Komunitas Pecinta Puisi

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar tertawa. Adakalanya kita perlu tertawa agar kita tahu betapa mahalnya nilai airmata


9 Komentar

Buku Perempuan Langit

langit5

langit9

langit10

Iklan


2 Komentar

Workshop kepenulisan – Sastra masuk sekolah

ibu2 “Bisa menulis itu keren looh …”  itu tema workshop kepenulisan di SMA San Marino Jakarta, 28 Oktober 2013. yang jelas bisa menulis itu indah karena kita bisa menemukan ide dimana-mana,  menulis itu amanah,  menulislah yang kecil tapi bertenaga dan sederhana tapi bermanfaat.  Salam kreatif

ibu3

ibu1


7 Komentar

Spring Fiesta – Pesta Musim Semi

spring2

Antologi Puisi Bilingual SPRING FIESTA [Pesta Musim Semi] adalah antologi puisi yang diikuti oleh 63 penyair dari 9 negara [Libia, Arizona, Serbia, Pakistan, India, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Indonesia]. Antologi yang diterbitkan oleh INDONESIAN AND ENGLISH POETRY Group dan Araska Publisher ini akan diluncurkan di Sanggar Satoeempatsatoe Indonesia,

pada Sabtu 25 Mei 2013/19.30-21.30 WIB (Halaman Olah Raga SMP PGRI I, Jl, perintis Kemerdekaan II, Kompleks Perkantoran, Cikokol, Tangerang. Kepada seluruh kawan peserta dan pecinta sastra di mana saja berada diharapkan kehadirannya. Terima kasih


Pengantar  Kurator

IBARAT selembar sobekan peta, Buku Antologi Puisi Dua Bahasa SPRING FIESTA [PESTA MUSIM SEMI] ini adalah sebuah lembar wilayah yang berskala kecil, namun berhimpun aneka macam morfologi dan bentang alam yang dibedakan, lewat nama-nama sungai, kampung, gunung, sehingga memiliki keterangan dan deskripsi yang lengkap. Maka buku ini tampil untuk mewakili semua morfologi dari para penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, yang masing-masing memiliki gairah dan genre bertutur yang sangat variatif.

Mengapa SPRING FIESTA [PESTA MUSIM SEMI] menjadi pilihan judul buku ini? Belajar dan berusaha menghormati nilai demokrasi dari semua penyair yang kemudian ditiadakan model pemberian judul buku dengan mengambil salah satu judul puisi dari salah satu penyair, maka suasana kebatinan yang fair ini akan dirasakan menjadi cukup enjoy, karena kemudian tak ada pengkultusan atas sebuah puisi. Karena terdapat anggapan: “Biarkan setiap puisi lahir, besar, dan mati dengan alami! Namun kelahiran dan kematian itu akan terus dikenang.”

S[An. Kurator: Budhi Wiryawan]


2 Komentar

Letak persamaan bunyi pada puisi

Berdasarkan letaknya, rima dibedakan:

persamaan bunyi yang terdapat pada awal baris pada tiap bait puisi.

persamaan bunyi yang terdapat di tengah baris pada bait puisi

persamaan bunyi yang terdapat di akhir baris pada tiap bait puisi.

persamaan bunyi yang terdapat pada bait-bait puisi yang dilihat secara vertikal

persamaan bunyi yang terdapat pada baris puisi secara horisontal

persamaan bunyi yang berbentuk sebuah kata yang dipakai berulang-ulang pada larik puisi yang mengandung kesejajaran maksud.

persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dan larik keempat, larik kedua dengan lalrik ketiga (ab-ba)

persamaan bunyi yang tersusun sama antara akhir larik pertama dengan larik ketiga dan larik kedua dengan larik keempat (ab-ab).

persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir semua larik (aaaa)

persamaan bunyi yang tersusun sama pada akhir dua larik puisi (aa-bb)

persamaan bunyi yang tersusun tidak menentu pada akhir larik-larik puisi (a-b-c-d)


Tinggalkan komentar

Seperti ketika kecil memaksa

ingin rebah di dada ibu

 

samar suara rindu menggelincir

aliri pembuluh nadi

seperti ketika memaksa

ingin berlari kearahmu

 

Puisi Bungkam

9 Mei 2010


Tinggalkan komentar

Namira

Namira, mengapa tak kau tulis saja puisi ?

seperti doa yang kau rebahkan di malam yang pucat

di antara kelopak waktu dan kabut cinta

sebagai pertanda yang kau tulis dimimpi-mimpi

 

Rini Intama- ktbm, Juni 2012


1 Komentar

Menunggu pelangi

tak ingin memulas warna apapun

pada kertas yang akan kukirim padamu selain putih

karena di atas putih kita menyimpan warnawarna yang pernah ada di tepian mimpi

seperti saat kita berlari di batas lengkung langit menunggu Pelangi sehabis hujan

 

Puisi di sepanjang Broadway

Rini Intama 7 maret 2011 ( dalam buku Gemulai Tarian Naz)