berdo’a
    aku mengharapkan bantuan dari Allah
    sesekali aku menarik nafas dalam-dalam agar hatiku tenang
    Ya, Allah bantu aku mengerjakan soal-soal ini

    Bismillah aku mulai pertempuran melawan soal-soal
    Di SMAN 2 Ruang 9 bangku urut nomer 13, aku mulai
    aku sudah berusaha , semoga Allah SWT meridhoi
    menambah nikmat dengan diangkat jadi CPNS

    Ruang 9 tanggal 3 November 2013 hari Minggu
    aku telah selesai dengan perjuanganku
    kini hanya kepasrahan yang kulakukan
    AMAN 2 Ruang 9 jadi saksi akhir prjuanganku

  147. Hancurnya Cintaku
    Kukagumi dirimu karena kelembutanmu pada cintaku
    namun itu membutakan hatiku
    setelah ku tahu kau selingkuhi aku
    kau berjalan bergandengan tangan tanpa malu

    inikah balasanmu pada diriku
    kau kianati cintaku, kau hancurkan kebahagianku
    sakit kurasa , dan hatiku menjerit
    sungguh kau sangatlah kejam

  148. Ah, entahlah
    Kutak tak tau mau berkata apa
    Dianggap diri paling suci
    Toh Masih banyak dosa menganga
    Diperbuat dengan penuh kesadaran

  149. Rindu

    lama sudah aku tak mendengar suaramu
    sepi rasanya hidup ini
    canda tawamu kian membekas dikalbu
    dimanakah kau kini ?

    kawan kemana aku harus mencarimu
    aku bingung kemana harus memulai
    kawan, aku rindu ingin bertemu
    berceita tentang masa kecil kita yang bandel

  150. Mimpi

    pagiku hilang bersama sang mentari
    hariku terasa ringan saat kakiku mulai melangkah
    kubiarkan langkahku tanpa arah
    kubiarkan hidupku mengalir seperti aliran air

    kubiarkan anganku melayang tinggi di angkasa biru
    kubiarkan senyumku lepas tanpa batas
    kubiarkan hatiku penuh memuji namaNya
    dan kubiarkan mimpiku berlarian mengejar waktu

  151. puisi judul SMAN 2 Ruang 9, Rindu dan Hancurnya cintaku. adalah tulisan saya.melyani dwi astuti.maaf luapa menulis nama.

  152. Gelisah

    entah mengapa isi hati jadi seperti gado-gado
    sudah seminggu berjalan
    inginnya airmata keluar terus
    entah ada apa, aku tak tahu

    kegelisahanku ini mungkin tak beralasan
    tapi hatiku tak berbohong
    setiap merangkai kata melankonis
    airmata sudah mau jatuh

    gelisahku tak tepi
    semoga aku bisa mengatasi
    hanya pertolongan Allah yang kuharapkan
    Bismillah

  153. hari ini Kamis , 28 November 2013. adalah hari yang menyenangkan .Anak-anak puja 3 betul-betul manis sekali , tertib, meski sedikit sih yang senang ganggu temannya .ya, harap maklum masih anak-anak dan itu bagian dari perkembangan psikologis.
    semogalah kelak mereka menjadi anak yang berbakti pada orang tua, agama , bangsa dan negara.sukses buat kalian semua.

  154. Jika ku telah tiada
    Tak seorang pun kan mengira
    Dibalik senyuman
    Terdapat kata – kata tersumbat
    Berpikir kapan kah ku kan dijemput oleh-Nya
    Mencoba lari dari kenyataan terganjal tanggung jawab
    Jika ku telah tiada
    Mungkin dunia ini akan senang
    Menggugurkan manusia yang tidak berguna

  155. Good Bye

    selamat jalan sobat, hari -harimu berakhir
    kuharap damai bersamamu
    nantikan aku dipintu surga
    kan kubawahkan segudang cerita
    kan kukirim do’a untukmu
    good bye

  156. smile

    tak ada yang kuberikan buatmu
    harta bendaku tak cukup memenuhi hasratmu
    namun ada sesuatu yang dapat kuberikan
    semuanya gratis dan tidak dipungut biaya

    smile, ya senyumku untukmu
    tulus tanpa pamrih

  157. Mujair Penyet

    Sore telah datang, langit tiada bersahabat
    hujan gerimis mengguyur kota Surabaya sejak siang hari
    dan hawa dingin menembus pori-pori
    membuat ingin segera pulang dan memeluk sang bantal

    Tapi aku masih disini bersama murid-murid
    saat jam istirahat aku buka bekalku dari rumah
    hemm tentunya enak sekali
    ikan mujair dipenyet dengan sambal trasi

    Gerimis tetap menemani
    suara anak-anak tak terdengar lagi
    mereka pergi salat Asar jamaah
    sementara aku dikelas sendiri menikmati mujair penyet

    ini sesuatu yang buruk
    tapi aku salatnya belakangan
    jadi jangan iri , karena masih ada yang harus diselesaikan
    dan bukan karena mujair penyet

  158. Bunda

    Engkau matahari dunia
    tanpamu dunia sangatlah gelap
    duniaku akan berantakan
    hari-hariku penuh keluh kesah

    Bunda

    kaulah pelita hidupku
    duniaku terasa indah bagai di surga
    jalanku terasa terang tanpa tersesat
    hidupku bagai dikelilingi pelangi

    Bunda

    hangatnya kasihmu membekas selamanya
    tak ada yang kuberikan atas perjuanganmu
    jasamu terlalu banyak untuk dihitung
    aku hanya berdo’a agar engkau selalu sehat selamanya

    Bunda

    do’amu kuharap selalu
    nyanyian saat aku tidur selalu membuatku rindu mengulang lagi
    belaian lembut tanganmu menentramkan kalbu
    senyum dan tawamu membuatku meneteskan air mata haru

    Bunda

    peluk aku dengan penuh kehangatan
    jangan pernah jauh dariku
    bunda ini hari istimewa buatmu
    hari bagi semua para ibu di Indonesia

  159. Dingin

    semilir angin menari-nari indah
    membelai lembut tubuhku
    membalutku tanpa kehangatan
    hambar tak berasa sama sekali

    apalagi tubuhku basah diguyur air hujan
    hii dingin sekali bertambah dingin kala kau tak ada disisiku
    namun aku yakin hatimu tak sedingin es batu
    karena ku yakin senyummu selalu membawa kehangat

  160. Mendung

    Langit tidak lagi berwarna biru, tapi abu-abu
    sore ini suasana kelas tampak adem ayem
    mereka menggambar dan menggarang bahasa Jawa
    ada yang aktif dan ada juga yang pasif

    meski mendung tak merubah semuanya
    mereka asyik belajar dengan riuhnya
    langit tetap berwarna abu-abu
    dan mereka anak-anak bangsa berteriak kegirangan

    langit kini menguyurkan airmatanya
    semakin deras dan deras
    mereka menatap jatuhnya air hujan
    heem tercium bau tanah

    hujan bertambah deras disertai angin
    semilir angin menambah dinginya sore hari ini
    tiba-tiba aku teringat jemuran di rumah
    Ya Allah, apa sudah diangkati, ya ?

    hujan semakin deras dan deras
    langit menangis terisak-isak
    mereka berencana bermain hujan-hujanan
    mendung telah mencair semoga tidak terjadi banjir

    mereka keluar kelas bermain air
    wah, anak-anak alasannya bermacam-macam
    dunia mereka tak mau berdiam diri
    mereka selalu ingin bermain-main, meski hujan

  161. coba liat tuliasan saya

  162. KETAHUILAH

    Ketahuilah..

    Hitamnya malam,

    Tak sedikitpun bermaksud menghitamkanmu

    Hingga saat pagi datang

    ia pun menorehkan pesan dan kesan

    Bahwasanya hidup tak selalu harus pagi

    Terkadang kita harus melalui malam

    Agar dapat rasakan indahnya pagi

    Dalam sapaan terang dan mentari

    Lalu …

    Mungkin hidup tak selamanya harus pagi (lagi)

    Karena hidup pasti bersapa malam

    ketika pagi di ujung jalan

    Lalu kau pun tahu

    Bahwasanya siang dan malam

    Ialah sebuah kesatuan

    Maka ketika hilang satu daripadanya

    Napasmu mungkin tak lagi bekerja

  163. Batuk Bumi

    Bagaikan ayunan
    Membolak-balikan bumi
    Mata yang hendak terlelap
    Belum sempat berkawan hitam
    Lekas terhentak penuh misteri

    Kaki-kaki kecil yang berlarian pergi
    Penuh tanda tanya menggantung di kepala
    Sepertinya…
    Bumi tengah mengisyaratkan sesuatu
    Namun perlahan mulai tenang

    Aku pun terdiam…
    Kulihat batu dan dedaunan membisu
    Hingga datanglah sang angin;membawa kabar
    Ku dengar darinya…
    Batuk bumi telah mengguncang negeri sebrang

    Ku coba melihat langit
    Kulihat sebuah bintang nan terang
    Jatuh di negeri seberang

    Sungguh selama ini aku telah teracuni
    Tentang nasib bintang yang menerobos lapisan ozon
    Dan menyentuh bumi

    Aku pun mencoba mengaitkan sinyal ke angkasa
    Menggelar layar kaca seluas-luasnya
    Yang bisa memantulkan gambar
    Walau sekecil butiran debu
    Lalu turunlah berita dari angkasa sana
    Bak air hujan…
    Turunya pun bersusul-susulan
    Tak ada yang perlu dikhawatirkan;ungkapnya
    Dan aku pun mulai teringat sesuatu
    Di negeri sebrang telah tercipta angkasa kecil

  164. SeJaK aKu DaN KaMu TaK PeRNaH JaDi KiTa
    ==================================

    SeJaK aKu DaN KaMu TaK PeRNaH JaDi KiTa
    aKu SePeRTi TeLaH MeNGuTuK DiRiKu TaNPa SeNGaJa
    DaLaM KaLiMaT aBaDi YaNG TaNPa SaDaR KuCiPTa
    SeMoGa TaK MeNYaYaT NYaYaT JiWa PaRa PeNiKMaT KaTa

    iNi LuaH HaTi YaNG TeLaH TeLaH KuGuRaT MeNJaDi TaRiaN aKSaRa
    iNi RiNTiHaN aBaDi YaNG TeLaH LaMa KuTeNGGeLaMKaN DaLaM LauTaN KaTa
    MuNGKiN aKu aKaN SeLaMaNYa MeNJaDi SaNG PeNCiNTa
    MuNGKiN aKu aKaN SeLaMaNYa MeRiNDuKaN PeLuKaN HaNGaT SeoRaNG WaNiTa YaNG KuCiNTa

    SeJaK aKu DaN KaMu TaK LaGi BeRSaMa
    aKu MuLai RaGu PaDa KeKuaTaN CiNTa YaNG KuPuNYa
    TRaGiSNYa
    CiNTaMu SePeRTi TaK PeRNaH MeMBeBaSKaNKu HaTiKu uNTuK JaTuH LaGi PaDa YaNG LaiNNYa

    NYaTa KiNi aKu MeLiHaT KeTiDaKMaMPuaN DiRi
    NYaTa aKu TiDaK MaMPu MeNGuKiR TaKDiR SeNDiRi
    WaNiTa SePeRTiMu SaJa TaK MaMPu KuMiLiKi
    WaNiTa YaNG BaHKaN TaK DiLiRiK JuTaaN LeLaKi

    ==========================
    SaNG PeNCiNTa, 18 JaNuaRi 2014

  165. SaNG PeNGuaSa aWaL HaTiMu
    =========================

    SePeRTi KaMu iNGiN TeRCuLiK PeRGi
    KeTiKa SaNG PeNGuaSa aWaL HaTiMu
    TaNPa MeMBeRi aBa aBa
    MeNJauHKaNMu KeMBaLi DaRi HiDuPKu

    SeHaRuSNYa RaSaKu TaK MeNGaRaH PaDaMu
    NaMuN aKu TaK MeNGeRTi
    MaKSuD SaNG PeNGuaSa aWaL HaTiMu
    DeNGaN TaKDiRNYa
    NaMuN aKu LeBiH TaK MeNGeRTi KaMu
    DeNGaN SiKaP DaN JaLaN PiKiRaNMu

    Kau TaK TeRGaPai
    RiNDuKu TeRaBai
    KiTa KeMBaLi TeRBeRai
    KiSaHPuN uSai

    =============================
    SaNG PeNCiNTa – 9 SePTeMBeR 2013

  166. SaNG PeNCiNTa
    =============

    SuDaH SeRiNG KuCeRiTaKaN TeNTaNG SeBuaH KiSaH
    TeNTaNG BaGaiMaNa KuJaLaNi HiDuP SeBaGai SaNG PeNCiNTa
    MeNuNGGu HaRi TeRiNDaH SaaT BeRSaMaMu
    DaN MeNJaDiKaNMu RaTu DiKeRaJaaN iSTaNa KeHiDuPaNKu
    LaLu MuNGKiN KaMu aKaN BeRKaTa
    CiNTai DaN HiDuPLaH BeRSaMaKu SeLaMaNYa SaNG RaJa KeHiDuPaNKu
    DaN HaTi SeRTa JiWa aKu TaK aKaN PeRNaH MeNGeMBaRa LaGi

    SuDaH LaMa SeKaLi aKu MeNJaDi SaNG PeNCiNTa
    KuPeRJuaNGKaN SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuPeRJuaNGKaN
    DeMi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuPeRJuaNGKaN
    KuCaRi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuCaRi
    DeMi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuCaRi
    KuTuNGGu SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuTuNGGu
    DeMi SeSuaTu YaNG MeMaNG PaTuT KuTuNGGu
    LiHaTLaH BaGaiMaNa DeNGaN SaBaR Ku MeMPeRJuaNGKaN,MeNCaRi DaN MeNuNGGu BeTaPa Ku TeRuS MeNDaMBa DaN BeRHaRaP
    DaLaM TiaP LaNGKaH
    DaLaM TiaP DeSaH
    DaLaM TiaP HaRaP
    DaLaM TiaP aKSaRa
    DaLaM TiaP Doa

    Di HaRi HaRi YaNG LaLu
    aKu MeNGeMBaRa TaNPaMu
    NaMuN SaaT iTu KuKiRa MaTaKu
    MeLiHaTMu aDa DiSiSiKu
    MeSKi KeNYaTaaN MeMBiNGuNGKaN
    KeNYaTaaNLaH YaNG MeNuNJuKKaN Kau TaK DiSiNi

    NaMuN aKu MeRaSa SeMaKiN Tua
    eNGKau YaNG KuiMPiKaN
    MaSiH TaK KuTeMuKaN
    SePeRTiNYa TuHaN MaSiH MeNuNGGu WaKTu YaNG TePaT
    MeMPeRTeMuKaNMu DeNGaNKu
    MeNeMPaTKaNMu DaLaM KeHiDuPaNKu
    MuNGKiN aKu aKaN SeLaMaNYa MeNJaDi SaNG PeNCiNTa

    ========================
    SaNG PeNCiNTa – 13 JuLi 2012

  167. CiNTa iNi TiDaK SeiNDaH MiMPi
    =========================

    SePeRTi aDa LuKa DiSuDuT HaTi
    KeTiKa iNGaTaNKu KeMBaLi MeNGaRaH PaDaMu
    DaRi SeMeNJaK KiTa BeRTeMu
    HiNGGa KiTa TeRPiSaH oLeH TaKDiR

    RaSaNYa SuDaH TaK TeRHiTuNG HaRi
    aKu MeNCaRi SeBuaH JaWaBaN
    DaRi TaNYa aBaDi HaTiKu YaNG MeMiLu
    MeNGaPa KiTa DiPeRTeMuKaN KaLau aKHiRNYa DiPiSaHKaN

    LeLaHKu TaK SeBeRaPa SaaT MeNJeMPuTMu DaRi aLaM MiMPi
    HiNGGa MaMPu MeMBaWaMu Ke aLaM NYaTa
    BiLa DiBaNDiNGKaN DeNGaN KeTiDaKMeNGeRTiaNKu
    SaaT TuHaN MeReNGGuTMu KeMBaLi DiRiMu DaRi HiDuPKu YaNG SePi

    MuNGKiNKaH iNi KeSaLaHaN HaTi iNi
    YaNG MeRaSa TeLaH TePaT JaTuH PaDa SeBuaH HaTi
    TaNPa PeRNaH MeNYaDaRi
    CiNTa iNi TiDaK SeiNDaH MiMPi

    = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ===
    SaNG PeNCiNTa – 14 SePTeMBeR 2013

  168. SeJaK HaTiKu Kau PaTaHKaN
    ======================

    SeJaK HaTiKu Kau PaTaHKaN
    SeJaK KeCeWaKu Kau CiPTaKaN
    SeJaK HaRaPKu Kau BuYaRKaN
    SeJaK DiRiKu Kau TiNGGaLKaN
    SeJaK DiRiKu Kau aBaiKaN
    SePeRTi aDa RiNDu YaNG TaK Mau BeRLaLu
    WaLau HaTi iNi TeLaH BeRuSaHa DeNGaN SeGaLa CaRa MeLuPaKaN SeGaLa iNDaHMu
    SePeRTi aDa RaSa YaNG Mau PuNaH HiNGGa TaNPa SaDaR aKu MeMBeNCi JiWaKu YaNG LeMaH
    YaNG TeTaP BeRHaRaP HaTiMu TeRJaMaH
    SePeRTi aDa MiMPi TeRuS MeNGHaNTui
    WaLau aKu SaDaR aDaKaLa KeNYaTaaN DaN CiNTa TaK SeiNDaH MiMPi
    SePeRTi aDa SeSuaTu YaNG BaRu KuTeMuKaN LaLu HiLaNG
    MeNYiSaKaN PeNYeSaLaN
    SePeRTi aDa YaNG MaSiH TaK KuMeNGeRTi
    DaRi SeMeNJaK KiTa BeRaDa DiTiTiK TeMu HiNGGa SaMa SaMa BeRLaLu TaNPa TiTiK HeNTi
    eNTaH aKu YaNG MeMaNG BeNaR BeNaR TaK MeNGeRTi
    eNTaH KaReNa MeMaNG JaLaN TaKDiR BeGiNi
    eNTaH KaReNa PeRPiSaHaN KaMu DaN aKu TeRLaLu DiNi
    eNTaH KaReNa HaTi SaLaH MeMaKNai DeBaR SeNDiRi
    eNTaH KaReNa DiRi iNGiN KaMu TeTaP DiSiSi

    ===========================
    SaNG PeNCiNTa – 21 JaNuaRi 2014

  169. JiKa Kau BiSa HiDuP SeNDiRi TaNPaKu
    ==============================

    iNi RaSaKu YaNG SaMPai SeKaRaNG MaSiH MeMiLu
    SeNGaJa KuTuaNG DaLaM SeBuaH PuiSi YaNG MeNYaYaT KaLBu WaLauPuN TaK PeRNaH SaMPai PaDaMu
    iNi JuGa TaNYaKu aBaDi YaNG TaK MaMPu LaGi KuSeMBuNYi
    WaLau JeJaKMu TaK LaGi BeRBeKaS DiTeMPaT Kau PeRTaMa KuTeMui
    JiKa Kau BiSa HiDuP SeNDiRi TaNPaKu
    LaLu MeNGaPa Kau BiaRKaN DiRiKu MeMaSuKi HiDuPMu
    MeNGaPa Kau BiaRKaN HaTiKu JaTuH PaDa HaTiMu
    WaLau Kau Tau aKu SeDaNG BeRaDa Di uJuNG PeNaNTiaN DaN HaRaPaN uNTuK MeMiLiKi SeBuaH HaTi
    WaLau Kau Tau DiRiMu TaK aKaN PeRNaH Kau SeRaHKaN uNTuK KuMiLiKi
    JaNGaN SaLaHKaN HaTiKu YaNG BeGiTu MuDaH JaTuH PaDa PeSoNa HaTiMu YaNG BeGiTu MeNDaMaiKaN HaTiKu
    JaNGaN SaLaHKaN DiRiKu YaNG BeGiTu TeRPaNa PaDa SeGaLa iNDaHMu
    KaReNa KuKiRa SaaT iTu PeNCaRiaNKu TeLaH BeRKHiR
    HiNGGa SaaT iTu Ku YaKiN BaHaGiaKu TeLaH TeRuKiR
    eNTaH aKu YaNG TaK MeNYaDaRi
    eNTaH TaKDiR MeMaNG BeGiNi
    HiNGGa KuKiRa KaMu MeNGaNGGaPKu CuKuP BeRaRTi
    MaKa KeTeMPuH SeGaLa DaYa aGaR iKaTaN KiTa BuKaN LaGi MiMPi
    TeRNYaTa JaNJiMu JiKa KiTa KeTeMu aKaN SeLaLu BeRSaMa
    HaNYa SeKeDaR KaTa
    SeMeNTaRa aKu TeLaH TeRLaNJuR CiNTa
    SeJaK HaTiKu Kau PaTaHKaN
    TaNPa Kau SauDaRi DeNGaN SeNGaJa Kau TeLaH MeMBuaTKu PeSiMiS TeNTaNG HaRaPaN
    JiKa aKu Tau Kau BuKaN TuJuaN aKHiR HaTiKu
    SeJaK DuLu aKu TeLaH MeMoHoN KePaDa SaNG PeNGaWaL HaTiKu uNTuK MeLiPaT JaLaN TaKDiR aGaR aKu TaK MeLeWaTi HaTiMu
    DaN aNDaiPuN SuaTu HaRi RaSaKu iNDaH KeMBaLi
    HaTiKu JaTuH SeKaLi LaGi
    aKu aKaN MeMoHoN KePaDa SaNG PeNGuaSa aWaL HaTiKu
    aGaR TaK JaTuH LaGi PaDa SaNG PeMiLiK HaTi SePeRTiMu
    BeRSaMa TaNPa PeRNaH SeRiuS
    BeRPiSaH TaNPa KaTa PuTuS
    RaSaNYa SuDaH CuKuP SeKaLi HaTiKu JaTuH PaDa TeMPaT YaNG TiDaK TePaT
    BuKaN KaReNa DiRiMu GaGaL Ku DaPaT
    TaPi KaReNa SuNGGuH SaKiT SaaT KuiNGaT JaNJi YaNG Kau GuRaT
    JiKa BeRTeMu KiTa PaSTi TeRiKaT.

    =============================
    SaNG PeNCiNTa – 30 DeSeMBeR 2013

  170. SaHaBaT BaGi JiWa
    ===============

    aDa YaNG BeDa
    SeKiLaS GaLau aKaSaRa iNi BeRBaGi CeRiTa
    MeNYeReT KaTa YaNG MuLai TeRBaTa
    NaMuN JeMaRi iNi TaK PeRNaH LePuH MeNJaLaNKaN TiTaH JiWa

    SePiKu MuLai MeMBuNuH iMaJi
    YaNG KiaN MeRiNGKiH Di RaJaM NYeRi
    YaNG KiaN HaNYuT DaLaM DeRaSNYa LaJu HaRi
    NaMuN KuTeTaP MeCoBa BeRNYaNYi MeMBuNGKaM SuNYi

    KuCoBa LaGi ReNDa aKSaRa YaNG TeLaH TeRLuNTa SeKiaN LaMa
    SeBaGai PeLiPuR KaTa BaGi HaTi YaNG TeRuS TeRLeNa
    JiKa PuiSi iNi TaK BeRMaKNa
    BiaRLaH TeRSeReT LaJuNYa PaWaNa

    KuBaSuH LaRa DaLaM PuiSi YaNG TaK SeNGaJa TeRCiPTa
    DiSaaT aKSaRa YaNG BiaSa MeNaRi DaN BeRDaNSa MuLai TeRBaTa
    MuNGKiN BeRGuNa BuaT SaHaBaT SeBaGai PeLiPuR LaRa
    HiNGGa eNYaH GuNDaH GuLaNa YaNG YaNG BeRSeMaYaM Di RaGa

    WaLau Ku MeNJeLMa SeBaGai PeNaRi aKSaRa
    DaLaM SeBuaH DuNia YaNG TaK NYaTa
    MeNYaNDaNG NaMa SeBaGai SaNG PeNCiNTa
    NaMuN aKu aDa WaLau NYaTaKu TaK SeiNDaH KaTa KaTa

    KuHaDiR SeBaGai SaHaBaT BaGi JiWa
    YaNG iNGiN BeRBaGi TeNTaNG SiSi GeLaPNYa CiNTa
    YaNG TaK LeLaH MeNDeNGaR CeRiTa TeNTaNG DuKa DaN aiR MaTa
    BiaR TeRoBaTi NYeRiNYa SeBuaH HaTi YaNG PeRNaH TeRLuKa

    SaaT BaTiN MeRiNTiH uSaH Kau SeNDiRi DaLaM LaRa..
    BiaRKaN GaLau TaRiaN aKSaRaMu BeRBaGi CeRiTa..
    TuMPaHKaN RiNTiHaNMu HiNGGa TiaDa SiSa
    BiaR TeRBaGi BeBaNMu YaNG SeDaNG MeNiNDiH JiWa.

    JiKa MaSiH aDa aSa YaNG TeRSiSa
    uSaH Kau aNiaYa RaSa YaNG BeRHaK BaHaGia
    BeRBaGiLaH BeRSaMaKu DaN MeReKa
    SaHaBaT BaGi JiWa

    = = = = = = = = = = = = = = = =
    SaNG PeNCiNTa – 04082012

  171. IBU

    Ibuku sayang…
    Cintamu, adalah cahaya yang menerangi setiap kegelapan di dunia fana ini.
    Kehadiranmu begitu berharga, bermakna dan berarti.

    Ibuku yg cantik…
    Tiada hari yg kujalani, tanpa sedetik pun tak mengingatmu.
    Mengingat segala pengorbananmu, yg tak lelah merawatku,
    yg tak bosan menasehatiku, dan tak henti menyayangiku.. sepanjang usiamu.

    Terima kasih Ibu…
    Telah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini, dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
    Terima kasih ibu… Telah menjagaku hingga kini.
    Terima kasih Ibu… Engkau selalu ada untukku.

    Ibuku yg baik…
    Maafkan aku, jika pernah melukai perasaanmu.
    Maafkan aku, selalu mengecewakanmu.
    Maafkan aku, maafkan aku anakmu ini.

    Ibu…
    Cahaya cintamu, selalu ku nanti.
    Bahkan hingga aku mati.
    Dan cintamu kan tetap bersinar di hati.
    Kekal dan abadi

    Yogya.

  172. BAR

    hari ini
    hari yang berlalu
    terlalu berlalu
    dalam bintik bintik kelam

    hari ini
    hari yang lewat
    begitu cepat
    dalam botol botol kaca

    bahagia dalam ramai ramai warna
    tetapi semuanya gelap
    tertawa dalam riuh riuh canda
    tetapi semuanya siksa

    hari ini
    sudah malam
    sudah silam
    dalam kelam

  173. saya ingin menulis puisi juga

  174. Bicara dengan Bahasa Hati

    Tak Ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta,,,,
    tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang,,,
    tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan,,
    tak ada kesulitan yang dapat dipecahkan oleh ketekunan
    dan tak ada kesuksesan tanpa kesabaran,,,

  175. -Puasa Rindu-

    Kala rindu merajuk
    Rasa ingin bertemu, memandangmu, memelukmu
    Terus menggebu benakku
    Bayangan yang kau titipkan
    Tak cukup menunda rindu

    Waktu cepatlah berganti
    Ke arah tenggara dimana dia ada
    Aku hanya ingin kita
    Kita ada dalam satu masa
    Dimana masa itu tak berhembus

    Saat terpejam aku hirup
    Sisa aromamu yang tertinggal
    Sejuk, terasa ingin kamu
    Kamu ada disini untukku sejenak

    Namun masalah singgah
    Waktu seketika membisu
    Menggelisah hati yang tak menentu

    Tuhan jangan siksa aku
    Resah makin meninggi
    Aku tak mampu
    Menunggunya lebih lama

    Puasa rindu
    Kini ku tindaki hingga burung berkepak
    Menyisip sedikit tawa

    Hahh
    Menghela sesak bersengal
    Waktu ku mohon bicara
    Selama apa aku tak mendengarnya
    Aku sendiri

    Mawar, gugurkan satu mahkotamu padanya
    Beritahu aku merindunya
    Mendekapnya lirih
    Dalam barisan nada nada doa mendesir malam
    Hingga pelita kan membangunkan puasaku

  176. Panggilan.
    Suara itu begitu merdu terdengar
    menggema menggetarkan jiwa
    menusuk persendian
    menghancurkan ke egoan
    mengikis kesombongan
    mengantarkan kedamaian
    panggilan adzan salat

  177. Sepi,
    Rasa ini kosong
    rasa ini hampa
    tak ada sapa atau rindu semua hilang bersama mu
    jiwa ini beku
    jiwa ini mati karena mu
    tiada kini kurasakan hangatnya sapaanmu
    dan kini kuharus menerima
    rasa sepi sendiri
    disudut keramaian kotaku

  178. Resah
    Sore ini Surabaya panas
    hatiku terasa tak karuan
    apa aku tlah jatuh cinta
    tapi aku tak mau mengatakannya
    karena aku telah mencoba merajut cintaku yang hilang
    yang terpecah entah kemana
    dimanakah kan kulekatkan
    kepingan cinta yang terbuang
    kucoba kutitipkan kembali di hatimu
    dengan dekapmu
    kasih sayangmu
    cinta sucimu
    senyumu
    tawamu
    cumbumu
    resahku berganti kedamaian

  179. bagus semua…

  180. Sengsara

    Malam terang, bulan pancarkan sinarnya
    Bayang-bayang pemain panggung kehidupan
    Langkah hati dan tangannya
    Sekali lagi memainkan nada-nadanya
    Sendu dan pilu
    Burung-burung berkumpul di jendela
    Orang-orang yang dengar menjauh

    Terkadang malam jadi pertunjukan
    Asik seorang diri
    Teriakan nada dalam kekuatan yang menggigil
    Lampiaskan amarah dan kesedihan
    Bagai penyanyi seriosa
    Penonton kagum dan terpesona
    Akan nerakanya

    Diejek pikiran belaka
    dia dalam neraka

    Senyum menari-nari
    Tawa menggila
    Burung-burung bertebangan
    Tetangga menutup jendela rumah
    Keheningan kembali menghantui

    Dia menari-nari ceria di atas panggung
    dia terlarut dalam tawa
    dan canda dan cengkerama
    Dalam kesendirian

    Dia berkicau dalam sangkar
    dan api hidup yang membakar jiwa

    Dia jadi gila

  181. Dalam cinta dua hati
    Hangat merasuk seni hampa yang lama sekali
    Dulu sekali dan nantinya dan sekarang ada
    Aku berbahagia

    Di malam salju riang-riang tarian dan nyayian
    Dan eratan tangan yang terjalin
    Dalam benak yang hormati cinta, seraya
    Aku hantar dia dari keramaian
    Ke tepi sungai

    Duduk, berbaring, berbicara, dan tidur
    Percikan senyum dua hati
    Kita berbahagia

  182. Sengsara

    Malam terang, bulan pancarkan sinarnya
    Bayang-bayang pemain panggung kehidupan
    Langkah hati dan tangannya
    Sekali lagi memainkan nada-nadanya
    Sendu dan pilu
    Burung-burung berkumpul di jendela
    Orang-orang yang dengar menjauh

    Terkadang malam jadi pertunjukan
    Asik seorang diri
    Teriakan nada dalam kekuatan yang menggigil
    Lampiaskan amarah dan kesedihan
    Bagai penyanyi seriosa
    Penonton kagum dan terpesona
    Akan nerakanya

    Diejek pikiran belaka
    dia dalam neraka

    Senyum menari-nari
    Tawa menggila
    Burung-burung bertebangan
    Tetangga menutup jendela rumah
    Keheningan kembali menghantui

    Dia menari-nari ceria di atas panggung
    dia terlarut dalam tawa
    dan canda dan cengkerama
    Dalam kesendirian

    Dia berkicau dalam sangkar
    dan api hidup yang membakar jiwa

    Dia jadi gila

  183. Rasa itu pahit

    Memang manis ketika dirasakan
    Tapi begitu mengetahuinya
    Rasa itu patah seperti kayu yang tumbang oleh topan
    Seperti bunga mekar yang kemudian layu

    Memang manis ketika dirasakan
    Bayang itu masih tersesat disini dan akan selalu disini
    Meskipun topan itu datang lagi
    Meskipun bunga itu telah berganti
      
    Kini bunga itu telah benar – benar layu
    Bayang itu sudah mulai redup
    Bunga yang mekar hanya dimiliki oleh orang
    Orang yang benar – benar orang
    Sedang kan aku, aku hanyalah anak kambing yang sedang menanduk bukit,
    Kini tanduk itu patah dan bukit pun tak akan pernah runtuh

    Rasa itu pahit
    Rasa itu memang pahit?
    Aku mulai bertanya
    Selama ini aku dimana
    Aku berada di antara apa

    Kini waktu telah menjawab
    Menjawab semua bisikan – bisikan yang terpendam
    Dan kini waktu pulalah yang membuat rasa itu pahit.

  184. KARYA DADENARGABISMAGINANJAR
    CAHAYA YANGKU RINDUKAN
    Cahaya batinku sangat menginginkan kehadiran cahayamu yang sangat
    Indah
    Cahaya naluriku sangat merindukan sinarmu yang mampu
    Menciptakan kedamaian di dalam hati ini yang sudah terbelenggu
    oleh luka
    cahaya renungan malam yang selalu menemaniku
    Berbisik dan seolah dia mengingatku akan satu hal
    Saat tanpaku sadari fikirkku telah mengecewakan
    Sinar yang telah kau berikan padaku
    Namun hatiku selalu menghapkan sinarmu
    Yang indah tetap menyinari gelap dan dinginnya
    kalbu ini.

  185. KARYA DADENARGABISMAGINANJAR
    CAHAYA YANGKU RINDUKAN
    Cahaya batinku sangat menginginkan kehadiran cahayamu yang sangat
    Indah
    Cahaya naluriku sangat merindukan sinarmu yang mampu
    Menciptakan kedamaian di dalam hati ini yang sudah terbelenggu
    oleh luka
    cahaya renungan malam yang selalu menemaniku
    Berbisik dan seolah dia mengingatku akan satu hal
    Saat tanpaku sadari fikirkku telah mengecewakan
    Sinar yang telah kau berikan padaku
    Namun hatiku selalu menghapkan sinarmu
    Yang indah tetap menyinari gelap dan dinginnya
    kalbu ini.

  186. Secangkir Kopi
    beraroma
    Menggoda
    Legit
    gelap
    Hitam
    Kelam
    pilu
    Gelisah
    Selubung
    Paradoks
    Candu

    Tanya ?
    Ya, tanya

    Tenang Ia dalam seribu tanya
    Diam ia dari seribu detik

  187. HIJRAH SASTRA

    Bathin berdzikir
    di kala kalbuku terpanggil
    merengkuh angan-anganku
    Sastra bagian hidupku
    jiwaku telah menyatu
    Penaku menyatakan makna
    teriring doa saat kubermunajat
    setiap denyut langkahku
    kubawa dalam hijrah
    agar tangisku terhenti….

  188. Dulu kami pernah belajarl di kampus ini
    Sekarang kami bisa memberikan hasil nyata
    Dulu kami menuntut ilmu dgn sepenuh hati
    Sekarang kami mengabdi kepada nusa dan bangsa

    Aku, kamu dan kalian semua merasakan arti sebuah pertemanan
    Namun sekarang kita sudah dipersatukan dalam satu keluarga
    Kehidupan yang hendak kita capai bukanlah suatu angan angan
    Karena kita yang berkumpul di ruangan sudah menjadi saudara.

    Wahai saudara-saudaraku yang baik hati
    Mari kita resapi arti persaudaraan diantara kita
    Reuni kita hari ini harus bisa memberi arti
    Mari kita rentangkan tangan dan ucapkan kami semua bersaudara

    Persaudaraan yang sudah kita ucapkan harus melekat didalam hati
    Mulai hari ini dan seterusnya persaudaraan kita harus tetap ceria
    Jangan ada lagi diantara kita yang mengungkap rasa benci
    Bersihkan hatimu dan mari kita tunjukan persaudaraan yang penuh cinta

    Missssiiiiii aaaaaaaahhhh

    Karya : HERRY PURNOMO (p@he )

  189. PUISI REUNI APP 78

    Dulu kami pernah belajarl di kampus ini
    Sekarang kami bisa memberikan hasil nyata
    Dulu kami menuntut ilmu dgn sepenuh hati
    Sekarang kami mengabdi kepada nusa dan bangsa

    Aku, kamu dan kalian semua merasakan arti sebuah pertemanan
    Namun sekarang kita sudah dipersatukan dalam satu keluarga
    Kehidupan yang hendak kita capai bukanlah suatu angan angan
    Karena kita yang berkumpul di ruangan sudah menjadi saudara.

    Wahai saudara-saudaraku yang baik hati
    Mari kita resapi arti persaudaraan diantara kita
    Reuni kita hari ini harus bisa memberi arti
    Mari kita rentangkan tangan dan ucapkan kami semua bersaudara

    Persaudaraan yang sudah kita ucapkan harus melekat didalam hati
    Mulai hari ini dan seterusnya persaudaraan kita harus tetap ceria
    Jangan ada lagi diantara kita yang mengungkap rasa benci
    Bersihkan hatimu dan mari kita tunjukan persaudaraan yang penuh cinta

    Missssiiiiii aaaaaaaahhhh

  190. Selamat malam, kekasih…
    merindukanmu berulangkali membelah dadaku mengarai pada anak sungai
    Merajuk kesekian kalinya pada Tuhanku Sang pemberi keindahan tubuhmu.
    Aku mengadu pada Sang malam merayapi sepi wangi tubuhmu
    Saat mata terpejam kemudian bangun, bolehkan Kau disampingku.

  191. Bunda

    Kau Pergi terbawa takdir
    Tinggalkan pusara cinta
    Angin Malam kencang bertiup
    Lewati Lubang hampa tertinggal

    Musim berganti
    Bisikkan Namamu
    Lambaian tangan mu
    Tetaplah sebuah jawaban

    Kala hati bergaduh
    Kala pikir termampat
    Kemana lagi oh bunda
    Kucari penawar rasa
    Kelagaan dari kutukan kehidupan

    Semua pilu yang hanya bisa musnah
    Dalam pelukmu seorang

  192. Kupu-kupu Hitam Putih

    Dia datang seakan tawarkan cinta
    Dia pergi dengan menafikkan cinta
    Tiada cinta di matanya
    Hanya warna untuk mencapai asa

    Kala pelangi mengabur
    Menghilang tersapu teriknya hari
    Dia melempar kertas tinta
    Mengumpatkan cacian
    Di bawah guyuran hujan
    Hentikan semua cerita

    Tinggalkan lagu kebimbangan
    Torehkan Syair kehampaan
    Dia…Yang teristimewa
    Lemparkan senyum, kala hati terlara
    Bersitkan sinar, kala malam memekat
    Mencium manis tiada dua, kala air mata menetes

    Dimana kucari lagi
    Cerita yang serupa
    Saat jalan terpisah
    Anginpun berganti arah
    Pergi ke hati yang lain
    Dialah kupu-kupu hitam putih
    Penghisap saripati cintaku
    Penguras kolam hasratku

    Hati ini tuk dia robek
    Dada ini tuk dia cabik
    Cinta ini tuk dia bunuh

    Apa yang tertingal hanya secarik cerita lalu
    Saat abadi kala pertama kali
    Kulihat senyum di wajahnya..

  193. Sempurna

    Ku pernah mencari jiwa, jelajahi angan
    Dan kutemukan dirinya
    Sosok Nan sempurna
    Leburan dari semua cerita cinta

    Dia Semourna

    Dialah pelengkap
    Semua ketidaksempurnaan

    Dia sempurna
    Dialah si kaki jenjang
    yang melangkah diantara ombak
    Saat matahari terbit dan tenggelam

    Dia sempurna
    Dialah sang jelita senja
    Pesonanya redakan badai yang bertiup kencang
    Angin ribut yang membinasakan

    Dia sempurna
    Si putih merah jambu
    bergerak lincah bak kupu2
    kelilingi bunga yang malu tuk merekah

    Dia sempurna
    Dialah tangis sepi
    Bersandar di pundakku
    Mengharapkan sebuah kisah yang mustahil terjadi

    Dia sempurna
    Dialah jiwa besar
    Memungutku lembut
    Di dalam gelapnya kesendirian

    Besarkan makna diri
    Tinggikan derajat kalbu
    Torehkan tinta
    Ceritakan dongeng cinta
    Dan pengorbanan

    Dia sempurna
    Dan sungguh tak pernah ada…

  194. Rindu

    menjejaki jalan dengan siraman air hujan
    entah sampai mana hujan akan menemani perjalanan…
    gemuruh halilintar bagai irama musik metal dalam pendengaran
    menggelegar merapat di pusat gendang telinga

    raungan kenalpotku memcoba untuk merobek basahnya aspal
    terkadang melengking menembus derasnya air dari awan
    degan irama mimpi yang coba ku perdengarkan sepanjang jalan.
    bilah bilahnya menerobos logika yang mulai basah di guyur air hujan

    mimpi bertemu sang pangeran dan ratu mengusik terikan gasku
    gambarnya terpancar jelas di gelapnya sang mega.
    merobek pelangi yang teranyam di derasnya air hujan.
    mimpi dan angan berpacu bersama kuda besiku

    walau awan dan air hujan membutut di sepanjang perjalanan.
    terpaannya membakar semangat ku yang rindu akan Pulang

  195. Antara Gagak Dan Garuda

    Rindu Merah Putih….
    mungkin ini konyol…..
    tapi memang ini yang dirasakan
    Dimana….. Bumi serasa terbelah dua…
    Dimana jurang besar memisahkan dua alam….
    aku berada di salah satu belahan bumi yang aneh….
    semua ramah tapi… terasa aneh…
    semua tersenyum tapi serasa hambar…..
    ini bukan dunia ku…
    ini bukan langit ku….
    aku rindu merah putih
    dimana garuda berterbangan dia atasnya
    bukan gagak hitam yang membuat diri terasa terasingkan.

  196. TEMAN YG SUDAH TIDAK INGAT SAHABAT TERDEKAT NYA mungkin dlu kaumembutuh kan ku sebagai sahabat tapi sekarang kau tidak membutuhkan ku lg sebagai sahabat karna kau sudah ada yg baru

    dan mungkin dlu kita bisa bercanda tawa
    tapi tidak sekarang karna kau sudah ada yg lain

  197. JANGAN LAH MENDUSTAKAN CINTA

    JANGAN LAH MEMPERMAIN KAN CINTA

    JANGAN LAH MENGACEWAKAN PCR MU KARNA KALAU KAU MENGECEWAKAN NYA KAU AKAN MENYESAL PADA SUATU SAAT NANTI

    JANGAN DUAIN PCR MU KALAU KAU MENDUAKAN NYA MAKA SUATU SAAT NANTI KMU AKAN DI DUAKAN DENGAN PCR MU
    DAN KLO DIA MEMANG TIDAK PERHATIAN DAN CUEK TERUS ENAK KMU PUTUSIN

  198. Jangan berubah agar seseorang menyukaimu. Jadilah diri sendiri, maka akan datang orang yang tepat dan menyayagimu tanpa syarat.

  199. “Keren” dimata cewek adalah lo yg bisa buat dia tersenyum, lo yg gak sia2in dia, lo yg gak ngebetein & lo yg tau yg mana yg baik & yg salah

  200. Jangan ragu untuk berdoa, bahkan ketika kamu tak menemukan kata untuk dipanjatkan, karena Tuhan selalu mengerti doamu.

  201. SURAT UNTUK SANG IDOLA
    untuk sang idola tercinta,
    eyang dari negara indonesia,
    terima kasih telah jadi inspirator remaja,
    untuk melahirkan pemuda yang berguna bagi bangsa..

    B.J. Habibie sang idola,
    beribu maaf sebelumnya,menulis surat yang tak bermakna.
    aku hanya mengungkapkan yang di dada,
    yang tak bisa lagi ditahan oleh raga..

    melalui surat ini
    aku menyampaikan yang ada dihati,
    aku ingin bertemu anda walau hanya sekali.
    entah itu nyata atau hanya dalam mimpi..

    aku ingin melihatmu berdiri dihadapanku,
    berjabat tangan denganmu,mencium punggung tanganmu,
    menangis dalam pelukkanmu adalah kado terindah dalam hidupku.

    sungguh menyedihkan hidupmu,
    terasing dinegaramu,
    namun karna semua pengorbananmu, akupun menjadi tau.
    engkau tak pernah berberat hati berbakti pada negaramu.

    aku bercita-cita seperti sang idola,
    menjadi motivator dikalangan remaja,
    untuk mempersiapkan generasi muda,
    yang bersaing dengan negara-negara didunia…

    sekian dulu surat dari saya,
    mohon maaf bila ada salah kata,
    terima kasih sebanyak-banyaknya,
    telah meluangkan waktu untuk membacanya..

  202. Rindu Ayah,13/12/2014 Saturday
    ada kenangan indah
    bersamamu, ayah, namun kini hanya kenangan, kau tlah tiada
    Ayah. oh ayahku sayang, cepat sudah kau tinggalkan kami
    berat rasa hati tanpa hadirmu, lihatlah Bunda menangis
    rasa rindu ini tak tertahankan
    kuluapkan dengan mendo’akanmu
    semoga kau bahagia disisiNya
    Ayah, kami merindukanmu

  203. Ibu, 13/12/2014.Saturday

    Wajah cantikmu semasa muda, masih tampak
    Engkau wanita cantik, oh Ibu
    senyum manismu, tertawa renyahmu meluluhkan ku
    membuat hati rindu
    oh ibuku sayang
    janganlah berduka
    ada aku disini menemanimu
    oh ibuku sayang tegap berdirilah menghadapi hari esok yang terbentang dimata
    oh ibuku, jangan kau teteskan airmatamu
    hatiku pilu tak tahan melihatmugar
    Oh ibu kesabaranmu luar biasa
    kau pahlawanku, kau penyemangatku
    ibu, duhai ibuku sayang.
    tersenyumlah selalu
    wajahmu kini tampak lelah, namun kau tetap ye

  204. Pada Hujan
    (Eto Kwuta)

    minggu pagi pada hujan yang berkicau
    namamu adalah mata air
    yang menumpang di rumahku.

    9 Nov 2014

  205. Sebuah Nama di Suatu Malam
    (Eto Kwuta)

    Aku bangun tengah malam
    menemukkan diri diam
    dicumbu derai-derai yang datang dari hening.
    Namanya, Puisi.

    Selasa, 25 Maret 2014

  206. Hujan Rintik-Rintik
    (Eto Kwuta)

    Rintik-rintik merenda
    ribut mengecup batu-batu
    perlahan jeda
    dan mengecup lagi

    “Itukah air mata-Mu?” kata penyair
    di suatu perjalanan senja.

    Ia terus berjalan. Tiba-tiba gelisahnya riuh
    mengejar air mata kata yang terus bermain jatu-jatuhan
    Tak sadar, seketika itu juga
    mereka mampus di kepala penyair.

    (2014)

  207. Aku sang pengelana

    Pergilah ke tempat dimana angin laut mendengar suaramu
    Berlarilah di bukit yang menggelombang penuh asa
    Mengembara… ditengah lautan penuh dendam dan cinta
    Menyelamlah di dasar hati penuh rahasia
    Aroma mata angin dimana engkau mencari
    Di balik gemerlap arogannya malam
    Dikebisuan senja di ufuk ujung timur ini
    Ada deraian hujan dikemarahan api yang menantang
    Padamkan… padamkan..padamkan..
    Cahaya dendam,rindu, putus asa juga cinta yang membara
    Pergilah…. nikmati hembusan sayup-sayup teriakan kematian di ladang-ladang itu
    Sentuhlah sedikit , sentuhlah…….
    Liukan garis menyerupai benang-benang kasat mata itu
    Sebutlah kalimat sakral pada awan yang berarak mengelilingi surga
    Bermohonlah …. bercermin di pasir putih terbias sang surya
    Kemudian.. …..berjalanlah di hamparan langit bertabur bintang
    Bentangkan tanganmu…..
    Rasakan gerakan takdir yang berdenyut
    Mengalir bersama luapan api,dendam,cinta,dan putus asa
    Akulah sang arjuna yang menggerakkan gelombang cinta
    Berbentuk rumit membentang angkasa
    Akulah penjalan senja bersama bukit yang berkeliling
    Menyampaikan hasrat dan gairah pada satu titik
    Genggam dan bawalah butiran jejak kaki yang kaku
    Penuh air mata dan dendam
    Tanpa tubuhku yang membeku di selatan bumi ini
    Akulah sang jejak yang bernyanyi di malam hari
    Menuntun langkah-langkah sepi di lautan pantai ini
    Dan ketika jejak ku berhenti
    Ingatlah aku dengan aroma cinta dan dendam
    Meliukkan benang kasat hingga angin berhenti berembus
    Inilah aku….. tubuh yang kaku
    Berderai pasir melingkupi cakrawala

    -K-

  208. Cerita Penyair Malam

    Aku sang penyair malam
    Larut dalam asa kata-kata
    Terjerat dikegelapan kalimat malam
    Menuliskan riwayat zaman dahulu
    Ditemaram cahaya sang bulan purnama

    Aku dengarkan senandung alam malam hari
    Bait demi bait terlukiskan berteman hewan malam
    Angin malam berhembus bagaikan melodi indah
    Luapkan rasa takut di hati menunggu mentari
    Hinggga kalimat berakhir disaat fajar pagi esok

    -K-

  209. Khayalan Semu

    Terlintas ilusi menyedihkan di depan jalan-jalan itu
    Kekayaan tanah sendiri terendus teknologi kapal asing
    Apakah orang-orang itu tidak mendengarkan
    Tangisan dikegelapan malam di timur negeri ini
    Kesenjangan yang terjadi terabaikan dalam benak

    Lihatlah wahai bapak penguasa
    anak kecil bermata hitam pekat itu
    di timur negeri ini mereka tertawa tanpa bebas
    tanpa mengetahui hari esok dan masa mendatang
    dapatkah anak kecil itu mengenyam bangku pendidikan
    merasakan apa itu teknologi yang di elu-elukan bangsa
    jika keterasingan mendominasi wilayah negeri
    kesenjangan sosial bukan sebatas khayalan semu

    -K-

  210. terima kasih untuk tanggapan nya mba….. saya sudah coba klik kirim tulisan tapi kgk kebuka tuh…
    jadi saya nulisnya di komentar …… maaf klo salah kamar…

  211. Senyum ManisMu, 20/1/2015

    Pertemuan itu begitu indah
    Pertemuan itu begitu hangat
    namun semua lenyap hilang seperti ditelan ombak samudra
    kau berlalu meninggalkanku
    Senyummu yang hangat berkesan dihatiku
    kurasakan sampai kerelung hatiku paling dalam
    sayang senyum menggoda hatiku
    mengikatkan deburan rinduku
    kini jauh sudah kau denganku
    kita terpisahkan luasnya lautan
    namun senyummu akan abadi kusimpan di hati ini
    kenangan penuh kerinduan tuk berjumpa lagi.

  212. Cintaku Padamu, 1/20/2015
    Rasa cinta pada diriku muncul begitu saja
    kutak dapat menolak, rasa cinta itu anugrah
    Cintaku padamu sayang setulus hati
    telah kau ikat hatiku dengan lembut
    Sayang cinta ini tulus suci untukmu
    kutak mungkin memberikannya untuk yang lain
    sayang hanya kamu yang kumau
    sayang aku sendiri tak tahu kau mau atau tidak
    sayang aku tak pedulikan itu
    cintaku padamu kan kubawa dalam setiap mimpiku
    dalam setiap langkahku
    dalam setiap sujudku padaNya
    sayang cintaku padamu, abadi

  213. maaf mba rini ….. beneran saya sudah klik kirim tulisan…. tapi kolom nya tidak ada tuh malah masuk kembali ke branda puisi…. thx before

  214. “Perisai”

    Siang atau pun malam
    Raja atau pun ratu
    Perisai ku melayang
    Ia pergi tuk bersinar
    Ia pergi tuk karisma
    Ia pergi tuk semangat
    Ia pergi untuk cahaya bintang
    Ia adalah yang terkuat
    Perisai ku pergi melepas gundah
    Menyambut hari baru yang lebih baik
    Ia kan kembali bak garuda
    Ia kan kembali menuai secercak harapan dan mimpi
    Api nya takkan padam
    Karena ia adalah perisai
    Perisai indah nan agung
    Yang bersinar bak surya

    -puisi ini saya tujukan kepada kakak saya yang merantau menuntut ilmu jauh dari tanah air.

  215. KOPI HUJAN

    Hujan mungkin sekarang kau sahabatku malam ini.
    Bunyi kau beradu dengan permukaan bumi
    Bagiku itu bunyi yang terkadang merindukan nurani
    Dan itu akan menjadi kesempurnaan bila bersamaan dengan sihitam pekat yang tak karuan ini..

    Hujan, teruslah dengan hujan mu
    Walau kau menyatakan perang
    pada penguasa malam
    Aku hanya bilang persetan
    Aku hanya akan terus dengan hitam pekat itu
    Yang kelat dirasa namun tiada tara..

    Akankah kau terus seperti itu? Hujan
    Tidakkah perubahan yang juga kau dambakan?
    Kenapa kau tidak memilih?
    Memilih siapa yang menjadi hujanmu? Hujan

    Hujan, andak nya kau bergelar Strata satu
    Biar menjadi Guru bagi orang yang ragu
    Akan bagaimana memberi ikhlas ketika memiliki kuasa diatas

    Hujan, sekarang aku tidak ingin mendebatmu
    Silahkan kau terus dengan hujanmu
    Walau tanpa raja malam
    Aku juga terus dengan sikapal api yang hitam kelat itu
    Aku ingin kita sejalan malam ini
    Sampai hitamku tak bersisa lagi
    Dan sampai surya kembali menyinari bumi pertiwi

  216. KAWAN

    Kita berpisah kawan
    Di jalan
    Tiada kata
    Aku tidur, kau terjaga
    Aku terjaga kau diam hening telah berlalu

    Diam terpaku bisu
    kehilangan mu kawan
    Seakan otak ini tiada bisa menyaru
    Bagaimana dalam aku
    Tiada kata kamu
    Sungguh terasa menampar otak ini

    Kenapa sekarang dia berlalu?
    Dalam kelam juga bisu
    Bosankah dia?
    Bosan dengan liku yang aku abadi kan bersamanya?
    Entahlah ibu

    Ibu, aku percaya
    Tuhan akan memberi pengganti
    Pengganti yang lebih berarti dan mengerti
    Aku sudah menangis
    Dan akan bangkit walau pedih beriris

  217. BERSAMAMU KE NIRWANA

    Hei dik ingatkah kamu dua pohon itu?
    Yang menantang surya
    Tak goyah walau di tendang ombak
    Seberapa kuat kah dua pohon itu ya dik?
    Tahukah kamu?

    Dik, aku terbayang senyum mu
    Walau sang surya berlalu
    Kamu malah tersipu
    Karena di ujung pandanganmu
    Kilauan ratusan cahaya kunang kunang menyapamu

    Ialah itu tanah surga dik
    Yang di hamparkan tuhan di hadapanmu
    Tanah yang selalu menghadirkan keceriaanmu
    Dan bersamamu ceriaku akan senyummu

    Aku mau seribu kali lagi kesana dik
    Be]rsama senyummu
    Sampai kaki ini tak kuat menahan raga
    Dan sampai mata ini lelah menikmati keindahan ciptaan sang Agung
    Bersamamu ke nirwana itu

  218. Salam Rindu Untuk Sri

    Duhai Sri adikku
    Sesungguhnya tidak ada kebohongan padaku
    Dalam setiap do’a ku
    Selalu kuselipkan namamu
    Berharap tuhan menyelipkan namaku dalam renungmu
    Hadirku menghiasi tidurmu
    Dan rusukku sebagai lahirmu
    Semoga!

  219. http://www.fashionpoos.blogspot.com/2015/01/berani.html#more

    Mohon komentarnya Ibu Rini.. masih ingin belajar banyak dari koreksi sang ahli..

    Terima kasih

  220. Jalan sunyi di terpa keramaian
    Menepis hening tanpa ucapan
    Kau pergi dalam keheningan
    Ku tak bergeming hingga di tinggalkan

    Tuan, satu patah akhirnya resah
    Dua kata menjelma nyata
    Aku lelah
    Menepis rata, Aku pergi tanpa kata

    Hey, aku bukan putri
    Mungkin ku pantas kau caci
    Dalam lara aku terluka
    Dan kulihat kau tertawa

    Sesekali ku berlari
    Namun ku kembali
    Aku jatuh cinta
    Dan kau tak nyata

    Hingga nanti kau takkan menanti
    Dan aku tak kan kau hargai
    Kau aku terus begini
    Akhirnya kau di peluk sepi

  221. WARNA ABU
    Masihkah kau belum mengerti aku
    Tidakkah kita sudah bertahun-tahun menjadi satu
    Ubah mu seakan sehari-dua hari mengenal ku,
    Lalu apa maksud dari warna abu-abu yang secara tidaklangsung kau perlihatkan itu?
    Diam ku bukan berarti tidak menghiraukan mu
    Bahkan aku melihat dengan jelas gincu yang menempel pada pakaian mu itu
    Masihkah kau kibuli aku seperti itu?
    Sekarang perjelaslah warna mu
    Apa kamu ragu dengan warna putih ku?
    Ungkaplah bosan jika kau jenuh pada ku
    Agar perlahan aku bisa melepaskan mu,
    Jangan sisakan aku dengar kesilauan cahaya abu mu.
    Keraguan ku telah memuncak
    Jika ingin pergi, bawalah warna abu mu jauh dari kehidupan ku…

  222. Abuabu VS Eidelweis

    Abu abu putih menyelimutiku disaat ku daki dirimu dengan genggaman ilegal di lenganku dan bahkan perdana di dahiku.
    Kutatap batinku di pendakian dgn kontranya keinginan serta ego dalam tantangan, demi keindahan bunga Abadi Eidelweismu.

    Tujuh jadi satu, bersatu menjadi seuntai tali yang kokoh layaknya seuntas webbing kekal.

    Letih dan lelah kupapai tingginya puncakmu pada kisaran ketinggian 2900 MDPL, membuatku terharu kepada dirimu Sang Esa akan Indahnya Bumi Khatulistiwamu.

    (Mt. Gede)

  223. Senja mulai datang…
    Awan pun mulai gelap…
    Matahari mulai beristirahat dengan tenang….
    Di sudut ruangan kecil
    Ku termenung..
    Bernostalgia dengan khayalanku…
    Seakan sudah terjadi..
    Terdengar suara rintikan air…
    Begitu deras….
    Mungkin awan ikut menangis..
    Seperti mengerti dengan pikiranku..
    Kembali ku termenung…
    Diriku bertanya..
    Dengan hati kecilku..
    Apa yang akan terjadi besok…
    Apa yg akan terjadi minggu ini…
    Apa yg terjadi bila besok ku tak bisa membuka mata kembali…
    Kapan ku bisa berdiri di puncak nya..
    Dengan harapan..
    Ku berfikir
    Bila yang akan terjadi esok tergantung apa yg kta usahakan
    Berusaha mnjdi lbih baik dri apa yg kta kerjakan sebelumnya

  224. puisi
    ~ Satu Tanya ~

    ketika raga ini mulai terikat dengan sastra
    perlahan datang menjadi pecinta
    ada apa dengan puan ?

    apa ini sabda penderita si pecinta
    yang terjang haluan tak terenyahkan
    ingin rasanya lupa…
    melupakan si pecinta

    apa pantas puan disebut pesastra sejati ?

  225. Anomali
    Oleh: Arpan Ridho
    Jujur aku tak mengerti, anomali apa yang terjadi pada pendidik negeri?
    Kita dipaksa—haruskan ikut arah yang sebenarnya pun 21° miring ke kiri
    Kita tak dibiarkan mengerti, untuk apa semua ini
    Kita hanya ditelanjangi, dan mungkin ikut menelanjangi diri
    Dan mereka? Sudah pasti menikmati kebugilan kita ini

    Aku hanya tak habis mengerti
    Kita didandani layaknya seorang putri, dipercantik dengan segala cara
    Diperharum dengan segala wangi
    Dan kemudian, beha kita dilepas, dan dada kita pun perlahan digerayangi

    Sebenarnya pun, aku masih tak mengerti
    Telah kita remuk redam karena digauli
    Namun amuk tak pernah bisa mengemuka dan membela diri
    Apa mungkin kita nikmati tubuh ini digauli?
    Ah sudahlah, aku rasa itu pasti

    Kini sepertinya aku mulai mengerti
    Takkan mungkin ada jalan kembali
    Kini, mari kita nikmati saja tubuh kita digauli
    Dan nanti kita cari sendiri, jalang mana yang akan kita gauli
    Kan sudah sewajarnya, dan pasti sudah seharusnya kita juga menggauli
    Toh akhirnya kita menikmati, dan mungkin dia juga akan menikmati

    (April, 2015)

  226. Diana latifah..

    aku perkenalkan, dialah wanita tercantik yang pernah aku kenal
    dia yang pertama membuat kehidupan saya jadi begitu indah
    saat mengenalnya di kuliah dan menjalin kisah selama 7 semester

    dia ibarat ratu salju, putri kayangan dan wanita hebat
    dia tak tertandingi kecantikannya
    hingga para lelaki yang melihatnya selalu tergoda

    dia akhirnya mati karena cinta dan orang tua.
    orang tua yang arogan dan cinta yang fatamorgana

    waktu putus tidak sedih
    cuma sakitnya karena masih mencintai dia

    hingga sekarang setiap mimpi cuma dia…

  227. Kehilangan
    Aku tak pernah tau sejak kapan kamu datang.
    Aku hanya tau kamu pergi. Hilang.
    Awalnya, aku hanya mengira kita hanya sekedar kawan. Kita memang kawan.
    Namun, bukankah tak mustahil jika kawan menyimpan perasaan yang tak seharusnya?
    Kita terlalu nyaman pada zona aman.
    Kita tak pernah sadar jika perasaan baru sudah mulai tumbuh seiring gurauan kita bersama.
    Kita akan sadar jika semuanya sudah hilang. Pergi.
    Kesalahan kecil yang kubuat mampu memudarkan senyum yang sering kau berikan padaku.
    Pun mampu pula membisukan sapaanmu setiap berpapasan denganku.
    Kesadaran kita berbentuk penyesalan. Bukan. Bukan kita. Tapi aku. Hanya aku.
    Penyesalan tentang segala ego yang kubangun.
    Penyesalanku karna sekarang kamu telah hilang. Pergi.

  228. Tak sedarah, se-iman, bersaudara

    Muram, susah hati. Sedang iba terbalut duka.
    Mendayuh pilu, menyesak jiwa menolak suka cita.
    Bahureksa terkokang, kavaleri mengarak invasi.
    Saudara tak sedarah, melawan tangis ditanah wali.

    Penguasa duduk megah, kuasa membungkam diri.
    Negeri pasir berdebu, dibiarkan menjemput mati.
    Pewaris buana murka, teraniaya oleh amarah.
    Bangsa bumiputra dirayu asa, tersesat keluh kesah.

    Inovasi batara, kita laksana cempaka dan cendana.
    Saudara tak sedarah, terlahir pada satu singgasana.
    Kita bersaudara tak sedarah, memohon anugraha adipati.
    Sabar akan menang, merugilah pekerti yang menyakiti.

  229. dalam sebuah keraguan hati
    tak ada sedikitpun terselip sebuah jawaban
    bahkan untuk menemuinya pun percuma
    akan ada terjangan disetiap arahan ini

    keangkuhan sang surya selalu menentangmu
    merakit perjalan mengelabuhi
    hanya gucuran keringat tanpa arti
    yang selalu terlihat di tepian

    gersang bukan?
    tapi tak segersang apa yang kau fikirkan,
    perjuanagn bukan hanya menunggu dan datang,
    lepaskan keraguan dalam tubuhmu

    beranilah untuk menentang,
    jangan hiraukan kicauan burung setiap langkahmu,
    hingga kau sampai,
    dimana kucuran keringatmu meiliki arti sesungguhnya

  230. Pembohong

    Pandai sekali dirimu bersilat lidah
    Nampak bahagia dan tak terlihat bersalah
    Banyak orang yang tertipu olehmu
    Wahai pembohong yang tak tau malu

    -Bandana Delta-

  231. Ibu Tercinta

    Kata Ibu senantiasa mendatangkan kesejukan
    Kata Ibu selalu membuat kita menjadi tenang
    Kata Ibu seakan membawa kita kepada aliran air yang menyegarkan

    Dalam kehidupan ini setiap manusia terlahir dari rahim seorang Ibu
    Tiada satupun dari kita yang dilahirkan di dunia ini tanpa seorang Ibu di sisi kita

    Saat tangisan pertama seorang anak memecah dunia
    Ibu, akan disana memeluk dan menimangnya
    Benang kasih telah mulai terajut antara ibu dan anak

    Lalu,
    Selanjutnya,
    Setelah itu,

    Kulihat rambut Ibu telah memutih
    Kulihat wajahnya telah menua
    Duhai masa tanpa terasa benang kasih yang terajut diantara kami
    telah menjadi sebuah baju kehidupan yang indah dan abadi

    Dan cinta kami demikian lekat karena satu hal bahwa kesetiaan mu tiada pernah putus kepada kami anak anak mu.

    Ibu, syukur kami panjatkan pada Tuhan dan doa kami untuk mu
    Tuhan , limpahkan lah rahmat dan berkatMU pada Ibu kami

    Cinta dari anak anak mu

  232. DIBALIK KEMARAU
    (Rima a-a-b-b)
    UDI WAHYUDI AS

    Bencana dan kekeringan melanda dunia
    Bagai tiada ampun akan semua dosa
    Insan dan hewan seolah tak bernyawa
    Tumbuhan pun berguguran merata

    Panas gersang bagai di gurun sahara
    Tak kuat rasanya kerongkongan menahan dahaga
    Kebakaran rumah dan hutan melanda
    Api dan asap telah bertahta

    Hiruk pikuk jeritan manusia bagai di neraka
    Mungkinkah Tuhan kini telah murka
    Apakah ini akibat prilaku manusia ?
    Yang selalu berbuat dosa

    Tuhan, masih adakah pertanda?
    Untuk kami menghamba
    Masih belum cukupkah tetesan air mata?
    Sebegai bukti penyesalan akan dosa

  233. UNTUKMU NONA

    Nona yang manis
    Kiranya sedang bingung
    Tiada sakit engkau menangis
    Hanya karena pujaan hati yang kau sanjung

    Janji, janjinya kah yang manis
    Hingga nona menjadi bingung
    Nona dunia ini tak seperti alis
    Yang tipis dan berujung

    Rontok satu tak akan habis
    Tumbuh seribu tak terbilang
    Buruk jangan engkau tepis
    Baik jangan cepat engkau sayang

    Cinta itu bagaikan burung belibis
    Mudah hinggap tapi tak bersarang
    Cinta tak akan pernah habis
    Bila sudah saling sayang

    (UDI WAHYUDI AS-Edisi Iseng)

  234. CRY

    Our land cries out loud
    The crack of earth gives the signs
    The mountain shows its anger
    The power of air is slowly gone.
    The trees are sad
    For many years
    To watch us
    Pretend in the life.
    Clean River flow
    Clean water
    Clean Fresh air
    Where else can we find?
    Reff. Our land cried out loud
    To be heard for to be saved
    Our land cried out loud
    To be seen for to be cared.

  235. salju..
    tempat yg dingin yg merangkul kesenangan menjadi bisu cinta yg beku yg yg akan meleleh di musim kemarau namun suatu kebangkitan yg akan membalas tindakan sikap yg beracun… akan menjadi bacaan setiap waktu
    salju rumah yg dingin tempat yg dingin yg sering banyak orang kunjungi… namun bararti cinta akan beku selama-lamanya
    anak kecil manangis sambil minta air susu ibu..
    dia semangat untuk meminta keinginanaya
    apa lagi anak bangsa yg kokoh pemberani akan muda putus pengharapan karena cinta
    jangan…
    hidup penuh kebangkitan yg meminta kpd sang tuhan
    agar nanti menjadi orang yg bisa melupakan kesengsaraan menuju usaha agenda dunia

  236. Sekedar Ingatan
    Jejak ini semoga mampu bercerita ketika aku telah berubah menjadi endapan di dalam tanah.
    Aku tak ingin meninggalkan jejakku di pinggir laut ataupun di pinggir jurang untuk sebuah alasan yang tak pasti. Karena tak mungkin ku suruh ombak untuk bergulir mundur dan membiarkan hempasan angin menghampiri lebih dulu.
    Kita hanya pelakon bukan sutradara, alasan jatuhnya sebuah kelapa bukan hanya karena buahnya yang telah tua. Jika raga ini memang harus melapuk bukankah, bekasnya akan tetap ada? Semoga aku seperti itu dalam memori kalian.

  237. Jangan takut bila ada ombak yang terhempas ke arahmu. Hadapilah, meskipun mungkin kau akan hanyut! Katakan pada ombak, “setidaknya aku tak sepengecut dirimu yang datang lalu pergi.

  238. Hilang Makna

    by. Nuirsa

    Gelora api hancurkan cakrawala
    lidah menyala menghantam baka
    jiwa terkoyak musnahkan asa
    raga meraung cairkan suasana
    menembus pusaran angkasa raya
    menuju dunia yang penuh mata
    gerak kilat mencabik bahtera
    kalahkan harga mati pentala dunia
    bukti nyata hati pujangga
    menghentak otak sang pusaka raja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s